- Beranda
- Stories from the Heart
When Effort beat Talent!
...
TS
veleno.vln
When Effort beat Talent!
Halo Agan-agan Kaskuser semua, Penghuni dan Sesepuh Subforum SFTH, setelah sekian lama menjadi silent reader disini.
Akhirnya muncul niatan juga untuk berbagi hasil karya ane yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Cerita yang akan ane tulis disini berdasarkan pada kehidupan nyata ane dan sedikit tambahan fiksi yang ane harap akan membuat cerita ini menjadi lebih berwarna dan menarik.
PERSAHABATAN, CINTA dan GAMING akan ikut andil dalam cerita ini. jadi bagi agan yang merupakan seorang gamer wajib untuk bangun tenda disini , dan bagi agan yang bukan merupakan seorang gamer wajib untuk gelar tiker disini.
TS berjanji untuk menyelesaikan cerita ini tanpa ada kehadiran kentang diantara kita.
Akhirnya muncul niatan juga untuk berbagi hasil karya ane yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Cerita yang akan ane tulis disini berdasarkan pada kehidupan nyata ane dan sedikit tambahan fiksi yang ane harap akan membuat cerita ini menjadi lebih berwarna dan menarik.
PERSAHABATAN, CINTA dan GAMING akan ikut andil dalam cerita ini. jadi bagi agan yang merupakan seorang gamer wajib untuk bangun tenda disini , dan bagi agan yang bukan merupakan seorang gamer wajib untuk gelar tiker disini.
TS berjanji untuk menyelesaikan cerita ini tanpa ada kehadiran kentang diantara kita.
Quote:
Silahkan tinggalkan jejak, gelar tiker, dan bangun tenda disini mumpung free alias gratis
TS juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari agan-agan demi kelanjutan cerita yang akan menjadi lebih baik atau mungkin menjadi sempurna sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kaskuser yang ada di kaskus.co.id ini
-THANKS-
TS juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari agan-agan demi kelanjutan cerita yang akan menjadi lebih baik atau mungkin menjadi sempurna sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kaskuser yang ada di kaskus.co.id ini
-THANKS-
Quote:
-REMINDER-
Cerita ini berdasarkan pengalaman hidup TS dan FIKSI, TS mohon maaf bila ada pihak yang merasa dirugikan atas pencatutan nama dan peristiwa yang kurang berkenan didalam cerita ini
NO OOT, JUNK, SPAM
Cerita ini berdasarkan pengalaman hidup TS dan FIKSI, TS mohon maaf bila ada pihak yang merasa dirugikan atas pencatutan nama dan peristiwa yang kurang berkenan didalam cerita ini
NO OOT, JUNK, SPAM
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 0 suara
Menurut kalian lebih baik bahasa nya menggunakan bahasa formal atau non-formal?
formal
0%
non-formal
0%
Diubah oleh veleno.vln 12-04-2016 22:43
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
Kutip
11
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
veleno.vln
#6
Langkahku terhenti
Quote:
Sepulangnya aku dari sekolah, ku rebahkan tubuhku diatas tumpukkan kapuk berlapis kain untuk beristirahat sejenak dan merenggangkan otot-otot tubuhku yang terasa sedikit pegal.
"That time was come." ucapku dalam hati.
Saat dimana aku harus terbiasa tanpa adanya kehadiran DOTA dihari-hariku, bukan karena komputerku mengalami kerusakan, bukan juga karena tidak adanya koneksi internet.
Kini saatnya untuk aku melakukan sesuatu yang lebih berguna, mencari pekerjaan dan membantu Mama ku dalam merawat ketiga adik-adikku yang masih duduk dibangku sekolah.
Itu semua bukan berarti aku tidak akan menyentuh DOTA, hanya saja waktu untukku bermain menjadi lebih singkat dari sebelumnya.
Impianku untuk menjadi pemain DOTA internasional pun terasa pupus, hobi yang selama ini aku tekuni dengan penuh ambisi dan obsesi seperti tidak berarti.
Semua yang telah aku korbankan untuk menggapai impianku pun terasa nihil, perasaan kecewa yang begitu mendalam tentu sudah dapat kurasakan.
Lantas bagaimana dengan nasib tim dota ku yang telah aku bentuk selama ini?
Bagaimana tanggapan anggota tim ku atas keputusanku ini?
Aku harap mereka semua dapat mengerti dan mendukung keputusanku.
Jam menunjukkan pukul 16.00, seperti biasa Aku pun bersiap untuk mandi sebelum pergi ke infinity karena adanya jadwal latihan dengan tim DOTA ku karena beberapa minggu lagi kami akan mengikuti sebuah turnamen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh salah satu brand gaming dunia, LOGITECH.
Infinity adalah nama sebuah warnet yang biasa aku kunjungi, ditempat inilah aku mendapatkan banyak sahabat dan mengenal apa itu arti dari sebuah komunitas.
Infinity sudah seperti rumah kedua bagiku, disaat aku sedang mengalami masalah atau sesuatu yang membuat mood ku menjadi buruk, infinity dapat merubahnya 180 derajat.
Infinity juga turut memberikan kontribusi untuk menggapai impianku, Owner Infinity atau biasa kami memanggilnya dengan sebutan Ko Axel ini mensponsori timku dengan Bootcamp di Infinity.NET dan biaya pendaftaran turnamen berikut dengan akomodasi jika turnamen yang kami ikuti berada diluar kota.
Setibanya aku di infinity, teman-temanku sudah siap dan duduk didepan PC nya masing-masing mengambil posisi untuk latihan dan terlihat raut wajah mereka yang serius dan penuh dengan ambisi untuk mencapai impian mereka. Perasaan bersalahku semakin besar, karena aku mereka semua akan terhambat untuk menggapai impiannya.
Aku akan meninggalkan mereka dalam tim yang aku bentuk sendiri. what the...?! tetapi inilah hidup, pilihanku sudah matang demi membantu orangtua ku.
"Sorry all gw telat." ujarku kepada mereka.
"woles aja, yuk rede." jawab Michael.
Aku pun segera duduk dan mengambil posisi untuk bersiap latihan.
Sebuah tim DoTA mempunyai 5 orang pemain inti dengan berbagai role/posisi dan biasanya juga memiliki 1-2 standin atau pemain cadangan yang akan digunakan disaat pemain inti berhalangan untuk main.
Dan sebelumnya akan kuperkenalkan Profil tim ku terlebih dahulu.
Infinity-GAMING
Aku a.k.a Infinity.edeye! (Midlaner&Captain)
Fendy a.k.a Infinity.AEGIS (Carry)
Michael a.k.a Infinity.Michl (Offlaner)
Rian a.k.a Infinity.KLEO (Semi Support)
Yordy a.k.a Infinity.Cessa (Hard Support)
Lawan untuk sparing sudah siap didalam room, lawan kami kali ini bisa dibilang merupakan salah satu TOP tim indonesia. NeoVampire, tim yang berasal dari kota medan ini tidak dapat diremehkan dalam hal skill dan pengalamannya. jam terbang yang cukup tinggi menjadikan tim ini menjadi tim yang cukup solid dan kekompakan yang tidak dapat diragukan lagi. dalam countdown 5detik game akan segera dimulai.
Didalam Turnamen DoTA, turnamen menggunakan mode game -CM / Captain mode, dimana adanya phase pick untuk memilih hero-hero yang akan kita ikut sertakan didalam game dan phase banning untuk melakukan ban terhadap hero-hero yang tidak ingin kita ikutkan didalam game.
Phase banning dan pick pun selesai, game hanya berlangsung selama 27 menit dengan permainan cantik dan drafting yang sempurna dari NeoVampire membuat kami mengetik "GG" pada menit ke 26, tanda kami menyerah dengan NeoVampire. Harus kuakui bahwa performaku dalam game ini bisa dibilang buruk, dimana aku tidak dapat melakukan farming dengan sempurna di midlane dan juga aku tidak dapat berkonsentrasi karena perasaan bersalahku mengenai keputusan untuk meninggalkan tim ini.
Game telah selesai, kami semua memutuskan untuk rehat beberapa menit sambil membahas strategi dan draft hero yang akan kami luncurkan di game selanjutnya.
Disaat suasana telah hening, aku mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin aku katakan.
"Guys, kayanya gw ga bisa lanjut lagi di infinity." ujarku kepada mereka.
"Loh kenapa? lu dapet tawaran dari tim lain?" tanya Yordy dengan penuh rasa penasaran.
"Lu sih parah Ed, lu tinggalin tim yang lu buat selama ini demi join dengan tim yang baru lu kenal?" ujar Michael, Rian dan Fendy tampak tenang mendengarkan percakapan kami.
"Ngga yor, bukan gitu kel.. lu tau kan hidup gw bagaimana semenjak Papa gw meninggal, Mama gw kerja banting tulang sendirian buat hidupin anak-anaknya, gw cuma mau balas budi sama orangtua, gw udah ga punya banyak waktu nge-dota karena kerja dan bantu Mama gw dalam merawat adik-adik gw."
"Iya gw ngerti, tapi lu ga seharusnya pensiun juga. lu kerja berapa jam sih? kita masih bisa latihan setelah lu pulang dari kerja." ujar Michael dengan sedikit emosinya.
"iya tapi waktu gw pasti jadi lebih singkat, kita ga bisa sering latihan bahas strategi dan lainnya dan gw ngerasa itu hanya akan memperhambat kalian semua untuk meraih impian kalian semua,
sebenernya gw pun masih mau wujudin impian gw bareng kalian di infinity, tapi gw sadar ini udah bukan waktunya lagi untuk mengejar sesuatu yang ga pasti kel, keluarga gw cuma bs berharap sama gw, percaya gw ini untuk kebaikan infinity juga kel" jawabku untuk meredakan emosi Michael.
Terlihat raut wajah Michael yang sangat kecewa kepadaku, Ia pun berdiri dari duduknya dan meninggalkan kami semua tanpa adanya ucapan pamit kepada kami.
Aku merasa bersalah, Aku hanya bisa diam dan sesekali meminta maaf kepada anggota timku yang lain.
"Udah gausa ngerasa bersalah gitu,Ed kita ngerti kok dan keputusan lu juga ga salah." ucap Fendy untuk menghiburku.
"Iya jujur gw malah salut sama lu ed, lu mau korbanin impian terbesar lu demi berbakti sama orangtua, semoga sukses yaa" ucap Rian dengan santai.
"Nanti soal Michael biar kita orang yang urus, biar dia dingin dulu baru kita kasih pengertian ke Michael." Ujar Yordy.
"Iya thanks ya guys, tolong kasih pengertian ke Michael. Sumpah didalam hati kecil gw, gw masih ingin bareng kalian di infinity untuk wujudin impian kita bareng-bareng!" ucapku dengan penuh perasaan bersalah.
Rasa lelah yang hinggap ditubuhku membuat aku segera pamit dengan mereka dan pulang kerumah.
Bebanku terasa sedikit ringan setelah aku menyampaikan apa yang sebenarnya tidak ingin aku sampaikan dan aku pun telah memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya
tidak ingin aku sampaikan itu. Aku harap Michael dapat mengerti tentang keputusanku, harapku.
Tidak cukup sampai disini, pikiranku pun tertuju pada Ko Axel, seseorang yang sangat berjasa bagi hobiku.
Ko Axel sedang berada diluar kota untuk mengunjungi salah satu kerabatnya yang sedang melakukan resepsi pernikahan, karena itu membuat aku tidak dapat menyampaikan tentang keputusan yang telah aku putuskan ini. Terpikir olehku untuk telepon/SMS Ko Axel, tetapi rasanya tidak sopan jika tidak bicara secara empat mata.
"Lantas bagaimana dengan respon Ko Axel nanti setelah mendengar keputusanku?" Aku pun bergumam dalam lamunan.
"That time was come." ucapku dalam hati.
Saat dimana aku harus terbiasa tanpa adanya kehadiran DOTA dihari-hariku, bukan karena komputerku mengalami kerusakan, bukan juga karena tidak adanya koneksi internet.
Kini saatnya untuk aku melakukan sesuatu yang lebih berguna, mencari pekerjaan dan membantu Mama ku dalam merawat ketiga adik-adikku yang masih duduk dibangku sekolah.
Itu semua bukan berarti aku tidak akan menyentuh DOTA, hanya saja waktu untukku bermain menjadi lebih singkat dari sebelumnya.
Impianku untuk menjadi pemain DOTA internasional pun terasa pupus, hobi yang selama ini aku tekuni dengan penuh ambisi dan obsesi seperti tidak berarti.
Semua yang telah aku korbankan untuk menggapai impianku pun terasa nihil, perasaan kecewa yang begitu mendalam tentu sudah dapat kurasakan.
Lantas bagaimana dengan nasib tim dota ku yang telah aku bentuk selama ini?
Bagaimana tanggapan anggota tim ku atas keputusanku ini?
Aku harap mereka semua dapat mengerti dan mendukung keputusanku.
Jam menunjukkan pukul 16.00, seperti biasa Aku pun bersiap untuk mandi sebelum pergi ke infinity karena adanya jadwal latihan dengan tim DOTA ku karena beberapa minggu lagi kami akan mengikuti sebuah turnamen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh salah satu brand gaming dunia, LOGITECH.
Infinity adalah nama sebuah warnet yang biasa aku kunjungi, ditempat inilah aku mendapatkan banyak sahabat dan mengenal apa itu arti dari sebuah komunitas.
Infinity sudah seperti rumah kedua bagiku, disaat aku sedang mengalami masalah atau sesuatu yang membuat mood ku menjadi buruk, infinity dapat merubahnya 180 derajat.
Infinity juga turut memberikan kontribusi untuk menggapai impianku, Owner Infinity atau biasa kami memanggilnya dengan sebutan Ko Axel ini mensponsori timku dengan Bootcamp di Infinity.NET dan biaya pendaftaran turnamen berikut dengan akomodasi jika turnamen yang kami ikuti berada diluar kota.
Setibanya aku di infinity, teman-temanku sudah siap dan duduk didepan PC nya masing-masing mengambil posisi untuk latihan dan terlihat raut wajah mereka yang serius dan penuh dengan ambisi untuk mencapai impian mereka. Perasaan bersalahku semakin besar, karena aku mereka semua akan terhambat untuk menggapai impiannya.
Aku akan meninggalkan mereka dalam tim yang aku bentuk sendiri. what the...?! tetapi inilah hidup, pilihanku sudah matang demi membantu orangtua ku.
"Sorry all gw telat." ujarku kepada mereka.
"woles aja, yuk rede." jawab Michael.
Aku pun segera duduk dan mengambil posisi untuk bersiap latihan.
Sebuah tim DoTA mempunyai 5 orang pemain inti dengan berbagai role/posisi dan biasanya juga memiliki 1-2 standin atau pemain cadangan yang akan digunakan disaat pemain inti berhalangan untuk main.
Dan sebelumnya akan kuperkenalkan Profil tim ku terlebih dahulu.
Infinity-GAMING
Aku a.k.a Infinity.edeye! (Midlaner&Captain)
Fendy a.k.a Infinity.AEGIS (Carry)
Michael a.k.a Infinity.Michl (Offlaner)
Rian a.k.a Infinity.KLEO (Semi Support)
Yordy a.k.a Infinity.Cessa (Hard Support)
Lawan untuk sparing sudah siap didalam room, lawan kami kali ini bisa dibilang merupakan salah satu TOP tim indonesia. NeoVampire, tim yang berasal dari kota medan ini tidak dapat diremehkan dalam hal skill dan pengalamannya. jam terbang yang cukup tinggi menjadikan tim ini menjadi tim yang cukup solid dan kekompakan yang tidak dapat diragukan lagi. dalam countdown 5detik game akan segera dimulai.
Didalam Turnamen DoTA, turnamen menggunakan mode game -CM / Captain mode, dimana adanya phase pick untuk memilih hero-hero yang akan kita ikut sertakan didalam game dan phase banning untuk melakukan ban terhadap hero-hero yang tidak ingin kita ikutkan didalam game.
Phase banning dan pick pun selesai, game hanya berlangsung selama 27 menit dengan permainan cantik dan drafting yang sempurna dari NeoVampire membuat kami mengetik "GG" pada menit ke 26, tanda kami menyerah dengan NeoVampire. Harus kuakui bahwa performaku dalam game ini bisa dibilang buruk, dimana aku tidak dapat melakukan farming dengan sempurna di midlane dan juga aku tidak dapat berkonsentrasi karena perasaan bersalahku mengenai keputusan untuk meninggalkan tim ini.
Game telah selesai, kami semua memutuskan untuk rehat beberapa menit sambil membahas strategi dan draft hero yang akan kami luncurkan di game selanjutnya.
Disaat suasana telah hening, aku mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin aku katakan.
"Guys, kayanya gw ga bisa lanjut lagi di infinity." ujarku kepada mereka.
"Loh kenapa? lu dapet tawaran dari tim lain?" tanya Yordy dengan penuh rasa penasaran.
"Lu sih parah Ed, lu tinggalin tim yang lu buat selama ini demi join dengan tim yang baru lu kenal?" ujar Michael, Rian dan Fendy tampak tenang mendengarkan percakapan kami.
"Ngga yor, bukan gitu kel.. lu tau kan hidup gw bagaimana semenjak Papa gw meninggal, Mama gw kerja banting tulang sendirian buat hidupin anak-anaknya, gw cuma mau balas budi sama orangtua, gw udah ga punya banyak waktu nge-dota karena kerja dan bantu Mama gw dalam merawat adik-adik gw."
"Iya gw ngerti, tapi lu ga seharusnya pensiun juga. lu kerja berapa jam sih? kita masih bisa latihan setelah lu pulang dari kerja." ujar Michael dengan sedikit emosinya.
"iya tapi waktu gw pasti jadi lebih singkat, kita ga bisa sering latihan bahas strategi dan lainnya dan gw ngerasa itu hanya akan memperhambat kalian semua untuk meraih impian kalian semua,
sebenernya gw pun masih mau wujudin impian gw bareng kalian di infinity, tapi gw sadar ini udah bukan waktunya lagi untuk mengejar sesuatu yang ga pasti kel, keluarga gw cuma bs berharap sama gw, percaya gw ini untuk kebaikan infinity juga kel" jawabku untuk meredakan emosi Michael.
Terlihat raut wajah Michael yang sangat kecewa kepadaku, Ia pun berdiri dari duduknya dan meninggalkan kami semua tanpa adanya ucapan pamit kepada kami.
Aku merasa bersalah, Aku hanya bisa diam dan sesekali meminta maaf kepada anggota timku yang lain.
"Udah gausa ngerasa bersalah gitu,Ed kita ngerti kok dan keputusan lu juga ga salah." ucap Fendy untuk menghiburku.
"Iya jujur gw malah salut sama lu ed, lu mau korbanin impian terbesar lu demi berbakti sama orangtua, semoga sukses yaa" ucap Rian dengan santai.
"Nanti soal Michael biar kita orang yang urus, biar dia dingin dulu baru kita kasih pengertian ke Michael." Ujar Yordy.
"Iya thanks ya guys, tolong kasih pengertian ke Michael. Sumpah didalam hati kecil gw, gw masih ingin bareng kalian di infinity untuk wujudin impian kita bareng-bareng!" ucapku dengan penuh perasaan bersalah.
Rasa lelah yang hinggap ditubuhku membuat aku segera pamit dengan mereka dan pulang kerumah.
Bebanku terasa sedikit ringan setelah aku menyampaikan apa yang sebenarnya tidak ingin aku sampaikan dan aku pun telah memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya
tidak ingin aku sampaikan itu. Aku harap Michael dapat mengerti tentang keputusanku, harapku.
Tidak cukup sampai disini, pikiranku pun tertuju pada Ko Axel, seseorang yang sangat berjasa bagi hobiku.
Ko Axel sedang berada diluar kota untuk mengunjungi salah satu kerabatnya yang sedang melakukan resepsi pernikahan, karena itu membuat aku tidak dapat menyampaikan tentang keputusan yang telah aku putuskan ini. Terpikir olehku untuk telepon/SMS Ko Axel, tetapi rasanya tidak sopan jika tidak bicara secara empat mata.
"Lantas bagaimana dengan respon Ko Axel nanti setelah mendengar keputusanku?" Aku pun bergumam dalam lamunan.
To Be Continued . . .
Diubah oleh veleno.vln 12-04-2016 22:50
0
Kutip
Balas