Setelah Paman pergi dari kamar aku pun hanya senyam-senyum sendiri, mimpi apa aku semalam? Sampai mendapatkan sebuah Walkman yang saat itu cukup mahal untuk ukuran kado ulang tahun. Entah kenapa aku beranjak dari tempat tidur dan mulai menyortir playlist apa saja kah yang cocok untuk besok ku bawa di sekolah. Banyak pilihan seperti The Beatles dengan album Self Titled-nya tahun 1968, bootleg dari Led Zeppelin IV tahun 1971, dan Ramones Road to Ruin tahun 1978. Rata-rata kaset koleksi ku yang dibelikan oleh Paman semuanya adalah bootleg atau bukan original, namun kualitas suara lumayan layak untuk didengarkan. Keesokan harinya setibanya di sekolah, seperti biasa aku memamerkan mainan terbaru ku saat itu.
“Gimana? Keren kan?” Sombongku padanya
“Wiiih, Walkman Sport nih Dan!!! Ada water-resist nya” Celotehnya dengan kagum melihat pemutar kaset ku
“Yoi” Jawab ku singkat sambil menepuk pundaknya
“Eh, eh, bawa kaset apa aja nih?” Tanyanya
“Cuma tiga, Beatles, Zeppelin, sama Ramones” Ucapku sambil menunjukan kaset yang ku bawa
“Lagu luar semua? Besok aku bawa Chrisye deh” Sahutnya
“Boleh aja sih, tapi ingat, bawa battery sendiri yah?” Ejek ku supaya ia modal sedikit
“Tentang aja, cuma battery kan? Urusan kecil itu” Gerutunya pada ku
Ketika sedang asik-asiknya mengobrol dengan Fian, seketika itu mood ku sontak berubah. Detak jantung yang tadinya stabil kini berdetak lebih kencang dari biasanya. Wajah yang mengalihkan perhatian ku itu berdiri di sudut kelas dekat pintu masuk, dan sepertinya sedang mencari sesuatu. Sungguh anggunnya kau hari ini. Masih seperti biasanya dengan jepit rambut warna merah muda yang tampak pas sebagai pernak-pernik pelengkap penampilan mu. Selang tak berapa lama pun muncul rasa kecewa ku yang kurasakan waktu ketika kau benbincang dengan sang idola kelas di pagi itu. Entah apa yang kau bicarakan waktu itu, yang jelas aku melihatnya membawa lipatan kertas setelah berbincang dengan mu. Setelah itu aku pun mencoba menenangkan diri dengan menekan tombol “play” pada jam istirahat, terdengar suara gulungan pita hitam yang gemuruh. Lagu “Hey Jude” temani ku saat itu di bawah rintik air yang turun dari langit.
“Hey? Hallo? Bisu!!!” Lalu tangannya menepuk pundak ku
Tersadar ada seseorang di sekitar ku aku pun menatapnya dan melepas headset Walkman ku
“Apaan?” Tengok ku padanya
“Hujan-hujan gini sendirian aja, yang lain kemana?” Tanyanya
“Fian di 3D, Erik di ruang musik, Johnny kan sekelas sama kamu” Jawab ku singkat
“Oh, itu apaan?” Tanyanya sambil menunjuk alur kabel dengan penasaran
“Walkman” Pamerku padanya
“Keren, pinjem ya!!!” Belum sempat menjawab, Walkman ku sudah berpidah tangan