- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#1404
Part 41
Gua tutup buku itu setelah membacanya sampai habis, gua buka hp gua dan mencari kontak sarah, gua telpon dia dan nomornya tidak aktif.
Gua ambil rokok marlboro merah gua dan menghisapnya, vini, vidi , vici (Harta, Tahta, Wanita) ..
Gua hisap rokok gua dan memandang jauh ke luar kossan gua, i'm just a lucky bast*rd..
Dalam buku itu mengajarkan arti kehidupan, dan gua yakin bahwa sarah meninggalkan gua karena buku itu..
Gua keluar dari area kossan dan berjalan tak tentu arah, entah kemana..
sampai gua menemukan sebuah warung kopi diisi oleh anak-anak sma nongkrong, gua ikut duduk di situ dan memesan segelas kopi, padahal gua tadi habis minum kopi, tapi pikiran gua kusut.
Gua melihat anak-anak sma itu sedang asik bercanda gurau, ingin rasanya kembali ke zaman mereka, ke zaman pada saat gua masih duduk di bangku kayu dengan setelan putih abu-abu.
Gelas kopi itu datang di antarkan wanita yang sederhana, dengan kaos pendek, rambut diikat , dan celana trainingnya..
"Mba kerja disini atau warung ini punya ibu mba?" sapa gua ke wanita itu
"Oh itu mbok ku mas" Ucapnya dengan logat jawa yang kental
"Ooh" Gua haduk kopi hitam di depan gua dengan tatapan kosong
"Sendiri mas?" Ucap wanita itu lalu duduk di depan gua
"Gak mba, saya berlima" Ucap gua meringanka suasana
"Lah, mana toh konco ne?" Tanya nya
"Di kantong nih, disimpen," Gua tertawa kecil "Nama mba nya siapa?" Tanya gua
"Dewi, mas ne?" Tanyanya balik
"Hadi, masih sekolah atau gimana mba nya?" Tanya gua yang lalu menghidupkan rokok marlboro gua
"Seharusnya masih mas, tapi berenti, gak ada biaya, mau beasiswa gak pinter" dia tersenyum yang dari tadi terus menatap wajah gua
Gua agak memalingkan wajah karena agak malu, gua melihat ke arah jalanan yang sedari tadi banyak mobil berlalu lalang tanpa ada habisnya, dimana sarah sekarang?
hanya itu pertanyaan yang terbesit di otak gua..
"Kenapa mas? kok melamun" Tanya dewi
"Eh, gak kok dew"
Tidak lama dewi di panggil ibunya karena ada pelanggan yang datang, lagi-lagi gua sendiri, hanya di temani rokok dan kopi gua. Tiba-tiba hp gua berdering dan gua lihat ada panggilan masuk dari Laura..
"Halo kenapa laur?" Tanya gua ke laura
"Lo dimana di, gua denger cerita dari mega katanya sarah kabur?" Tanyanya
"Iya, gua lagi di warung kopi deket jalanan, sini aja" Ucap gua
"Iya, gua kesana"
Lalu sarah mematikan telponnya, dewi datang dan duduk di depan gua lagi
"Pacarnya ya?" Tanyanya
"Iya" Ucap gua singkat
"Masnya udah kerja atau kuliah?"
"Oh saya kerja dew, di bengkel"
"Bengkel mana mas?"
"Bengkel Niss**"
"Oh"
tidak lama laura datang dan duduk di sebelah gua..
Tanpa basa basi dia langsung bertanya siapa wanita di depan gua..
"Siapa di?" Dengan tatapan agak sinis
"Yang punya warung, ngawanin gua ngobrol aja"
"Saya dewi mba" Dewi tersenyum ke laura
"Laura" Ucap laura tanpa menatap wajahnya
lalu dewi berdiri dan pergi meninggalkan kami berdua..
"Jadi gimana tuh sarah di?" Tanya laura
"Seengaknya sopan loh, dia kan bukan siapa-siapa gua juga" Gua masih gak suka dengan perlakuan Laura ke dewi
"Lah , gua udah sopan, salah di mananya gua?" Ucapnya membantah
"Pikir aja"
Gua meneguk kopi hitam yang hangat dan menyenderkan kepala gua di ujung kursi tempat gua duduk..
"Gua kesini bukan mau ribut di !" Ucap laura agak meninggikan suaranya
gua berdiri dan membayar kopi itu lalu meninggalkan laura, gua agak kesal dengan perlaukan laura yang seperti itu..
"Di !" Teriaknya ke gua
gua gak menghiraukan dia dan terus berjalan menuju kossan gua, dia lari mengejar gua..
"Di ! Lo kenapa sih !?" Bentaknya
"Agak pusing aja mau tidur" Ucap gua
"Di !" Laura menarik tangan gua
gua diam, ah dramatis banget.. mana di pinggir jalan besar kaya gini..
"Kenapa loh Laura?" Tanya gua
"Lo belain cewe itu di? tahan ribut sama gua?" Tanyanya
"Gak kok laura, gua gak kenapa-kenapa" Ucap gua menenangkan suasana agar tidak menjadi pusat perhatian
"Gak mungkin lo ninggalin gua kaya gitu di"
mata gua melihat ke arah jalanan, gua lihat wanita itu.. Sarah ! Dia di gonceng oleh seorang pria dengan motor Double R Merah..
Anjing !
Gua lari mengejar motor itu dan berteriak memanggil namanya..
Motor itu berhenti, pria itu menatap gua dengan tatapan heran..
"Ada apa mas?" Tanya pria itu
gua lihat wajahnya, ah ! sial bukan sarah !
"Maaf mas, saya kira dia adik saya yang kabur dari rumah" Gua menahan malu
"Oh, gak apa mas, saya kira ada apa"
motor itu berlalu pergi, laura mengejar gua dan mengajak gua kembali ke kossan..
gua hanya diam dan menurut..
sesampainya di kossan gua langsung masuk kamar gua, dan laura ikut masuk ke kamar..
"Di, lo kenapa sih?" Tanyanya
gua mengambil buku atlantis itu dan menunjukannya ke laura..
"Baca"
Laura mengambil buku itu, tapi dia tidak membacanya, dia hanya meletakkanya di kasur , dan seketika Laura memeluk gua dengan sangat erat..
"Di gua memang gak sesempurna sarah, gak secantik sarah, gak sebaik sarah. tapi Demi Allah gua punya rasa sayang yang tulus ke lo di" Tangisannya membasahi bahu gua
Gua gak mengucapkan apa-apa, gua lepaskan pelukan dia perlahan, dan memegang wajahnya dan menghapus air matanya..
"Maaf, gua janji gak akan mikirin sarah lagi, dan gua putuskan untuk fokus ke lo dan sayang sama lo laur, hati gua gak akan pernah kebagi lagi" Seraya gua menghapus air matanya lalu gua mencium keningnya dengan sangat lembut
"Gua gak butuh janji, gua butuh pembuktian" Ucapnya
"Iya, gua bakal ngebuktiin"
Laura menutup pintu kamar gua dan menguncinya..
"Gua kangen itu" Jarinya menunjuk sesuatu di celana gua
"Oh ini"
gua mengeluarkan hp gua dan membuka aplikasi game yang ada di hp gua..
"Lo udah level berapa emang laur?" Tanya gua becanda
dia lari dan menerjang gua..
"Gua udah sampai level akhir, dan gua mau kita terus nanti sampai akhir"
Bibirnya yang halus mulai terasa manis di bibir gua..
Gua peluk dia erat dan mulai berganti posisi , karena lebih baik menunggangi dari pada gua harus di tunggangi oleh seekor pegassus cantik yang kini ada di depan gua..
------
"Hollow" Teriak laura
gua dekap mulut dia..
"Bukan bayangan, tapi kenyataan" Ucap gua
"Ah, lo mah gak asik" Mulutnya cemberut memeluk gua dalam posisi tertidur
"Makasih ya sayang" Gua tatap matanya
"Jangan kecewain gua di" Ucap laura
Perbincangan kami terhenti saat mega mengetuk pintu kamar gua..
"Di?" panggilnya
"Iya" Sahut gua
Sial, gua harus sembunyiin laura dimana?
"Kok ada sendal laura di pintu kamar lo? memang laura di dalem?" Tanyanya seperti menelisik
"Gak ada" Badan gua gemetaran
gua lihat laura panik, laura langsung memakai seluruh bajunya, begitupun gua
"Gua masuk di" Ucap mega
Laura bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan gua membuka pintu kamar gua
"Tumben aja lo siang-siang gini ngunci pintu kamar" ucap mega dan masuk seperti mencari sesuatu
"Gak apa-apa lagi mau tidur tenang aja sih gua" Gua mencari alasan
"Oh gitu, gua ganggu ya?" Tanya mega
"Hmm gak sih"
"Oh yaudah deh, gua ada perlu sih sama laura, gua ketok pintu kamarnya dia gak ada, gua liat sendalnya disini, gua kira disini" Ucap mega
"Tadi sih dia kesini, minta teh tapi pergi lagi, mungkin sendalnya ketinggalan"
"Oh yaudah, sorry ya ganggu tidur lo"
Lalu mega keluar dari kamar gua, dan gua kembali mengunci pintu kamar gua kembali..
Laura keluar dari kamar mandi dan nyengir kecil ke gua..
"Sampai kapan mau dirahasiain?" Tanya laura
"Entahlah"
gua kembali merebahkan badan gua, dan disusul laura .. lalu kami berdua tertidur dalam pelukan yang indah...
Gua tutup buku itu setelah membacanya sampai habis, gua buka hp gua dan mencari kontak sarah, gua telpon dia dan nomornya tidak aktif.
Gua ambil rokok marlboro merah gua dan menghisapnya, vini, vidi , vici (Harta, Tahta, Wanita) ..
Gua hisap rokok gua dan memandang jauh ke luar kossan gua, i'm just a lucky bast*rd..
Dalam buku itu mengajarkan arti kehidupan, dan gua yakin bahwa sarah meninggalkan gua karena buku itu..
Gua keluar dari area kossan dan berjalan tak tentu arah, entah kemana..
sampai gua menemukan sebuah warung kopi diisi oleh anak-anak sma nongkrong, gua ikut duduk di situ dan memesan segelas kopi, padahal gua tadi habis minum kopi, tapi pikiran gua kusut.
Gua melihat anak-anak sma itu sedang asik bercanda gurau, ingin rasanya kembali ke zaman mereka, ke zaman pada saat gua masih duduk di bangku kayu dengan setelan putih abu-abu.
Gelas kopi itu datang di antarkan wanita yang sederhana, dengan kaos pendek, rambut diikat , dan celana trainingnya..
"Mba kerja disini atau warung ini punya ibu mba?" sapa gua ke wanita itu
"Oh itu mbok ku mas" Ucapnya dengan logat jawa yang kental
"Ooh" Gua haduk kopi hitam di depan gua dengan tatapan kosong
"Sendiri mas?" Ucap wanita itu lalu duduk di depan gua
"Gak mba, saya berlima" Ucap gua meringanka suasana
"Lah, mana toh konco ne?" Tanya nya
"Di kantong nih, disimpen," Gua tertawa kecil "Nama mba nya siapa?" Tanya gua
"Dewi, mas ne?" Tanyanya balik
"Hadi, masih sekolah atau gimana mba nya?" Tanya gua yang lalu menghidupkan rokok marlboro gua
"Seharusnya masih mas, tapi berenti, gak ada biaya, mau beasiswa gak pinter" dia tersenyum yang dari tadi terus menatap wajah gua
Gua agak memalingkan wajah karena agak malu, gua melihat ke arah jalanan yang sedari tadi banyak mobil berlalu lalang tanpa ada habisnya, dimana sarah sekarang?
hanya itu pertanyaan yang terbesit di otak gua..
"Kenapa mas? kok melamun" Tanya dewi
"Eh, gak kok dew"
Tidak lama dewi di panggil ibunya karena ada pelanggan yang datang, lagi-lagi gua sendiri, hanya di temani rokok dan kopi gua. Tiba-tiba hp gua berdering dan gua lihat ada panggilan masuk dari Laura..
"Halo kenapa laur?" Tanya gua ke laura
"Lo dimana di, gua denger cerita dari mega katanya sarah kabur?" Tanyanya
"Iya, gua lagi di warung kopi deket jalanan, sini aja" Ucap gua
"Iya, gua kesana"
Lalu sarah mematikan telponnya, dewi datang dan duduk di depan gua lagi
"Pacarnya ya?" Tanyanya
"Iya" Ucap gua singkat
"Masnya udah kerja atau kuliah?"
"Oh saya kerja dew, di bengkel"
"Bengkel mana mas?"
"Bengkel Niss**"
"Oh"
tidak lama laura datang dan duduk di sebelah gua..
Tanpa basa basi dia langsung bertanya siapa wanita di depan gua..
"Siapa di?" Dengan tatapan agak sinis
"Yang punya warung, ngawanin gua ngobrol aja"
"Saya dewi mba" Dewi tersenyum ke laura
"Laura" Ucap laura tanpa menatap wajahnya
lalu dewi berdiri dan pergi meninggalkan kami berdua..
"Jadi gimana tuh sarah di?" Tanya laura
"Seengaknya sopan loh, dia kan bukan siapa-siapa gua juga" Gua masih gak suka dengan perlakuan Laura ke dewi
"Lah , gua udah sopan, salah di mananya gua?" Ucapnya membantah
"Pikir aja"
Gua meneguk kopi hitam yang hangat dan menyenderkan kepala gua di ujung kursi tempat gua duduk..
"Gua kesini bukan mau ribut di !" Ucap laura agak meninggikan suaranya
gua berdiri dan membayar kopi itu lalu meninggalkan laura, gua agak kesal dengan perlaukan laura yang seperti itu..
"Di !" Teriaknya ke gua
gua gak menghiraukan dia dan terus berjalan menuju kossan gua, dia lari mengejar gua..
"Di ! Lo kenapa sih !?" Bentaknya
"Agak pusing aja mau tidur" Ucap gua
"Di !" Laura menarik tangan gua
gua diam, ah dramatis banget.. mana di pinggir jalan besar kaya gini..
"Kenapa loh Laura?" Tanya gua
"Lo belain cewe itu di? tahan ribut sama gua?" Tanyanya
"Gak kok laura, gua gak kenapa-kenapa" Ucap gua menenangkan suasana agar tidak menjadi pusat perhatian
"Gak mungkin lo ninggalin gua kaya gitu di"
mata gua melihat ke arah jalanan, gua lihat wanita itu.. Sarah ! Dia di gonceng oleh seorang pria dengan motor Double R Merah..
Anjing !
Gua lari mengejar motor itu dan berteriak memanggil namanya..
Motor itu berhenti, pria itu menatap gua dengan tatapan heran..
"Ada apa mas?" Tanya pria itu
gua lihat wajahnya, ah ! sial bukan sarah !
"Maaf mas, saya kira dia adik saya yang kabur dari rumah" Gua menahan malu
"Oh, gak apa mas, saya kira ada apa"
motor itu berlalu pergi, laura mengejar gua dan mengajak gua kembali ke kossan..
gua hanya diam dan menurut..
sesampainya di kossan gua langsung masuk kamar gua, dan laura ikut masuk ke kamar..
"Di, lo kenapa sih?" Tanyanya
gua mengambil buku atlantis itu dan menunjukannya ke laura..
"Baca"
Laura mengambil buku itu, tapi dia tidak membacanya, dia hanya meletakkanya di kasur , dan seketika Laura memeluk gua dengan sangat erat..
"Di gua memang gak sesempurna sarah, gak secantik sarah, gak sebaik sarah. tapi Demi Allah gua punya rasa sayang yang tulus ke lo di" Tangisannya membasahi bahu gua
Gua gak mengucapkan apa-apa, gua lepaskan pelukan dia perlahan, dan memegang wajahnya dan menghapus air matanya..
"Maaf, gua janji gak akan mikirin sarah lagi, dan gua putuskan untuk fokus ke lo dan sayang sama lo laur, hati gua gak akan pernah kebagi lagi" Seraya gua menghapus air matanya lalu gua mencium keningnya dengan sangat lembut
"Gua gak butuh janji, gua butuh pembuktian" Ucapnya
"Iya, gua bakal ngebuktiin"
Laura menutup pintu kamar gua dan menguncinya..
"Gua kangen itu" Jarinya menunjuk sesuatu di celana gua
"Oh ini"
gua mengeluarkan hp gua dan membuka aplikasi game yang ada di hp gua..
"Lo udah level berapa emang laur?" Tanya gua becanda
dia lari dan menerjang gua..
"Gua udah sampai level akhir, dan gua mau kita terus nanti sampai akhir"
Bibirnya yang halus mulai terasa manis di bibir gua..
Gua peluk dia erat dan mulai berganti posisi , karena lebih baik menunggangi dari pada gua harus di tunggangi oleh seekor pegassus cantik yang kini ada di depan gua..
------
"Hollow" Teriak laura
gua dekap mulut dia..
"Bukan bayangan, tapi kenyataan" Ucap gua
"Ah, lo mah gak asik" Mulutnya cemberut memeluk gua dalam posisi tertidur
"Makasih ya sayang" Gua tatap matanya
"Jangan kecewain gua di" Ucap laura
Perbincangan kami terhenti saat mega mengetuk pintu kamar gua..
"Di?" panggilnya
"Iya" Sahut gua
Sial, gua harus sembunyiin laura dimana?
"Kok ada sendal laura di pintu kamar lo? memang laura di dalem?" Tanyanya seperti menelisik
"Gak ada" Badan gua gemetaran
gua lihat laura panik, laura langsung memakai seluruh bajunya, begitupun gua
"Gua masuk di" Ucap mega
Laura bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan gua membuka pintu kamar gua
"Tumben aja lo siang-siang gini ngunci pintu kamar" ucap mega dan masuk seperti mencari sesuatu
"Gak apa-apa lagi mau tidur tenang aja sih gua" Gua mencari alasan
"Oh gitu, gua ganggu ya?" Tanya mega
"Hmm gak sih"
"Oh yaudah deh, gua ada perlu sih sama laura, gua ketok pintu kamarnya dia gak ada, gua liat sendalnya disini, gua kira disini" Ucap mega
"Tadi sih dia kesini, minta teh tapi pergi lagi, mungkin sendalnya ketinggalan"
"Oh yaudah, sorry ya ganggu tidur lo"
Lalu mega keluar dari kamar gua, dan gua kembali mengunci pintu kamar gua kembali..
Laura keluar dari kamar mandi dan nyengir kecil ke gua..
"Sampai kapan mau dirahasiain?" Tanya laura
"Entahlah"
gua kembali merebahkan badan gua, dan disusul laura .. lalu kami berdua tertidur dalam pelukan yang indah...
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 19:04
itkgid dan 7 lainnya memberi reputasi
8