- Beranda
- Stories from the Heart
(based on true Story) "Si Cupu dan Si buah dada" (kisah konyol antara gw dan wanita)
...
TS
gelaragusni
(based on true Story) "Si Cupu dan Si buah dada" (kisah konyol antara gw dan wanita)
prologue:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 22 suara
Menurut Agan/Aganwati, untuk cerita selanjutnya ane nyeritain kisah ane yang mana??
Romansa Barista (keterangan cerita lihat dibawah index)
55%
Penghuni Lain (keterangan cerita lihat dibawah index)
45%
Diubah oleh gelar_putra 16-04-2016 23:05
anasabila memberi reputasi
1
75.4K
441
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gelaragusni
#403
Si Putri Salju
2003 adalah tahun terakhir gue tinggal di Medan. Tepatnya pada caturwulan pertama dikelas 2 SMP.
Bokap gue mendapatkan promosi jabatan (lagi) untuk penempatan Jakarta. Otomatis gue yang saat itu sudah mulai nyaman dengan kehidupan anak rantau dikota Medan, diharuskan untuk berpisah dari semua kenangan-kenangan indah yang telah tercipta.
Sebuah cerita singkat sebelum gue terbang ke Jakarta,
Pada saat kelas 2SMP, setelah gue “jatuh hati” sama Gita, sebenarnya ada satu wanita lagi yang diam-diam menarik perhatian gue. Namanya adalah Wina (nama samaran,red). Wanita dengan tinggi badan ideal, dan tentunya wajahnya yang cantik selalu berhasil membuat mata gue tertuju ke arahnya.
Dari senin – sabtu, hari yang paling gue suka adalah hari Jum’at. Kenapa?
Karena setiap jum’at pagi, sekolah gue selalu mengadakan Senam Kesehatan Jasmani. Gue ga tau deh kalo sekolah jaman sekarang masih memiliki budaya SKJ tiap jum’at atau engga. Tapi yang jelas, budaya SKJ jelas ngangenin banget buat generasi 80-90an.
Balik kecerita, pada saat SKJ biasanya akan ditunjuk satu orang siswa / siswi untuk menjadi instruktur senam, dan biasanya Wina selalu menjadi instrukturnya. Melihat Wina meliuk-liuk menjadi instruktur senam, membuat gue geli-geli gimana gitu. Ingin rasanya SKJ terus dan ga usah berhenti, hahaha
Sayangnya Wina ga sekelas sama gue. Dan lagi-lagi orang yang beruntung adalah Alwi. Dia satu kelas dengan Wina dan gosip yang tersebar saat itu adalah Alwi berpacaran dengan Wina.
“Wi, kamu kenal sama Wina ga? Tanya gue ke Alwi disela-sela jam istirahat
“Wina teman sekelasku lar? Kenal lah, kenapa?
“hmmmh..denger-denger katanya kau pacaran sama wina ya?
“ah kata siapa? Engga kok, soalnya wina itu putri salju, ga suka aku”
“putri salju? Apa itu wi?”
“coba saja kau tengok rambutnya, nanti kau juga paham lar”
jawaban dari Alwi membuat gue penasaran, apa yang dimaksud dengan putri salju.
Berhubung kelas gue dan kelas Wina bersebelahan, jadi sedikit mudah untuk bisa bertemu dengannya.
Disaat wina sedang berada dikoridor lantai dua, yaitu koridor kelas gue dan wina, diam-diam gue coba untuk menghampiri wina. Kebetulan saat itu dia lagi sibuk dengan teman-temannya. Persis dibelakang wina, dengan cepat gue coba memperhatikan rambutnya,
dan ternyata jeng jeng….
Rambut wina dipenuhi dengan bintik-bintik putih alias ketombe.
Ternyata yang dimaksud dengan putri salju adalah ketombean.
Tapi walau begitu, gue tetap suka dengan wina, dan sampai gue pindah ke Jakarta, gue ga berhasil dan belum kenalan dengannya.
Bokap gue mendapatkan promosi jabatan (lagi) untuk penempatan Jakarta. Otomatis gue yang saat itu sudah mulai nyaman dengan kehidupan anak rantau dikota Medan, diharuskan untuk berpisah dari semua kenangan-kenangan indah yang telah tercipta.
Sebuah cerita singkat sebelum gue terbang ke Jakarta,
Pada saat kelas 2SMP, setelah gue “jatuh hati” sama Gita, sebenarnya ada satu wanita lagi yang diam-diam menarik perhatian gue. Namanya adalah Wina (nama samaran,red). Wanita dengan tinggi badan ideal, dan tentunya wajahnya yang cantik selalu berhasil membuat mata gue tertuju ke arahnya.
Dari senin – sabtu, hari yang paling gue suka adalah hari Jum’at. Kenapa?
Karena setiap jum’at pagi, sekolah gue selalu mengadakan Senam Kesehatan Jasmani. Gue ga tau deh kalo sekolah jaman sekarang masih memiliki budaya SKJ tiap jum’at atau engga. Tapi yang jelas, budaya SKJ jelas ngangenin banget buat generasi 80-90an.
Balik kecerita, pada saat SKJ biasanya akan ditunjuk satu orang siswa / siswi untuk menjadi instruktur senam, dan biasanya Wina selalu menjadi instrukturnya. Melihat Wina meliuk-liuk menjadi instruktur senam, membuat gue geli-geli gimana gitu. Ingin rasanya SKJ terus dan ga usah berhenti, hahaha
Sayangnya Wina ga sekelas sama gue. Dan lagi-lagi orang yang beruntung adalah Alwi. Dia satu kelas dengan Wina dan gosip yang tersebar saat itu adalah Alwi berpacaran dengan Wina.
“Wi, kamu kenal sama Wina ga? Tanya gue ke Alwi disela-sela jam istirahat
“Wina teman sekelasku lar? Kenal lah, kenapa?
“hmmmh..denger-denger katanya kau pacaran sama wina ya?
“ah kata siapa? Engga kok, soalnya wina itu putri salju, ga suka aku”
“putri salju? Apa itu wi?”
“coba saja kau tengok rambutnya, nanti kau juga paham lar”
jawaban dari Alwi membuat gue penasaran, apa yang dimaksud dengan putri salju.
Berhubung kelas gue dan kelas Wina bersebelahan, jadi sedikit mudah untuk bisa bertemu dengannya.
Disaat wina sedang berada dikoridor lantai dua, yaitu koridor kelas gue dan wina, diam-diam gue coba untuk menghampiri wina. Kebetulan saat itu dia lagi sibuk dengan teman-temannya. Persis dibelakang wina, dengan cepat gue coba memperhatikan rambutnya,
dan ternyata jeng jeng….
Rambut wina dipenuhi dengan bintik-bintik putih alias ketombe.
Ternyata yang dimaksud dengan putri salju adalah ketombean.
Tapi walau begitu, gue tetap suka dengan wina, dan sampai gue pindah ke Jakarta, gue ga berhasil dan belum kenalan dengannya.
0
