- Beranda
- Stories from the Heart
Seandainya Gue Bisa Nggak Menikah Dulu
...
TS
kangplastik
Seandainya Gue Bisa Nggak Menikah Dulu
Quote:
Spoiler for F.A.Q:
Sebuah cerita tentang keluarga baru, yang semoga bisa menjadi bahan pelajaran untuk agan dan aganwati sekalian, sebelum memutuskan untuk memulai sebuah rumah tangga.
Selamat menikmati
Quote:
Selamat menikmati

Quote:
Diubah oleh kangplastik 21-06-2016 10:41
0
23.6K
145
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•3Anggota
Tampilkan semua post
TS
kangplastik
#1
The Beginning
Gue Fred. Umur gue sekarang 28 tahun. Gue sudah menikah, dengan seorang gadis yang sekarang tentu saja sudah tidak gadis lagi, sebut saja bernama Tiara. Umur kita berbeda 2,5 tahun. Sekarang kami sudah dikaruniai seorang anak lelaki yang Alhamdulillah lucu banget.
Kami menikah tahun lalu, tepatnya bulan Januari. Saat itu musim hujan sedang lucu-lucunya. Sengaja gue sesuaikan, mengingat kami ingin segera punya anak. Maklum, cuaca dingin otomatis bikin kepingin selimutan terus. Dengan selimut hidup tentunya. Tapi apa daya, bulan madu romantis di Ubud selama 5 hari hanya bisa membuat gue gigit jari karena istri gue sedang palang merah. Yang lebih mengesalkan, "gemboknya" benar-benar baru terpasang setelah akad nikah. Lima hari yang gue lewatkan dengan "Si Madun" tetap mengkerut di sarangnya.
Lima hari yang menyenangkan. Sangat menyenangkan sebenarnya. Lewat 5 hari setelah bulan madu, gue baru mengerti, kenapa yang namanya jalan-jalan setelah nikah itu dinamakan bulan madu. Karena, yang ada hanya manisnya. Setelah itu, rasa manis itu perlahan-lahan hilang, digantikan berbagai jenis rasa yang tentunya tidak semuanya mengasyikkan.
Yang kadang membuat gue berpikir, mungkin mati saja bakal lebih baik.
Kami menikah tahun lalu, tepatnya bulan Januari. Saat itu musim hujan sedang lucu-lucunya. Sengaja gue sesuaikan, mengingat kami ingin segera punya anak. Maklum, cuaca dingin otomatis bikin kepingin selimutan terus. Dengan selimut hidup tentunya. Tapi apa daya, bulan madu romantis di Ubud selama 5 hari hanya bisa membuat gue gigit jari karena istri gue sedang palang merah. Yang lebih mengesalkan, "gemboknya" benar-benar baru terpasang setelah akad nikah. Lima hari yang gue lewatkan dengan "Si Madun" tetap mengkerut di sarangnya.
Lima hari yang menyenangkan. Sangat menyenangkan sebenarnya. Lewat 5 hari setelah bulan madu, gue baru mengerti, kenapa yang namanya jalan-jalan setelah nikah itu dinamakan bulan madu. Karena, yang ada hanya manisnya. Setelah itu, rasa manis itu perlahan-lahan hilang, digantikan berbagai jenis rasa yang tentunya tidak semuanya mengasyikkan.
Yang kadang membuat gue berpikir, mungkin mati saja bakal lebih baik.
Diubah oleh kangplastik 16-03-2016 14:21
0
