- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#1002
Part 33
Kembalinya pulang dari kalianda gua cuma bisa diam, iya diam . Gak ada satupun kata yang keluar dari mulut gua, gua murung ditempat kerja pun gua murung, sebenernya miris ngeliat gua sangat ngedown waktu itu, Mega, Sarah, Laura dan Ratih terus-terusan menghibur gua, tapi mood gua masih jelek untuk menanggapi hiburan dati mereka, Malam itu gua keluar kerumah Toni dan mengajak dia untuk keluar malam ini..
"Ton, hangout yok sumpek di kossan" Ucap gua
"Kemana?"
"Vodka belinya dimana?" Tanya gua
"Ayok"
Gua pergi bersama Toni menggunakan motor nya dan gua di ajak ke warung dekat Urip..
"Diwarung ini ada, coba tanya"
"Iya"
Gua beli 2 botol vodka, gua mengajak toni minum dia gak mau, dan kembali kerumah toni, rumah toni tingkat tapi di atasnya hanya untuk jemuran, yah walaupun untuk jemuran tapi kami bisa santai duduk di atap rumahnya, toni mengambil gitarnya dam memainkan puluhan lagu malam itu, termasuk lagu dari iwan fals, dan rossa.
air mata gua menetes lagi, gua masih mencekik botol vodka , mata gua kelingean, yang gua rasakan malam ini benar-benar seperti harga diri gua udah gak ada..
"Jangan nangis sih di, udah 2 minggu lo masih sedih" Ucap Toni
"Gak nangis gua, cuma panas aja nih mata gara-gara minum banyak"
"Sini gua bantuin"
Toni membuka botol satunya dan ikut minum bareng gua.. malam itu gua menginap dirumah toni dan gak bisa pulang karena mabuk berat, hari sabtu pagi itu gua pulang ke kossan dan gua lihat kamar Laura kosong..
Gua tanya ke Sarah dan Mega, kemana Laura..
"Sarah, Laura kemana sayang?" Tanya gua
"Dia pindah kossan"
"Kapan?"
"Semalem"
hah pindah? gua buka handphone gua dan pergi agak menjauh dari Sarah dan menelpon Laura..
"Kenapa pindah laura?" Tanya gua di telpon
"Gua ngalah di, menyakitkan rasanya ngeliat lo berdua sama Sarah terus"
"Pindah kemana?"
"Teluk"
"Dimananya? gua kesana"
"Turunan Damri, Iya nanti gua susul di deket hotel (lupa gua namanya)"
gua matikan telpon, dan meminjam motor kawan kos gua dan menuju ke kossan baru Laura, sesampainya di hotel itu gua telpon Laura lagi dan dia nyusul gua..
"Ayok"
"Iya"
gua gonceng laura, dan menuju kossannya, sesampainya di kossan apa yang gua lihat, disini banyak sekali anak punk, bukan mau menjelekan anak punk tapi yang gua lihat mereka sambil ngelem, kenapa Laura pindah ke tempat ini..
gua di ajak masuk ke kamar..
"Kenapa pindah ketempat ini?" Tanya gua
"Yang murah cuma ini"
"Banyak anak gak bener sayang !" Suara gua agak tinggi tapi tidak menjerit
"Biar di, gua bisa jaga diri"
"Untuk seminggu awal, gua kawanin lo disini, sarah ada mega kok yang bisa ngurus"
"Udaah gak usah di, gua gak apa-apa"
Gua peluk tubuh Laura, ada apa dengan dia, kenapa dia lebih memilih menjauh dari gua dan menempati tempat seperti ini..
"Lo udah makan Laur?"
"Belum"
"Tunggu"
gua pergi keluar kossan, dan mencari makan untuk Laura , sekembalinya gua kekossab Laura, banyak anak anak punk itu yang mengganggu laura
"Woy, jangan sentuh cewe gua !" Teriak gua ke mereka
"Jancoook !" Teriak salah satu anak punk itu
gua lari dan memisahkan mereka dari Laura, pukulan demi pukulan menghampiri tubuh gua, gua berusaha sekuat gua untuk melindungi Laura, berusaha semampu gua, berusaha sekuat gua. gua masih memberi perlawanan, ada beberapa dari anak anak tersebut terkena pukulan gua, gua lihat Laura menangis ketakutan, sampai sebuah benda keras yang gua gak tau apa menyentuh kepala belakang gua dan membuat gua kehilangan kesadaran..
Kembalinya pulang dari kalianda gua cuma bisa diam, iya diam . Gak ada satupun kata yang keluar dari mulut gua, gua murung ditempat kerja pun gua murung, sebenernya miris ngeliat gua sangat ngedown waktu itu, Mega, Sarah, Laura dan Ratih terus-terusan menghibur gua, tapi mood gua masih jelek untuk menanggapi hiburan dati mereka, Malam itu gua keluar kerumah Toni dan mengajak dia untuk keluar malam ini..
"Ton, hangout yok sumpek di kossan" Ucap gua
"Kemana?"
"Vodka belinya dimana?" Tanya gua
"Ayok"
Gua pergi bersama Toni menggunakan motor nya dan gua di ajak ke warung dekat Urip..
"Diwarung ini ada, coba tanya"
"Iya"
Gua beli 2 botol vodka, gua mengajak toni minum dia gak mau, dan kembali kerumah toni, rumah toni tingkat tapi di atasnya hanya untuk jemuran, yah walaupun untuk jemuran tapi kami bisa santai duduk di atap rumahnya, toni mengambil gitarnya dam memainkan puluhan lagu malam itu, termasuk lagu dari iwan fals, dan rossa.
air mata gua menetes lagi, gua masih mencekik botol vodka , mata gua kelingean, yang gua rasakan malam ini benar-benar seperti harga diri gua udah gak ada..
"Jangan nangis sih di, udah 2 minggu lo masih sedih" Ucap Toni
"Gak nangis gua, cuma panas aja nih mata gara-gara minum banyak"
"Sini gua bantuin"
Toni membuka botol satunya dan ikut minum bareng gua.. malam itu gua menginap dirumah toni dan gak bisa pulang karena mabuk berat, hari sabtu pagi itu gua pulang ke kossan dan gua lihat kamar Laura kosong..
Gua tanya ke Sarah dan Mega, kemana Laura..
"Sarah, Laura kemana sayang?" Tanya gua
"Dia pindah kossan"
"Kapan?"
"Semalem"
hah pindah? gua buka handphone gua dan pergi agak menjauh dari Sarah dan menelpon Laura..
"Kenapa pindah laura?" Tanya gua di telpon
"Gua ngalah di, menyakitkan rasanya ngeliat lo berdua sama Sarah terus"
"Pindah kemana?"
"Teluk"
"Dimananya? gua kesana"
"Turunan Damri, Iya nanti gua susul di deket hotel (lupa gua namanya)"
gua matikan telpon, dan meminjam motor kawan kos gua dan menuju ke kossan baru Laura, sesampainya di hotel itu gua telpon Laura lagi dan dia nyusul gua..
"Ayok"
"Iya"
gua gonceng laura, dan menuju kossannya, sesampainya di kossan apa yang gua lihat, disini banyak sekali anak punk, bukan mau menjelekan anak punk tapi yang gua lihat mereka sambil ngelem, kenapa Laura pindah ke tempat ini..
gua di ajak masuk ke kamar..
"Kenapa pindah ketempat ini?" Tanya gua
"Yang murah cuma ini"
"Banyak anak gak bener sayang !" Suara gua agak tinggi tapi tidak menjerit
"Biar di, gua bisa jaga diri"
"Untuk seminggu awal, gua kawanin lo disini, sarah ada mega kok yang bisa ngurus"
"Udaah gak usah di, gua gak apa-apa"
Gua peluk tubuh Laura, ada apa dengan dia, kenapa dia lebih memilih menjauh dari gua dan menempati tempat seperti ini..
"Lo udah makan Laur?"
"Belum"
"Tunggu"
gua pergi keluar kossan, dan mencari makan untuk Laura , sekembalinya gua kekossab Laura, banyak anak anak punk itu yang mengganggu laura
"Woy, jangan sentuh cewe gua !" Teriak gua ke mereka
"Jancoook !" Teriak salah satu anak punk itu
gua lari dan memisahkan mereka dari Laura, pukulan demi pukulan menghampiri tubuh gua, gua berusaha sekuat gua untuk melindungi Laura, berusaha semampu gua, berusaha sekuat gua. gua masih memberi perlawanan, ada beberapa dari anak anak tersebut terkena pukulan gua, gua lihat Laura menangis ketakutan, sampai sebuah benda keras yang gua gak tau apa menyentuh kepala belakang gua dan membuat gua kehilangan kesadaran..
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 18:57
itkgid dan 5 lainnya memberi reputasi
6