Kaskus

Tech

archlinux.idAvatar border
TS
archlinux.id
Komunitas Archlinux
Selamat Datang di Komunitas Archlinux Indonesia

Quote:


Quote:


Apa itu Archlinux ?
Archlinux merupakan distro Linux independen artinya dibangun dari nol (from scratch) merupakan salah satu distro Linux 10 besar terbanyak pengguna dari sekian banyaknya distro Linux. Archlinux dibangun atas dasar sebuah semboyan filosofi KISS (Keep It Simple Stupid) dimana keserderhana adalah salah satu ciri khas dari Arch itu sendiri.

Sederhana disini diartikan sebagai, seluruh aplikasi yang Anda inginkan berada ditangan Anda tidak terpaku pada paket itu sendiri. Seperti Anda ingin menggunakan DE (Desktop Environment) Gnome, KDE, XFCE atau apapun, atau tidak menggunakan DE melainkan hanya WM (Windows Manager) saja. Semua tergantung bagaimana nantinya Arch Anda gunakan, untuk keperluan apa Anda gunakan disesuaikan dengan kehendak Anda.

Lain halnya dengan distro yang sudah satu paket dalam ISOnya. Terkadang ada saja aplikasi yang kita tidak butuhkan namun aplikasi itu menjadi sebuah aplikasi inti dari distro itu, jika kita hapus maka akan mempengaruhi sistem. Di Archlinux tidak demikian. Inilah arti daripada kesederhanaan Arch. (Sumber: situsali.com)

Kelebihan Archlinux
  • Rolling-Release, ini adalah sebuah kelebihan utama dari Archlinux itu sendiri. Dimana memungkinkan kita jika upgrade sistem tidak perlu mengunduh ulang ISO Archlinux atau menginstal ulang Archlinux. Karena dengan Anda meng-update software, bisa jadi meng-upgrade sistem juga. Dengan metode rolling-release ini, selalu menjaga sistem Anda up-to-date.
  • Bleeding Edge, adalah sebuah istilah dimana Anda selalu dapat menikmati perangkat lunak terbaru lagi stabil.
  • Wiki yang lengkap (https://wiki.archlinux.org/). Wiki Arch merupakan sebuah wiki panduan yang lengkap dan disusun rapi, juga dengan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sayangnya, Wiki Arch yang berbahasa Inggrislah yang lengkap.
  • Performa, karena Archlinux ketika diinstal dibangun atas dasar keinginan pengguna itu sendiri. Mau dijadikan apa Arch tersebut? Atau mau dinstal aplikasi apa saja di Arch tersebut? Semua tergantung pengguna itu sendiri.
  • Paket Manager yang cukup baik. Archlinux menggunakan paket manager pacman. Seperti halnya distro lain seperti Ubuntu dengan apt-get nya; Fedora dengan yum/dnf nya; Open Suse dengan zypper nya; Gentoo dengan emerge nya, dan lain sebagainya.
  • AUR (Archlinux User Repository) ini adalah kelebihan tersendiri dari Archinux dibandingkan dengan distro lain, dimana paket manager tidak hanya berfokus pada offical repository saja. Melainkan, kita juga bisa menggunakan unofficial repository tanpa harus menambahkan pada daftar repo. Seperti halnya PPA (Personal Package Archives) milik Ubuntu, untuk menggunakannya Anda harus menambahkan dulu pada daftar repo-nya, jika tidak Anda tidak bisa menginstal aplikasi dari PPA. Lain halnya dengan AUR milik Archlinux. Anda tidak perlu menambahkan pada daftar repo Anda, cukup ketik perintah yaourt -S aplikasi maka aplikasi dari unofficial repository bisa Anda dapatkan. (Sumber: situsali.com)


Unduh Archlinux


Cara Pemasangan (Install) Archlinux



Tutorial



Quote:



Daftar Aplikasi yang diperlukan
https://wiki.archlinux.org/index.php...f_applications

Daftar Sumber Laman Berbahasa Indonesia
  • https://situsali.com
  • ....
    Jika Anda punya blog pribadi terkait Archlinux mohon berkomentar di bawah agar nantinya saya masukan di list ini

Diubah oleh archlinux.id 15-04-2016 04:21
rykenpbAvatar border
tata604Avatar border
tata604 dan rykenpb memberi reputasi
2
107.9K
758
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Linux dan OS Selain Microsoft & Mac
Linux dan OS Selain Microsoft & Mac
KASKUS Official
4.5KThread2.8KAnggota
Tampilkan semua post
cicakerenzAvatar border
cicakerenz
#214
Tutorial Install Arch Linux 2016
Quote:


1. Download Image File
https://www.archlinux.org/download/
Spoiler for Ket:

2. Siapkan Media Instalasi
Bisa di burn ke CD/DVD atau USB. Untuk cara bootable USB bisa dilihat di: https://wiki.archlinux.org/index.php...I_Bootable_USB

3. Booting
Silahkan pilih bootable media yang telah disiapkan (point #2). Kalo berhasil maka akan muncul tampilan berikut:
Spoiler for Screenshot:

Kalo gambar diatas muncul, pilih pilihan yang paling atas (Boot Arch Linux). Kemudian setelah sistem berhasil booting, agan akan otomatis login root.

4. Menyiapkan Koneksi Internet
Kenapa harus pake internet? tanya ama pak Mantan Menkominfo emoticon-Big Grin

Quote:

Cek Network Interfaceyang tersedia:
Code:
ip link

Koneksi LAN/Ethernet. Kalo muncul eth0atau et***.
Koneksi Wifi/Wireless. Kalo muncul wlan0 atau wl***.

Saya asumsikan interface yang digunakan adalah wlan0. Silahkan gunakan interface yang agan pakai.

Nyalakan interface:
Code:
ip link wlan0 up

Kusus untuk koneksi via Wifi/Wireless(yang via LAN/Ethernet - skip)
Quote:


Dapetin IP, jalankan perintah dibawah:
Code:
dhcpcd wlan0


Cek apakah sudah dapat IP atau belum:
Code:
ip addr


Cek apakah sudah ada koneksi internet atau belum:
Code:
ping google.com


5. Menyiapkan Partisi
(!)Disini agak hati2 gan, soalnya berkaitan dengan data. Pastikan agan sudah backup data yang sekiranya penting.

Lihat partisi:
Code:
fdisk -l

Disitu akan keluar informasi mengenai Linux File System.
Saya asumsikan device/disk yang akan diinstall Arch adalah sda. Bisa disesuaikan tergantung agan mau install dimana.

Disini kita akan buat beberapa partisi:
Quote:


Ketik perintah:
Code:
cfdisk

Kalo muncul tampilan dibawah, pilih DOS:
Spoiler for Screenshot:

Quote:


Memulai partisi:
Partisi #1: Swap partition
Pilih Free Space > New > 2GB > Primary > Write

Partisi #2: Root partition
Pilih Free Space > New > 20GB > Primary > Bootable > Write

Partisi #3: Logical partition - optional
Pilih Free Space > New > sisa space > Extended
pindahkan kursor ke bawah, lalu
Pilih Free Space > New > sisa space > Write

Pastikan pada Partisi #2, kolom boot terdapat tanda *, kalo tidak ada silahkan pindahkan cursor ke /dev/sda2 > Bootable > Write

Setelah selesai. Pilih Quit.

Cek lagi partisi:
Code:
fdisk -l

Bisa terlihat partisi yang sudah kita buat di atas.

6. Format Partisi

Format swap:
Code:
mkswap /dev/sda1

Jalankan swap:
Code:
swapon /dev/sda1

Cek status swap:
Code:
free -m

Jika muncul swap, berarti swap sudah on.

Format partisi lainnya
Code:
mkfs.ext4 /dev/sda2

(Optional) Jika pada proses pembuatan partisi di atas (point #5) agan membuat partisi ketiga, maka format juga partisi tersebut:
Code:
mkfs.ext4 /dev/sda5


(!)Cukup sampai disini. Jika ada partisi lainnya (partisi oleh OS sebelumnya), jangan sampai diformat.

7. Instalasi Arch

Mount partisi root:
Code:
mount /dev/sda2 /mnt

Mount partisi home:
(Optional) Jika pada proses pembuatan partisi di atas (point #5) agan membuat partisi ketiga, maka mounting juga partisi tersebut ke home.
Code:
mkdir /mnt/home

Code:
mount /dev/sda5 /mnt/home


Install Arch base system:
Code:
pacstrap /mnt base base-devel

setelah selesai, buat File Systems Table:
Code:
genfstab /mnt >> /mnt/etc/fstab

Verifikasi data fstab:
Code:
cat /mnt/etc/fstab


Konfigurasi Awal

Switch ke Arch yang sudah terinstall:
Code:
arch-chroot /mnt /bin/bash

Konfigurasi system language:
Code:
nano /etc/locale.gen

Hapus tanda #pada en_US.UTF-8 UTF-8
lalu tutup dan simpan (Ctrl+X > Yes)

Generate locale:
Code:
locale-gen

Konfigurasi locale:
Code:
nano /etc/locale.conf

Tambahkan LANG=en_US.UTF-8. Lalu tutup dan simpan (Ctrl+X> Yes)

Konfigurasi timezone:
Code:
ln -s /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime

Setting waktu standar ke UTC:
Code:
hwclock --systohc --utc

Set rootpassword:
Code:
passwd

Masukkan password untuk root agan.

Setting hostname:
Code:
nano /etc/hostname

Masukkan hostname agan. Mis. arch(huruf kecil semua, untuk pemisah kata jangan gunakan spasi).

Tambahkan dhcpcd ke systemd:
Code:
systemctl enable dhcpcd


Install Boot Loader
Code:
pacman -S grub os-prober

Code:
grub-install /dev/sda

Code:
grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg


(Optional)
Kalo agan menggunakan koneksi Wifidalam proses instalasi di atas, install juga wpa_supplicant
Code:
pacman -S wpa_supplicant

Kalo agan menggunakan koneksi USB Modemdalam proses instalasi di atas, install juga beberapa package dibawah:
Code:
pacman -S wvdial modemmanager usb_modemswitch


Keluar dari chroot:
Code:
exit


Unmount:
Code:
umount /mnt


Unmount partisi home:
(Optional) Jika pada proses pembuatan partisi di atas (point #5) agan membuat partisi ketiga, maka unmount juga partisi tersebut.
Code:
umount /mnt/home

Restart:
Code:
reboot


Setelah itu, pilih Arch Linuxdi boot menu, tunggu booting, lalu login.
username: root
password: password root agan

Kalo udah berhasil login, Selamat! Arch Linux berhasil diinstal!

Nantikan tutorial ane selanjutnya: Tutorial Install KDE Plasma 5 di Arch Linux 2016.

emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S)
Diubah oleh cicakerenz 12-04-2016 10:15
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.