- Beranda
- Stories from the Heart
The Left Eye
...
TS
rafa.alfurqan
The Left Eye
Kepada agans dan aganwatis, sebelumnya TS ucapin salam kenal. Gak lupa TS mohon izin khususnya kepada momod, juga pada agans serta aganwatis buat aplod ini cerita.
The important thing is TS rakyat baru di kaskus. Jadi jika TS belum terlalu familiar dengan kata-kata yang sudah lazim digunain di kaskus, mohon dimaafkeun
Sebagai rakyat baru, biar terlihat sedikit eksis (eeetttt dahhh),,, TS mau share cerita fiksi horor-misteri. Bukan mau ikut-ikutan mumpung di thread yang lagi populernya cerita horor, tetapi emang genre cerita ini udah dibikin dari taun kapan. Jika dibandingin dengan thread cerita horor yang udah populer jauh lebih serem cerita penampakan mereka toh itu pengalaman pribadi mereka.
Intinya niat TS PURE buat nyoba nge-thread di kaskus aja
Update komen dari agan-agan
Kelanjutan cerita akan TS usahakan apdet tiap hari senin
Gak lupa-lupa TS ngingetin,,,, Like once a wiseman said, pengunjung yang baik (mau yang silent reader juga) jangan lupa tinggalkan jejaknya ya
ane juga terima kok kalau dikasih
atau 
yang penting semakin ramai ini thread maka semakin kepikiran TS buat terus ngelanjutin ini cerita, nyampe kelar biar gak ngentangin agans sekalian
Langsung aja deh masuk ke cerita ya
Luaaarr biassaaaa! Terima kasih TS ucapkan buat semua pembaca terutama yang baru-baru aja baca cerita TS ini. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah lama sekali kelar
Kesan-kesan yang mereka tinggalin cukup membuat TS antusias dan senang.
Sampai-sampai membuat TS berimajinasi membuat cerita lanjutannya, tentu aja dengan beberapa tokoh tambahan.
Jika berkenan dan jika agan-agan sekalian bener-bener suka dengan cerita ini, agan-agan sekalian bisa bantu TS untuk membuat cerita ini lebih dikenal lagi. Mungkin dengan melihat itu semua bisa membuat TS benar-benar termotivasi untuk membuat cerita lanjutan.
Terima kasih
The important thing is TS rakyat baru di kaskus. Jadi jika TS belum terlalu familiar dengan kata-kata yang sudah lazim digunain di kaskus, mohon dimaafkeun
Sebagai rakyat baru, biar terlihat sedikit eksis (eeetttt dahhh),,, TS mau share cerita fiksi horor-misteri. Bukan mau ikut-ikutan mumpung di thread yang lagi populernya cerita horor, tetapi emang genre cerita ini udah dibikin dari taun kapan. Jika dibandingin dengan thread cerita horor yang udah populer jauh lebih serem cerita penampakan mereka toh itu pengalaman pribadi mereka.
Intinya niat TS PURE buat nyoba nge-thread di kaskus aja
Quote:
Update komen dari agan-agan
Quote:
Kelanjutan cerita akan TS usahakan apdet tiap hari senin
Gak lupa-lupa TS ngingetin,,,, Like once a wiseman said, pengunjung yang baik (mau yang silent reader juga) jangan lupa tinggalkan jejaknya ya
ane juga terima kok kalau dikasih
atau 
yang penting semakin ramai ini thread maka semakin kepikiran TS buat terus ngelanjutin ini cerita, nyampe kelar biar gak ngentangin agans sekalian
Langsung aja deh masuk ke cerita ya
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3.1
Chapter 3.2
Chapter 4.1
Chapter 4.2
Chapter 5.1
Chapter 5.2
Chapter 6.1
Chapter 6.2
Chapter 7.1
Chapter 7.2
Special
Chapter 8.1
Chapter 8.2
Chapter 9.1
Chapter 9.2
Special II
Chapter 10.1
Chapter 10.2
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Behind The Story (The Left Eye)
Final Chapter
Chapter 2
Chapter 3.1
Chapter 3.2
Chapter 4.1
Chapter 4.2
Chapter 5.1
Chapter 5.2
Chapter 6.1
Chapter 6.2
Chapter 7.1
Chapter 7.2
Special
Chapter 8.1
Chapter 8.2
Chapter 9.1
Chapter 9.2
Special II
Chapter 10.1
Chapter 10.2
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Behind The Story (The Left Eye)
Final Chapter
Luaaarr biassaaaa! Terima kasih TS ucapkan buat semua pembaca terutama yang baru-baru aja baca cerita TS ini. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah lama sekali kelar

Kesan-kesan yang mereka tinggalin cukup membuat TS antusias dan senang.
Sampai-sampai membuat TS berimajinasi membuat cerita lanjutannya, tentu aja dengan beberapa tokoh tambahan.
Quote:
Jika berkenan dan jika agan-agan sekalian bener-bener suka dengan cerita ini, agan-agan sekalian bisa bantu TS untuk membuat cerita ini lebih dikenal lagi. Mungkin dengan melihat itu semua bisa membuat TS benar-benar termotivasi untuk membuat cerita lanjutan.
Terima kasih
Diubah oleh rafa.alfurqan 12-08-2016 15:27
thespecialist dan 9 lainnya memberi reputasi
8
33.5K
203
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rafa.alfurqan
#30
Chapter 7.2 - Bekas Luka
Besok harinya, jam 10.45 waktu setempat akhirnya kami tiba juga di Jakarta. Sesampainya di airport Soekarno-Hatta kami langsung memutuskan untuk mendatangi tempat dimana tina melihat kejadian pembunuhan terhadap wanita yang sekarang arwahnya mengikuti tina itu.
Tina : Rafa, wanita itu dari kita di pesawat sampai dengan sekarang masih ada di sini?
Rafa : Iya dia berdiri di dekat kursi paling belakang
Zaki : Jadi sekarang aku baru tau, seberapa jauh pun kita pergi meski kita melewati darat, laut ataupun udara sosok gaib yang mengikuti kita tidak akan terpengaruh
Tina : Ngomongnya gak usah kencang-kencang, pendengaran mereka jauh lebih tajam daripada kita
(Zaki langsung terdiam kemudian menutup mulutnya)
Setelah hampir 2 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di tempat itu. Kata tina memang tempat ini jauh berbeda sekarang. Dulu meskipun sudah ada gedung yang banyak di sekitar daerah ini tapi tempat ini masih banyak dikelilingi pohon. Namun sekarang tempat ini dijadikan sebuah taman, indah memang jika melihat kota Jakarta yang kebanyakan hanya gedung-gedung bertingkat dan padatnya kendaraan di jalan.
Rafa : Disini tempatnya?
Tina : Iya seingatku disini
Zaki : Tapi katamu tempat ini sudah jauh berubah
Tina : Memang, kejadian itu sudah hampir 8 tahun yang lalu
Zaki : Terus bagaimana cara kita untuk memastikannya?
Rafa : Jangan bilang kamu minta pada wanita itu untuk masuk ke dalam tubuhmu lagi
Tina : Tenang, selama 3 hari kemarin aku sudah berlatih untuk berkomunikasi dengannya tanpa harus memintanya memasuki tubuhku
Rafa : Bagaimana bisa? Bukankah kamu sudah mencoba beberapa kali untuk bisa berkomunikasi dengannnya tapi semuanya tidak ada yang berhasil
Tina : Memang, tapi sudah kubilang kali ini berbeda
(Kemudian tina memejamkan matanya)
Aku kemudian melihat sosok wanita itu meletakkan tangannya di pundak tina. Setelah wanita itu meletakkan tangannya di pundak tina. Tak ada sesuatu yang aneh, seperti misalkan tiba-tiba tina tidak sadarkan diri atau seperti orang yang sedang kemasukan pada umumnya. Tapi keadaannya seperti tidak terjadi apa-apa.
Tina : Benarkah? Kamu yakin disitu tempatnya
Zaki : Rafa, apakah si tina sedang berbicara dengan wanita itu
Rafa : Iya
Tina : Rafa, tepat disamping pohon itu wanita ini dibunuh oleh laki-laki itu
Rafa : Itu informasi darinya
Tina : Iya wanita ini yang bilang padaku, kalau kamu ingin bertanya apa saja padanya tanyakan saja
Rafa : Kamu bilang namanya shinta?
Tina : Iya namanya shinta, begitu yang dia bilang
Rafa : Kenapa dia sampai dibunuh?
Tina : Dia bilang dia tidak mengenal laki-laki itu
Zaki : Jadi peristiwa itu bisa dibilang bukan karena masalah pribadi ya
Rafa : Kalau laki-laki itu sampai merusak pita suaranya itu masih wajar agar dia tidak bisa berteriak, tetapi buat apa dia sampai mengambil matanya?
Zaki : Iya rafa benar, untuk apa laki-laki itu sampai berbuat hal seperti itu?
Rafa : Kita harus tahu motif dari pembunuh itu
Tina : Dia bilang laki-laki itu pria yang sangat jahat, selain merampok, merudapaksa dan membunuh. Laki-laki itu juga akan mengambil apa saja yang dia sukai
Zaki : Maksudnya bagaimana?
Tina : Jadi sewaktu shinta mau dibunuh, laki-laki itu bilang mata shinta sangat indah dan dia ingin memilikinya
Zaki : Laki-laki itu psikopat?
Rafa : Mungkin bisa dibilang seperti itu
Rafa : Tina, bagaimana dia bisa yakin disitu tempatnya jika dia tidak mempunyai mata? (aku masih kurang percaya)
Tina : Dengan cara ini, dia bisa menggunakan mataku untuk melihat, telingaku untuk mendengar dan mulutku untuk berbicara. Tapi sampai sejauh ini jika dia menggunakan semua panca inderaku sama saja seperti tubuhku dimasukinya
Tina : Karena aku ingin tetap dalam keadaan sadar maka karena itu dia hanya menggunakan mataku untuk melihat selebihnya dia hanya akan berbicara padaku
Zaki : Aku pikir kamu jauh lebih hebat daripada rafa tin. Jika dengan melihat kamu bisa melihat sosok-sosok yang mengerikan tapi jika hanya mendengar kupikir itu tidak terlalu menakutkan. Dan dengan kemampuan mendengarmu kamu bahkan bisa meminta bantuannya
Tina : Kuberitahu kamu zaki, jika aku bisa memilih kemampuanku dengan kemampuan rafa. Maka aku akan lebih memilih kemampuan rafa
Zaki : Kenapa?
Zaki : Ah begitukah…
Tina : Rafa, ada lagi yang mau kamu tanyakan?
Rafa : Bagaimana ciri laki-laki itu?
Tina : Dia mempunyai luka dibagian lengan kirinya
Zaki : Luka? Kalau cuma luka orang lain juga punya
Tina : Tidak, luka ini berbeda. Luka ini karena bekas gigitan
Rafa : Bekas gigitan?
Tina : Iya luka itu tidak akan pernah hilang selama shinta masih tidak tenang
Setelah merasa tidak ada yang bisa digali lagi dari tempat kejadian itu, kami akhirnya memutuskan untuk memikirkan rencana selanjutnya. Sebelumnya kami sudah berkeliling tempat itu untuk mencari orang yang memang sudah dari lama tinggal di daerah situ, karena mungkin saja ada beberapa dari mereka yang juga melihat kejadian tersebut selain tina.
Sayang usaha yang kami lakukan tidak ada hasilnya, kami tidak berhasil menemukan satu orang pun yang tahu kejadian tersebut.
Zaki : Tampaknya percuma kita lanjutkan, sepertinya kejadian itu sangat rapi dilakukan oleh laki-laki itu sehingga tidak ada yang mengetahuinya
Rafa : Tapi sayang serapi-rapinya perbuatannya, dia masih meninggalkan celah
Tina : Iya dan celahnya itu adalah aku
Rafa : Ini sudah menjelang malam hari, kita sebaiknya ke rumahku
Zaki : Rumahmu?
Rafa : Iya, kata pamanku semenjak aku ke Surabaya, pamanku sudah mempekerjakan orang untuk menjaga dan membersihkan rumahku
Zaki : Benarkah? Wah berarti kita tidak perlu repot untuk mencari penginapan
Rafa : Iya, tapi sebaiknya kita membeli makan malam dulu diluar
Zaki : Ah iya, aku baru sadar kita dari tadi belum makan
Rafa : Tina, kamu tidak apa-apa kalau kita hentikan dulu sementara? Besok kita masih bisa mencari informasi lagi
Tina : Iya rafa, aku tidak papa.
Kami akhirnya tiba di rumahku sekitar pukul 8 malam waktu sekitar. Tidak ada yang berubah, paman benar kalau memang ada orang yang menjaga dan membersihkan rumahku. Tak lama kami berdiri di luar, pintu depan rumahku terbuka. Seorang pemuda membuka pintu depan rumahku dari dalam dan kemudian pemuda itu mendatangi kami.
Zaki : Rafa, dia siapa? (tanya rafa padaku)
Arif : Selamat malam, anda tuan rafa? Saya arif, anak dari pak agung yang bekerja menjaga dan membersihkan rumah tuan rafa
Rafa : Ah iya
Arif : Silahkan masuk, semua sudah kami siapkan di dalam, tadi siang kami sudah diberitahu oleh pak abimana kalau memang tuan rafa dan temannya akan menginap disini
Rafa : Benarkah? Saya malah lupa mengabari paman dan tante kalau saya sudah tiba di Jakarta
Arif : Ya sudah ayo silahkan masuk kedalam, ayah saya kebetulan sedang balik ke rumah sebentar
Arif : Sebelumnya saya mohon maaf tuan…
Rafa : Jangan panggil saya tuan, panggil saya rafa saja. Lagipula saya sepertinya lebih muda dibanding kak arif
Arif : Ah iya, pak abimana bilang kalau mas rafa datang bersama temannya mas zaki. Tetapi beliau tidak bilang ada perempuan?
Tina : Ah kenalkan nama saya tina, saya kebetulan memang dadakan ikut ke Jakarta karena ibu saya di Surabaya juga sedang keluar kota dan rafa sepertinya juga lupa memberi tahu pamannya
Tina : Iya kan rafa? (tina kemudian mengedipkan matanya kepadaku)
Rafa : Ah iya
Dari dalam pun tidak ada yang berubah dari rumahku, kamar ibu dan ayah begitu juga dengan kamarku. Semuanya masih sama persis dan bersih. Aku sangat berterima kasih pada paman dan juga pada ka arif beserta ayahnya yang sudah menjaga dan mengurus rumahku.
Tak lama kemudian, ayahnya kak arif (pa agung) datang. Beliau kemudian bercerita bagaimana sampai paman meminta bantuan mereka untuk mengurus rumahku. Mereka bercerita kalau mereka sudah mengurus rumahku beberapa bulan setelah aku pindah ke Surabaya.
Namun dari semua yang diceritakan ada 2 kabar penting. Satu kabar yang membuatku sangat senang dan satu kabar lainnya membuat kami sangat terkejut dan seakan tidak percaya.
Rafa : Tadi pagi ada anak perempuan kemari mencari saya pak?
Pak Agung : Iya, sekitar pukul 9 tadi pagi
Rafa : Siapa ya pak?
Pak Agung : Siapa ya, aduh bapak lupa. Rif kamu masih ingat? Waktu itu kamu ada di sini kan?
Arif : Iya waktu itu saya juga ada disini, kalau tidak salah katanya teman SD nya mas rafa
Rafa : Teman SD saya? Dia bilang namanya siapa?
Arif : Siapa ya,,, ah iya kalau gak salah dia bilang namanya kiki
Rafa : Kiki!? (aku terkejut)
Zaki : Kiki yang itu fa?
Rafa : Ka arif yakin kalau namanya kiki!?
Arif : Iya kalau gak salah dia bilang namanya kiki
Rafa : Terus kak arif bilang apa?
Pak Agung : Saya bilang kalau mas rafa ada di Surabaya bersama pak abimana dan istrinya. Waktu itu saya belum tahu kalau mas rafa sedang menuju kemari
Pa Agung : Tapi anak perempuan itu sempat bertanya nomor pa abimana dan saya memberikannya
Rafa : Dan bapak memberikan nomor paman?
Pa Agung : Iya langsung saya berikan setelah dia memintanya
Rafa : Kok paman tidak ada menghubungiku ya?
Rafa
Aku kemudian membuka hp ku) ah aku lupa menyalakan hp ku setelah kita tiba di Jakarta. Sebentar ya aku mau telepon paman
(Aku kemudian bangkit dari dudukku dan mencoba menghubungi paman)
Tina : Kok rafa kaget sekali ya tahu kiki mencarinya
Zaki : Iyalah, kiki itu cinta pertamanya rafa
Tina : Oh ya?
Tak lama, aku kembali ke ruang tamu.
Rafa : Dia benar-benar kiki
Zaki : Benarkah?
Rafa : Iya paman bilang begitu, tapi sayang dia baru bisa berbicara pada paman tadi sore
Zaki : Memangnya ada masalah?
Rafa : Iya karena siangnya dia sudah berangkat ke Surabaya, dia bilang ingin mendaftar kuliah di Surabaya dan ingin bertemu denganku
Zaki : Wah benarkah!? Akhirnya jalan untuk kalian agar bisa bertemu sudah terlihat
(aku tersenyum)
Pa Agung : Oh iya mas rafa, selain kiki ada orang lain juga yang mencari mas rafa?
Rafa : Siapa pak?
Pa Agung : Kalau yang ini sudah lama sekali, sekitar beberapa bulan juga setelah kami bekerja disini
Rafa : Sudah lama sekali kalau begitu, tapi bapak masih ingat bagaimana dan siapa orangnya?
Pa Agung : Kalau namanya saya sudah tidak ingat tapi kalau bagaimana orangnya saya ingat persis karena ada sesuatu yang tidak bisa saya lupakan dari orang itu
Rafa : Apa itu?
Pa Agung : Seorang laki-laki paruh baya dan orang itu punya tanda aneh di lengan kirinya, seperti sebuah gigitan seseorang…
Tina : Rafa, wanita itu dari kita di pesawat sampai dengan sekarang masih ada di sini?
Rafa : Iya dia berdiri di dekat kursi paling belakang
Zaki : Jadi sekarang aku baru tau, seberapa jauh pun kita pergi meski kita melewati darat, laut ataupun udara sosok gaib yang mengikuti kita tidak akan terpengaruh
Tina : Ngomongnya gak usah kencang-kencang, pendengaran mereka jauh lebih tajam daripada kita
(Zaki langsung terdiam kemudian menutup mulutnya)
Setelah hampir 2 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di tempat itu. Kata tina memang tempat ini jauh berbeda sekarang. Dulu meskipun sudah ada gedung yang banyak di sekitar daerah ini tapi tempat ini masih banyak dikelilingi pohon. Namun sekarang tempat ini dijadikan sebuah taman, indah memang jika melihat kota Jakarta yang kebanyakan hanya gedung-gedung bertingkat dan padatnya kendaraan di jalan.
Rafa : Disini tempatnya?
Tina : Iya seingatku disini
Zaki : Tapi katamu tempat ini sudah jauh berubah
Tina : Memang, kejadian itu sudah hampir 8 tahun yang lalu
Zaki : Terus bagaimana cara kita untuk memastikannya?
Rafa : Jangan bilang kamu minta pada wanita itu untuk masuk ke dalam tubuhmu lagi
Tina : Tenang, selama 3 hari kemarin aku sudah berlatih untuk berkomunikasi dengannya tanpa harus memintanya memasuki tubuhku
Rafa : Bagaimana bisa? Bukankah kamu sudah mencoba beberapa kali untuk bisa berkomunikasi dengannnya tapi semuanya tidak ada yang berhasil
Tina : Memang, tapi sudah kubilang kali ini berbeda
(Kemudian tina memejamkan matanya)
Tina : Shinta, aku ingin kamu meminta bantuanmu. Berikan kami segala informasi yang kami butuhkan untuk menemukan laki-laki itu
Aku kemudian melihat sosok wanita itu meletakkan tangannya di pundak tina. Setelah wanita itu meletakkan tangannya di pundak tina. Tak ada sesuatu yang aneh, seperti misalkan tiba-tiba tina tidak sadarkan diri atau seperti orang yang sedang kemasukan pada umumnya. Tapi keadaannya seperti tidak terjadi apa-apa.
Tina : Benarkah? Kamu yakin disitu tempatnya
Zaki : Rafa, apakah si tina sedang berbicara dengan wanita itu
Rafa : Iya
Tina : Rafa, tepat disamping pohon itu wanita ini dibunuh oleh laki-laki itu
Rafa : Itu informasi darinya
Tina : Iya wanita ini yang bilang padaku, kalau kamu ingin bertanya apa saja padanya tanyakan saja
Rafa : Kamu bilang namanya shinta?
Tina : Iya namanya shinta, begitu yang dia bilang
Rafa : Kenapa dia sampai dibunuh?
Tina : Dia bilang dia tidak mengenal laki-laki itu
Zaki : Jadi peristiwa itu bisa dibilang bukan karena masalah pribadi ya
Rafa : Kalau laki-laki itu sampai merusak pita suaranya itu masih wajar agar dia tidak bisa berteriak, tetapi buat apa dia sampai mengambil matanya?
Zaki : Iya rafa benar, untuk apa laki-laki itu sampai berbuat hal seperti itu?
Rafa : Kita harus tahu motif dari pembunuh itu
Tina : Dia bilang laki-laki itu pria yang sangat jahat, selain merampok, merudapaksa dan membunuh. Laki-laki itu juga akan mengambil apa saja yang dia sukai
Zaki : Maksudnya bagaimana?
Tina : Jadi sewaktu shinta mau dibunuh, laki-laki itu bilang mata shinta sangat indah dan dia ingin memilikinya
Zaki : Laki-laki itu psikopat?
Rafa : Mungkin bisa dibilang seperti itu
Rafa : Tina, bagaimana dia bisa yakin disitu tempatnya jika dia tidak mempunyai mata? (aku masih kurang percaya)
Tina : Dengan cara ini, dia bisa menggunakan mataku untuk melihat, telingaku untuk mendengar dan mulutku untuk berbicara. Tapi sampai sejauh ini jika dia menggunakan semua panca inderaku sama saja seperti tubuhku dimasukinya
Tina : Karena aku ingin tetap dalam keadaan sadar maka karena itu dia hanya menggunakan mataku untuk melihat selebihnya dia hanya akan berbicara padaku
Zaki : Aku pikir kamu jauh lebih hebat daripada rafa tin. Jika dengan melihat kamu bisa melihat sosok-sosok yang mengerikan tapi jika hanya mendengar kupikir itu tidak terlalu menakutkan. Dan dengan kemampuan mendengarmu kamu bahkan bisa meminta bantuannya
Tina : Kuberitahu kamu zaki, jika aku bisa memilih kemampuanku dengan kemampuan rafa. Maka aku akan lebih memilih kemampuan rafa
Zaki : Kenapa?
Tina : Kenapa? Jika aku melihat sesuatu yang sangat menyeramkan aku hanya perlu menutup mataku dan berfikir bahwa aku tidak melihat apa-apa atau itu hanya pikiranku saja. Tetapi jika aku mendengar hal-hal yang menyeramkan meskipun aku menutup mataku suara-suara itu tetap bisa kudengar bahkan sampai ke dalam mimpiku
Zaki : Ah begitukah…
Tina : Rafa, ada lagi yang mau kamu tanyakan?
Rafa : Bagaimana ciri laki-laki itu?
Tina : Dia mempunyai luka dibagian lengan kirinya
Zaki : Luka? Kalau cuma luka orang lain juga punya
Tina : Tidak, luka ini berbeda. Luka ini karena bekas gigitan
Rafa : Bekas gigitan?
Tina : Iya luka itu tidak akan pernah hilang selama shinta masih tidak tenang
-0o0-
Setelah merasa tidak ada yang bisa digali lagi dari tempat kejadian itu, kami akhirnya memutuskan untuk memikirkan rencana selanjutnya. Sebelumnya kami sudah berkeliling tempat itu untuk mencari orang yang memang sudah dari lama tinggal di daerah situ, karena mungkin saja ada beberapa dari mereka yang juga melihat kejadian tersebut selain tina.
Sayang usaha yang kami lakukan tidak ada hasilnya, kami tidak berhasil menemukan satu orang pun yang tahu kejadian tersebut.
Zaki : Tampaknya percuma kita lanjutkan, sepertinya kejadian itu sangat rapi dilakukan oleh laki-laki itu sehingga tidak ada yang mengetahuinya
Rafa : Tapi sayang serapi-rapinya perbuatannya, dia masih meninggalkan celah
Tina : Iya dan celahnya itu adalah aku
Rafa : Ini sudah menjelang malam hari, kita sebaiknya ke rumahku
Zaki : Rumahmu?
Rafa : Iya, kata pamanku semenjak aku ke Surabaya, pamanku sudah mempekerjakan orang untuk menjaga dan membersihkan rumahku
Zaki : Benarkah? Wah berarti kita tidak perlu repot untuk mencari penginapan
Rafa : Iya, tapi sebaiknya kita membeli makan malam dulu diluar
Zaki : Ah iya, aku baru sadar kita dari tadi belum makan
Rafa : Tina, kamu tidak apa-apa kalau kita hentikan dulu sementara? Besok kita masih bisa mencari informasi lagi
Tina : Iya rafa, aku tidak papa.
Kami akhirnya tiba di rumahku sekitar pukul 8 malam waktu sekitar. Tidak ada yang berubah, paman benar kalau memang ada orang yang menjaga dan membersihkan rumahku. Tak lama kami berdiri di luar, pintu depan rumahku terbuka. Seorang pemuda membuka pintu depan rumahku dari dalam dan kemudian pemuda itu mendatangi kami.
Zaki : Rafa, dia siapa? (tanya rafa padaku)
Arif : Selamat malam, anda tuan rafa? Saya arif, anak dari pak agung yang bekerja menjaga dan membersihkan rumah tuan rafa
Rafa : Ah iya
Arif : Silahkan masuk, semua sudah kami siapkan di dalam, tadi siang kami sudah diberitahu oleh pak abimana kalau memang tuan rafa dan temannya akan menginap disini
Rafa : Benarkah? Saya malah lupa mengabari paman dan tante kalau saya sudah tiba di Jakarta
Arif : Ya sudah ayo silahkan masuk kedalam, ayah saya kebetulan sedang balik ke rumah sebentar
Arif : Sebelumnya saya mohon maaf tuan…
Rafa : Jangan panggil saya tuan, panggil saya rafa saja. Lagipula saya sepertinya lebih muda dibanding kak arif
Arif : Ah iya, pak abimana bilang kalau mas rafa datang bersama temannya mas zaki. Tetapi beliau tidak bilang ada perempuan?
Tina : Ah kenalkan nama saya tina, saya kebetulan memang dadakan ikut ke Jakarta karena ibu saya di Surabaya juga sedang keluar kota dan rafa sepertinya juga lupa memberi tahu pamannya
Tina : Iya kan rafa? (tina kemudian mengedipkan matanya kepadaku)
Rafa : Ah iya
Dari dalam pun tidak ada yang berubah dari rumahku, kamar ibu dan ayah begitu juga dengan kamarku. Semuanya masih sama persis dan bersih. Aku sangat berterima kasih pada paman dan juga pada ka arif beserta ayahnya yang sudah menjaga dan mengurus rumahku.
Tak lama kemudian, ayahnya kak arif (pa agung) datang. Beliau kemudian bercerita bagaimana sampai paman meminta bantuan mereka untuk mengurus rumahku. Mereka bercerita kalau mereka sudah mengurus rumahku beberapa bulan setelah aku pindah ke Surabaya.
Namun dari semua yang diceritakan ada 2 kabar penting. Satu kabar yang membuatku sangat senang dan satu kabar lainnya membuat kami sangat terkejut dan seakan tidak percaya.
Rafa : Tadi pagi ada anak perempuan kemari mencari saya pak?
Pak Agung : Iya, sekitar pukul 9 tadi pagi
Rafa : Siapa ya pak?
Pak Agung : Siapa ya, aduh bapak lupa. Rif kamu masih ingat? Waktu itu kamu ada di sini kan?
Arif : Iya waktu itu saya juga ada disini, kalau tidak salah katanya teman SD nya mas rafa
Rafa : Teman SD saya? Dia bilang namanya siapa?
Arif : Siapa ya,,, ah iya kalau gak salah dia bilang namanya kiki
Rafa : Kiki!? (aku terkejut)
Zaki : Kiki yang itu fa?
Rafa : Ka arif yakin kalau namanya kiki!?
Arif : Iya kalau gak salah dia bilang namanya kiki
Rafa : Terus kak arif bilang apa?
Pak Agung : Saya bilang kalau mas rafa ada di Surabaya bersama pak abimana dan istrinya. Waktu itu saya belum tahu kalau mas rafa sedang menuju kemari
Pa Agung : Tapi anak perempuan itu sempat bertanya nomor pa abimana dan saya memberikannya
Rafa : Dan bapak memberikan nomor paman?
Pa Agung : Iya langsung saya berikan setelah dia memintanya
Rafa : Kok paman tidak ada menghubungiku ya?
Rafa
Aku kemudian membuka hp ku) ah aku lupa menyalakan hp ku setelah kita tiba di Jakarta. Sebentar ya aku mau telepon paman(Aku kemudian bangkit dari dudukku dan mencoba menghubungi paman)
Tina : Kok rafa kaget sekali ya tahu kiki mencarinya
Zaki : Iyalah, kiki itu cinta pertamanya rafa
Tina : Oh ya?
Tak lama, aku kembali ke ruang tamu.
Rafa : Dia benar-benar kiki
Zaki : Benarkah?
Rafa : Iya paman bilang begitu, tapi sayang dia baru bisa berbicara pada paman tadi sore
Zaki : Memangnya ada masalah?
Rafa : Iya karena siangnya dia sudah berangkat ke Surabaya, dia bilang ingin mendaftar kuliah di Surabaya dan ingin bertemu denganku
Zaki : Wah benarkah!? Akhirnya jalan untuk kalian agar bisa bertemu sudah terlihat
(aku tersenyum)
Pa Agung : Oh iya mas rafa, selain kiki ada orang lain juga yang mencari mas rafa?
Rafa : Siapa pak?
Pa Agung : Kalau yang ini sudah lama sekali, sekitar beberapa bulan juga setelah kami bekerja disini
Rafa : Sudah lama sekali kalau begitu, tapi bapak masih ingat bagaimana dan siapa orangnya?
Pa Agung : Kalau namanya saya sudah tidak ingat tapi kalau bagaimana orangnya saya ingat persis karena ada sesuatu yang tidak bisa saya lupakan dari orang itu
Rafa : Apa itu?
Pa Agung : Seorang laki-laki paruh baya dan orang itu punya tanda aneh di lengan kirinya, seperti sebuah gigitan seseorang…
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup

mind to make a story book gan? you should try it gan. semangat berceritanya yaa!!! ane tungguin apdet2an cerita agan selanjutnya deh, cheers!

sama salah satu cwe, antara kiki dan alisha (tina)