Kaskus

Story

absurdum4197Avatar border
TS
absurdum4197
CERITA DEWASA
permisi semuanya para penghuni forum sfth iniemoticon-Hai. kali ini ane akhirnya turun gunungemoticon-Cool. ane dulunya SR disiniemoticon-Malu (S). karena gak tau cara bikin ID kaskusemoticon-Hammer (S). pas udh tau, ane bikin deh. emoticon-Ngakak (S)

ane mau coba menceritakan proses pendewasaan ane nih gan. tujuan ane nulis sih cuma satu. biar nggak ada orang tolol yang kayak ane.emoticon-Hammer (S)

semoga cerita ane bisa menginspirasi dan nggak ngebosenin yeps ☺

sekalian nih ada rules. kan ane belom ngasih rules ya pas di awal.

1. silahkan kepo se kepo2nya. tapi kalo menurut ane udh menusuk jantung privasi ane dan para tokoh. 50:50 deh bakalan ane bales.

2. kalo baca cerita ane, persiapin segala sesuatunye. terutamaa tisu. buat yg ngupi ame ngerokok boleh dehjadi temennye si tisu.itu aja dulu sih. ntar kalo ada tambahan tinggal ane tambahin.
CERITA DEWASA
#keepreading #keepcrying
Quote:



SOB CERITA LANJUTANNYA KAGAK GUE INDEKS.. SOALNYA TEBIR MAKE HAPE.. HARAP MAKLUM YEHH

OHIYA SATU AGAIN, JANGAN LUPA NGOPI BIAR GAK KAGET emoticon-coffeeemoticon-coffee
Diubah oleh absurdum4197 16-09-2016 20:38
permana55adityaAvatar border
xzunAvatar border
aditya0892aldyAvatar border
aditya0892aldy dan 18 lainnya memberi reputasi
13
466.7K
458
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
absurdum4197Avatar border
TS
absurdum4197
#20
Masih tanggal 11 januari 2016
Jam 03.02 waktu Indonesia bagian kosan gue (lagi).


Kali ini gue menulis cerita ini dengan teman yang cukup banyakemoticon-Big Grin. Alunan musik the sigitemoticon-Cool, arctic monkeysemoticon-Cool, dll. Dan tentunya dengan segelas kopiemoticon-coffee dan rokok yang asapnya semakin membuat mata gue berairemoticon-Frown. Entah karena terharu mengingat kenangan – kenangan gue waktu itu atau memang bener asapnya ke arah mata. emoticon-Confused


Setelah gue benar – benar menghilang dari kotak pesannya Brenda, kira – kira dua mingguan lah. Gue bener – bener yakin, kalo dia ilfeel sama gue gara – gara kejadian futsal ituemoticon-Frown. Meskipun gue masih suka, tapi gue mengurungkan niat gue buat nembak diaemoticon-Frown. dan yang lebih parahnya lagi, dia udah jadian ketika proses gue menjauh dari Brendaemoticon-Frown. Jadian dengan teman sekelas gue, Bayuemoticon-Mad (S). Dia partner gue ketika gue suka main kartu UNO di kelas. Gue bisa dibilang bersahabat dengan dia. Tapi setelah gue tau dia udah jadian sama Brenda, hubungan gue sama bayu mulai merenggang. Dan gue menyesal, karena gue udah kasih kado yang sangat romantic menurut gue waktu itu ke Brenda.

Malem – malem, gue buka kotak perkakas bokap gue di gudang, trus gue buka juga kotak huruf – huruf yang buat bikin gantungan. Pokoknya itu gue bikin sendiri, dan tentunya dengan taburan cinta di setiap sudut gantungan tersebut. Tanggal ulang tahunnya waktu itu kalo nggak salah 19 oktober.

-selamat ulang tahun, Winnie the pooh. Semoga makin lucu dan nggak pernah ngebosenin aku yaaa-

-makasih, ipang yang kayak Bernard bear. Hahaha. Mana kadonya?-

-besok ya di sekolah.-

Malem itu ketika gue sms an membuat gue sempat merasakan ada di venus. Iya planet venus. Planet yang menyimpan sejuta keindahan didalamnya. Ah, bren! Lo masih inget nggak bren, waktu itu? Ah.....





Besoknya ketika di sekolah, tepatnya ketika istirahat, dia keluar kelas sama sahabatnya. Eca. Dan gue yang pengecut ini, menunggu moment ini banget. Gue langsung loncat ke arah tempat duduknya, dan gue letakan sebuah gantungan hape bertulisakan inisial nama dia dan nama gue. Dan sepucuk surat




Ini sumpah demi apapun. Ketika gue ngetik surat itu, mata gue dengan tidak sadar sudah meneteskan butran – butiran air mata yang membasahi pipi gue dan ditambah lagi soundtrack yang kali ini gue denger, Ipang Lazuardi - ada yang hilang. Ya mungkin menurut kalian ini lebay, tapi coba bayangin posisi kalian ada di posisi gue. Ah, bren, sedalam ini kah perasaan gue ke elo bren? Jawab gue bren?

Setelah dia melihat kado dan surat gue, ketika malam hari ada sebuah pesan di hape gue. Lo bisa tebak deh ya dari siapa…

Brenda
-ini kadonya lucu banget. Pake ada gantungan pingunnya segala. Makasih ya Bernard bear-

Gue
-iya Winnie the pooh. Di pake ya.

Keesokan harinya gue datang ke sekolah, seperti biasa bareng si curut yang jemput gue di lampu merah perempatan, dan tidak lupa dengan sarapan tambahan. Kali ini sampoerna mild yang dia bawa.

Sekitar 20 menit gue diperjalanan, melewati jalan yang dipenuhi truk semen dan truk pasir membuat parfum gue luntur, dan menjadi bau rokok yang bercampur dengan bau semen. Nggak banget deh pokoknya.

Gue langsung menuju kelas, dan langsung menaruh kepala gue diatas meja. Semalaman gue nggak bisa tidur. Tepatnya karena, gue sibuk main ps. Meskipun cuman main fifa street. Dan akhirnya jam pelajaran gue pun datang. Dan matematika adalah salah satu dari jutaan mata pelajaran yang gue benci. Bukan benci tepatnya, cuman nggak suka. Inget cuman nggak suka.

Jam istirahat pertama gue, gue pakai dengan menghabiskan waktu untuk tidur. Meskipun cuman setengah jam. Tapi cukuplah untuk menyegarkan mata. Dan dilanjutkan dengan pelajaran PLH, dan pengajarnya adalah si kenek bis. Pak freedy. Dan membuat gue dengan penuh keterpaksaan harus melek dan menyembunyikan rasa kantuk gue.

“ya, hari ini kita nggak akan membahas apa yang ada dibuku.” Kata si kenek bis.

Dalam hati gue bertanya –tanya, terus mau belajar apaan? Terus ngapain lo masuk freed?

“saya mau curhat aja, tentang sekolah kita ini” lanjut dia berbicara lagi.

Gila! Monster juga punya perasaan ya, nggak gue sangka – sangka, dia mau curhat. Dan gue sama reyhan akhirnya memutuskan untuk cabut pelajaran. Dengan sandi – sandi yang telah gue dan reyhan ciptakan.

“pak permisi, saya mau keluar sebentar, soalnya ada keperluan di rumah sodara saya. Deket pak.” Gue meminta izin dan di ikuti oleh reyhan dari belakang.

“yaudah sana. Kamu ngapain?” sambil mengacungkan jari telunjuknya kea rah reyhan.

“saya nemenin dia pak, biar cepet. Dia nggak bisa naik motor pak. Maka biar saya antar.” Jawab reyhan.

“yaudah sana.” Freedy bilang lagi.

Dengan setengah tersenyum gue dan reyhan keluar kelas, dan langsung menuju “al-samping”. Biasa membakar uang dulu.

Di depan kita ketemu satpam perumahan “al-samping”.

“tumben jang, jam segini, biasanya jam 12an?” tanyanya ke kita berdua.

“udah asem pak. Mari pak.” Kata reyhan.

Disana kita langsung ke warung, gue beli minuman, reyhan yang beli rokok. Disana kami cuman banyak diam. Setelah menghabiskan rokok, kita langsung balik lagi ke sekolah. Kebetulan jam pelajarannya si kenek bis udah abis. Dan sehabis pelajaran itu, jam pelajaran pun kosong, karena gurunya lagi rapat, dan Cuma memberi tugas merangkum.

Ketika gue lagi asik dengan headset gue yang menyuarakan lagu dari Marilyn manson, tiba – tiba Brenda duduk di samping gue, aput lagi di meja yang lainnya. Dia mengeluarkan hapenya. Dan gue melihat kado gue di pake sama dia. dan gue memulai perbincangan.

“ngapain bren?” Tanya gue.

“mau nyatet. Berisik sama anak – anak dibelakang.” Jawabnya.

“trus ngapain harus disini? Kan masih ada yang kosong.” Tanya gue lagi.

“owh gak boleh, yaudah gue pergi.” Sambil dia berdiri.

Sebelum dia melangkahkan kakinya, gue tahan tangannya.

“kenapa ditahan?” Tanya dia ke gue.
“becanda gue. Disini aja lah. Dengerin nih lagunya asik.” Sambil gue memberi satu headset gue.

“ih lagunya teriak – teriak nggak jelas.” Dia ngomong sendiri.

“yaudah ganti, nih lo pilih sendiri.” Kata gue sambil mengoper hape gue ke dia.

Dan lo tau yang dia setel adalah lagu dari bmth (bisa di search di google).
Dan dia ngomong lagi,
“nah ini baru lagu kan enak.” Kata Brenda.

“sama aja gendut. Kan yang tadi juga modelnya begini.” Kata gue ke dia.

Menurut gue BMTH waktu itu lebih brutal daripada Marilyn manson. Tapi enak sih. Dan gue juga nggak nyangka, ternyata dia juga suka musik yang terdengar gemuruh tapi enak. Ah, gue makin jatuh cinta sama dia.

Dia melanjutkan menulisnya dan gue melanjutkan tidur gue. Dan dia dengan sengaja atau tidak, gue nggak tau. Dia megang tangan gue, jelas gue langsung bangun.
“kenapa bren?” Tanya gue yang kaget.

“nggak kenapa – kenapa. Dingin aja, jadi butuh yang anget – anget.” Kata dia.

Kelas gue emang pake AC. Dan gue tepat berada di bawah AC, gue juga sendiri kadang suka pake almamater buat menahan rasa dingin.

“ah, bilang aja pengen megang tangan gue.” Kata gue sambil senyum – senyum menggoda.

“ih, kamu mah gitu, nggak ada romantis – romantisnya.” Sambil memasang wajah cemberut yang dibuat – buat.

“kan kita nggak pacaran.” Jawab gue dengan simple.

“bukan enggak. Tapi belom.” Kata Brenda dengan tatapan yang tajam ke gue.

“jadi kapan?” Tanya gue ke dia dengan wajah yang datar.

“apa?” dia menjawabnya.
“aku sama kamu. Jadi kita.” Sambil gue melihat matanya yang mulai gugup.

“biar berjalan aja yah, aku nggak butuh pengakuan dan pernyataan, cukup butuh kamu.” Dia menjawabnya dengan senyum yang mulai merekah di bibirnya.

Gue disini mungkin merasa udah jadian sama dia. Dan hari – hari gue sekarang penuh warna. Sampai pada akhirnya tragedy boxer itu yang membuat hari – hari gue kembali lagi menjadi monokrom. Gue merasakan tingkat kegalauan gue cukup tinggi kali ini. Pertama, dia udah punya cowok. Yang ke dua, cowoknya adalah temen gue. Mungkin ini lebay menurut kalian, tapi cobain deh jadi gue. Di posisi gue. Sakit! Perih! Ah, gue nggak tau lagi apa yang bisa menggambarkan kesedihan gue waktu itu.


Diubah oleh absurdum4197 17-05-2016 17:38
mmuji1575
anonymcoy02
pulaukapok
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.