JUWANDANA
part 1:
Quote:
Pagi yang cerah di kerajaan juwandana,ciutan burung-burung yang saling bersahutan yang berada di atas dinding istana. Istana juwandana yang berdiri kokoh itu bak lambang bahwa betapa makmurnya kerajaan itu,dinding istana yang begitu tebal yang di setiap sudutnya ditumbuhi pohon beringin yang besar,jika memasuki istana dari arah barat maka akan melewati sebuah gapura yang bernama gapura ganesha. Dinamakan seperti itu karena tepat didepan gapura terdapat dua patung orang yang berkepala gajah dan membawa gada.
Setelah melewati gapura,pemandangan yang asri akan terpampang,hijaunya rumput di pelataran istana membuat terasa nyaman bagi siapapun yang melihatnya,tampak juga beberapa juru taman yang sedang merawat tanaman dan bunga di pelataran yang memang sengaja ditanam untuk memperindah istana.
Di bagian Utara pelataran istana,nampak dua ekor harimau Klangenan raja,harimau itu sesekali mengeluarkan suara aumannya yang menggelegar dan mengagetkan.
Adalah emban patni yang paling sibuk di pagi itu,dia membuat ramuan lulur untuk mandi para sekar kedaton. Prabu wirageni atau yang bergelar sri rajasa batara wirabhumi mempunyai dua anak perempuan cantik dan satu anak laki-laki yang masih kecil. Yang pertama adalah putri dwarakinasih dan yang kedua bernama ambarwati dyah Prameswari,mereka lahir dari istri pertama yang bernama dewi linorowati,sedangkan anak laki-lakinya bernama surojoyo suledrang yang lahir dari seorang selir bernama candrawari.
"emban patni,ramuannya sudah jadi?" tanya dwarakinasih.
"sudah tuan putri...hamba sudah menyiapkannya di pinggir kolam pemandian,monggo tuan putri..." sejenak kemudian dwarakinasih menggandeng tangan adiknya ambarwati untuk menuju kolam pemandian yang diberi nama patirtan banyu pangilon,ini dikarenakan air yang ada di kolam itu berasal dari sumber mata air yang kebetulan ada di lingkup istana dan dibangun sebagai kolam pemandian,sehingga airnya yang jernih sampai bisa digunakan untuk berkaca.
Sementara itu sang prabu yang ada di dalam istana sedang berbicara empat mata dengan patihnya kebo mbranang.
"apa yang akan kau laporkan Patih mbranang?" kata sang prabu sambil membuka pembicaraan itu.
Mendapatkan pertanyaan dari sang prabu, Patih kebo mbranang segera merapatkan kedua telapak tangannya dan meletakkannya di depan wajah yang diartikan sebagai memberi hormat kepada raja.
"Hamba baru saja mendapat laporan gusti prabu,pelabuhan gringsing kemungkinan akan siap digunakan dalam tempo 5 hari lagi gusti prabu,para pembuat kapal perang juga sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya,sehingga pertahanan kita di laut utara akan jauh lebih kuat". Raja mengangguk-anggukan kepalanya sambil mendengarkan omongan patih kebo mbranang."Kemudian gusti prabu" kata ki patih melanjutkan,"beberapa hari yang lalu saya baru saja pergi ke pedukuhan kapundingan gusti prabu,sekarang pedukuhan yang menjadi basis pembuatan senjata itu semakin berkembang,menjadi lebih tertata kehidupan masyarakatnya".
"bagus,kalau begitu pedukuhan itu akan dibebaskan dari upeti,supaya daerah itu bisa lebih berkembang lagi dan mampu meningkatkan kualitas senjata yang mereka buat" kata gusti prabu,"baiklah gusti prabu,hamba akan segera memberitahukan ini kepada para prajurit untuk mengumumkannya kepada warga pedukuhan kapundingan,hamba mohon pamit gusti prabu".
"iya,silahkan ki patih", jawab gusti prabu.
Patih kebo mbranang segera memberikan hormat dan kemudian beringsut mundur menuju pintu keluar ruangan raja. Saat sudah diluar,patih melihat beberapa orang prajurit jaga yang dengan santainya bercanda satu sama lain. Perbuatan itu membuat patih kebo mbranang sangat marah," hei kalian...!! tau tugas kalian itu apa haa..?!!". Teriak kebo mbranang, wibawa besar yang dimiliki seorang kebo mbranang membuat para prajurit berpangkat rendahan itu takut bukan kepalang,ditambah lagi wajah kebo mbranang yang sangar dengan kumis tebal melintang dan jambang yang lebat serta pelototan matanya yang tajam membuat ngeri siapapun yang melihatnya.
"ampun ki patih,kami mengaku salah" jawab salah seorang prajurit jaga,pontang-panting prajurit itu menata kata-katanya agar tidak membuat amarah kebo mbranang semakin menjadi-jadi. "kalian itu ditugaskan untuk menjaga kediaman raja supaya tidak ada musuh yang masuk,bagaimana kalau ada penyusup yang membahayakan keluarga raja haa...?!!" tidak ada prajurit yang berani menjawab pertanyaannya,"kalau berani mengulangi lagi kalian bisa dicopot dari jabatan,sekarang semuanya lari keliling pelataran 20x putaran, cepaaatt...!!"
Tanpa disuruh dua kali,para prajurit itu langsung lari di pelataran sesuai perintah dari Ki patih, sambil sedikit tersenyum patih kebo mbranang melihat prajuritnya berlari dan kemudian berjalan menuju kudanya yang ia kekang di sebuah tonggak kayu yang memang dipersiapkan untuk memarkir kuda,seorang prajurit terlihat melepaskan tali kekang kuda yang kemudian dituntun ke pemiliknya,dengan sigap patih kebo mbranang segera menaiki kudanya dan melesat menjauh dari istana,ki patih memacu kudanya ke arah timur dan kemudian berbelok ke kiri menuju sanggar keprajuritan.
bersambung...