- Beranda
- Sejarah & Xenology
[REBORN] Ksatria Templar
...
TS
SonyBukanSoni
[REBORN] Ksatria Templar

WELCOME TO MY THREAD 

SILENT READER MOHON BANTU RATE 5 
CENDOL DETECTED 
NO BATA ALLOWED 
Halo agan agan semua masih sama ane SonyBukanSoni
, di Thread ane kali ini,ane bakal nge-share satu topik yang pernah dibahas di old KASKUS
dan Topik yang bakal ane REBORN kali ini adalahKsatria Templar
Long time ago, thread ini pernah dikemukakan oleh agan widya poetra dan lumayan menyita banyak viewers dan komenger
namun thread itu pernah ditutup karena serangan fatal yang dilancarkan kepada KASKUS 
The Beginning

Quote:
![[REBORN] Ksatria Templar](https://dl.kaskus.id/www.biography.com/imported/images/Biography/Images/Profiles/L/Louis-XVI-9386943-1-402.jpg)
Potret Raja Louis XVI
Pada pagi hari tanggal 21 Januari 1793, Raja Perancis Louis XVI digiring ke Place de la Concord di Paris untuk dieksekusi. Disaksikan oleh massa yang mengerumuni, dia menghadapi kematian oleh pisau guillotine. Tepat pada 10:15, pisau tersebut menghempas, memisahkan kepala sang raja dari tubuhnya. Kemudian, hal yang mengejutkan terjadi. Seorang pria melompat ke tempat eksekusi dan mencucukkan jarinya ke darah sang raja dan berteriak: JACQUES DE MOLAY, DENDAMMU TERBALASKAN!
Siapa tidak kenal Jacques de Molay, mahaguru terakhir Templar yang dibakar hingga mati atas tuduhan bid'ah pada tahun 1314.
Pada jaman modern, Ksatria Templar masih menjadi figur yang penting bagi masyarakat eropa. Mereka terlihat sebagai pahlawan yang menjaga tanah suci selama perang salib, penjaga gereja suci yang berperang mendampingi Richard the Lionheart. Sejarawan melihat Templar sebagai organisasi militer yang efisien dan turut berkontribusi pada sistem kapitalisme modern.
Selain itu, orde ini juga terselubungi oleh mistis yang membuatnya semakin misterius.
And the story begins . . .
Siapakah Jacques de Molay ?

Quote:
Jacques de Molay adalah pemimpin agung Ksatria Templar yang terakhir, atau jabatannya lebih dikenal dengan sebutan Grandmaster. Sama seperti nasib kebanyakan Ksatria Templar pada masa kepemimpinan Paus Klemens V, Jaques juga dihukum mati dengan disiksa terlebih dahulu. Dia dan para pengikutnya dituduh telah menyebarkan ajaran sesat. Sebelum mati, Jaques de Molay sempat mengutuk Klemens V dan Raja Philip IV dari Perancis, bahwa mereka juga akan menemui ajal secara tidak wajar, sama seperti dirinya yang disiksa kemudian dibakar hidup-hidup.
Pada 13 oktober 1307, Paus Klemens V dan Philipus IV Raja Perancis, menangakap Jaques de Molay dan semua Ksatria Templar atas tuduhan ajaran sesat, mendalami ilmu sihir, pagan/penyembahan berhala, menyimpang dari perintah gereja serta tuntutan pembunuhan dan perampokan. Kesesatan para Templar bermula saat misi suci ke tanah suci Yerusalem, para Templar menjadi silau akan kekayaan yang ada di tanah suci dan sekitarnya dan Templar melihat betapa besar kejayaan para penyembah berhala/pagan pada masa lalu sehingga mereka menjadi menyimpang dari ajaran Yesus, mereka menjadi serakah dan menganut ajaran sesat Paganisme*.
Quote:
*Paganisme adalah sebuah kepercayaan/praktik spiritual penyembahan terhadap berhala yang pengikutnya disebut Pagan. Pagan pada zaman kuno percaya bahwa terdapat lebih dari satu dewa dan dewi dan untuk menyembahnya mereka menyembah patung, contoh Mesir Kuno, Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan lain-lain.
Pada zaman sekarang, Pagan percaya bahwa semua di sekitar mereka suci karena merupakan bagian dari dewa dan dewi. Contohnya, mereka percaya bahwa batu dan pohon adalah bagian dari dewa dan dewi, sehingga keramat, tetapi tidak menyembah pohon itu. Kebanyakan orang pagan percaya bumi memunculkan dewi.
Pada zaman sekarang, Pagan percaya bahwa semua di sekitar mereka suci karena merupakan bagian dari dewa dan dewi. Contohnya, mereka percaya bahwa batu dan pohon adalah bagian dari dewa dan dewi, sehingga keramat, tetapi tidak menyembah pohon itu. Kebanyakan orang pagan percaya bumi memunculkan dewi.
![[REBORN] Ksatria Templar](https://dl.kaskus.id/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/09/Templars_Burning.jpg)
Sebagaimana budaya eropa yang menghukum penganut sihir/penyihir, para Templar dieksekusi dengan cara dibakar pada saat dieksekusi, de Molay mengeluarkan kutukan bahwa dalam 30 hari Paus akan mati dan dalam kurun waktu kurang setahun Raja Philip akan tewas yang dalam sejarah berhasil membuat Paus Klemens V dalam 30 hari dan Raja Philipus meninggal 7 bulan - Paus Klemens V mati sakit pada 20 april 1314 - Raja Philipus mati kecelakaan berburu 1314
Meskipun para Templar menganut ritus dan cult, dari berbagai literatur sejarah para Templar juga memiliki kemampuan iptek yg tinggi dan agen pembunuh yg mampu memasukan racun (semacam arsenik) tanpa rasa dan tanpa warna ke dalam makanan Paus dan membunuh raja melalui orang dalam/konspirasi
Order of the Temple or The Knights Templar

Quote:
![[REBORN] Ksatria Templar](https://dl.kaskus.id/www.everingham.com/family/images/templars.gif)
Hugues dan rekan-rekannya sebenarnya tidak seperti yang orang-orang imajinasikan. Mereka tidak memiliki uang, pakaian yang mereka pakai merupakan pakaian pemberian, dan kesulitan untuk merekrut anggota baru serta memperoleh perlengkapan pada tahun-tahun pertama kemunculannya. Kemudian pada tahun 1129, saat Council of Troyes, Templar telah dikenal sebgai pahlawan kristen Eropa, dan antara tahun 1139 dan 1145, Paus memberikan hak otoritas kepada Templar yang menjadikannya memiliki kekuatan besar.
Untuk mendalami mengapa dan bagaimana Templar menjadi kekuatan yang besar pada waktu yang begitu cepat, kita perlu melihatnya dari awal, dari Yerusalem dimana mereka memperoleh konsepsinya, dan dari konsepsi tersebut yang mengarah kepada Temple of Solomon (Bait Allah Salomo).
Temple of Solomon

Quote:
Quote:
**Tabut Perjanjian adalah wadah yang digambarkan dalam Alkitab berisi Loh-Loh Batu dimana tertulis Sepuluh perintah Allah, Tongkat Harun, dan roti manna. Menurut Pentateukh, Tabut dibuat atas perintah Tuhan, selaras dengan penglihatan kenabian Musa di Gunung Sinai (Keluaran 25:10-16). Tuhan berbicara dengan Musa "dari antara dua kerubim" di penutup Tabut (Keluaran 25:22). Tabut dan benda-benda sucinya merupakan "keagungan Israel" (Ratapan 2:1). Rashi dan beberapa Midrashim menyatakan bahwa terdapat dua tabut - satu dibuat Musa untuk sementara waktu dan satu lagi yang lebih kemudian dibuat oleh Bezalel.
![[REBORN] Ksatria Templar](https://dl.kaskus.id/www.parokisantolukas.org/images/upload/Tabut_perjanjian.jpg)
Sketsa Tabut Perjanjian
![[REBORN] Ksatria Templar](https://dl.kaskus.id/www.parokisantolukas.org/images/upload/Tabut_perjanjian.jpg)
Sketsa Tabut Perjanjian
Bertahun-tahun kemudian, Israel diduduki oleh invasi bangsa asing dari timur. Yang pertama oleh bangsa Assiria, kemudian sekitar tahun 586 SM oleh bangsa Kaldea. Raja mereka, Nebukadnessar memerintahkan penghancuran bait Allah dan pembuangan orang israel ke Babel sebagai budak. Bangsa Kaldea, lalu ditaklukan oleh Persia, dan bangsa Israel diperbolehkan pulang kampung pada 515 SM dan membangun kembali Bait Allah.
Keadaan politik yang tidak menentu pada abad kedua sebelum masehi membuat Israel meminta perlindungan kepada Roma. Namun, setelah kunjungan Caesar pada tahun 47 SM, yang tadinya merupakan hubungan diplomatik berubah menjadi pendudukan oleh Roma. Waktu berlalu setelah kemunculan Yesus. Dan pada tahun 70, orang yahudi memberontak terhadap Roma. Romawi menghancurkan pemberontakan secara brutal dan bait Allah dihancurkan untuk kedua kalinya. Pemberontakan lain muncul dipimpin Simeon ben-Koseba yang kemudian dihancurkan pula dan orang yahudi dilarang memasuki Yerusalem sama sekali.
Pada abad keempat, Yerusalem menjadi Kota Suci bagi kepercayaan Kristen. Pada tahun 312, kaisar Konstantin memerintahkan pendirian gereja di Betlehem dan di Yerusalem (tempat penyaliban dan kebangkitan Yesus, dikenal sebagai Gereja Holy Sepulchre). Namun penerus Konstantin, Julian Apostate tidak meneruskan kepercayaannya dan kembali merubah kekaisaran menjadi penganut pagan. Julian mencoba membangun kembali kuil di yerusalem, namun terhenti ketika kematiannya. Yerusalem sepertinya tidak ditakdirkan memiliki Bait Allah selanjutnya.
Dikutip dari thread ALL ABOUT CRUSADE (Perang Salib)oleh agan sanggarx Salah satu cerita perang Salib paling menggetarkan diungkapkan oleh Raymond dAguiliers,imam dari Raymond de Saint Gilles,seorang pangeran Toulouse.Berikut kisahnya:
Quote:
Tumpukan kepala,tangan,dan kaki nampak di jalan kota-kota.Orang harus berhati-hati di atas tubuh manusia yang tak bernyawa dan bangkai kuda.Tetapi hal itu tidak seberapa di kuil Solomon,sebuah bangunan dimana upacara-upacara religius biasa dilaksanakan.Apa yang terjadi di sana ?Jika saya menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi,ini akan membuat anda susah payah untuk mempercayainya.Karena itu cukup saya katakan banyak,paling tidak,di Kuil dan Beranda Solomon,orang harus berjalan melintas genangan darah setinggi lutut.Kota penuh darah dan Mayat.
Waktu terus berlalu, dan pada tahun 638, Yerusalem terkepung oleh kalifah Omar dan akhirnya jatuh ke tangan muslim. Yerusalem merupakan tempat suci pula bagi umat muslim, terutama di sekitar Temple Mount, di mana nabi Muhammad naik ke surga. Pada akhirnya, masjid Al-Aqsa didirikan di tempat tersebut. Selanjutnya, pada abad ke-7, masjid lain juga didirikan yang disebut dengan Dome of the Rock.
Waktu berlalu kembali......
Setelah kemenangan perang Salib pertama, kebanyakan crusader yang bertahan hidup kembali ke Eropa. Baldwin de Boulogne tetap tinggal dan menjadi raja pertama yerusalem. Sementara itu, Tripoli diperintah oleh Raymond de Saint-Gille, dan Antioch dibawah kuasa Bohemond of Taranto. Pada saat itu, tanah suci telah menarik para peziarah eropa untuk datang. Situs-situs ziarah tersebut yang berada di luar Yerusalem, antara lain: Sephoria (tempat masa kecil Maria), Betlehem (kelahiran Yesus), sungai Yordan (pembabtisan Yesus), gunung Tabor (Yesus dimuliakan), dan jalan dari Yerusalem-Yerikho (tempat cerita Orang Samaria yang Baik Hati). Namun, jalan-jalan di luar tembok kota Yerusalem tidak lah aman. Pada paskah 1119, sebanyak 700 peziarah diserang Saracen di jalan menuju sungai Yordan: 300 terbunuh; 60 dilarikan sebagai budak. Yang lebih parah lagi, pasukan Roger (tangan kanannya Bohemond II of Antioch) disergap dan terbunuh di Field of Blood.
Untuk mengatasi ketidakamanan perjalanan ziarah, dua bangsawan Perancis, Hugues de Payen dari Champagne dan Godfrey de St Omer dari Picardy bersama dengan 7 ksatria lainnya mengusulkan untuk menjaga perjalanan ziarah dari dan ke Tempat Suci kepada raja Baldwin II. Ksatria-ksatria ini tidak menjadi seperti ksatria biasa, namun akan tinggal di komunitas biara mengikuti peraturan St Agustinus. Raja Baldwin II menyetujui rencana tersebut. Dan pada hari natal, Hugues dan Godfrey bersumpah mengikuti kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan di depan Baldwin II dan Warmund of Picquigny di dalam gereja Holy Sepulchre. Kemudian Baldwin memberikan masjid Al-Aqsa sebagai markas mereka. Dan Order of Poor Knight of Temple of Solomon, Order of Temple, atau ksatria Templar lahir.
Yang menjadi pertanyaan apa hubungannya masjid Al-Aqsa dengan Temple of Solomon dan ksatria Templar. Ternyata jawabannya cukup sederhana. Para crusader dulu selalu menyebut Al-Aqsa sebagai Temple of Solomon. Namun, masih menjadi perdebatan apakah hal tersebut terjadi akibat crusader keras kepala menyangkal adanya keberadaan Islam di sana atau karena ketidakpedulian bahwa bangunan tersebut dibangun sebagai masjid. Namun lepas dari itu semua, Templar percaya bahwa area yang diberikan kepada mereka merupakan bekas reruntuhan dari Kuil Salomo.
Diubah oleh SonyBukanSoni 15-01-2014 15:58
0
43K
Kutip
75
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
.r4hma.
#66
SULTAN SALADIN VS KSATRIA TEMPLAR

Kestria Templar
Ordo Bait Allah
Ordo Bait Allah
Spoiler for isi:
Segel Perwira Ordo Bait Allah. kedua penunggang kuda ini ditafsirkan sebagai lambang kemiskinan atau dualitas imam/tentara.
Ordo Bait Allah adalah ordo-religi-militer Kristen terbesar dan paling kuat, disebut juga Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo (bahasa Inggris:Poor Fellow-Soldiers of Christ and of the Temple of Solomo, bahasa Latin: pauperes commilitones Christi Templique Solomonici), berpusat di Yerusalem dan dikenal sebagai para Ksatria Templar (bahasa Inggris: Knights Templar) yang dibentuk pada 1119, setelah Perang Salib Pertama pada 1096, untuk membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya, dan untuk memastikan keamanan para peziarah Eropa yang pergi ke Yerusalem.
Organisasi
Salib Ksastria Ordo Bait Allah
Kaum Templar diatur sebagai sebuah ordo monastik, mengikuti aturan yang diciptakan untuk mereka oleh Bernard dari Clairvaux, seorang anggota Ordo Sistersian. Kaum Templar sangat berhubungan dan dengan cepat menjadi penggerak utama dalam politik internasional di masa Perang Salib. Suatu saat pernah mereka diberikan sejumlah bula Kepausan istimewa (lihat Omne Datum Optimum) yang mengijinkan mereka mengumpulkan pajak dan menerima sumbangan persepuluhan di wilayah yang berada di bawah kuasa mereka, hingga membantu peningkatan kekuasaannya.
Ada empat divisi persaudaraan dalam Templar:
ksatria, dilengkapi sebagai kavaleri berat;
sersan, dilengkapi sebagai kavaleri ringan dan diambil dari kelas sosial yang lebih rendah dari ksatria;
petani, yang menangani harta milik Ordo;
pendeta tentara, yang ditahbiskan sebagai imam dan merawat kebutuhan rohani Ordo.
Setiap ksatria dibantu oleh sepuluh orang. Sebagian bruder memusatkan tugasnya dalam perbankan, karena Ordo ini seringkali dipercayakan dengan harta berharga para peserta Perang Salib. Namun kebanyakan Ksatria Templar ini memusatkan tugasnya pada peperangan. Ini memang sebuah ordo militer yang secara langsung hanya bertanggung jawab kepada Paus. Sebagian menganggapnya sebagai pendahulu dari tentara profesional modern dan satuan-satuan pasukan elit khusus. Kaum Templar menggunakan kekayaan mereka untuk membangun banyak perbentengan di seluruh Tanah Suci. Mereka adalah satuan-satuan yang terlatih paling baik dan paling berdisiplin di masa itu.
Sejarah
Templar didirikan oleh Hugh de Payens, seorang ksatria Perang Salib Pertama, bersama dengan 9 orang ksatria lainnya, pada sekitar tahun 1119. Mereka tetap tinggal di Tanah Suci seusai perang untuk mengawal para peziarah yang datang dari Jaffa ke Yerusalem.
Nama mereka merujuk kepada markas besar mereka yang historis, yaitu Bait Suci Yerusalem di Gunung Bait Suci. Apa yang dikira kaum Templar sebagai Bait Suci Yahudi di Yerusalem sesungguhnya adalah Masjid al-Aqsa, sebuah tempat suci Islam di puncak Bukit Moria, yang mereka ganti namanya menjadi Templum Domini (Bait Suci Tuhan). Puncak ini suci bagi orang Yahudi dan Kristen dan dikenal sebagai Gunung Bait Suci, namun bagi orang Muslim dikenal sebagai Al-Haram ash-Sharif (tempat perlindungan kudus). Templum Domini menjadi model bagi gereja-gereja Templar di kemudian hari di Eropa, seperti misalnya Gereja Temple di London, dan ditampilkan pada beberapa Segel Templar.
Selain di Palestina, ordo ini berperang di Reconquista Spanyol dan Portugal, yaitu perebutan kembali Spanyol dan Portugal dari tangan kekuasaan Islam. Markas besar kaum Templar di Tomar, Portugal adalah Convento de Cristo. Mereka diberikan tanah yang luas dan kastil di daerah yang masih kosong. Pada suatu saat, mereka mewarisi kerajaan Aragon, bersama-sama dengan ordo-ordo militer lainnya. Para Ksatria Templar dapat dikenali melalui mantel luar putih mereka, dengan salib merah yang menonjol yang ditempatkan di atas jantung atau di dada, seperti yang dapat dilihat dalam banyak gambar tentang para perwira Salib.
Perbankan
Hampir secara kebetulan kaum Templar terjun ke dunia perbankan. Ketika orang-orang bergabung dengan ordo ini, sering mereka menyumbangkan uang dalam jumlah besar atau harta milik lainnya kepada ordo ini karena semua harus mengambil sumpah kemiskinan. Ditambah dengan bantuan besar-besaran dari Paus, kekuatan finansial mereka sudah terjamin sejak awal. Karena kaum Templar menyimpan uang tunai di kantor-kantor cabang dan greja-gereja mereka, wajarlah bila pada 1135 Ordo ini mulai meminjamkan uang kepada para peziarah Spanyol yang ingin berkunjung ke Tanah suci. Keterlibatan para Ksatria ini dalam perbankan berkembang di kemudian hari menjadi basis yang baru bagi uang, karena kaum Templar semakin terlibat dalam kegiatan perbankan. Salah satu petunjuk dari koneksi politik mereka yang kuat ialah bahwa keterlibatan kaum Templar dengan riba tidak menimbulkan pertikaian di kalangan Ordo itu maupun Gereja pada umumnya. Tuduhan ini biasanya dihindarkan, dengan dikeluarkannya peraturan bahwa kaum Templar mempunyai hak atas produksi harta milik yang digadaikan.
Koneksi politik kaum Templar dan kesadaran akan sifat komersial dan urban dari komunitas seberang lautan sudah barang tentu menyebabkan Ordo ini memperoleh posisi kekuatan yang penting, baik di Eropa maupun di Tanah Suci. Sukses mereka membangkitkan keprihatinan di kalangan banyak ordo lainnya dan belakangan juga di kalangan kaum bangsawan dan raja-raja Eropa pula, yang pada saat itu berusaha memonopoli kekuasaan atas uang dan perbankan setelah masa kacau yang panjang di mana masyarakat sipil, khususnya Gereja dan ordo awamnya, telah mendominasi aktivitas finansial. Harta milik kaum Templar meluas di Eropa maupun di Timur Tengah, termasuk untuk beberapa waktu di seluruh Pulau Siprus.
Kehancuran
Dua Ksatria Ordo Bait Allah dibakar pada salib, dari naskah abad ke-15 Perancis
Keruntuhan kaum Templar mungkin dimulai oleh masalah pinjaman. Filipus IV, Raja Perancis membutuhkan uang tunai untuk peperangannya dan meminta bantuan uang dari kaum Templar. Mereka menolak. Raja berusaha meminta Paus mengucilkan kaum Templar karena penolakan ini, tetapi Paus Bonifasius VIII menolak. Filipus mengirim penasihatnya Guillaume de Nogaret, dalam upaya menculik Paus. Paus Bonifasius VIII meninggal hanya sebulan kemudian karena terkejut atas usaha itu dan perlakuan yang buruk. Paus berikutnya, Paus Benediktus XI, mencabut pengucilan atas Filip IV tetapi menolak untuk membebaskan Nogaret. Timbul kecurigaan bahwa Paus meninggal karena diracuni oleh agen Nogaret. Paus berikutnya, Paus Klemens V, setuju atas tuntutan-tuntutan Filipus IV terhadap kaum Templar, dan belakangan memindahkan takhta kepausan ke Avignon. Pada 13 Oktober(hari Jumat tanggal 13) yang sial tahun 1307, keseluruhan Ksatria Templar di Perancis secara berbarengan ditawan oleh agen-agen Filipus yang Adil, kemudian disiksa agar mengakui adanya ajaran sesat di kalangan Ordo itu. Pada umumnya orang berpendapat bahwa Filipus, yang merebut perbendaharaan dan menghancurkan sistem perbankan biara, iri terhadap kekayaan dan kekuasaan kaum Templar, dan berusaha mengendalikannya untuk dirinya sendiri. Kejadian-kejadian ini dan aset-aset perbankan kaum Templar yang asli untuk para deposan yang mendadak berpindah-pindah, adalah dua dari banyak perubahan ke arah sistem persetujuan militer untuk mendukung uang Eropa, dan menyingkirkan kekuasaan ini dari Ordo-ordo Gereja. Menyaksikan nasib kaum Templar, para Hospitaller St. Yohanes dari Yerusalem dan Rhodes dan Malta juga merasa harus meninggalkan usaha perbankan mereka. Banyak dari harta kaum Templar di luar Perancis dialihkan oleh Paus kepada para Ksatria Hospitaller, dan banyak Ksatria Templar yang masih tersisa juga diterima menjadi anggota Hospitaller.
Banyak raja dan kaum bangsawan yang mendukung para Ksatria itu saat itu, dan baru membubarkan ordo tersebut di wilayah mereka ketika mereka diperintahkan oleh Paus Klemens V. Robert si Bruce, Raja Skotlandia, telah di-ekskomunikasi karena alasan-alasan lain, dan karena itu tidak mau mendengarkan perintah Paus. Di Portugal, nama Ordo ini diubah menjadi Ordo Kristus, dan diyakini telah ikut berperan dalam penemuan-penemuan pelayaran Portugis yang pertama. Pangeran Henry si Pelayar memimpin ordo Portugis ini selama 20 tahun hingga kematiannya. Di Spanyol, di mana raja Aragon juga menentang penyerahan warisan kaum Templar kepada kaum Hospitaller (seperti yang diperintahkan oleh Clemens V), Ordo Motesalah yang mengambil alih aset-aset kaum Templar.
Tuduhan ajaran sesat
Ilustrasi naskah (sekitar 1350) mengacu kepada tuduhan sodomi yang ditimpakan kepada kaum Templar.
Perdebatan berlanjut tentang apakah tuduhan tentang ajaran sesat memang layak dikenai menurut ukuran masa itu. Di bawah siksaan, sebagian kaum Templar mengaku melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet. Para pemimpin mereka belakangan menyangkal pengakuan-pengakuan ini dan karena itu mereka dihukum mati. Sebagian pakar menolak semua ini dan menganggapnya sebagai pengakuan yang dipaksakan, sesuatu yang biasa terjadi di masa Inkuisisi.
Yang lainnya berpendapat bahwa tuduhan-tuduhan ini sebenarnya disebabkan oleh kesalahpahaman tentang ritual-ritual rahasia yang diadakan di balik pintu tertutup yang berasal pada pergumulan pahit Tentara Salib melawan kaum Saracen. Hal ini mencakup penyangkalan terhadap Kristus dan meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain. Menurut sebagian pakar, dan dokumen-dokumen Vatikan yang baru-baru ini ditemukan, tindakan-tindakan ini dimaksudkan sebagai simulasi terhadap kemungkinan penghinaan dan siksaan yang akan dialami oleh seorang Tentara Salib bila mereka ditangkap oleh kaum Sarasin. Menurut alur penalaran ini, mereka diajarkan bagaimana melakukan kemurtadan hanya dengan pikiran saja dan bukan dengan hati.
Mengenai tuduhan penyembahan kepala dan bahwa kaum Templar berusaha mencampurkan kekristenan dengan Islam, sebagian pakar berpendapat bahwa yang pertama merujuk kepada ritual yang dilakukan dengan relikui Santa Eufemia, salah satu dari 11 hamba perempuan Santa Ursula, Hughes de Payens, dan Yohanes Pembaptis dan bukan penyembahan berhala. Kata yang terakhir konon berasal dari para “chaplain” yang menciptakan istilah Bafomet melalui kode Atbash untuk memistikkan istilah Sophia (kata Yunani untuk “hikmat”). Meskipun semakin diterima, penafsiran ini kontroversial karena penafsiran yang lebih luas diterima ialah bahwa Bafomet adalah sebuah penghinaan dalam bahasa Perancis kuno terhadap nama Nabi Muhammad s.a.w..
Teori persekongkolan berkaitan dengan tekanan terhadap para Ksatria Templar yang seringkali melampaui motif yang disebutkan, yaitu merampas harta milik dan memperkuat kekuatan geopolitik. Menurut posisi Gereja Katolik penganiayaan ini tidak adil, bahwa kaum Templar itu tidak mempunyai kesalahan, dan bahwa Paus pada saat itu dimanipulasi untuk menindas mereka. Jawaban Gereja pada waktu itu memperkuat posisi ini. Proses kepausan yang dimulai oleh Paus Klemens V untuk menginvestigasi baik Ordo secara keseluruhan maupun para anggotanya secara individu sama sekali tidak menemukan seorangpun ksatria yang bersalah menyebarkan ajaran sesat di luar Perancis. Sebanyak 54 ksatria dihukum mati di Perancis oleh penguasa Perancis dengan tuduhan pengaja-pengajar sesat setelah menyangkal kesaksian-kesaksian awal mereka yang disampaikan di hadapan Komisi Kepausan. Hukuman mati ini didorong oleh keinginan Filipus untuk mencegah lebih banyak kaum Templar memiliki gagasan-gagasn yang berani. Upaya ini gagal sama sekali, karena banyak orang lain yang memberikan kesaksian menolak tuduhan-tuduhan ajaran sesat ini dalam investigasi kepausan yang diadakan kemudian.
Pada akhirnya hanya tiga orang yang dituduh sesat langsung oleh Komisi Kepausan yaitu Jacques de Molay dan dua bawahan langsungnya. Mereka diharuskan menolak ajaran sesat mereka secara terbuka di muka umum. De Molay memperoleh keberanian kembali dan menyatakan bahwa Ordo dan ia bersama kedua rekannya tidak bersalah. Keduanya ditangkap oleh penguasa Perancis dan dituduh sebagai penyesat kambuhan, lalu dibakar pada salib pada 1314. Komisi Kepausan menemukan bahwa Ordo itu secara keseluruhan tidak sesat, meskipun ada bukti-bukti terisolasi tentang penyebaran ajaran sesat. Malah Komisi ini mendukung bahwa Ordo itu harus dipertahankan. Namun Klemens V, karena menghadapi pendapat umum yang kian meningkat dan menentang Ordo itu, merasa bahwa satu-satunya pilihan adalah menekan Ordo tersebut, artinya menarik persetujuan paus atasnya.
Sebuah bukti yang menunjukkan bahwa Klemens V sama sekali tidak rela bekerja sama dengan Filipus ialah bahwa Paus memutuskan harta dan tanah Ordo itu dialihkan kepada Ordo Hospitaller (meskipun sebagian tanah kaum Tempar dikuasai oleh Filipus dan para bangsawan Eropa lainnya selama bertahun-tahun. Hal ini bertentangan dengan kehendak Filipus agar harta mereka yang di Perancis dialihkan kepadanya.
Sebuah legenda yang dikenal luas mengatakan bahwa ketika ia dibakar pada salib Jacques de Molay, Guru Besar dari para Ksatria templar, mengutuk Raja Filipus dan Paus Clemens V bahwa mereka akan menemui peradilan kekal dalam tempo satu tahun. Paus Clemens V meninggal hanya satu bulan kemudian, sementara Filipus IV tujuh bulan sesudahnya. Para komentator sangat gembira dengan perkembangan itu dan seringkali menyampaikan cerita ini dalam laporan mereka.
Budaya pop
Para Ksatria Templar mempunyai sejumlah pengaruh dalam budaya pop, dan kebanyakan kurang akurat:
Novel dan komik
Seorang Ksatria Templar, Sir Brian de Bois-Gilbert, adalah penjahat dalam novel Sir Walter Scott Ivanhoe (1820).
Herman Melville memperlakukan para Templar dengan ironis dalam karya singkatnya, “The Paradise of Bachelors and the Tartarus of Maids” (1855).
Ksatria Templar Hinkle Von Vampton berperan sebagai penjahat utama dalam karya satire pasca-modernis Ishmael Reed Mumbo-Jumbo (1972).
Warisan para Ksatria Templar juga tampil dalam Kuintet The Avignon Lawrence Durrell (Monsieur (1974), Livia (1978), Constance (1982), Sebastian (1983), Quinx (1985)).
Mitos tentang para Ksatria Templar sebagai penjaga dan pembela Holy Grail adalah plot utama dalam novel Umberto Eco Foucault’s Pendulum (1988). Foucault’s Pendulum slyly mengakui perspepsi publik tentang para Templar; salah seorang tokohnya menceritakan seorang sarjana Templar, “Bila seseorang membicarakan para Templar, hampir selalu dapat dipastikan bahwa dia gila.”
Pengarang Swedia terkenal Jan Guillou pernah menulis sebuah trilogi tentang Arn Magnusson, sebuah tokoh fiksi Swedia dari Abad Pertengahan yang dipaksa menjadi seorang Ksastria Templar, pergi ke Yerusalem dan setelah kembali ke Swedia, menjadi tokoh militer terkemuka tak lama sebelum masanya Birger Jarl. Trilogi ini diterima dengan baik oleh kritikus dan publik. Buku ini telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa, termasuk Jerman, Spanyol and Inggris. The trilogy, dubbed the Crusades trilogy, consists of the following books:
The Road To Jerusalem (1998)
The Knight Templar (1999)
The Kingdom At The End Of The Road (2000)
Recent interest in Templar mythology (and Freemasonry) has been sparked by its prominent role in Dan Brown’s apocryphal novel and bestseller, The Da Vinci Code (2003), and its movie adaptation.
Film & video games
Novel karya Ivanhoe telah mengilhami tiga buah film dan banyak adaptasi televisi.
Mitos Ksatria Templar sebagai penjaga dan pembela Holy Grail juga menjadi plot utama dalam Indiana Jones and the Last Crusade (1989).
Film The Saint (1997) menampilkan karakter bernama Simon Templar, dan adegan pembukanya mengacu kepada Ksatria Templar.
Templar mythology (and Freemasonry) also has a prominent role in the 2004 movie, National Treasure.
The 2005 film Kingdom of Heaven shows the incompetent last King of Jerusalem, Guy de Lusignan, and his bloodthirsty henchman, Reynald de Chatillon, as Templars, but historically this is inaccurate.
A quartet of horror films (Tombs of the Blind Dead, Return of the Evil Dead, The Ghost Galleon, and Night of the Seagulls) by Spanish director Amando de Ossorio depict the Knights Templar as resurrected mummies in search of human blood.
The Templars are mentioned in various video games such as Ion Storm’s Deus Ex, Deus Ex 2 and Revolution Software’s Broken Sword adventure series. Many of these plots are derived one way or another from the Illuminatus trilogy.
The Black Templars Chapter of Space Marines from the Warhammer 40,000 tabletop wargame are based directly on the historical Knights Templar.
Knights of the Temple: Infernal Crusade, from 2004 by TDK and Starbreeze.
Assassin’s Creed from UBISOFT (2008), take place in Jerusalem during the Templar Periode.
Assassin’s Creed 2 from UBISOFT (2009)
Daftar pemimpin dari tahun 1118 sampai dengan tahun 1314
Huguens de Payns (1118-1136)
Robert de Craon (Robertus Burgundio) (1136-1146)
Everard des Barres (Ebrardus de Barris) (1146-1149)
Bernard de Tremelay (1149-1153)
André de Montbard (1153-1156)
Bertrand de Blanchefort (1156-1169)
Philippe de Milly (Philippus de Neapoli/de Nablus) (1169-1171)
Odo (Eudes) de St Amand (Odon de Saint-Chamand) (1171-1179)
Arnaud de Toroge (Arnaldus de Turre Rubea/de Torroja )(1179-1184)
Gérard de Ridefort (1185-1189)
Robert de Sablé (Robertus de Sabloloi) (1191-1193)
Gilbert Horal (Gilbertus Erail/Herail /Arayl /Horal/Roral) (1193-1200)
Phillipe de Plessis Plaissie`/ Plesse` /Plessiez (1201-1208)
Guillaume de Chartres (Willemus de Carnoto) (1209-1219)
Pierre (Pedro) de Montaigu (Petrus de Monteacuto) (1219-1230)
Armand de Périgord (Hermannus Petragoricensis aka Hermann de Pierre-Grosse) (1232-1244)
Richard de Bures (1245-1247)
Guillaume de Sonnac (Guillelmus de Sonayo) (1247-1250)
Renaud de Vichiers (Rainaldus de Vicherio) (1250-1256)
Thomas Bérard (1256-1273)
Guillaume de Beaujeu (Guillelmus de Belloico) (1273-1291)
Thibaud Gaudin (Thiband Ggandin) (1291-1292)
Jacques de Molay (1292-1314)
Templars List
Tempat yang memiliki hubungan sejarah dengan Knights Templar
Bannockburn, situs Battle of Bannockburn di Skotlandia
Convento de Cristo, Kastil Tomar dan gereja Santa Maria do Olival di Tomar, Portugal.
Kastil Almourol, Idanha, Monsanto, Pombal dan Zêzere di Portugal
Kastil Soure, Coimbra, Portugal
Quinta da Regaleira di Sintra, Portugal
Kastil Kolossi di Siprus
Pulau Lundy, Devon, Inggris
Westerdale, North Yorkshire, Inggris
Temple Church, Inner Temple, London, Inggris
Hertford, Inggris the Guardian
Holy Sepulchre di Cambridge, Inggris Round Church
St Sepulchre’s di Northampton, Inggris
Kapel Rosslyn dan gereja Orphir in Skotlandia
Temple Mount, Dome of the Rock, dan Well of Souls di Yerusalem
Kapel Chwarszczany di Polandia
La chapelle saint-Georges d’Ydes di Perancis
Gereja di Laon Perancis
Round Church of Lanleff in Brittany, Perancis
Kastil Barberà di Spanyol
Kastil Ponferrada di Spanyol
Krak des Chevaliers (Kastil milik Knights Hospitaller)
Kastil Blanc Syria
Pulau Oak, Nova Scotia (fabled western outpost)
Sistem Irigasi di Aragon, Spanyol
Gereja San Jacopo di Campo Corbolini, in Florence Italia
Tempelhof di Berlin, Jerman
Ordo Bait Allah adalah ordo-religi-militer Kristen terbesar dan paling kuat, disebut juga Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo (bahasa Inggris:Poor Fellow-Soldiers of Christ and of the Temple of Solomo, bahasa Latin: pauperes commilitones Christi Templique Solomonici), berpusat di Yerusalem dan dikenal sebagai para Ksatria Templar (bahasa Inggris: Knights Templar) yang dibentuk pada 1119, setelah Perang Salib Pertama pada 1096, untuk membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya, dan untuk memastikan keamanan para peziarah Eropa yang pergi ke Yerusalem.
Organisasi
Salib Ksastria Ordo Bait Allah
Kaum Templar diatur sebagai sebuah ordo monastik, mengikuti aturan yang diciptakan untuk mereka oleh Bernard dari Clairvaux, seorang anggota Ordo Sistersian. Kaum Templar sangat berhubungan dan dengan cepat menjadi penggerak utama dalam politik internasional di masa Perang Salib. Suatu saat pernah mereka diberikan sejumlah bula Kepausan istimewa (lihat Omne Datum Optimum) yang mengijinkan mereka mengumpulkan pajak dan menerima sumbangan persepuluhan di wilayah yang berada di bawah kuasa mereka, hingga membantu peningkatan kekuasaannya.
Ada empat divisi persaudaraan dalam Templar:
ksatria, dilengkapi sebagai kavaleri berat;
sersan, dilengkapi sebagai kavaleri ringan dan diambil dari kelas sosial yang lebih rendah dari ksatria;
petani, yang menangani harta milik Ordo;
pendeta tentara, yang ditahbiskan sebagai imam dan merawat kebutuhan rohani Ordo.
Setiap ksatria dibantu oleh sepuluh orang. Sebagian bruder memusatkan tugasnya dalam perbankan, karena Ordo ini seringkali dipercayakan dengan harta berharga para peserta Perang Salib. Namun kebanyakan Ksatria Templar ini memusatkan tugasnya pada peperangan. Ini memang sebuah ordo militer yang secara langsung hanya bertanggung jawab kepada Paus. Sebagian menganggapnya sebagai pendahulu dari tentara profesional modern dan satuan-satuan pasukan elit khusus. Kaum Templar menggunakan kekayaan mereka untuk membangun banyak perbentengan di seluruh Tanah Suci. Mereka adalah satuan-satuan yang terlatih paling baik dan paling berdisiplin di masa itu.
Sejarah
Templar didirikan oleh Hugh de Payens, seorang ksatria Perang Salib Pertama, bersama dengan 9 orang ksatria lainnya, pada sekitar tahun 1119. Mereka tetap tinggal di Tanah Suci seusai perang untuk mengawal para peziarah yang datang dari Jaffa ke Yerusalem.
Nama mereka merujuk kepada markas besar mereka yang historis, yaitu Bait Suci Yerusalem di Gunung Bait Suci. Apa yang dikira kaum Templar sebagai Bait Suci Yahudi di Yerusalem sesungguhnya adalah Masjid al-Aqsa, sebuah tempat suci Islam di puncak Bukit Moria, yang mereka ganti namanya menjadi Templum Domini (Bait Suci Tuhan). Puncak ini suci bagi orang Yahudi dan Kristen dan dikenal sebagai Gunung Bait Suci, namun bagi orang Muslim dikenal sebagai Al-Haram ash-Sharif (tempat perlindungan kudus). Templum Domini menjadi model bagi gereja-gereja Templar di kemudian hari di Eropa, seperti misalnya Gereja Temple di London, dan ditampilkan pada beberapa Segel Templar.
Selain di Palestina, ordo ini berperang di Reconquista Spanyol dan Portugal, yaitu perebutan kembali Spanyol dan Portugal dari tangan kekuasaan Islam. Markas besar kaum Templar di Tomar, Portugal adalah Convento de Cristo. Mereka diberikan tanah yang luas dan kastil di daerah yang masih kosong. Pada suatu saat, mereka mewarisi kerajaan Aragon, bersama-sama dengan ordo-ordo militer lainnya. Para Ksatria Templar dapat dikenali melalui mantel luar putih mereka, dengan salib merah yang menonjol yang ditempatkan di atas jantung atau di dada, seperti yang dapat dilihat dalam banyak gambar tentang para perwira Salib.
Perbankan
Hampir secara kebetulan kaum Templar terjun ke dunia perbankan. Ketika orang-orang bergabung dengan ordo ini, sering mereka menyumbangkan uang dalam jumlah besar atau harta milik lainnya kepada ordo ini karena semua harus mengambil sumpah kemiskinan. Ditambah dengan bantuan besar-besaran dari Paus, kekuatan finansial mereka sudah terjamin sejak awal. Karena kaum Templar menyimpan uang tunai di kantor-kantor cabang dan greja-gereja mereka, wajarlah bila pada 1135 Ordo ini mulai meminjamkan uang kepada para peziarah Spanyol yang ingin berkunjung ke Tanah suci. Keterlibatan para Ksatria ini dalam perbankan berkembang di kemudian hari menjadi basis yang baru bagi uang, karena kaum Templar semakin terlibat dalam kegiatan perbankan. Salah satu petunjuk dari koneksi politik mereka yang kuat ialah bahwa keterlibatan kaum Templar dengan riba tidak menimbulkan pertikaian di kalangan Ordo itu maupun Gereja pada umumnya. Tuduhan ini biasanya dihindarkan, dengan dikeluarkannya peraturan bahwa kaum Templar mempunyai hak atas produksi harta milik yang digadaikan.
Koneksi politik kaum Templar dan kesadaran akan sifat komersial dan urban dari komunitas seberang lautan sudah barang tentu menyebabkan Ordo ini memperoleh posisi kekuatan yang penting, baik di Eropa maupun di Tanah Suci. Sukses mereka membangkitkan keprihatinan di kalangan banyak ordo lainnya dan belakangan juga di kalangan kaum bangsawan dan raja-raja Eropa pula, yang pada saat itu berusaha memonopoli kekuasaan atas uang dan perbankan setelah masa kacau yang panjang di mana masyarakat sipil, khususnya Gereja dan ordo awamnya, telah mendominasi aktivitas finansial. Harta milik kaum Templar meluas di Eropa maupun di Timur Tengah, termasuk untuk beberapa waktu di seluruh Pulau Siprus.
Kehancuran
Dua Ksatria Ordo Bait Allah dibakar pada salib, dari naskah abad ke-15 Perancis
Keruntuhan kaum Templar mungkin dimulai oleh masalah pinjaman. Filipus IV, Raja Perancis membutuhkan uang tunai untuk peperangannya dan meminta bantuan uang dari kaum Templar. Mereka menolak. Raja berusaha meminta Paus mengucilkan kaum Templar karena penolakan ini, tetapi Paus Bonifasius VIII menolak. Filipus mengirim penasihatnya Guillaume de Nogaret, dalam upaya menculik Paus. Paus Bonifasius VIII meninggal hanya sebulan kemudian karena terkejut atas usaha itu dan perlakuan yang buruk. Paus berikutnya, Paus Benediktus XI, mencabut pengucilan atas Filip IV tetapi menolak untuk membebaskan Nogaret. Timbul kecurigaan bahwa Paus meninggal karena diracuni oleh agen Nogaret. Paus berikutnya, Paus Klemens V, setuju atas tuntutan-tuntutan Filipus IV terhadap kaum Templar, dan belakangan memindahkan takhta kepausan ke Avignon. Pada 13 Oktober(hari Jumat tanggal 13) yang sial tahun 1307, keseluruhan Ksatria Templar di Perancis secara berbarengan ditawan oleh agen-agen Filipus yang Adil, kemudian disiksa agar mengakui adanya ajaran sesat di kalangan Ordo itu. Pada umumnya orang berpendapat bahwa Filipus, yang merebut perbendaharaan dan menghancurkan sistem perbankan biara, iri terhadap kekayaan dan kekuasaan kaum Templar, dan berusaha mengendalikannya untuk dirinya sendiri. Kejadian-kejadian ini dan aset-aset perbankan kaum Templar yang asli untuk para deposan yang mendadak berpindah-pindah, adalah dua dari banyak perubahan ke arah sistem persetujuan militer untuk mendukung uang Eropa, dan menyingkirkan kekuasaan ini dari Ordo-ordo Gereja. Menyaksikan nasib kaum Templar, para Hospitaller St. Yohanes dari Yerusalem dan Rhodes dan Malta juga merasa harus meninggalkan usaha perbankan mereka. Banyak dari harta kaum Templar di luar Perancis dialihkan oleh Paus kepada para Ksatria Hospitaller, dan banyak Ksatria Templar yang masih tersisa juga diterima menjadi anggota Hospitaller.
Banyak raja dan kaum bangsawan yang mendukung para Ksatria itu saat itu, dan baru membubarkan ordo tersebut di wilayah mereka ketika mereka diperintahkan oleh Paus Klemens V. Robert si Bruce, Raja Skotlandia, telah di-ekskomunikasi karena alasan-alasan lain, dan karena itu tidak mau mendengarkan perintah Paus. Di Portugal, nama Ordo ini diubah menjadi Ordo Kristus, dan diyakini telah ikut berperan dalam penemuan-penemuan pelayaran Portugis yang pertama. Pangeran Henry si Pelayar memimpin ordo Portugis ini selama 20 tahun hingga kematiannya. Di Spanyol, di mana raja Aragon juga menentang penyerahan warisan kaum Templar kepada kaum Hospitaller (seperti yang diperintahkan oleh Clemens V), Ordo Motesalah yang mengambil alih aset-aset kaum Templar.
Tuduhan ajaran sesat
Ilustrasi naskah (sekitar 1350) mengacu kepada tuduhan sodomi yang ditimpakan kepada kaum Templar.
Perdebatan berlanjut tentang apakah tuduhan tentang ajaran sesat memang layak dikenai menurut ukuran masa itu. Di bawah siksaan, sebagian kaum Templar mengaku melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet. Para pemimpin mereka belakangan menyangkal pengakuan-pengakuan ini dan karena itu mereka dihukum mati. Sebagian pakar menolak semua ini dan menganggapnya sebagai pengakuan yang dipaksakan, sesuatu yang biasa terjadi di masa Inkuisisi.
Yang lainnya berpendapat bahwa tuduhan-tuduhan ini sebenarnya disebabkan oleh kesalahpahaman tentang ritual-ritual rahasia yang diadakan di balik pintu tertutup yang berasal pada pergumulan pahit Tentara Salib melawan kaum Saracen. Hal ini mencakup penyangkalan terhadap Kristus dan meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain. Menurut sebagian pakar, dan dokumen-dokumen Vatikan yang baru-baru ini ditemukan, tindakan-tindakan ini dimaksudkan sebagai simulasi terhadap kemungkinan penghinaan dan siksaan yang akan dialami oleh seorang Tentara Salib bila mereka ditangkap oleh kaum Sarasin. Menurut alur penalaran ini, mereka diajarkan bagaimana melakukan kemurtadan hanya dengan pikiran saja dan bukan dengan hati.
Mengenai tuduhan penyembahan kepala dan bahwa kaum Templar berusaha mencampurkan kekristenan dengan Islam, sebagian pakar berpendapat bahwa yang pertama merujuk kepada ritual yang dilakukan dengan relikui Santa Eufemia, salah satu dari 11 hamba perempuan Santa Ursula, Hughes de Payens, dan Yohanes Pembaptis dan bukan penyembahan berhala. Kata yang terakhir konon berasal dari para “chaplain” yang menciptakan istilah Bafomet melalui kode Atbash untuk memistikkan istilah Sophia (kata Yunani untuk “hikmat”). Meskipun semakin diterima, penafsiran ini kontroversial karena penafsiran yang lebih luas diterima ialah bahwa Bafomet adalah sebuah penghinaan dalam bahasa Perancis kuno terhadap nama Nabi Muhammad s.a.w..
Teori persekongkolan berkaitan dengan tekanan terhadap para Ksatria Templar yang seringkali melampaui motif yang disebutkan, yaitu merampas harta milik dan memperkuat kekuatan geopolitik. Menurut posisi Gereja Katolik penganiayaan ini tidak adil, bahwa kaum Templar itu tidak mempunyai kesalahan, dan bahwa Paus pada saat itu dimanipulasi untuk menindas mereka. Jawaban Gereja pada waktu itu memperkuat posisi ini. Proses kepausan yang dimulai oleh Paus Klemens V untuk menginvestigasi baik Ordo secara keseluruhan maupun para anggotanya secara individu sama sekali tidak menemukan seorangpun ksatria yang bersalah menyebarkan ajaran sesat di luar Perancis. Sebanyak 54 ksatria dihukum mati di Perancis oleh penguasa Perancis dengan tuduhan pengaja-pengajar sesat setelah menyangkal kesaksian-kesaksian awal mereka yang disampaikan di hadapan Komisi Kepausan. Hukuman mati ini didorong oleh keinginan Filipus untuk mencegah lebih banyak kaum Templar memiliki gagasan-gagasn yang berani. Upaya ini gagal sama sekali, karena banyak orang lain yang memberikan kesaksian menolak tuduhan-tuduhan ajaran sesat ini dalam investigasi kepausan yang diadakan kemudian.
Pada akhirnya hanya tiga orang yang dituduh sesat langsung oleh Komisi Kepausan yaitu Jacques de Molay dan dua bawahan langsungnya. Mereka diharuskan menolak ajaran sesat mereka secara terbuka di muka umum. De Molay memperoleh keberanian kembali dan menyatakan bahwa Ordo dan ia bersama kedua rekannya tidak bersalah. Keduanya ditangkap oleh penguasa Perancis dan dituduh sebagai penyesat kambuhan, lalu dibakar pada salib pada 1314. Komisi Kepausan menemukan bahwa Ordo itu secara keseluruhan tidak sesat, meskipun ada bukti-bukti terisolasi tentang penyebaran ajaran sesat. Malah Komisi ini mendukung bahwa Ordo itu harus dipertahankan. Namun Klemens V, karena menghadapi pendapat umum yang kian meningkat dan menentang Ordo itu, merasa bahwa satu-satunya pilihan adalah menekan Ordo tersebut, artinya menarik persetujuan paus atasnya.
Sebuah bukti yang menunjukkan bahwa Klemens V sama sekali tidak rela bekerja sama dengan Filipus ialah bahwa Paus memutuskan harta dan tanah Ordo itu dialihkan kepada Ordo Hospitaller (meskipun sebagian tanah kaum Tempar dikuasai oleh Filipus dan para bangsawan Eropa lainnya selama bertahun-tahun. Hal ini bertentangan dengan kehendak Filipus agar harta mereka yang di Perancis dialihkan kepadanya.
Sebuah legenda yang dikenal luas mengatakan bahwa ketika ia dibakar pada salib Jacques de Molay, Guru Besar dari para Ksatria templar, mengutuk Raja Filipus dan Paus Clemens V bahwa mereka akan menemui peradilan kekal dalam tempo satu tahun. Paus Clemens V meninggal hanya satu bulan kemudian, sementara Filipus IV tujuh bulan sesudahnya. Para komentator sangat gembira dengan perkembangan itu dan seringkali menyampaikan cerita ini dalam laporan mereka.
Budaya pop
Para Ksatria Templar mempunyai sejumlah pengaruh dalam budaya pop, dan kebanyakan kurang akurat:
Novel dan komik
Seorang Ksatria Templar, Sir Brian de Bois-Gilbert, adalah penjahat dalam novel Sir Walter Scott Ivanhoe (1820).
Herman Melville memperlakukan para Templar dengan ironis dalam karya singkatnya, “The Paradise of Bachelors and the Tartarus of Maids” (1855).
Ksatria Templar Hinkle Von Vampton berperan sebagai penjahat utama dalam karya satire pasca-modernis Ishmael Reed Mumbo-Jumbo (1972).
Warisan para Ksatria Templar juga tampil dalam Kuintet The Avignon Lawrence Durrell (Monsieur (1974), Livia (1978), Constance (1982), Sebastian (1983), Quinx (1985)).
Mitos tentang para Ksatria Templar sebagai penjaga dan pembela Holy Grail adalah plot utama dalam novel Umberto Eco Foucault’s Pendulum (1988). Foucault’s Pendulum slyly mengakui perspepsi publik tentang para Templar; salah seorang tokohnya menceritakan seorang sarjana Templar, “Bila seseorang membicarakan para Templar, hampir selalu dapat dipastikan bahwa dia gila.”
Pengarang Swedia terkenal Jan Guillou pernah menulis sebuah trilogi tentang Arn Magnusson, sebuah tokoh fiksi Swedia dari Abad Pertengahan yang dipaksa menjadi seorang Ksastria Templar, pergi ke Yerusalem dan setelah kembali ke Swedia, menjadi tokoh militer terkemuka tak lama sebelum masanya Birger Jarl. Trilogi ini diterima dengan baik oleh kritikus dan publik. Buku ini telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa, termasuk Jerman, Spanyol and Inggris. The trilogy, dubbed the Crusades trilogy, consists of the following books:
The Road To Jerusalem (1998)
The Knight Templar (1999)
The Kingdom At The End Of The Road (2000)
Recent interest in Templar mythology (and Freemasonry) has been sparked by its prominent role in Dan Brown’s apocryphal novel and bestseller, The Da Vinci Code (2003), and its movie adaptation.
Film & video games
Novel karya Ivanhoe telah mengilhami tiga buah film dan banyak adaptasi televisi.
Mitos Ksatria Templar sebagai penjaga dan pembela Holy Grail juga menjadi plot utama dalam Indiana Jones and the Last Crusade (1989).
Film The Saint (1997) menampilkan karakter bernama Simon Templar, dan adegan pembukanya mengacu kepada Ksatria Templar.
Templar mythology (and Freemasonry) also has a prominent role in the 2004 movie, National Treasure.
The 2005 film Kingdom of Heaven shows the incompetent last King of Jerusalem, Guy de Lusignan, and his bloodthirsty henchman, Reynald de Chatillon, as Templars, but historically this is inaccurate.
A quartet of horror films (Tombs of the Blind Dead, Return of the Evil Dead, The Ghost Galleon, and Night of the Seagulls) by Spanish director Amando de Ossorio depict the Knights Templar as resurrected mummies in search of human blood.
The Templars are mentioned in various video games such as Ion Storm’s Deus Ex, Deus Ex 2 and Revolution Software’s Broken Sword adventure series. Many of these plots are derived one way or another from the Illuminatus trilogy.
The Black Templars Chapter of Space Marines from the Warhammer 40,000 tabletop wargame are based directly on the historical Knights Templar.
Knights of the Temple: Infernal Crusade, from 2004 by TDK and Starbreeze.
Assassin’s Creed from UBISOFT (2008), take place in Jerusalem during the Templar Periode.
Assassin’s Creed 2 from UBISOFT (2009)
Daftar pemimpin dari tahun 1118 sampai dengan tahun 1314
Huguens de Payns (1118-1136)
Robert de Craon (Robertus Burgundio) (1136-1146)
Everard des Barres (Ebrardus de Barris) (1146-1149)
Bernard de Tremelay (1149-1153)
André de Montbard (1153-1156)
Bertrand de Blanchefort (1156-1169)
Philippe de Milly (Philippus de Neapoli/de Nablus) (1169-1171)
Odo (Eudes) de St Amand (Odon de Saint-Chamand) (1171-1179)
Arnaud de Toroge (Arnaldus de Turre Rubea/de Torroja )(1179-1184)
Gérard de Ridefort (1185-1189)
Robert de Sablé (Robertus de Sabloloi) (1191-1193)
Gilbert Horal (Gilbertus Erail/Herail /Arayl /Horal/Roral) (1193-1200)
Phillipe de Plessis Plaissie`/ Plesse` /Plessiez (1201-1208)
Guillaume de Chartres (Willemus de Carnoto) (1209-1219)
Pierre (Pedro) de Montaigu (Petrus de Monteacuto) (1219-1230)
Armand de Périgord (Hermannus Petragoricensis aka Hermann de Pierre-Grosse) (1232-1244)
Richard de Bures (1245-1247)
Guillaume de Sonnac (Guillelmus de Sonayo) (1247-1250)
Renaud de Vichiers (Rainaldus de Vicherio) (1250-1256)
Thomas Bérard (1256-1273)
Guillaume de Beaujeu (Guillelmus de Belloico) (1273-1291)
Thibaud Gaudin (Thiband Ggandin) (1291-1292)
Jacques de Molay (1292-1314)
Templars List
Tempat yang memiliki hubungan sejarah dengan Knights Templar
Bannockburn, situs Battle of Bannockburn di Skotlandia
Convento de Cristo, Kastil Tomar dan gereja Santa Maria do Olival di Tomar, Portugal.
Kastil Almourol, Idanha, Monsanto, Pombal dan Zêzere di Portugal
Kastil Soure, Coimbra, Portugal
Quinta da Regaleira di Sintra, Portugal
Kastil Kolossi di Siprus
Pulau Lundy, Devon, Inggris
Westerdale, North Yorkshire, Inggris
Temple Church, Inner Temple, London, Inggris
Hertford, Inggris the Guardian
Holy Sepulchre di Cambridge, Inggris Round Church
St Sepulchre’s di Northampton, Inggris
Kapel Rosslyn dan gereja Orphir in Skotlandia
Temple Mount, Dome of the Rock, dan Well of Souls di Yerusalem
Kapel Chwarszczany di Polandia
La chapelle saint-Georges d’Ydes di Perancis
Gereja di Laon Perancis
Round Church of Lanleff in Brittany, Perancis
Kastil Barberà di Spanyol
Kastil Ponferrada di Spanyol
Krak des Chevaliers (Kastil milik Knights Hospitaller)
Kastil Blanc Syria
Pulau Oak, Nova Scotia (fabled western outpost)
Sistem Irigasi di Aragon, Spanyol
Gereja San Jacopo di Campo Corbolini, in Florence Italia
Tempelhof di Berlin, Jerman
Diubah oleh Ibrahim_R 25-03-2016 21:49
0
Kutip
Balas