Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1515
F Part 64
“Loh gara-gara aku ?” Tanya gue ke ibu. Ibu terus menggedor pintu kamar Ani dan memanggilnya.

“Ani.. ayolah, jangan begitu.” Kata ibu.

“Apa yang sebenarnya terjadi sih? Baru aja datang udah ada masalah.” Kata gue kesal.

“Kamu itu yang buat masalah.”

“Lah kok aku lagi?”

“Ani bilang, gara-gara disuruh kamu, dia ribut lagi sama yang namanya Susi.”

Mendengar ucapan ibu barusan, gue jadi naik pitam, sialan bener nih anak malah jadi tukang ngadu. Sekarang giliran gue yang gantian menggedor pintu Ani dan meneriakinya- tentunya dengan lebih keras dan barbar daripada ibu.

“WOIII.. Ani lo keluar sekarang dah”

“Felishaaa,.. jangan keras-keras, nanti pintunya rusak.” Kata ibu.

“Biarin lah bu, anak ini mesti dapet pelajaran.”

“Sabar atuh sayang, sini ah biar ibu aja yang rayu Ani keluar.”

“Ihh ibu…”

“Ani kalau kamu gak keluar sekarang, kamu gak dianggap anak sama ibu.”

Gue tercengang mendengar perkataan ibu barusan dan ajaibnya setelah ibu berkata seperti itu si Ani keluar dengan tampang kusutnya.

“Cihh, kenapa lo gak mau sekolah?” Kata gue kesal.

Si Ani malah tertunduk lalu segera mendekap ibu. Untuk kesekian kalinya omongan gue selalu dicuekin dia ketika situasinya sering gini. Dia memeluk ibu erat.

“Ibu.. jahat, aku mau terus jadi anak ibu..”
“Maafin aku atuh ih ibu,,, aku janji besok bakal sekolah..” Rengek dia sambil nangis.

“Cup…cup,,, sudah sayang, tenang gak apa-apa kok. Ibu tadi becanda.”

Gue hanya bisa melihat mereka, Ani memeluk ibu dengan erat, kemudian mengelus-ngelus Ani… oh so sweetnya.-iri.

“Yaudahlah ya Anita O’day, lo kenapa?” Kata gue masih kesal.

“Aku takut ama Susi kak, aku takut dimarahin lagi sama dia.” Jawab dia.

“Please deh Ani, lo inget janji gue tadi di sekolah?”

“Susi mah biar gue aja yang balas.” Kata gue.

“Tuh kan sayang, biar kakakmu yang jagoan ini yang balas.” Kata ibu ke Ani, dan Ani pun tersenyum kembali.

“Ah, sudahlah ya.. capek, pala aku bisa pecah lama-lama.” Kata gue langsung ngeloyor pergi ke kamar.

Gue melemparkan tas gue ke kasur. Masih terbayang jelas ketika Ani memeluk ibu tadi, entah kenapa tiba-tiba muncul perasaan cemburu melihatnya, kangen juga diperlakukan seperti itu, tapi ah sudahlah, gue kemudian mengganti pakaian gue dan segera keluar mencari makan.

***

“Ciyeee Nenk Winona Ryder kembali.” Kata Dania pas gue datang lagi berkumpul bersama teman-teman gue di kantin.

“Winona Ryder itu siapa sih?” Tanya Andrea.

“Korea-korean sih, elu mah gak bakal tau.” Ejek Dania ke Andrea.

“Sialan..”

“Hahaha…”




Dania selalu ngomong kalau gue itu mirip sama artis Winona Ryder pas dia masih muda. Gue sih suka-suka aja dibilang mirip, apalagi sama artis. Hehehe.

“Eh lo pade tau gak sih, gue bener-bener dicuekin abis sama si Fe pas kemarin-kemarin di kelas. Boro-boro nyapa, ngelirik gue pun gak pernah dia pas di kelas. Sebel gue.” Cerita Dania ke teman-teman yang lain.

“Maafin..” Kata gue.

“Dan lo tau gak? Dia semenjak musuhin kita temenan ama siapa?” Kata Dania lagi.

“Erika..”

“Erika yang culun itu?” Tanya Andrea.

“Iyaa, Erika yang culun itu, gue juga heran mau-mau aje dia temenan ama si Erika.”

“Parah bener lo Dan.”

“Husss lo ah jangan gitu” kata gue.

“Ehh.. bentar..” Gue beranjak dari kursi gue karena gue melihat Susi baru saja datang ke kantin, dia melihat ke arah kumpulan gue dan temen gue, mungkin dia sebenarnya mau datang ke meja kita namun dia terlihat kaget ketika dia mengetahui gue ada disana. Gue pun langsung menghampirinya.

“Hey.. Sus..”

“……”

“Awas ya, klo lo sekali-kali lagi labrak adek gue!”

“Lo bakal tau rasa.” Ancam gue.

Gue kemudian kembali ke tempat teman-teman gue dan Susi mungkin udah sadar kalau gue balik lagi bersama teman-teman gue, dia pun gak jadi ke kantin dan pergi lagi kemana.

***

Hari ini gue mau ke rumah Stella lagi, mau ngambil baju gue yang kotor gara-gara cat lukisnya Stella. Gue males kalau pergi sendirian, gue takut kalau dia kumat kayak kemarin. Kalau gue sendirian gue takut dibacok. Awalnya gue ngajak Andrea, tapi dia gak mau, dia juga masih trauma. Akhirnya gue terpaksa ngajak Ani.

Gue menunggu Ani di luar kelasnya, entah kenapa anak kelas 10 lama banget keluarnya. 15 menit kemudian baru deh anak-anak kelas Ani berhamburan keluar.

“Eh.. ada kakak..” Sapa Ani pas dia tau kalau gue menunggu dia di depan kelasnya.

“Ni, temenin gue ke rumah Stella.”

“kapan kak?”

“Sekarang!” Kata gue.

“Aduh aku udah ada janji kak. Gak bisa.” Kata dia.

“Eh lu masih inget Felisha’s Rules? Lu harus nurut sama perkataan gue.” Kata gue ke dia.

“Ah kak…”

“Yaudah kalau lo gak mau, lihat aja nanti.” Ancam gue.

“Iya..kak… iya kak, aku nurut sama kakak, asal kakak jangan marah aja sama aku.” Kata.

“Nah gitu dong, good girl.” Senyum gue. ☺
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.