- Beranda
- Stories from the Heart
Generation With No Mythologies To Follow
...
TS
konigswood
Generation With No Mythologies To Follow
Love? What is that? Seems legit, can I have some on it?
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Hai untuk seseorang disana, Aku sayang padamu ketika aku benar benar membencimu saat ini, maafkan aku yang terlalu angkuh untuk mengatakan aku sayang padamu, maafkan aku yang ternyata tidak berusaha saat engkau hendak meninggalkan ku terdampar disini
Just enjoy it, If there was same name, same place, same stories (Copy Paste) at this story, i just said So sorry im to terrible to hear that, cz My stories gonna using similar name similar place, if you wanna share it, please dont forgot the copyright
Moral? I dont give a fuck with it, so here we go!
Kita coba sedikit pengindexan ya, sebelumnya ga ada indexnya
Spoiler for Sop Iler:
Diubah oleh konigswood 11-01-2018 11:35
0
92.1K
501
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
konigswood
#4
One step Further
"KK I wanna go home too, maybe next week we gonna have a date, dont miss it babe"
Ciuman di pipi berhasil mendarat, aku izin pada Om Aji yang sedang sibuk dengan komputernya, kemudian dengan menggunakan Taxi aku menuju arah rumah
Persiapan natal dan sebagainya sudah nampak di pinggir jalan saat aku mulai menyusuri jalan raya di jakarta, meskipun aku seorang pemeluk agama Islam, tetapi banyak tetangga dan rekan – rekanku yang merayakan Natal
Keharmonisan antar umat beragama seharusnya terjaga, tidak seperti sekarang, ada isu agama untuk memecah belah satu sama lain, dunno what a thing at their brain, better komunism then democrazy or liberal right?
Sesampainya di rumah aku berselancar di jagat internet, untuk mencari universitas yang baik dan sesuai dengan yang ku inginkan, sekitar Jakarta, dan berstandar Internasional, tidak terlalu lama surfing aku mendapatkan informasi mengenai Universitas tersebut, hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek faculty dept, What a great here, there was just School of Business Management, and School of International Marketing, Physicl? Civil? IT? Doesn’t exist here dude, I repeat it, doesn’t exist. Hanya ada 2 faculty dept dengan Grade A dengan sertifikasi ISO, What a Play, Comparative advantage terkadang memungkinkan kita untuk menjadi seorang / lembaga yang ahli pada satu bidang, namun dapat bersaing bahkan penguasa market, percuma kita menyediakan faculty dept yang banyak namun mediocre semua, mending satu namun Grade A
“Pa, Besok ke Senayan pa, mau kuliah aku, papa sediain uang sekitar 200 juta aja pa”
“What a Faculty Dept?”
“School of Business Management, International business”
“Don’t u take double Degree? It gonna awesome in 2 or 3 year later”
“Just one, and ill show how good I am, its what a call as comparative advantage”
“Great, that’s my son, I still hope u wanna outta there”
“Pa, di dalem aja sih, males tinggal di luar, kalau mau kita pindah aja langsung bareng, jangan Cuma aku sendiri”
“KK, Im in, Tomorrow right? I will transfer to ur account”
Sesungguhnya aku tidak mau berkuliah di luar negeri karena, aku masih mencari tahu dimana Mama ku tinggal saat ini, aku belum menemukannya
Sedih sekali jika orang tua kandung sudah tak lagi tinggal serumah, Love ya mam, love ya pa, sehat selalu untuk kalian, maaf jika aku saat ini malah meninggalkan kalian di Indonesia, I just do what all of u want me to do
Sekolahku setiap tanggal 20 Desember akan libur hingga awal tahun, sama seperti sekolah pada umumnya, di hari terakhir itu sebenarnya hanya mengambil remedial saja, jika diperlukan, dan jika tidak di perlukan cukup berdiam diri di rumah
Pagi ini aku berangkat menuju ke Bilangan Senayan untuk mendaftar kuliah, heran? Tentu, baru odd term udah sibuk regist university, karna kita swasta bukan negri, beda dengan sistem SNMPTN atau mungkin SBMPTN bahkan PMDK yang akan di sibukan saat even term
“Excuse me sir, may I assist you” Ucap ramah seorang karyawan kampus ini
“Yes, can you speak in Bahasa?” Ucap papa ku
“Oh bisa pak, kirain expat” Ucap wanita tersebut
“Saya mau daftarin anak saya untuk kuliah, admisi room dimana ya?”
“Mari bapak ikuti saya, saya antarkan ke ruang admisi” tuturnya dengan ramah
If u notice, there just a Receptionist, but they fluent in English, what a receptionist? I thought there was just top manager level should fluent in English, Bagaimana cara seorang receptionist bahwa kami orang asing dari kampus tersebut? Simple kami parkir di parkir tamu, kalo mahasiswa masuk ke kampus jalan kaki dari park area, bukan berasa dari Under Ground Floor, dan kami tidak menggunakan tanda pengenal seperti yang lain
“Silahkan Bapak dan anaknya untuk ke counter 3, untuk memenuhi administrasi yang diminta oleh pihak yayasan” Tuturnya lembut
“K Thanks, this for you” ucap papa ku sembari memberikan tip 50 ribu kepada wanita tersebut
“Sorry sir, bukan bermaksud untuk menolak, tapi sudah SOP seperti ini, dan dilarang menerima Tip, wages saya sudah cukup kok pak, maaf sekali lagi pak”
“Just get it, I don’t tell to another, I will so mad if u ignoring this one”
“Thanks anyway”
At counter 3
“Hello Sir, what I can do for you?”
“My son wanna regist here”
“Oh, Can I borrow your ID card and the regist document?”
“Here is it”
“Can you speak in Bahasa sir? Cuz it will make us more simply to understand each other”
“Ya bisa lah, lha wong saya tinggal disini”
“Ini pak, anak bapak kan tidak memiliki sertifikasi keterangan mengikuti UN di Indonesia, nah kebetulan di kampus kami, menerima yang tidak memiliki sertifikasi UN, dan yang terpenting anak bapak harus lolos English Proficiency Test dan ESQ, di kampus kami tidak menerapkan pembelajar dengan metode IQ dan Toefl, kami mengandalkan ESQ dan English Proficiency”
“Oh Tes masuk ya? boleh diskip gitu ga mbak?”
“Maaf pak, itu tidak bisa di skip, dan wajib di ikuti, untuk menentukan kelas nantinya, karena kami tidak melakukan pengisian KRS seperti kampus lain, kami mempaketkan semua course yang akan di tempuh selama 8 semester”
“Oh gitu ya mbak, kalau disini BP 3 sama DP nya berapa ya?”
“Untuk finansial, bisa bapak lihat di lembaran akhir dari regist book let yang di download melalui Website kami”
“Semalam anak saya bilang 200 Juta sih mbak, cuman saya kok ragu, masa cuman 200 Juta”
“Anak bapak mengambil International Business, untuk DP nya di kenakan biaya 210 Juta, sedangkan BP 3 nya per SKS dikenakan 2 juta, untuk semester 1 akan ada 24 SKS jadi total tagihan berjumlah 258 Juta”
“Pembayarannya gimana ya mbak? Ga mungkin dong saya bawa tunai begitu?”
“Untuk pembayaran, kami bekerja sama dengan Bank Swasta, nantinya anak bapak akan membuat account disana untuk di jadwalkan auto debet pembayaran kuliah, serta nantinya akan membuat kartu mahasiswa di bank tersebut”
“Oh gitu ya mbak”
“Iya seperti itu pak, ada yang bisa saya bantu lagi? Pendaftaran sudah selesai, tinggal melakukan pembayaran yang akan di jadwal kan oleh bank mitra kami”
“Saya rasa cukup mbak, Thanks anyway”
“Pa, kok low level employee bisa fluent english ya? gaji mereka berapaan sebulan tuh? Minimal paling ngga mereka toefl 600 gitu mah, secara toefl 600 itu kan ya untuk org yang jago bahasa aja pa”
“Jangan heran gitu dong, mereka wajar bisa, karena mereka kerja di lingkungan yang englishable, dan gaji mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan, papa juga yakin mereka semua mahasiswa disini, cukup keliatan dari body language yang cinta darah daging sama kampus ini”
“Kamu bisa pulang sendiri ngga? Papa mau ketemu client siang ini”
“Oke, care pa, aku naik taksi aja, mobil papa bawa aja”
Setelah menyelesaikan pendaftaran ku berikan kabar kepada 5 kawan ku
“Nyet, Gua Kuliah di Senayan, lu pada gimana? Jangan jadi gigolo tobat oi tobat” Share to Whats App Group
“Alah pepek, kek orang bule aja lu, gw sekolah militer nyet” balas martin dengan cepat
“Ya elah lu jadi kacung negara, bayar berapa lu?” Ucap ku
“Murah lah nyet, cepek tiaw”
“Sok chinese lu, gw yang chinese diem diem aja “ ucap Fajar
“Oi chinese tapir lu nguli dimane abis ini?”
“PR gw di deket kampus lu nyet, gw bloman daftar tapinya”
“Daftar lah bego, kek otak pinter aja nunggu – nunggu belakangan, sadar kapasitas otak lah”
“Si Kampret kalo ngomong berasa ga punya dosa jar” ucap ainun tiba – tiba
“Lu gimana nyet? Jadi athlet? Elah kerjaan lu make love mulu mana bisa jadi atlet, yang ada kropos tulang lu”
“Burhat Pehekpek samamu”
“LMAO”
“Eh nyet, kemaren ruth gimana rasanya? Padahal gw yang ngincer dia duluan malah yang dapet elu”
“Sedep nyet, Brunette bruh, makanya lu gercep lah, lamban”
“Itu si wulka rata tapi genjotannya asoi nyet, asli lah anjing 2 jam ga nyampe2, kurang napsuin tapi ngehe staminanya”
“Derita LO, Derita Nenek LO, Derita Keluarga besar LO”
“Karina jos abis, gw dapet 5 ronde ama dia, ngoahahahah” ucap martin tiba – tiba memamerkan foto syurnya bersama karina
“Botak anjing” gerutuku
“Liat deh nih gw zoom, kalo lu ga keliatan, barbuknya nih ada” Martin sent photos
“Asu, Exsib lu ngehe, ngapain coba lu maen di pager? Terus ada abang nas gor lagi” ucap ku saat melihat sepasang anak muda dress less sembari bercumbu dimana ada tukang nasi goreng sebagai latarnya
Ciuman di pipi berhasil mendarat, aku izin pada Om Aji yang sedang sibuk dengan komputernya, kemudian dengan menggunakan Taxi aku menuju arah rumah
Persiapan natal dan sebagainya sudah nampak di pinggir jalan saat aku mulai menyusuri jalan raya di jakarta, meskipun aku seorang pemeluk agama Islam, tetapi banyak tetangga dan rekan – rekanku yang merayakan Natal
Keharmonisan antar umat beragama seharusnya terjaga, tidak seperti sekarang, ada isu agama untuk memecah belah satu sama lain, dunno what a thing at their brain, better komunism then democrazy or liberal right?
Sesampainya di rumah aku berselancar di jagat internet, untuk mencari universitas yang baik dan sesuai dengan yang ku inginkan, sekitar Jakarta, dan berstandar Internasional, tidak terlalu lama surfing aku mendapatkan informasi mengenai Universitas tersebut, hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek faculty dept, What a great here, there was just School of Business Management, and School of International Marketing, Physicl? Civil? IT? Doesn’t exist here dude, I repeat it, doesn’t exist. Hanya ada 2 faculty dept dengan Grade A dengan sertifikasi ISO, What a Play, Comparative advantage terkadang memungkinkan kita untuk menjadi seorang / lembaga yang ahli pada satu bidang, namun dapat bersaing bahkan penguasa market, percuma kita menyediakan faculty dept yang banyak namun mediocre semua, mending satu namun Grade A
“Pa, Besok ke Senayan pa, mau kuliah aku, papa sediain uang sekitar 200 juta aja pa”
“What a Faculty Dept?”
“School of Business Management, International business”
“Don’t u take double Degree? It gonna awesome in 2 or 3 year later”
“Just one, and ill show how good I am, its what a call as comparative advantage”
“Great, that’s my son, I still hope u wanna outta there”
“Pa, di dalem aja sih, males tinggal di luar, kalau mau kita pindah aja langsung bareng, jangan Cuma aku sendiri”
“KK, Im in, Tomorrow right? I will transfer to ur account”
Sesungguhnya aku tidak mau berkuliah di luar negeri karena, aku masih mencari tahu dimana Mama ku tinggal saat ini, aku belum menemukannya
Sedih sekali jika orang tua kandung sudah tak lagi tinggal serumah, Love ya mam, love ya pa, sehat selalu untuk kalian, maaf jika aku saat ini malah meninggalkan kalian di Indonesia, I just do what all of u want me to do
Jakarta, 22 December 2010
Sekolahku setiap tanggal 20 Desember akan libur hingga awal tahun, sama seperti sekolah pada umumnya, di hari terakhir itu sebenarnya hanya mengambil remedial saja, jika diperlukan, dan jika tidak di perlukan cukup berdiam diri di rumah
Pagi ini aku berangkat menuju ke Bilangan Senayan untuk mendaftar kuliah, heran? Tentu, baru odd term udah sibuk regist university, karna kita swasta bukan negri, beda dengan sistem SNMPTN atau mungkin SBMPTN bahkan PMDK yang akan di sibukan saat even term
“Excuse me sir, may I assist you” Ucap ramah seorang karyawan kampus ini
“Yes, can you speak in Bahasa?” Ucap papa ku
“Oh bisa pak, kirain expat” Ucap wanita tersebut
“Saya mau daftarin anak saya untuk kuliah, admisi room dimana ya?”
“Mari bapak ikuti saya, saya antarkan ke ruang admisi” tuturnya dengan ramah
If u notice, there just a Receptionist, but they fluent in English, what a receptionist? I thought there was just top manager level should fluent in English, Bagaimana cara seorang receptionist bahwa kami orang asing dari kampus tersebut? Simple kami parkir di parkir tamu, kalo mahasiswa masuk ke kampus jalan kaki dari park area, bukan berasa dari Under Ground Floor, dan kami tidak menggunakan tanda pengenal seperti yang lain
“Silahkan Bapak dan anaknya untuk ke counter 3, untuk memenuhi administrasi yang diminta oleh pihak yayasan” Tuturnya lembut
“K Thanks, this for you” ucap papa ku sembari memberikan tip 50 ribu kepada wanita tersebut
“Sorry sir, bukan bermaksud untuk menolak, tapi sudah SOP seperti ini, dan dilarang menerima Tip, wages saya sudah cukup kok pak, maaf sekali lagi pak”
“Just get it, I don’t tell to another, I will so mad if u ignoring this one”
“Thanks anyway”
At counter 3
“Hello Sir, what I can do for you?”
“My son wanna regist here”
“Oh, Can I borrow your ID card and the regist document?”
“Here is it”
“Can you speak in Bahasa sir? Cuz it will make us more simply to understand each other”
“Ya bisa lah, lha wong saya tinggal disini”
“Ini pak, anak bapak kan tidak memiliki sertifikasi keterangan mengikuti UN di Indonesia, nah kebetulan di kampus kami, menerima yang tidak memiliki sertifikasi UN, dan yang terpenting anak bapak harus lolos English Proficiency Test dan ESQ, di kampus kami tidak menerapkan pembelajar dengan metode IQ dan Toefl, kami mengandalkan ESQ dan English Proficiency”
“Oh Tes masuk ya? boleh diskip gitu ga mbak?”
“Maaf pak, itu tidak bisa di skip, dan wajib di ikuti, untuk menentukan kelas nantinya, karena kami tidak melakukan pengisian KRS seperti kampus lain, kami mempaketkan semua course yang akan di tempuh selama 8 semester”
“Oh gitu ya mbak, kalau disini BP 3 sama DP nya berapa ya?”
“Untuk finansial, bisa bapak lihat di lembaran akhir dari regist book let yang di download melalui Website kami”
“Semalam anak saya bilang 200 Juta sih mbak, cuman saya kok ragu, masa cuman 200 Juta”
“Anak bapak mengambil International Business, untuk DP nya di kenakan biaya 210 Juta, sedangkan BP 3 nya per SKS dikenakan 2 juta, untuk semester 1 akan ada 24 SKS jadi total tagihan berjumlah 258 Juta”
“Pembayarannya gimana ya mbak? Ga mungkin dong saya bawa tunai begitu?”
“Untuk pembayaran, kami bekerja sama dengan Bank Swasta, nantinya anak bapak akan membuat account disana untuk di jadwalkan auto debet pembayaran kuliah, serta nantinya akan membuat kartu mahasiswa di bank tersebut”
“Oh gitu ya mbak”
“Iya seperti itu pak, ada yang bisa saya bantu lagi? Pendaftaran sudah selesai, tinggal melakukan pembayaran yang akan di jadwal kan oleh bank mitra kami”
“Saya rasa cukup mbak, Thanks anyway”
“Pa, kok low level employee bisa fluent english ya? gaji mereka berapaan sebulan tuh? Minimal paling ngga mereka toefl 600 gitu mah, secara toefl 600 itu kan ya untuk org yang jago bahasa aja pa”
“Jangan heran gitu dong, mereka wajar bisa, karena mereka kerja di lingkungan yang englishable, dan gaji mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan, papa juga yakin mereka semua mahasiswa disini, cukup keliatan dari body language yang cinta darah daging sama kampus ini”
“Kamu bisa pulang sendiri ngga? Papa mau ketemu client siang ini”
“Oke, care pa, aku naik taksi aja, mobil papa bawa aja”
Setelah menyelesaikan pendaftaran ku berikan kabar kepada 5 kawan ku
“Nyet, Gua Kuliah di Senayan, lu pada gimana? Jangan jadi gigolo tobat oi tobat” Share to Whats App Group
“Alah pepek, kek orang bule aja lu, gw sekolah militer nyet” balas martin dengan cepat
“Ya elah lu jadi kacung negara, bayar berapa lu?” Ucap ku
“Murah lah nyet, cepek tiaw”
“Sok chinese lu, gw yang chinese diem diem aja “ ucap Fajar
“Oi chinese tapir lu nguli dimane abis ini?”
“PR gw di deket kampus lu nyet, gw bloman daftar tapinya”
“Daftar lah bego, kek otak pinter aja nunggu – nunggu belakangan, sadar kapasitas otak lah”
“Si Kampret kalo ngomong berasa ga punya dosa jar” ucap ainun tiba – tiba
“Lu gimana nyet? Jadi athlet? Elah kerjaan lu make love mulu mana bisa jadi atlet, yang ada kropos tulang lu”
“Burhat Pehekpek samamu”
“LMAO”
“Eh nyet, kemaren ruth gimana rasanya? Padahal gw yang ngincer dia duluan malah yang dapet elu”
“Sedep nyet, Brunette bruh, makanya lu gercep lah, lamban”
“Itu si wulka rata tapi genjotannya asoi nyet, asli lah anjing 2 jam ga nyampe2, kurang napsuin tapi ngehe staminanya”
“Derita LO, Derita Nenek LO, Derita Keluarga besar LO”
“Karina jos abis, gw dapet 5 ronde ama dia, ngoahahahah” ucap martin tiba – tiba memamerkan foto syurnya bersama karina
“Botak anjing” gerutuku
“Liat deh nih gw zoom, kalo lu ga keliatan, barbuknya nih ada” Martin sent photos
“Asu, Exsib lu ngehe, ngapain coba lu maen di pager? Terus ada abang nas gor lagi” ucap ku saat melihat sepasang anak muda dress less sembari bercumbu dimana ada tukang nasi goreng sebagai latarnya
0