Selasa, 24 Mei 2011.
Yaa, ini adalah hari dimana aku menerima hasil UAN yang telah kulalui beberapa bulan yang lalu.
Jam menunjukkan Pukul 08.30, aku pun segera bangun dari tidurku dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
Perkenalkan namaku Edy, aku biasa dipanggil Mush oleh sahabat-sahabatku, Yoshua a.k.a lumut dan Yordy a.k.a Ahong.
Aku adalah seorang murid kelas 3SMK jurusan Tehnik Komputer dan Jaringan disalah satu Sekolah Umum Nasional didaerah Bekasi.
Setibanya di sekolah, Aku berlari menuju Aula sekolah tempat dimana kami berkumpul untuk menunggu hasil UAN tersebut.
"Yeah, untung ga telat gw." ucapku dalam hati. Dengan nafas yang terengah-engah kuperhatikan setiap sudut ruangan didalam aula untuk mencari sahabatku.
Tidak lama terdengar suara yang tidak asing bagiku.
"Mushhh..." ucap Yoshua. Akupun segera menuju sumber suara tersebut.
"Oi mut.." sapaku kepada Yoshua.
"Untung ga telat lu, sebentar lagi mulai nih acaranya." ucap Yoshua.
"Iya nih bangun kesiangan gw, soalnya baru bisa tidur subuh tadi." jawabku dengan tampang yang sedikit lesu.
"Rame ya `
orderan` semalem makanya baru sempet tidur subuh? hahaha" tanya Yordy dengan ledekan dan tawanya.
"Biasalah, kaya baru kenal gw aja Hong hahaha." jawabku.
Semua sahabatku sudah mengetahui kalau aku ini adalah seorang gamer. maniak adalah sebutan yang pantas dinobatkan kepadaku, bayangkan saja aku dapat menghabiskan waktu sepulang sekolahku hanya untuk duduk didepan PC sampai tengah malam bahkan lebih.
Genre game yang aku mainkan ini berjenis MOBA, Multiplayer Online Battle Arena.
Kalau kalian tahu apa itu game bergenre MOBA, sudah dapat dipastikan kalau DOTA lah yang terbesit difikiran kalian.
Yap, that`s DOTA aku sudah bermain DOTA sejak duduk dikelas 2 SMP.
game yang dapat menarik perhatianku sampai aku sering telat untuk masuk kelas dengan sedikit kantung mata yang agak gelap layaknya mata panda.
Selang beberapa detik setelah percakapanku dengan Yoshua dan Yordy.
Kepala Sekolah dengan beberapa guru pun masuk kedalam aula yang sudah dipenuhi oleh siswa-siswi lainnya.
Seketika suasana di aula menjadi hening, semua berbaris dan duduk dengan rapih sambil menunggu panggilan untuk mengambil amplop yang berisikan 1 lembar kertas penuh arti itu.
Tiba saat dimana namaku disebut untuk maju kepodium aula.
"Edy, XII-TKJ2." ucap Kepala Sekolah.
Perasaan waswas bercampur dengan rasa penasaran cukup membuatku menjadi sedikit gerogi, aku pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, kumantapkan langkahku untuk mengambil amplop itu.
Saat semua siswa-siswi telah menerima amplop hasil UAN, Kepala Sekolah menginstruksikan kepada kami semua untuk membuka amplop secara bersamaan. perasaanku menjadi tak karuan dan suasana didalam aula pun menjadi lebih tegang.
"dalam hitungan ke-3, buka amplop kalian semua."
"1"
"2"
"3"
"Buka!!" ucap Kepala Sekolah.
Tanpa ragu aku pun langsung membuka amplop yang ada ditanganku, dan hasilnya aku "LULUS!"
"Thanks God." ucapku.
Seketika suasana didalam aula kembali ramai dengan teriakan siswa-siswi dan tepuk tangan dari kepala sekolah dan para guru karena angkatan kami LULUS 100%, dimana kami adalah angkatan pertama disekolah ini.
"Hah, akhirnya yang udah kita lalui selama 3 tahun ini ngga sia-sia ya." ucapku kepada Yoshua dan Yordy.
"Iya amin kita semua lulus yaa, pada lanjut kuliah dimana nih?" tanya Yordy.
"Kalau gw lanjut ke BINUS ambil IT, lu sendiri gimana mush?" jawab dan tanya Yoshua.
"Gw gak lanjut kuliah cuy, langsung kerja aja modal ijazah SMK hahaha." jawabku.
"Gw juga gak lanjut kuliah, udah cape belajar. hahaha" ucap Yordy.
Setelah melewati moment yang cukup memacu adrenalin ini, aku, yordy, yoshua, dan teman-teman lainnya segera menuju kantin untuk membeli beberapa meals dan softdrink.
canda dan tawa dikantin pun tak lupa menjadi bagian di hari yang takkan terlupakan ini, hari terakhir disekolah dan hari terakhirku melihat kebanyolan sahabat-sahabatku yang tidak akan aku lupakan. bahkan akan selalu aku rindukan.
Tetapi seketika hati kecilku seperti menyadarkanku dari lamunan ini, sebuah kalimat yang berarti cukup keras dan harus kulalui dengan penuh perjuangan bahkan pengorbanan.
"The Beginning of your story."
To Be Continued . . .