- Beranda
- Buat Latihan Posting
Warung Kopi BLP Raya ! - Part 1
...
TS
pfapb
Warung Kopi BLP Raya ! - Part 1
Welcome To
Warung Kopi BLP Raya!
Warung Kopi BLP Raya!
Quote:
Disini tempat buat kongkow dan buat chit-chat antar kaskuser 
Perlu diperhatikan,disini dilarang post yang mengandung sara dan jangan debat disini!

Perlu diperhatikan,disini dilarang post yang mengandung sara dan jangan debat disini!

- PERATURAN UMUM :
1. No SARA
2. No Personal Insult
3. No Nude Picture
4. Menggunakan bahasa yang baik saat berbincang dengan member lain.
5. PRIME ONLY![Clone hanya boleh post disini tiap hari minggu,dan ID clone juga harus terdaftar di warkop ini.]
6. Jika Melanggar Peraturan No.5 = Delete Post
SANKSI :
1. Pelanggaran Pertama Kali : Teguran & Delete Post
2. Pelanggaran Kedua Kali : Banned
3. SARA , PERSONAL INSULT : BANNED (TANPA TOLERANSI)
4. TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK JUALAN , PROMOSI BLOG , PROMOSI WEB : Hapus Post (TANPA TOLERANSI)
Quote:
Aturan main
1. Wajib ngejunk
2. Tidak melakukan Insult terhadap kaskuser lainnya
3. Wajib Rate 5 Thread ini.
4. Jika ada masalah pribadi dengan kaskuser disini,silahkan selesaikan via PM dgn ybs
5. Upload foto DP = BANNED
6. Upload foto nude = Delete post (Tergantung pertimbangan dari TS
)
7. Biasakan Single Quote! Multi quote digunakan hanya untuk kepepet
1. Wajib ngejunk
2. Tidak melakukan Insult terhadap kaskuser lainnya
3. Wajib Rate 5 Thread ini.
4. Jika ada masalah pribadi dengan kaskuser disini,silahkan selesaikan via PM dgn ybs

5. Upload foto DP = BANNED
6. Upload foto nude = Delete post (Tergantung pertimbangan dari TS
)7. Biasakan Single Quote! Multi quote digunakan hanya untuk kepepet

Siapa pun yang melanggar aturan,akan terkena banned 3 Hari atau Permanent 

Quote:
Buat yang mau gabung disini Wajib Isini Biodata dibawah ini
1. ID Prime :
2. ID Clone :
3. Nama Asli :
4. Nama panggilan :
5. Umur :
6. Jenis Kelamin :
7. Twitter/Line/Instagram (optional) :

1. ID Prime :
2. ID Clone :
3. Nama Asli :
4. Nama panggilan :
5. Umur :
6. Jenis Kelamin :
7. Twitter/Line/Instagram (optional) :

Semoga betah nongkrong terus dimari 
#SalamBLP

#SalamBLP

Diubah oleh pfapb 22-05-2016 15:20
0
290K
Kutip
10K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
35.7KThread•1.9KAnggota
Tampilkan semua post
ndemun75
#1623
JUWANDANA
part 2:
bersambung...
part 2:
Quote:
padepokan gading wukir adalah sebuah padepokan yang berada di sebelah selatan kotaraja juwandana, letaknya di pedukuhan srangga gadung yang jauh dari hingar bingar kotaraja. Padepokan gading wukir sendiri berada tepat di tengah-tengah persawahan.
Dang hyang kencono,dialah yang mempunyai padepokan gading wukir,dia menjadi seorang guru besar di padepokannya.
Banyak sekali yang berguru di padepokan ini,selain mengajarkan tentang ilmu olah kanuragan,di padepokan ini juga diajarkan beberapa ilmu dan keterampilan diantaranya adalah ilmu agama,ilmu baca tulis, ilmu darmakencana atau ilmu yang menitikberatkan pengetahuan terhadap logam mulia atau biasa disebut emas,ilmu membuat senjata layaknya pande besi juga dipelajari disini. Maka, tidak heran jika para penduduk di pedukuhan srangga gadung ini memiliki kepintaran yang lebih.
"Hiyaaa...hiyaaa...ciaatt..." teriakan para murid padepokan yang sedang berlatih ilmu kanuragan,mereka cukup bersemangat walaupun bersimbah peluh dan sudah menjelang sore hari.
"cukup,latihan hari ini selesai,semuanya boleh beristirahat" kata dang hyang kencono yang hari ini memimpin langsung latihan. Para murid dang hyang kencono langsung melepas lelah setelah latihan hampir seharian, beberapa ada yang duduk-duduk santai di gubuk dibawah pohon jambu yang begitu rindang,gubuk itu memang dibuat untuk para murid padepokan yang ingin bersantai,diantara yang duduk itu adalah jayasegara.
"Waahh...latihan hari ini sangat melelahkan sekali ya,baru kali ini latihan ilmu olah kanuragan sampai hampir sehari penuh,badanku rasanya capek semua" kata jayasegara sambil menyenderkan punggungnya di bambu yang dijadikan tiang saka di gubuk itu,wajahnya yang lusuh menunjukkan betapa lelahnya murid dang hyang kencono itu.
"Iya ya,mungkin bapa guru mau menurunkan ilmu pamungkas,jadi kita disuruh berlatih lebih keras dari biasanya" kata wulung. "Hahahaha...atau mungkin juga bapa guru mau menurunkan aji pinangesti yang selama ini tidak pernah diajarkan ke kita" sahut kuda grayita, "huuuss...jangan ngawur kamu,ilmu seperti itu tidak diturunkan ke sembarang orang..." kata jayasegara sambil sedikit memelototkan matanya ke arah kuda grayita.
Aji pinangesti adalah ajian jaya kawijayan yang membuat penggunanya bisa menghilang dan berpindah tempat dengan cepat. Konon,hanya ada segelintir orang yang mempunyai ilmu ini,termasuk dang hyang kencono yang mendapatkan aji pinangesti ini dengan bertapa di goa dekat pantai selama 2 tahun.
Dang hyang kencono memandangi sawah yang membentang luas,pandangan matanya menyorot setiap jengkal sawah dihadapannya sambil sesekali menghela napas,sampailah sorotan matanya itu tertuju pada segerombol muridnya yang dengan santainya duduk di gubuk,dengan melangkahkan kakinya perlahan dan mengayunkan tongkatnya yang berkepala naga,dang hyang kencono menghampiri para muridnya tersebut.
"Ngger...anak-anakku,kalian kelihatan lelah sekali,pergilah ke dapur dan ambil minum,kemudian mandilah agar badan mu segar kembali" kata dang hyang kencono kepada murid-muridnya. Jayasegara yang menyadari bahwa ada gurunya didekatnya segera memberi hormat dan mencium tangannya, dang hyang kencono tersenyum melihat muridnya yang paling muda itu,yang baru berumur 16 tahun, "baik bapa guru,kami akan segera ke dapur dan beres-beres" kata wulung.
Dang hyang kencono hanya mengangguk pelan isyarat mengiyakan perkataan muridnya, saat jayasegara akan beringsut pergi meninggalkan gubuk,dang hyang kencono memegang lengannya seraya berkata "aku ingin bicara sebentar denganmu jayasegara". Tinggallah dua orang beda umur itu di gubuk dan saling hadap.
Jayasegara langsung mengernyitkan dahinya pertanda bingung dan langsung berpikir apa yang akan diomongkan oleh guru yang sangat dihormatinya itu. " jayasegara anakku...kamu sudah berapa lama ada di padepokan gading wukir ini?" tanya dang hyang kencono sambil mengelus pundak muridnya itu. "sekitar empat tahun bapa guru,memangnya ada apa bapa guru?" tanya jayasegara yang nampak bingung. "Begini anakku...saat pertama kali pamanmu patih kebo mbranang menitipkanmu di padepokan ini,dia berpesan padaku agar aku mendidikmu menjadi seorang yang berguna bagi juwandana,paman mu itu ingin kamu menjadi orang penting di juwandana kelak,lebih tepatnya...patih kebo mbranang ingin dirimu menjadi prajurit yang pintar dan pilih tanding,aku sendiripun juga berharap kamu akan mengikuti jejak pamanmu yang dulu pernah menimba ilmu disini dan sekarang menjadi orang penting istana,seorang patih seperti sekarang ini". Sesekali dang hyang kencono menghela napas sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
Jayasegara tampak berpikir sebelum melontarkan kata-kata ke gurunya itu. "bapa guru,sepertinya aku masih butuh banyak belajar agar menjadi orang yang berguna bagi juwandana,dan aku juga..." belum sempat melanjutkan omongannya,dang hyang kencono berkata "ilmu yang kamu miliki sudah cukup anakku,sudah kamu serap habis ilmu yang aku ajarkan,termasuk ilmu tata pemerintahan yang hanya aku ajarkan kepadamu,kamu adalah muridku yang paling muda dan paling pintar,murid terhebat yang pernah aku miliki". Jayasegara tersipu malu dipuji seperti itu," ngger...anakku,memang ilmu yang kumiliki memang sudah kau serap habis,tapi masih ada satu tahapan lagi yang harus kau lakukan untuk menyempurnakan ilmu kanuraganmu",jayasegara tampak mencermati omongan gurunya dengan serius.
Dengan jalan perlahan,dang hyang kencono melanjutkan omongannya. "mandilah anakku,beristirahat lah,malam nanti aku menunggumu di depan pendopo,aku akan berbicara yang lebih penting lagi denganmu". " baik bapa guru" jawab jayasegara sembari memberikan hormat dan kemudian pergi meninggalkan gurunya.
maju tiga tabuh kemudian.
angin malam yang dingin menerpa pepohonan, suara hewan malam seolah-olah bersahutan meramaikan gelapnya malam. Sesekali terdengar suara cenggeret yang membuat berisik. Dang hyang kencono duduk di depan pendopo yang sering digunakan untuk mengumpulkan para muridnya dan diberi wejangan,dari arah timur terdengar suara langkah kaki seseorang,orang itu adalah jayasegara. "Kemari anakku,duduklah dekat gurumu yang sudah renta ini" kata dang hyang kencono sambil tersenyum,"bapa guru,ada hal penting apakah yang sudah membuat bapa guru memanggil muridmu yang cubluk ini?" tanya jayasegara. Dang hyang kencono menjawabnya,"aku ingin kamu keluar dari padepokan ini jayasegara". Dengan sorot mata yang tajam dan terkejut jayasegara berkata "kenapa bapa guru,memangnya apa kesalahan yang sudah aku perbuat bapa?".
"Kau tidak salah anakku,aku hanya ingin kau pergi untuk menyempurnakan ilmu mu" jawab dang hyang guru sambil memandangi langit yang dipenuhi bintang. "Ilmu kanuraganmu butuh disempurnakan anakku...kelak supaya kamu menjadi orang yang sakti mandraguna,pergilah ke hutan sironggono di selatan pedukuhan mlingir,disana ada goa yang sangat angker karena banyak penunghunya...gunakan mata batinmu,goa itu tak kasat mata anakku...bertapalah disana sampai kamu mendapatkan ilmu yang tinggi". Jayasegara menghela napas,perasaannya sedih karena akan meninggalkan padepokan yang ditinggalinya 4 tahun yang lalu," cepat pergilah anakku,aku akan selalu merestuimu" kata dang hyang kencono. "Baiklah bapa,jika ini adalah perintah bapa,hamba akan melakukannya bapa guru".
Jayasegara segera masuk ke dalam kamarnya,kemudian berkemas membawa bekal yang diperlukan. Tidak lupa pula Jayasegara membawa keris buatannya sendiri,keris itu dibuat saat latihan ilmu membuat persenjataan dan benda pusaka. Saat akan pergi meninggalkan padepokan,ada beberapa teman Jayasegara bertanya," hei kau mau kemana malam-malam begini?","aku mendapat tugas dari bapa guru,aku harus buru-buru....selamat tinggal" kata jayasegara sambil melambaikan tangannya ke teman-temannya yang masih penasaran dengan tugas yang di emban Jayasegara dari dang hyang kencono.
Dang hyang kencono,dialah yang mempunyai padepokan gading wukir,dia menjadi seorang guru besar di padepokannya.
Banyak sekali yang berguru di padepokan ini,selain mengajarkan tentang ilmu olah kanuragan,di padepokan ini juga diajarkan beberapa ilmu dan keterampilan diantaranya adalah ilmu agama,ilmu baca tulis, ilmu darmakencana atau ilmu yang menitikberatkan pengetahuan terhadap logam mulia atau biasa disebut emas,ilmu membuat senjata layaknya pande besi juga dipelajari disini. Maka, tidak heran jika para penduduk di pedukuhan srangga gadung ini memiliki kepintaran yang lebih.
"Hiyaaa...hiyaaa...ciaatt..." teriakan para murid padepokan yang sedang berlatih ilmu kanuragan,mereka cukup bersemangat walaupun bersimbah peluh dan sudah menjelang sore hari.
"cukup,latihan hari ini selesai,semuanya boleh beristirahat" kata dang hyang kencono yang hari ini memimpin langsung latihan. Para murid dang hyang kencono langsung melepas lelah setelah latihan hampir seharian, beberapa ada yang duduk-duduk santai di gubuk dibawah pohon jambu yang begitu rindang,gubuk itu memang dibuat untuk para murid padepokan yang ingin bersantai,diantara yang duduk itu adalah jayasegara.
"Waahh...latihan hari ini sangat melelahkan sekali ya,baru kali ini latihan ilmu olah kanuragan sampai hampir sehari penuh,badanku rasanya capek semua" kata jayasegara sambil menyenderkan punggungnya di bambu yang dijadikan tiang saka di gubuk itu,wajahnya yang lusuh menunjukkan betapa lelahnya murid dang hyang kencono itu.
"Iya ya,mungkin bapa guru mau menurunkan ilmu pamungkas,jadi kita disuruh berlatih lebih keras dari biasanya" kata wulung. "Hahahaha...atau mungkin juga bapa guru mau menurunkan aji pinangesti yang selama ini tidak pernah diajarkan ke kita" sahut kuda grayita, "huuuss...jangan ngawur kamu,ilmu seperti itu tidak diturunkan ke sembarang orang..." kata jayasegara sambil sedikit memelototkan matanya ke arah kuda grayita.
Aji pinangesti adalah ajian jaya kawijayan yang membuat penggunanya bisa menghilang dan berpindah tempat dengan cepat. Konon,hanya ada segelintir orang yang mempunyai ilmu ini,termasuk dang hyang kencono yang mendapatkan aji pinangesti ini dengan bertapa di goa dekat pantai selama 2 tahun.
Dang hyang kencono memandangi sawah yang membentang luas,pandangan matanya menyorot setiap jengkal sawah dihadapannya sambil sesekali menghela napas,sampailah sorotan matanya itu tertuju pada segerombol muridnya yang dengan santainya duduk di gubuk,dengan melangkahkan kakinya perlahan dan mengayunkan tongkatnya yang berkepala naga,dang hyang kencono menghampiri para muridnya tersebut.
"Ngger...anak-anakku,kalian kelihatan lelah sekali,pergilah ke dapur dan ambil minum,kemudian mandilah agar badan mu segar kembali" kata dang hyang kencono kepada murid-muridnya. Jayasegara yang menyadari bahwa ada gurunya didekatnya segera memberi hormat dan mencium tangannya, dang hyang kencono tersenyum melihat muridnya yang paling muda itu,yang baru berumur 16 tahun, "baik bapa guru,kami akan segera ke dapur dan beres-beres" kata wulung.
Dang hyang kencono hanya mengangguk pelan isyarat mengiyakan perkataan muridnya, saat jayasegara akan beringsut pergi meninggalkan gubuk,dang hyang kencono memegang lengannya seraya berkata "aku ingin bicara sebentar denganmu jayasegara". Tinggallah dua orang beda umur itu di gubuk dan saling hadap.
Jayasegara langsung mengernyitkan dahinya pertanda bingung dan langsung berpikir apa yang akan diomongkan oleh guru yang sangat dihormatinya itu. " jayasegara anakku...kamu sudah berapa lama ada di padepokan gading wukir ini?" tanya dang hyang kencono sambil mengelus pundak muridnya itu. "sekitar empat tahun bapa guru,memangnya ada apa bapa guru?" tanya jayasegara yang nampak bingung. "Begini anakku...saat pertama kali pamanmu patih kebo mbranang menitipkanmu di padepokan ini,dia berpesan padaku agar aku mendidikmu menjadi seorang yang berguna bagi juwandana,paman mu itu ingin kamu menjadi orang penting di juwandana kelak,lebih tepatnya...patih kebo mbranang ingin dirimu menjadi prajurit yang pintar dan pilih tanding,aku sendiripun juga berharap kamu akan mengikuti jejak pamanmu yang dulu pernah menimba ilmu disini dan sekarang menjadi orang penting istana,seorang patih seperti sekarang ini". Sesekali dang hyang kencono menghela napas sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
Jayasegara tampak berpikir sebelum melontarkan kata-kata ke gurunya itu. "bapa guru,sepertinya aku masih butuh banyak belajar agar menjadi orang yang berguna bagi juwandana,dan aku juga..." belum sempat melanjutkan omongannya,dang hyang kencono berkata "ilmu yang kamu miliki sudah cukup anakku,sudah kamu serap habis ilmu yang aku ajarkan,termasuk ilmu tata pemerintahan yang hanya aku ajarkan kepadamu,kamu adalah muridku yang paling muda dan paling pintar,murid terhebat yang pernah aku miliki". Jayasegara tersipu malu dipuji seperti itu," ngger...anakku,memang ilmu yang kumiliki memang sudah kau serap habis,tapi masih ada satu tahapan lagi yang harus kau lakukan untuk menyempurnakan ilmu kanuraganmu",jayasegara tampak mencermati omongan gurunya dengan serius.
Dengan jalan perlahan,dang hyang kencono melanjutkan omongannya. "mandilah anakku,beristirahat lah,malam nanti aku menunggumu di depan pendopo,aku akan berbicara yang lebih penting lagi denganmu". " baik bapa guru" jawab jayasegara sembari memberikan hormat dan kemudian pergi meninggalkan gurunya.
maju tiga tabuh kemudian.
angin malam yang dingin menerpa pepohonan, suara hewan malam seolah-olah bersahutan meramaikan gelapnya malam. Sesekali terdengar suara cenggeret yang membuat berisik. Dang hyang kencono duduk di depan pendopo yang sering digunakan untuk mengumpulkan para muridnya dan diberi wejangan,dari arah timur terdengar suara langkah kaki seseorang,orang itu adalah jayasegara. "Kemari anakku,duduklah dekat gurumu yang sudah renta ini" kata dang hyang kencono sambil tersenyum,"bapa guru,ada hal penting apakah yang sudah membuat bapa guru memanggil muridmu yang cubluk ini?" tanya jayasegara. Dang hyang kencono menjawabnya,"aku ingin kamu keluar dari padepokan ini jayasegara". Dengan sorot mata yang tajam dan terkejut jayasegara berkata "kenapa bapa guru,memangnya apa kesalahan yang sudah aku perbuat bapa?".
"Kau tidak salah anakku,aku hanya ingin kau pergi untuk menyempurnakan ilmu mu" jawab dang hyang guru sambil memandangi langit yang dipenuhi bintang. "Ilmu kanuraganmu butuh disempurnakan anakku...kelak supaya kamu menjadi orang yang sakti mandraguna,pergilah ke hutan sironggono di selatan pedukuhan mlingir,disana ada goa yang sangat angker karena banyak penunghunya...gunakan mata batinmu,goa itu tak kasat mata anakku...bertapalah disana sampai kamu mendapatkan ilmu yang tinggi". Jayasegara menghela napas,perasaannya sedih karena akan meninggalkan padepokan yang ditinggalinya 4 tahun yang lalu," cepat pergilah anakku,aku akan selalu merestuimu" kata dang hyang kencono. "Baiklah bapa,jika ini adalah perintah bapa,hamba akan melakukannya bapa guru".
Jayasegara segera masuk ke dalam kamarnya,kemudian berkemas membawa bekal yang diperlukan. Tidak lupa pula Jayasegara membawa keris buatannya sendiri,keris itu dibuat saat latihan ilmu membuat persenjataan dan benda pusaka. Saat akan pergi meninggalkan padepokan,ada beberapa teman Jayasegara bertanya," hei kau mau kemana malam-malam begini?","aku mendapat tugas dari bapa guru,aku harus buru-buru....selamat tinggal" kata jayasegara sambil melambaikan tangannya ke teman-temannya yang masih penasaran dengan tugas yang di emban Jayasegara dari dang hyang kencono.
bersambung...
Diubah oleh ndemun75 25-04-2016 23:21
0
Kutip
Balas