TS
dheynoocha
~Rumah Puisi Dhea~
Welcome to Rumah Puisi Dhea
Quote:
Sebelumnya sebagai TS yang baik ane ucapkan terima kasih telah menyempatkan waktu dan menyisihkan kuotanya untuk mampir ke thread ane yang sederhana ini
Benak yang tak berhenti menciptakan rangkaian kata lah yang mengantar ane ke subforum poetry yang romantis ini dan menciptakan sebuah thread yang barangkali bisa menginspirasi agan-agan semua
Selamat menikmati dan jangan lupa tinggalkan jejak ya gan! Komentar dan kritik akan sangat membantu ane untuk menciptakan puisi-puisi yang jauh lebih baik!
Benak yang tak berhenti menciptakan rangkaian kata lah yang mengantar ane ke subforum poetry yang romantis ini dan menciptakan sebuah thread yang barangkali bisa menginspirasi agan-agan semua
Selamat menikmati dan jangan lupa tinggalkan jejak ya gan! Komentar dan kritik akan sangat membantu ane untuk menciptakan puisi-puisi yang jauh lebih baik!
Spoiler for Sekilas Tentang TS:
Quote:
Diubah oleh dheynoocha 22-03-2016 18:25
0
2.7K
23
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dheynoocha
#4
Menumpuk Rindu
Bersamamu, kita saling menumpuk rindu, cinta bahkan kesal sekalipun.
Lalu kita akan bertemu dan saling melepaskan semua perasaan itu.
Kemudian kita tumpuk lagi dan kita lepaskan lagi melalui pertemuan hangat.
Tapi kini, rindu yang tertumpuk itu terus menerus menumpuk, tidak bisa dilepaskan lagi.
Tuhan mungkin lupa menyisipkan kata ‘selamanya’ diantara genggaman kita.
Ah, mana mungkin. Tuhan tak pernah salah. Mungkin kita yang terlalu kuat bergenggaman, sampai tiba saatnya masing-masing merasa lelah menggenggam dan memutuskan untuk saling melepaskan.
Entah sudah berapa lama aku tidak melihatmu, mendengar suaramu, menatap langkah demi langkah tegapmu atau sekedar gigi putihmu yang rapih itu.
Aku rindu. Percakapan kita mengenai masa depan, lelucon tentang calon presiden yang gagal itu, pengamatan kita mengenai kinerja polisi yang suram, astaga, perasaanku bahkan tidak berubah sedikitpun!
Bagaimana denganmu?
Apakah kau juga menumpuk rindu yang sama denganku?
Maukah kau melepaskannya lagi?
Melalui pertemuan hangat kita seperti biasa?
Lalu kita akan bertemu dan saling melepaskan semua perasaan itu.
Kemudian kita tumpuk lagi dan kita lepaskan lagi melalui pertemuan hangat.
Tapi kini, rindu yang tertumpuk itu terus menerus menumpuk, tidak bisa dilepaskan lagi.
Tuhan mungkin lupa menyisipkan kata ‘selamanya’ diantara genggaman kita.
Ah, mana mungkin. Tuhan tak pernah salah. Mungkin kita yang terlalu kuat bergenggaman, sampai tiba saatnya masing-masing merasa lelah menggenggam dan memutuskan untuk saling melepaskan.
Entah sudah berapa lama aku tidak melihatmu, mendengar suaramu, menatap langkah demi langkah tegapmu atau sekedar gigi putihmu yang rapih itu.
Aku rindu. Percakapan kita mengenai masa depan, lelucon tentang calon presiden yang gagal itu, pengamatan kita mengenai kinerja polisi yang suram, astaga, perasaanku bahkan tidak berubah sedikitpun!
Bagaimana denganmu?
Apakah kau juga menumpuk rindu yang sama denganku?
Maukah kau melepaskannya lagi?
Melalui pertemuan hangat kita seperti biasa?
0
Suka banget ngebolang, suka gambar juga (find me on ig: @Dheynoocha) Dan jatuh cinta dengan setiap tulisan kang Fahd Pahdepie
Ane bisa jadi orang yang kocak dan romantis tergantung agan suka yang mana