Kepada agans dan aganwatis, sebelumnya TS ucapin salam kenal. Gak lupa TS mohon izin khususnya kepada momod, juga pada agans serta aganwatis buat aplod ini cerita.
The important thing is TS rakyat baru di kaskus. Jadi jika TS belum terlalu familiar dengan kata-kata yang sudah lazim digunain di kaskus, mohon dimaafkeun
Sebagai rakyat baru, biar terlihat sedikit eksis (eeetttt dahhh),,, TS mau share cerita fiksi horor-misteri. Bukan mau ikut-ikutan mumpung di thread yang lagi populernya cerita horor, tetapi emang genre cerita ini udah dibikin dari taun kapan. Jika dibandingin dengan thread cerita horor yang udah populer jauh lebih serem cerita penampakan mereka toh itu pengalaman pribadi mereka.
Intinya niat TS PURE buat nyoba nge-thread di kaskus aja
Quote:
Antusias-antusias agan-agan yang ngebaca
Quote:
Original Posted By red.sin►Kirain tina punya kemampuan pre-cognation..
Original Posted By shagydog46►Ayo gan lanjutkan update an nya hahahah
Ane udah penasaran nunggui nih
Ijin gelar perumahan juga gan wkwkwk
Quote:
Original Posted By Budidrmnsyh►Ijin gelar tenda.... asik ni ceritanya gan
Quote:
Original Posted By Dracoon►mantep bro "triller"nya
he he he...jadi semakin penasaran....siapa rafa sebenarnya....dan shinta he he he
Quote:
Original Posted By mythzzz►asik ini baca nya.. tolong di apdet terus yaakk TS..
jangan kentangin daku..
Update komen dari agan-agan
Quote:
Quote:
Original Posted By kucrut666►Seru bray...
Walopun fiksi tp ts nya hebat nih...
Penulis beneran ini ts nya...
Keren bray...
Lanjut lah...
Quote:
Original Posted By acrulianbandrex►
gan, ane baru nemu trit agan semalem jam set3. dan barusan banget kelar bacanya sampe page terakhir. boleh ane komenin dikit gan? menurut ane pemakaian kata2 agan masih kaku, tapi sangat cukup untuk menjelaskan apa yang agan coba ceritakan, tapi.......
jujur, trit agan DILUAR EKSPEKTASI ANE. detailnya bikin ane bener2 bisa mbayangin jadi rafa yang digunakan sebagai sudut pandang orang pertama dalam cerita agan, plot twist nya bener2 gak keduga, imajinasi agan juga kayaknya unlimited nih yee? mind to make a story book gan? you should try it gan. semangat berceritanya yaa!!! ane tungguin apdet2an cerita agan selanjutnya deh, cheers!
Quote:
Original Posted By Christofer.Jr►Halo gan, ente cocok banget nih buat jadi penulis buku fiksi. Endingnya agak susah ditebak, dan plot twistnya itu lohhhhh..... Grrrrr-nha berantakan hahahahha.
Quote:
Original Posted By bapak.die►Agan harus posting final chapter gan, Jangan ada kentang diantara kita
Bisa mati penasaran ane.
Ane serius gan, jika ane mati penasaran ente bakalan jadi orang pertama yang ane hantui karena ngentangin ane.
Luaaarr biassaaaa! Terima kasih TS ucapkan buat semua pembaca terutama yang baru-baru aja baca cerita TS ini. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah lama sekali kelar
Kesan-kesan yang mereka tinggalin cukup membuat TS antusias dan senang.
Sampai-sampai membuat TS berimajinasi membuat cerita lanjutannya, tentu aja dengan beberapa tokoh tambahan.
Quote:
Berikut TS update review komentar-komentar para pembaca:
Quote:
Original Posted By G.d.Legion►Asli.. nih cerita kereen gan, banyak hal yang ga terfikirkan disni... hari ini ane marathon bacanya..
setiap part itu ngebuat penasaran tuk baca part selanjutnya.. top dah..
tapi sayang, pas ending..rafanya jg harus pergi...
btw, cek kulkas gan.. cmiw
Quote:
Original Posted By the.self►Ane ga stujuuu sama komenan kaskuser laen gan... Ane sukaaa smuanyaaa!!!!
Ane suka alurnya, ane sukaaa gaya penulisan ente, ane sukaa critanya, ane suka imajinasinyaaaaa.... Pokoknyaaa i am your fans!!! 😎😎
Quote:
Original Posted By baronfreakz►Keren gan cerita nya..ga bisa ditebak
Quote:
Original Posted By dam.dom►buseeett..alurnya susah beneer ditebak gan . jujur ini pertama kali ane baca fiksi di sfth sampe tamat hahaha.biasanya udah males di tengah gara gara plotnya yg monoton . ane demen bgt sama penulisannya biar dikata baku gpp yg penting dari tulisan agan yang ane tangkep agan make imajinasi pouuol .. bebas nulis.. mantap gan . thanks karya yang tampan .
Jika berkenan dan jika agan-agan sekalian bener-bener suka dengan cerita ini, agan-agan sekalian bisa bantu TS untuk membuat cerita ini lebih dikenal lagi. Mungkin dengan melihat itu semua bisa membuat TS benar-benar termotivasi untuk membuat cerita lanjutan.
Terima kasih
Diubah oleh rafa.alfurqan 12-08-2016 15:27
thespecialist dan 9 lainnya memberi reputasi
8
33.5K
Kutip
203
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Bagian part ini ane pikir terlalu panjang dibanding 2 chapter awal, karena ane mau nyeritain gimana hidupnya rafa setelah ditinggal kedua orang tuanya sampai gimana sih karakter si tokoh utamanya ini. Jadi chapter ini sengaja ane pisah jadi 2 part, dan selamat membaca
Quote:
Sejak hari pembagian rapor itu aku lebih sering memilih berdiam diri di kamar. Banyak cara yang telah dilakukan paman dan tanteku agar bisa membujukku keluar kamar dengan cara mengajak teman-teman sekelasku datang ke rumah bersama ibu guru. Namun sayang hal itu masih belum bisa membuatku luluh.Hatiku masih keras sekeras batu untuk dilunakkan namun juga rapuh serapuh kertas yang terbakar untuk dikuatkan.
Empat hari setelah pemakaman ayah dan ibuku, paman memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke Surabaya dikarenakan pekerjaannya. Sedangkan tanteku memutuskan untuk tinggal lebih lama bersamaku dengan maksud agar aku mau dibujuk untuk ikut serta bersama mereka ke Surabaya.
Sedangkan sekolah, satu minggu setelah pembagian rapor harusnya kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah berlangsung. Namun seminggu pertama aku sendiri memilih untuk tidak berangkat pergi ke sekolah. Sebenarnya aku sudah malas pergi ke sekolah namun aku kesal karena setiap hari kiki selalu datang ke rumahku untuk memarahiku.
Kiki : Rafa, mau sampai kapan kamu berdiam diri dikamar? Mau sampai kapan kamu tidak berangkat ke sekolah? Ibu guru nyariin kamu, agung juga katanya sudah rindu ingin main bareng sama kamu
(aku hanya diam)
Kiki : Jawab rafa, jawab! Kamu gak bisa ngomong ya? Aku capek kalau ngomong sendiri tapi kamunya cuma diam
Kiki : Kamu tau setelah kamu baca puisimu di kelas, aku suka dengan puisimu? Kupikir puisimu lebih bagus dibandingkan dengan puisiku. Tapi kamu bohong! Katamu kamu janji pada ibumu agar jadi anak yang kuat. Kamu juga janji pada ibumu untuk jadi anak yang baik. Tapi itu semua juga bohong!
Kiki : Waktu itu aku minta pada bu guru kalau kamu datang, puisi kamu saja yang dibacakan di kelas. Kalau tau jadinya seperti ini aku nyesal, harusnya aku juga membaca puisi itu di kelas karena hari itu adalah hari ulang tahunku
Kiki : Aku marah sama kamu, aku marah… aku gak akan datang ke sini lagi besok dan seterusnya
Tak lama setelah itu sepertinya kiki pulang dari rumahku karena aku sudah tidak mendengar suaranya lagi di depan pintu kamarku. Awalnya aku merasa sedih setelah tahu bahwa kiki waktu itu sengaja tidak membaca puisinya padahal puisinya juga terpilih jadi puisi terbaik yang bakal dibacakan di kelas. Benarkah hari ulang tahunnya sama dengan hari ulang tahun ibuku?
Keesokan harinya bahkan keesokan harinya lagi dia tidak pernah datang ke rumahku lagi, lambat laun aku mulai merasa sedih karena setelah kehilangan orang tuaku aku juga merasa telah kehilangan temanku.
-0o0-
Seminggu kemudian…
Ibu Guru : Anak-anak, sebelum kita mulai pelajaran ibu mau ngasih tau kalian
Teddy : Pengumuman apa bu?
Ibu Guru : Tadi setengah jam yang lalu rafa ke sekolah bersama paman dan tantenya, rafa pamit untuk pindah sekolah. Karena mulai hari ini rafa akan pindah ke rumah pamannya yang ada di Surabaya
Kiki : Rafa pindah ke Surabaya bu?
Ibu Guru : Iya sayang, rafa tadi sudah pamit ke ibu dan titip pesan ke kalian semua bahwa rafa minta maaf tidak bisa pamit secara langsung ke kalian
Kiki : Rafa gak akan ke sini lagi ya bu?
Ibu Guru : Sepertinya begitu kiki, soalnya tempat tinggal pamannya rafa memang di Surabaya. Dan di Jakarta rafa juga tidak punya kerabat lagi makanya rafa pergi di bawa paman dan tantenya ke Surabaya
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, ibu guru kemudian memanggil kiki.
Ibu Guru : Kiki kemari sebentar
Kiki : Iya kenapa bu?
Ibu Guru : Ini ada titipan surat dari rafa untuk kamu (ucap ibu guru sambil tersenyum)
Kiki : Surat untuk kiki?
Ibu Guru : Iya, kata rafa surat untuk kamu. Ibu juga tidak tau isinya apa, kamu yang lebih berhak membacanya. Ya sudah itu saja, kamu boleh pulang sekarang
Kiki : Iya makasih bu
Kemudian kiki berjalan keluar kelas sambil membuka surat dari rafa untuknya.
Kiki : IIhh, apaan ini! Iiiibbbbuuuuuuuuuuuuuuu…
(Surat dari rafa hanya berisi sebuah kertas yang bergambarkan emoticon menjulurkan lidah dan tulisan “kamu jelek” di bawah gambar emoticonnya)
Spoiler for untuk kiki:
[img][/img]
Spoiler for kalian harus tau:
Bertahun-tahun kemudian percayakah kalian bahwa kami akhirnya bisa bertemu kembali?
Dan ternyata, surat itu tidak dibuangnya. Dia simpan dan dia kembalikan kepadaku sambil berkata. Seandainya aku sadar lebih cepat waktu itu masih ada pesan tersembunyi di surat ini aku pasti akan mencarimu
-0o0-
1 tahun kemudian…
Setahun sudah aku tinggal bersama paman dan tanteku di Surabaya. Mereka mengasuhku dengan baik meskipun aku hanya keponakan mereka. Aku sendiri sudah mulai terbiasa hidup tanpa kedua orang tuaku. Namun yang berbeda dengan diriku dari setahun yang lalu adalah saat ini aku dijuluki si peringkat terakhir. Dan bukan hanya itu dikelas juga aku hampir tidak mempunyai teman. Bukannya mereka yang cuek kepadaku tapi aku yang menghindari mereka. Jujur sampai saat ini masih sulit bagiku untuk membuka diri, entah kenapa aku lebih suka sendirian saat ini.
Paman : Kamu sudah makan?
Rafa : Belum
Paman : Mandilah terlebih dahulu kemudian langsung makan ya
Rafa : Paman harusnya tahu dari bu guru kalau rafa hari ini bolos, paman tidak marah?
Paman : Iya paman tahu
Rafa : Terus?
Paman : Kalau paman tanya kenapa kamu bolos itu hanya akan membuatmu semakin merasa tidak nyaman
Rafa : Iya, maafin rafa paman…
Paman : Sudahlah, tapi kalau paman boleh meminta tolong sebentar lagi kamu akan lulus. Bisakah kamu lulus paling tidak dengan nilai yang tidak jelek supaya kamu juga bisa masuk SMP yang lebih bagus?
Rafa : Iya paman, rafa usahakan…
-0o0-
Semenjak percakapanku waktu itu dengan paman aku akhirnya mulai mencoba untuk serius belajar agar aku bisa lulus dan agar tidak sulit untuk mendaftar SMP yang bagus. Setidaknya dengan begitu paling tidak aku bisa membuat paman dan tanteku tidak khawatir padaku.
Hasilnya? Di luar dugaan teman-teman dan guru-guru di sekolahku waktu itu, aku yang akan dikira mengkhawatirkan apakah lulus atau tidak malah menjadi lulusan terbaik ke-4 di sekolah. Hal itu membuat paman dan tanteku menjadi bangga sekaligus senang, karena akhirnya mereka bisa datang dengan berwajah senang ketika ke sekolahku nanti, tidak seperti pada saat mereka kesekolah saat mereka di panggil karena nilai-nilaku yang buruk.
Tapi yang namanya manusia ya, selalu ada rasa iri dan dengki. Akan aku ceritakan kepada kalian, satu tokoh baru di cerita ini. Orang yang awalnya sangat aku benci namun pada akhirnya menjadi orang yang satu-satunya bisa aku percaya bahkan melebihi pamanku.Namanya adalah Zaki.
Semenjak aku berhasil membuktikan diriku bahwa aku bukanlah anak yang pantas dijuluki sebagai si peringkat terakhir, salah seorang temanku waktu itu Zaki yang juga akhirnya satu SMP denganku membuat rumor-rumor yang tidak beralasan bahwa aku adalah anak yang curang.
-0o0-
Siapa yang menyangka aku berhasil menjadi juara ke-2 dikelas setelah diprediksi bakal menjadi peringkat terakhir di kelas karena buruknya nilai-nilaiku dan seringnya aku membolos sekolah. Hal ini membuat perlakuan teman-teman dan guru-guruku yang awalnya cuek terhadapku berubah menjadi baik.
Meski pada akhirnya peringkatku masih dibawah zaki, karena pada saat itu zaki mendapat peringkat pertama di kelas. Dia masih bersikap tidak senang terhadapku. Tapi aku tak perduli, toh aku sudah berhasil membuktikan bahwa aku bukan pembohong dan bukan anak yang bodoh.
Zaki sendiri sebenarnya adalah anak dari teman pamanku. Ayahnya zaki dan pamanku bekerja di kantor yang sama, namun bedanya adalah ayahnya zaki merupakan atasan pamanku. Kata paman, ayahnya zaki memang orang yang suka membangga-banggakan anaknya. Sehingga tidak jarang mereka akan merayakan hari dimana anaknya berhasil menjadi yang terbaik. Termasuk di hari itu, hari dimana anaknya berhasil mendapat peringkat pertama di kelas. Mereka mengadakan acara syukuran dan tidak lupa mereka mengundang kami yang entahlah benar atau tidak kalau aku adalah orang yang dianggap saingan oleh anaknya.
Awalnya aku sendiri menolak untuk ikut, namun karena aku tidak ingin membuat paman dan tante merasa tidak enak karena aku tidak mau ikut, aku akhirnya bersedia untuk ikut ke rumah mereka.
Rafa : Paman, rafa tidak mau ikut ke rumahnya zaki
Paman : Kenapa? Kamu masih marah dengannya?
Rafa : Iya
Paman : Kamu tidak mau ikut karena masih marah sama zaki atau karena malu peringkatmu masih di bawah zaki?
Rafa : Kok paman bisa mikir seperti itu?
Paman : Jadi kenapa kamu masih tidak mau ikut paman dan tante? Harusnya kalau paman jadi zaki, paman lah yang malas bertemu denganmu. Jadi tegakkanlah kepalamu kepada orang-orang yang berkata tidak benar terhadapmu
Mendengar ucapan paman tersebut membuat hatiku menjadi lebih ringan. Awalnya aku masih berat untuk memaafkannya, tetapi ketidak mampuanku untuk memaafkannya hanya akan membuatku menjadi anak yang lemah. Aku tidak boleh menjadi anak yang lemah. Aku sudah berjanji pada ibu dan ayah kalau aku akan jadi anak yang kuat dan anak yang baik. Akhirnya aku mau ikut paman dan tante ke rumah zaki.
-0o0-
Sesampainya di rumah zaki, aku melihat sudah ada beberapa orang yang datang. Ada teman-teman sekelasku yang lain seperti ikhsan, dani dan andreas. Mereka semua adalah anak dari teman-teman sekantor ayahnya zaki dan paman juga. Jadi kupikir wajar kalau aku melihat mereka ada disini.
Ayah Zaki : Jadi ini yang namanya rafa? (tanya ayah zaki kepada pamanku)
Paman : Iya, ini keponakan saya. Dia sudah kami anggap seperti anak kami sendiri
Ibu Zaki : Ganteng ya rafa, rafa juga satu sekolah sama zaki waktu kelas 6 dulu kan?
Paman : Iya, rafa memang sudah satu sekolah dengan zaki semenjak rafa pindah ke Surabaya. Dan kebetulan satu sekolah lagi di SMP ini.
Ayah Zaki : Ha ha ha, dunia itu memang sempit ya. Rafa, om harap kamu mau jadi teman akrab zaki ya? Seperti om dengan pamanmu
Rafa : Iya om…
Ayah Zaki : Anak pintar, ya sudah rafa bisa bergabung dengan zaki dan lain-lainnya diluar. Mereka sedang asyik main kembang api dari tadi. Zaakkiiiiiii (panggilnya kepada zaki)
Zaki : Iyaaaa paaaahhhh (tak lama kemudian zaki datang menghampiri ayahnya)
Ayah Zaki : Ini ada rafa datang, sana ajak rafa ikut main dengan kalian
Zaki : Iya pah. Ayo rafa kemari
Aku diajak oleh zaki untuk bergabung dengannya bermain bersama teman-teman lainnya di luar dan yang kuyakini itu semua dia lakukan karena terpaksa. Aku melihat di luar teman-teman yang lain sudah asik bermain kembang api dan petasan.
Ikhsan : Hai rafa kamu datang, kemari kita main bareng
Rafa : Iya
Ikhsan : Kamu pernah nyalain ini? (tunjuknya ke salah satu petasan yang ada di meja)
Rafa : Iya dulu
Zaki : Jadi bagaimana caranya kamu bisa dapat peringkat kedua rafa? (tanyanya kepadaku sambil berusaha menyalakan salah satu petasan)
Rafa : Maksudmu apa berkata seperti itu? Aku melakukannya secara jujur
Zaki : Sudahlah, disini cuma ada kita berlima jadi kamu jujur saja. Kita janji tidak akan memberitahukannya kepada siapa-siapa
Rafa : Aku bersumpah kalau aku benar-benar melakukannya dengan jujur
Andreas : Kata zaki, dia kemarin waktu ujian liat kamu buka contekan kecil
Rafa : Itu bohong!
Zaki : Jadi maksudmu aku yang berbohong?
Rafa : Memang iya kamu yang bohong!
Zaki : Kalu gitu buktikan kalau aku yang berbohong!
Rafa : Aku harus membuktikan apa lagi!?
Zaki : Kamu bingung atau memang kamu tidak tahu bagaimana caranya? Kamu memang pembohong. Kalau anaknya pembohong berarti ibunya juga pembohong
Mendengar ibuku dibilang pembohong, aku langsung refleks mendorongnya. Siapa yang tidak akan marah jika ibunya dikatakan pembohong!? Kalau kalian menjadi diriku kalian pasti akan melakukan hal yang sama.
Zaki kemudian terjatuh setelah kudorong, dan seketika zaki jatuh sebuah petasan meluncur ke arah zaki dan mengenainya. Suasana langsung menjadi hening seketika, seakan tak percaya ada petasan yang tepat mengenai mata zaki.