- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#1204
Part 38.2
Gua lihat ratih berdiri dari tempat tidur mega dan berjalan keluar kamar, dia menujur kamar gua, entah apa yang akan dia lakukan pada sarah, gua terus menatap wajah mega.
"Jangan nangis lagi" Suara yang sangat lembut keluar dari mulutnya
"Makasih ga" Hanya itu yang mampu gua ucapkan.
Mega menggegam erat tangan gua..
"Jangan pernah menyerah atas masalah apapun yang kita hadapi" Ucapnya
Gua membalas genggaman tangannya, dan membelai lembut punggung tangannya..
"Apa yang harus gua lakuin untuk balas rasa sakit yang selama ini lo rasain ga?" tanya gua
"Jika gua harus menuntut balas apa yang telah lo lakuin ke gua di, itu artinya gua seekor ulat yang akan mati sebelum menjadi sebuah kupu-kupu"
"Tapi gua harus ngerasain hal yang sama seperti apa yang lo rasain"
"Gak perlu di, apa yang lo lakuin sekarang, apa yang lo jalanin sekarang nikmatin aja di, dari tadi gua udah bilang, tuhan telah menyusun rencana indahnya dan akan menyelesaikan susunannya pada waktunya" Senyum di wajahnya tak pernah pudar
Gua tetap menggegam erat tangannya, rasanya gak ingin gua lepaskan walaupun itu cuma sedetik, hati dan pikiran gua terus beradu argument tentang kenyataan yang gua hadapi untuk saat ini, berdebat untuk menentukan pilihan yang terbaik dan bijak, untuk memadu langkah yang akan mengisi masa depan gua, ketidakpastian dan kebimbangan ada di dalam pikiran gua, ribuan pertanyaan yang tidak terjawab bagai sebuah paradox terus bersahutan di telinga gua, "Anda harus memutuskan hadi !" . "Pilih yang mana anda?".
Detik demi detik dari jarum jam terdengar di telinga gua. dan sebuah suara merdu bernanyi pelan di depan gua.
"Kemesraan ini, jangan lah cepat berlalu"
Suara mega terdengar indah mengisi kekosongan waktu yang telah gua ciptakan..
"Kemesraan ini ingin ku kenang selalu"
Seoongok iblispun akan tunduk di buat oleh malaikat seperti mega, dengan alunan merdu yang keluar dari bibirnya, perlahan membuat gua merasakan arti cinta yang sebelumnya gak pernah gua rasakan.
"Hatiku damai , jiwaku tentram di sampingmu"
Bukan hanya kedamaian yang gua rasakan ga, bukan cuma ketentraman yang gua rasakan. kebahagian seperti ingin memberhentikan waktu selama-lamanya dan tetap berada pada moment ini, moment yang sangat indah bahkan Simponi beethoven pun belum tentu bisa menciptakan melodi yang melampaui moment ini.
"Hati ku damai, jiwaku tentram bersamamu"
Gua seperti terhipnotis dalam sebuah cerita cinta romeo and juliet, kehangatan membalut di seluruh tubuh gua, mata kami saling bertatapan, tanpa gua sadari wajah gua hanya berjarak 5Cm dari wajahnya, sampai sebuah telunjuk tepat berhenti di bibir gua.
Tapi wajah kami masih dalam posisi yang sama, tangan kanan gua masih terus menggegam tangan kirinya. dia angkat jari telunjuknya sangat pelan, sampai kecupan kecil mendarat di atas bibie gua, lembut. tak lebih dari 2 detik dan kami berdua terpaku terdiam saat menyadari apa yang telah kami lakukan barusan, mega mundur menjauh dari gua dan melepaskan genggaman tangan gua.
"Maaf ga" Ucap gua pelan
dia tetap terdiam, matanya meneteskan air mata dan gua gak tau harus ngomong apa untuk saat ini.
"Gua nangis bahagia di"
gua masih bingung apa yang harus gua lakukan sekarang. gua takut salah dan akan merusak moment indah ini.
"Makasih" Ucapnya lagi
gua berani mendekatkan diri gua ke diri dia, gua angkat kedua tangannya dan gua cium lembut kedua tangan itu.
"Gua menyayangi lo lebih dari apa yang lo liat ga"
Gua hapus air matanya perlahan dengan jari telunjuk gua dengan pelan.
"Sini" ucap gua pelan
dia mendekatkan dirinya ke diri gua, dan gua peluk dia dengan sangat erat, punggung gua merasakan cengraman yang rasanya seperti tak ingin terlepaskan, gua peluk dia lembut.
dan dia berbisik lembut di telinga gua.
"Gua sayang lo di" ucapnya lembut
"Gua juga sayang lo ga"
gua lepaskan pelukan gua dan gua keluar dari kamar mega, gua menuju ke kamar gua dan gua melihat sarah sedang menangis..
"Kamu kenapa sarah?" Tanya gua
"Aku ingin menjadi mualaf"
Waktu membeku seketika, kaki gua lemas, dan seketika pikiran gua gelap, dan muncul lagi ribuan pertanyaan yang menggelayut erat di otak gua.
"Apa yang harus lo lakuin di?" , "lo harus tentukan pilihan !"
"Kamu serius?" Tanya gua
Gua lihat ratih membelai rambut sarah dengan lembut..
"aku serius"
matanya menatap gua yang menunjukan bahwa dia kali ini tidak bercanda.
Gua lihat ratih berdiri dari tempat tidur mega dan berjalan keluar kamar, dia menujur kamar gua, entah apa yang akan dia lakukan pada sarah, gua terus menatap wajah mega.
"Jangan nangis lagi" Suara yang sangat lembut keluar dari mulutnya
"Makasih ga" Hanya itu yang mampu gua ucapkan.
Mega menggegam erat tangan gua..
"Jangan pernah menyerah atas masalah apapun yang kita hadapi" Ucapnya
Gua membalas genggaman tangannya, dan membelai lembut punggung tangannya..
"Apa yang harus gua lakuin untuk balas rasa sakit yang selama ini lo rasain ga?" tanya gua
"Jika gua harus menuntut balas apa yang telah lo lakuin ke gua di, itu artinya gua seekor ulat yang akan mati sebelum menjadi sebuah kupu-kupu"
"Tapi gua harus ngerasain hal yang sama seperti apa yang lo rasain"
"Gak perlu di, apa yang lo lakuin sekarang, apa yang lo jalanin sekarang nikmatin aja di, dari tadi gua udah bilang, tuhan telah menyusun rencana indahnya dan akan menyelesaikan susunannya pada waktunya" Senyum di wajahnya tak pernah pudar
Gua tetap menggegam erat tangannya, rasanya gak ingin gua lepaskan walaupun itu cuma sedetik, hati dan pikiran gua terus beradu argument tentang kenyataan yang gua hadapi untuk saat ini, berdebat untuk menentukan pilihan yang terbaik dan bijak, untuk memadu langkah yang akan mengisi masa depan gua, ketidakpastian dan kebimbangan ada di dalam pikiran gua, ribuan pertanyaan yang tidak terjawab bagai sebuah paradox terus bersahutan di telinga gua, "Anda harus memutuskan hadi !" . "Pilih yang mana anda?".
Detik demi detik dari jarum jam terdengar di telinga gua. dan sebuah suara merdu bernanyi pelan di depan gua.
"Kemesraan ini, jangan lah cepat berlalu"
Suara mega terdengar indah mengisi kekosongan waktu yang telah gua ciptakan..
"Kemesraan ini ingin ku kenang selalu"
Seoongok iblispun akan tunduk di buat oleh malaikat seperti mega, dengan alunan merdu yang keluar dari bibirnya, perlahan membuat gua merasakan arti cinta yang sebelumnya gak pernah gua rasakan.
"Hatiku damai , jiwaku tentram di sampingmu"
Bukan hanya kedamaian yang gua rasakan ga, bukan cuma ketentraman yang gua rasakan. kebahagian seperti ingin memberhentikan waktu selama-lamanya dan tetap berada pada moment ini, moment yang sangat indah bahkan Simponi beethoven pun belum tentu bisa menciptakan melodi yang melampaui moment ini.
"Hati ku damai, jiwaku tentram bersamamu"
Gua seperti terhipnotis dalam sebuah cerita cinta romeo and juliet, kehangatan membalut di seluruh tubuh gua, mata kami saling bertatapan, tanpa gua sadari wajah gua hanya berjarak 5Cm dari wajahnya, sampai sebuah telunjuk tepat berhenti di bibir gua.
Tapi wajah kami masih dalam posisi yang sama, tangan kanan gua masih terus menggegam tangan kirinya. dia angkat jari telunjuknya sangat pelan, sampai kecupan kecil mendarat di atas bibie gua, lembut. tak lebih dari 2 detik dan kami berdua terpaku terdiam saat menyadari apa yang telah kami lakukan barusan, mega mundur menjauh dari gua dan melepaskan genggaman tangan gua.
"Maaf ga" Ucap gua pelan
dia tetap terdiam, matanya meneteskan air mata dan gua gak tau harus ngomong apa untuk saat ini.
"Gua nangis bahagia di"
gua masih bingung apa yang harus gua lakukan sekarang. gua takut salah dan akan merusak moment indah ini.
"Makasih" Ucapnya lagi
gua berani mendekatkan diri gua ke diri dia, gua angkat kedua tangannya dan gua cium lembut kedua tangan itu.
"Gua menyayangi lo lebih dari apa yang lo liat ga"
Gua hapus air matanya perlahan dengan jari telunjuk gua dengan pelan.
"Sini" ucap gua pelan
dia mendekatkan dirinya ke diri gua, dan gua peluk dia dengan sangat erat, punggung gua merasakan cengraman yang rasanya seperti tak ingin terlepaskan, gua peluk dia lembut.
dan dia berbisik lembut di telinga gua.
"Gua sayang lo di" ucapnya lembut
"Gua juga sayang lo ga"
gua lepaskan pelukan gua dan gua keluar dari kamar mega, gua menuju ke kamar gua dan gua melihat sarah sedang menangis..
"Kamu kenapa sarah?" Tanya gua
"Aku ingin menjadi mualaf"
Waktu membeku seketika, kaki gua lemas, dan seketika pikiran gua gelap, dan muncul lagi ribuan pertanyaan yang menggelayut erat di otak gua.
"Apa yang harus lo lakuin di?" , "lo harus tentukan pilihan !"
"Kamu serius?" Tanya gua
Gua lihat ratih membelai rambut sarah dengan lembut..
"aku serius"
matanya menatap gua yang menunjukan bahwa dia kali ini tidak bercanda.
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 19:02
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9