Adalah rimba yang menyatukan
Ke sebelas pemuda yang diterpa angin
Berkilauan berselimut dingin
Mencuatkan esensi petualangan
Lalu termanifestasikan dalam sebuah persahabatan
Meraung Sejati (Part 2)
Oke dilanjut lagi ceritanya. Masih panjang. Oh iya perkenalan dulu.
Quote:
Tentang 11 Harimau Nusantara
Kresna (leader): Anak dari senior Basarnas. Udah paham banget lah soal gunung. Thats why kita percayakan doi jadi leader. Kesehariannya adalah berkutat dengan produksi di salah satu stasiun televisi swasta. Doi adalah production assistant.
Jurek (fotografer) : Anak medan. Hobi banget fotografi. Banyak masterpiece yang dihasilkan. Mengaku sebagai yang paling kaya di antara kita. Doi juga paling rame di antara kita
Kopet (porter sejati) : Seorang pengusaha percetakan. Yang paling kuat diantara kita. Bawaannya paling gede. Perawakannya bewokan. Konon katanya kesaktiannya itu terletak pada bewoknya.
Bugis (dokumenter) : Keahliannya adalah mendokumentasikan gambar dalam berbagai situasi dan medan. Bugis adalah rekan kresna yang banyak berkecimpung di video making. Pernah menjadi sipir di lapas wanita.
Lukman (perizinan) : Yang paling tau seluk beluk perizinan seputar pendakian di antara kita. Tau juga celah - celahnya untuk minjem - minjem alat2 krusial buat panjat tebing. Doi salah satu figur di komunitas backpacker Jember.
Jangkrik (rope mastery) : handal dalam tali temali. Bikin simpul - simpul, terutama pada saat dibutuhkan buat anchoring. Doi adalah Mahasiswa asal Cilacap.
Pitik (sapujagat) : rolenya adalah sweeper. Juga bertanggung jawab buat ngberesin tali - temali yang kita bentangkan selama aktivitas panjat tebing.
Bond : (juru masak) : doi adalah guide berpengalaman untuk urusan tour Rinjani. Sekaligus juru masak kelas wahid. Client - clientnya pun sudah mengakuinya.
Inyok : (reporter) : Untuk urusan per HT-an serahkan sama dia. Dia yang bertugas mereport keadaan medan. Apa landai, ada halang rintang dimana, punggungan masih jauh atau tidak.
Om ewin : (supplier + belayer) : Urusan perlengkapan pendakian dan panjat tebing doi suppliernya. Begitu juga kaos team. Doi juga handal dalam perannya sebagai belayer / penambat.
Gue : gue juga bingung peran gue apa disini. Dan tentang gue siapa, nanti juga ketauan.
Buat yang belum tau tentang kondisi gunung Raung, terutama jalur pendakian via Kalibaru, berikut ane ulas sedikit
Quote:
Sekilas Tentang Gunung Raung dan Jalur Kalibaru
Gunung ini terletak di Banyuwangi. Ketinggiannya 3344 MDPL. Tipe strato vulkanik. Masih aktif. Ada beberapa jalur yang bisa diambil buat mencapai puncaknya (bukan puncak sejati). Yaitu jalur Sumber Wringin, Glenmore, dan Kalibaru. Yang bisa nyampe puncak Sejati cuma Glenmore dan Kalibaru.
Tentang rute Kalibaru ini, rute ini bisa dibilang cukup panjang. Dari Basecamp (rumah Pak Soenarya) ke pos 1 (rumah Pak Soeto) ditempuh naik ojek. Habis itu tracking melewati 9 camp. Di camp 2 terakhir sumber air, selebihnya gak ada. Kalo kami ngecampnya di Camp 3, dan Camp 7.
Lanjut, setelah camp 9, bakal ketemu puncak Bendera (bukan puncak Sejati). Untuk mencapai puncak sejati bakal ngelewatin 3 extreme point, dan 2 jalur
shirattal mustaqim. Extreme point pertama mesti artificial climbing. Exreme point 2 dapet 2 pilihan, artificial climbing ke puncak 17 atau via melipir (sama2 ngeri). Extreme point 3 descending / rappelling (turuni tebing). Lalu dilanjut scrambling jalanan berbatuan sampe ke Puncak Tusuk Gigi. Dari Puncak Tusuk Gigi udah deket ke Puncak Sejati, yaitu sekali climbing lagi.
Quote:
Pendakian dimulai, tujuan rumah Pak Soenarya (rumah terakhir di jalur Kalibaru)
Kesebelas anggota sudah berkumpul. Persiapan pun dimulai. Saatnya kita sarapan, lalu checking peralatan, dan bagi - bagi beban, termasuk air peralatan, dan logistik.
Tepat jam 10 pagi, 11 Harimau Nusantara sudah siap dengan carriernya masing - masing. Seketika itu juga, 11 ojek juga sudah stand by di depan rumah Pak Soeto. Dan kita pun naik ojek menuju rumah terakhir di jalur pendakian Kalibaru, rumah Pak Soenarya.
Kenapa di bilang rumah terakhir? karena setelah rumah pak Soenarya ini tidak akan ketemu rumah lagi di atas sana.
Dan perjalananpun dimulai dengan diawali membaca doa, lalu disusul pekikan "MERAUUUUUUNG, SEJATIIIIIIII!"
BERSAMBUNG