- Beranda
- Stories from the Heart
My Cerpen. Sari
...
TS
danytrikusuma
My Cerpen. Sari
Pembukaan
Quote:
Ketemu lagi dengan ane TS Dany Tri Kusuma. Sebenarnya ini Thread Lama ane.
Dan Sempat Vakum Beberapa Lama. Tapi Kayaknya Mau Nerusin Lagi Cerita ini Sampai Tamat.
Tanpa Basa Basi.
Cerpen ini adalah Hasil imajinasi ane ajha ya. kalau ada nama atau lokasi yang mirip atau gimanapun itu, mungkin ketidaksengajaan TS dalam berimajinasi.
Langsung ajha ke TKP
Dan Sempat Vakum Beberapa Lama. Tapi Kayaknya Mau Nerusin Lagi Cerita ini Sampai Tamat.
Tanpa Basa Basi.
Cerpen ini adalah Hasil imajinasi ane ajha ya. kalau ada nama atau lokasi yang mirip atau gimanapun itu, mungkin ketidaksengajaan TS dalam berimajinasi.
Langsung ajha ke TKP
Quote:
Kita Mulai Saja Cerpennya.. Cekidot Gan
Part 1 - Lamunan
Part 2 - Kecelakaan
Part 3 - Amputasi
Part 4 - Penyesalan
Part 5 - Perpisahaan
Part 6 - Semakin Dekat
Part 1 - Lamunan
Part 2 - Kecelakaan
Part 3 - Amputasi
Part 4 - Penyesalan
Part 5 - Perpisahaan
Part 6 - Semakin Dekat
Penutupan dan Pesan
Quote:
Semoga akan Terus Update
Kalau mau berkunjung lihat Youtubeku n kenalan lebih dekat ama TS Dany Tri Kusuma
Youtube ku
Kalau mau lihat foto fotoku di Instagram ku
Kalau mau baca baca Thread ku yang lain. Ada lumayan Banyak kok Hot Thread nya.
Kumpulan Thread Dany Tri Kusuma
websiteku www.danytrikusuma.com
Sumur Kata Kata : Imajinasi Pribadi TS
Kalau mau berkunjung lihat Youtubeku n kenalan lebih dekat ama TS Dany Tri Kusuma
Youtube ku
Kalau mau lihat foto fotoku di Instagram ku
Kalau mau baca baca Thread ku yang lain. Ada lumayan Banyak kok Hot Thread nya.
Kumpulan Thread Dany Tri Kusuma
websiteku www.danytrikusuma.com
Sumur Kata Kata : Imajinasi Pribadi TS

Diubah oleh danytrikusuma 17-12-2016 12:27
anasabila memberi reputasi
1
3.2K
Kutip
35
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
danytrikusuma
#35
Part 6 - Semakin Dekat
Quote:
Dan sejak saat itu aku merasa deket banget dengan Sari, setiap hari kita selalu belajar bareng di kelas, diskusi masalah tugas bareng bahkan Sari sekarang pindah tempat duduk di sampingku dan meninggalkan teman sebangkunya lama agar bisa dekat denganku.
Semenjak itu pulalah aku berani membuka diri kepada Sari. Aku ceritakan semua tentang keluargaku ke dia bahkan menceritakan kepada Sari bahwasanya aku adalah tukang bakso yang pernah jualan di depan rumahnya sebulan lalu. Sedikit gak percaya sari menanyakan lagi keabsahan ceritaku. "Ah aku gak percaya deh kamu tukang bakso yang pakai topi merah dan kaos merah itu ya". Tanya sari kepadaku seakan tak percaya.
"Iya Sar, itu aku, kalau tidak percaya nanti sore pas jualan bakso aku akan jualan di depan rumahmu, okee". Jawabku sambil menunjukkan jempol kananku yang sedikit panjang. "bener yaa, awas kalo kamu boong". Kata Sari sambil sedikit mengancam. "Jangan kuatir". Jawabku santai.
Sepulang sekolah seperti biasa aku menjajakan bakso di sekitaran komplek. Dan sesuai perjanjian dengan sari tadi pagi di kelas aku mampir menjajakan bakso di depan rumahnya sari yang megah. "Baksoo Baksooo". Teriakku kencang. Tak lama berselang muncullah bidadari pujaan hatiku. Iya sari keluar dari rumahnya dengan begitu cantiknya.
Aku sempat terperangah melihatnya kala itu. Entahlah kenapa aku gak bisa melepas bayang bayang sari di pikiran dan hatiku ini. Sari berjalan pelan menghampiriku dan sempat sedikit kaget kalau aku adalah tukang bakso. "Ini beneran Dani ya, wah kirain kamu bohong". Ucap sari dengan sedikit kaget melihat ku.
"Iya Sari, ini aku Dani Anggara teman sekelasmu yang pendiam itu". Seru ku menjawab pertanyaan Sari. "Ternyata selain rajin dikelas kamu juga rajin membantu ibumu berjualan ya" tambah sari seraya memujiku. Sontak mukaku memerah dan merasa di layang layang mendengar perkataannya Sari tadi.
"Iya beginilah hidupku sari, aku harus berjuang keras bantu ibu karena kakekku dirumah juga sedang menderita sakit paru paru, jadi aku lah yang bisa bantu ibu dirumah" jawabku sambil sedikit curcol.
Dan seperti biasa sari memesan bakso dengan kecap plus sambal ijo tanpa saos. Segera aku buatkan bakso pesanan itu dan kita mulai semakin dekat dan dekat.
Disisi lain aku tidak tahu apa yang dirasakan Nana sekarang. Aku gak tau harus bagaimana lagi caranya agar bisa dekat dan bersahabat lagi dengan Nana dan berbagi canda tawa bersamanya.
Semenjak itu pulalah aku berani membuka diri kepada Sari. Aku ceritakan semua tentang keluargaku ke dia bahkan menceritakan kepada Sari bahwasanya aku adalah tukang bakso yang pernah jualan di depan rumahnya sebulan lalu. Sedikit gak percaya sari menanyakan lagi keabsahan ceritaku. "Ah aku gak percaya deh kamu tukang bakso yang pakai topi merah dan kaos merah itu ya". Tanya sari kepadaku seakan tak percaya.
"Iya Sar, itu aku, kalau tidak percaya nanti sore pas jualan bakso aku akan jualan di depan rumahmu, okee". Jawabku sambil menunjukkan jempol kananku yang sedikit panjang. "bener yaa, awas kalo kamu boong". Kata Sari sambil sedikit mengancam. "Jangan kuatir". Jawabku santai.
Sepulang sekolah seperti biasa aku menjajakan bakso di sekitaran komplek. Dan sesuai perjanjian dengan sari tadi pagi di kelas aku mampir menjajakan bakso di depan rumahnya sari yang megah. "Baksoo Baksooo". Teriakku kencang. Tak lama berselang muncullah bidadari pujaan hatiku. Iya sari keluar dari rumahnya dengan begitu cantiknya.
Aku sempat terperangah melihatnya kala itu. Entahlah kenapa aku gak bisa melepas bayang bayang sari di pikiran dan hatiku ini. Sari berjalan pelan menghampiriku dan sempat sedikit kaget kalau aku adalah tukang bakso. "Ini beneran Dani ya, wah kirain kamu bohong". Ucap sari dengan sedikit kaget melihat ku.
"Iya Sari, ini aku Dani Anggara teman sekelasmu yang pendiam itu". Seru ku menjawab pertanyaan Sari. "Ternyata selain rajin dikelas kamu juga rajin membantu ibumu berjualan ya" tambah sari seraya memujiku. Sontak mukaku memerah dan merasa di layang layang mendengar perkataannya Sari tadi.
"Iya beginilah hidupku sari, aku harus berjuang keras bantu ibu karena kakekku dirumah juga sedang menderita sakit paru paru, jadi aku lah yang bisa bantu ibu dirumah" jawabku sambil sedikit curcol.
Dan seperti biasa sari memesan bakso dengan kecap plus sambal ijo tanpa saos. Segera aku buatkan bakso pesanan itu dan kita mulai semakin dekat dan dekat.
Disisi lain aku tidak tahu apa yang dirasakan Nana sekarang. Aku gak tau harus bagaimana lagi caranya agar bisa dekat dan bersahabat lagi dengan Nana dan berbagi canda tawa bersamanya.
Diubah oleh danytrikusuma 19-04-2016 14:51
0
Kutip
Balas