“Ngomong-ngomong tempat duduknya di sebelah mana?” Tanyanya
“Bangku C baris ke 2”
“Oh…”
“3E kenal Neiza?” Giliran aku yang bertanya
“Neiza Aurellia? Itu teman sebangku, kenapa? Suka ya?” Celetuknya dengan nada yang agak membuat ku kesal
“…” Tatap ku dengan sinis
“Bercanda bisu” Masih dengan tingkahnya yang cengengesan
Entah kenapa waktu itu terasa begitu lama meskipun kami mencoba untuk berbicara satu sama lain. Dan hari setelahnya terkadang aku melihatnya sedang duduk sendirian disana. Gadis yang cenderung idiot dengan rambut sebahu cukup menarik perhatian karena tingkahnya yang aneh. Siang itu aku dan Fian mencoba bervakansi ke antar kelas untuk melihat dan memastikan wanita pujaannya berada di kelas.
“…” Fian menatapku
“Apa?” Tanyaku
“Tengok gih?” Serunya
“Iya” Lalu aku berjalan melihat isi kelas sebelah dari balik kaca jendela
Terlihat sedang duduk dengan manisnya, seorang gadis yang memakai jepit rambut untuk merapikan poninya agar tak menutupi wajah cantiknya. Disela-sela moment yang indah ini ada pemandangan yang mengganggu ku. Johnny! Aku pun mengarahkan genggaman tanganku padanya, namun ia hanya tertawa dan mengejek ku. Pada saat yang bersaaman pula aku tak melihat gadis idiot itu duduk berada disamping Neiza. Mungkin dia sedang menyendiri di tempat biasa.
“Teeet, teeet, teeeet” Bel berbunyi waktunya pulang
“Ayok balik” Ajak Fian
“Duluan Fi, Perut bermasalah nih” Sambil mengusap perutku yang tak bisa berkompromi pada saat itu
“Ya sudah, duluan ya?” Kemudian ia pergi
“Okay” Dan aku pun bergegas ke toilet
Jadi teringat kata Bibi untuk tidak sembarangan jajan yang memakai saus buatan yang asal usulnya tidak jelas dapat membuat kita sakit perut. Selang 15 menit suasana di sekolah sudah tak terlihat tanda kehidupan. Aku lalu berjalan di koridor kelas dengan santainya waktu itu. Lambat laun terdengar tapak kaki yang melangkah ke luar dari kelas ku, aneh, padahal aku adalah murid yang terakhir keluar kelas. Dan saat ku lihat tampak seseorang yang tidak asing dilihat dari penampilannya. Ya, tidak salah salah lagi, itu gadis idiot!. Pertanyaan dalam benak ku sedang apa dia berada di kelas ku saat itu? Dengan santai aku pun seketika mengagetkannya saat itu.
“Hey” Teriak ku padanya
“…” Dia pun tampak panik melihatku yang ternyata belum pulang dari sekolah. Dengan wajah panik ia pun tak berbicara dan hanya mendekatkan jari telunjuknya ke bibir seraya mengisyaratkan ku untuk merahasiakan kejadian ini