Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah, gue mati aja
Yaudah, gue mati aja

Cover By: kakeksegalatahu


Thank for your read, and 1000 shares. I hope my writing skill will never fade.





Gue enggak tau tulisan di atas bener apa enggak, yang penting kalian tau maksud gue



emoticon-Bettyemoticon-Betty emoticon-Betty



----------




SECOND STORY VOTE:
A. #teambefore
B. #teamafter
C. #teamfuture

PREDIKSI KASKUSER = EMIL



----------



PERLU DIKETAHUI INI BUKAN KISAH DESPERATE, JUDULNYA EMANG ADA KATA MATI, TAPI BUKAN BERARTI DI AKHIR CERITA GUE BAKALAN MATI.



----------


Spoiler for QandA:


WARNING! SIDE STORY KHUSUS 17+



NOTE! SIDE STORY HANYA MEMPERJELAS DAN BUKAN BAGIAN DARI MAIN STORY


Spoiler for Ilustrasi:


Cerita gue ini sepenuhnya REAL bagi orang-orang yang mengalaminya. Maka, demi melindungi privasi, gue bakalan pake nama asli orang-orang itu. Nggak, gue bercanda, gue bakal mengganti nama mereka dengan yang lebih bagus. Dengan begitu tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kecuali mata kalian.


Spoiler for INDEX:
Diubah oleh dasadharma10 06-01-2017 18:49
mazyudyudAvatar border
xue.shanAvatar border
agoritmeAvatar border
agoritme dan 11 lainnya memberi reputasi
12
1.1M
3.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#1434
PART 62

Gue yakin, apapun yang terjadi antara mas Roni dengan mbak Irma, pasti setelah ini akan jadi berbeda. Mas Roni menyimpan banyak rahasia, dia misterius, tapi dibalik semua itu ada maksud baik yang ia rencanakan. Mas Roni pengaggum rahasia mbak Irma? kalo itu yang orang pikir, sama, gue juga. Tapi kenyataannya bukan seperti itu. Mungkin bisa dibilang lebih ribet dari itu, dan lebih ribet dari kisah cinta gue dengan Masayu.

Masayu, mumpung dia lagi gampang ditemuin, mungkin ada baiknya gue menanyakan tentang jawabannya. Udah lebih dari seminggu dia menunda memberikan jawaban atas penembakan di bioskop saat itu. Gue enggak bisa digantungin kayak gini, gue ini laki, bulu dada gue tumbuh, bulu ketek gue juga lebat, jadi sudah sepantasnya gue tegas.

“Lagi ngapain kak?” tanya Inah yang tiba-tiba di samping gue.
“Eh? Enggak lagi ngapa-ngapain.”
“Terus itu kok tangannya ngepal kayak lagi semangat gitu?”

Tanpa gue sadari tubuh gue merespon jiwa semangat api gue dengan sendirinya.

Gue segera menurunkan tangan gue, “Nganu ... tadi …. Eh, lo liat Masayu enggak Nah?”
“Tadi kayaknya naik ke atas deh.” Mata Inah mulai menyelidik, “Mau ngapain kak?”
Gue ngeloyor pergi, “Urusan dewasa, anak kecil enggak perlu tau.”
“Kalo mesum Mut laporin ke Mama!” teriak Inah.
Gue berbalik, “Sembarangan lo.”

Jujur, gue bener-bener deg-degan mengingat setelah ini bakal ngomongin perasaan sama Masayu. Cewek yang dulu gue enggak sengaja ketemu gara-gara Emil. Iya, kalo semisal waktu persiapan ospek Emil enggak sakit, mungkin gue cuma bakal sekedar kenal sama Masayu. Emil? Dimana Emil? Kok daritadi dia enggak kelihatan? Bodo ah, gue harus fokus ke Masayu.

Gue menapaki anak tangga satu per satu, setiap langkah yang gue pijak mengubah keyakinan gue. Satu langkah, gue berpikir kalo gue pasti seratus persen bakalan diterima. Satu langkah, udah pasti gue ditolak. Kalo bisa milih, gue lebih milih yang kasih jawaban, karena udah pasti gue bakalan nerima Masayu. Masalahnya itu semua enggak mungkin, gue laki, sudah sewajarnya dia yang menjawab, dan gue yang mendengarkan.

Dari atas tangga gue bisa melihat Masayu di balkon dengan jelas, dia menatap tajam ke arah gue.

“Pregnant?! Kok bisa sih Yang? Kan aku udah bilang pake pengaman! Kamu tuh ya!”

What?! Pregnant?! Siapa yang hamil? Duh, kok jadi kayak gini?!

Masayu membelakangi gue, “Makanya kalo lagi minum tuh dijaga! Yaudah sekarang tinggal minum obatnya aja, semoga aja kali ini enggak ada masalah.”

Obat? Obat apaan? Ah, gila! Obat penggugur kandungan?!

“Yaudah, kamu perhatiin terus aja setiap ke kamar mandi, aku lagi di villanya Mama sama anak-anak kos, maaf ya enggak bisa nemenin kamu."

Gue masih berdiri dibelakang Masayu, pembicaraannya dengan orang diseberang sana sepertinya penting. Enggak, percakapannya yang barusan enggak sengaja gue dengar enggak bakalan mengubah perasaan gue. Siapapun orang yang hamil itu bukan urusan gue, urusan gue cuma sama Masayu. Dan apapun urusan orang itu dengan Masayu, lebih baik gue enggak tau.

Kemungkinan yang bisa gue terka, temennya Masayu lagi kena masalah, mungkin temennya beneran hamil. Kondisinya udah nikah apa belum, gue enggak tahu. Yang gue tahu temen Masayu kayaknya enggak mau hamil dan Masayu mendukung. Apa Masayu juga kayak gitu? Argh…! Kenapa gue jadi mikirin kayak gini sih!

“Dawi?”
“Eh, Yu.”
Masayu kelihatan salah tingkah, “Kamu dari kapan disini?”
“Daritadi.”
“Ka … kamu denger semuan—”
“Iya, aku denger semuannya.”
Masayu menggenggam tangan gue, “Wi, ini semua enggak kayak yang kamu pikir.”
“Emang aku mikir apaan?” Gue menarik lepas tangan gue, “Aku kecewa sama kamu Yu.”
“Wi… tapi kan bukan aku yang—”
Gue menggeleng, “Bukan, mungkin lebih tepatnya, gue kecewa sama lo.”
Diubah oleh dasadharma10 02-08-2016 04:27
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.