- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
...
TS
panjang.kaki
[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...
![[TAMAT] Dibatasi Dua Kamar...](https://s.kaskus.id/images/2018/03/11/8130301_201803110116120283.png)
Quote:
***
Rules in My Thread
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah
Udah itu doang kok.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 367 suara
SIapakah yang akan menjadi Istri dari Hadi?
Sarah
15%
Mega
32%
Laura
53%
Diubah oleh panjang.kaki 06-08-2019 18:03
farrazaidid dan 56 lainnya memberi reputasi
55
1.1M
2.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjang.kaki
#707
Part 27
Setelah kejadian berantem sama rico dan gua dapet sosoran dari maut dari laura, gua sudah baikan dengan Mega dan meminta maaf , gitarnya gua lem alteco , dan Laura gua semakin dekat dengannya, dan Sarah? gua gak tau dia dimana.
1 bulan sudah berlalu dan gua gak pernah ketemu Sarah, nomornya udah ganti, dan dia bener-bener lost contact untuk sekarang, gua nyoba kerumahnya. hasil nya juga nihil, rumah itu disita bank, dimana sarah sekarang?
Gua terkadang berfikir , kenapa cinta yang tulus gak pernah berpihak ke gua.
Untuk saat ini gua ngerasain kesepian, Laura di promosikan di tempat kerjanya, dan waktu kerjanya sekarang semakin banyak, bahkan kesempatan untuk ngobrol dengan dia pun sangat sedikit, Mega sudah mempunyai pasangan yang menurut gua gak banget (rico), dan ratih masih dengan kebiasaan lamanya, mabok-mabokan.
Malam itu gua sendirian di kossan, padahal ini malam minggu yang seharusnya bisa diisi dengan canda gurau penghuni kossan. Gua duduk di teras kamar gua dan minum segelas kopi panas yang baru saja gua buat, sambil menghisap marlboro merah , dan memandang langit. Gua selalu bersyukur akan hidup ini, tapi untuk saat ini gua gak ngerasain hal-hal yang istimewa dalam hidup gua.
gua terkadang iri dengan orang-orang yang bisa kuliah, menikmati masa mudanya , sedangkan gua? itulah kehidupan....
malam ini gua cuma mendengar suara binatang malam, dalam kesunyian gua gak bergerak, menatap langit dengan tatapan kosong. Intinya gua bosan dengan hidup gua.
Laura pulang dari kerjanya dan dia menegur gua.
"Belum tidur di?"
"Belum" Ucap gua singkat
Lalu dia langsung masuk ke kamarnya, dan gua sendirian lagi..
gua minum kopi yang sudah mulai dingin dengan perlahan, sampai ada telpon masuk di hp gua..
"Haloo?"
Gua kenal suara ini, gua tau banget suara ini..
"Sarah?"
"Iya"
"Kamu dimana?"
"Aku masih di lampung kok, maaf ya aku gak pernah ngabarin kamu, aku cuma mau ngasih tau setelah ujian aku mau ke singapura, udah itu aja kok. bye"
Dia langsung mematikan telponnya, sakit memang rasanya, tapi ada perasaan lega saat mendengar suaranya..
Dia hanya menghubungi gua untuk memberikan kabar yang menurut gua kabar itu sangat buruk !. hahaha konyol memang, tapi bagi gua mungkin itu adalah kata putus darinya..
Gua lihat Laura keluar dari kamarnya..
"Mau di temenin?"
"Dengan senang hati"
"Udah makan di?"
"Belum laur"
"Sebentar"
Lalu Laura masuk lagi ke kamarnya, dia mengambil martabak keju , makanan kesukaan gua.
"Nih gua bawain martabak, tadi beli dijalan. gua tau lo belum makan" Dia tersenyum menatap gua
"Makasih yah"
"Mega mana di? udah jam 11 kok tumben gak ada di kossan"
"Kurang tau gua"
Panjang umur, ketika kami sedang membicarakan nya, Mega pulang dengan wajah memerah dan menangis..
"Ga lo kenapa?" Gua panik..
dia duduk dan menyender di bahu Laura..
"Lo kenapa ga, cerita" Ucap Laura
"Ternyata gua cuma di manfaatin Rico"
gua mencerna perkataan mega
"Maafaatin gimana maksudnya loh mega?" Terus Laura
"Dia ternyata udah punya pacar, dan dia ternyata sering minta uang ke gua cuma untuk pacarnya itu"
Anjing ! asli gregetan gua saat itu..
"Dimana badjingan itu gak?" Teriak gua
Mega tetap nangis di bahu Laura, gua ngeliat megang hp dan gua ambil hp nya itu dari tangan Mega, gua lihat mega tidak merespon apa-apa, gua cari nomor hpnya rico, ketemu. gua langsung hubungin Rico pake nomor gua..
"Hallo ini siapa?"
"Temuin gua sekarang Anjing !"
"Hahaha gak salah ngomong lo?"
"Cowok macem apa lo?"
"Kasih tau ke psk itu, gak usah sok cari perhatian, dan untuk lo jangan sok jagoan"
dia langsung mematikan telponnya.. sumpah emosi gua udah di luar batas malam itu, rasanya ingin gua langsung bunuh tuh orang malem itu.
"Tenang di" Ucap Laura
"Gimana mau tenang Laur ! apa maksudnya dia giniin Mega coba?"
"Lo juga jangan gegabah, udah duduk sini dulu"
Gua lihat mega menangis, gua gak tau apa yang di rasain dia sekarang, tapi pasti rasanya sangat sakit.
gua usap kepalanya yang tertutup jilbab..
"Jangan nangis lagi, masih ada gua kok disini ga" Ucap gua
Mega diam dari tangisannya, dan menatap gua..
"Lo itu ada sarah !"
lah kok malah jadi marah-marah ke gua?
"Et? gua udah putus kali"
"Kapan lo putus sama dia?" tanya mega
"Udah sebulan yang lalu lah"
Laura menatap gua sambil tatapan marah dan gak percaya.
"Hadi tukang bohong ga, janga percaya" Timpal Laura
"Gua gak bohong"
"Kalo lo bohong, barang lo ilang ya?"
Barang apaan nih, bahasa laura liar bener.. sumpah nahan ketawa gua.. gua liat mega juga udah mulai senyum..
"Iya, kalo gua yang bener barang lo ketutup ya?"
"Hahaha, HADI Gila !!" Laura sambil menjitak kepala gua
Mega tertawa, dan mengangkat kepalanya dari Bahu Laura..
"Gua ke kamar duluan ya, capek banget" Ucap Mega
Mega menuju ke kamarnya, sepertinya dia langsung tidur..
"Gua ke kamar juga ya di" Ucap Laura
"Gua ikut"
"Ayok"
Gua mengikuti Laura ke kamarnya dan asal kalian tahu, bukan cuma satu atau dua kali, sudah berkali-kali tanpa pengetahuan penghuni kossan bahkan Mega sekalipun. gua ada hubungan dengan Laura yang kami rahasiakan..
Setelah kejadian berantem sama rico dan gua dapet sosoran dari maut dari laura, gua sudah baikan dengan Mega dan meminta maaf , gitarnya gua lem alteco , dan Laura gua semakin dekat dengannya, dan Sarah? gua gak tau dia dimana.
1 bulan sudah berlalu dan gua gak pernah ketemu Sarah, nomornya udah ganti, dan dia bener-bener lost contact untuk sekarang, gua nyoba kerumahnya. hasil nya juga nihil, rumah itu disita bank, dimana sarah sekarang?
Gua terkadang berfikir , kenapa cinta yang tulus gak pernah berpihak ke gua.
Untuk saat ini gua ngerasain kesepian, Laura di promosikan di tempat kerjanya, dan waktu kerjanya sekarang semakin banyak, bahkan kesempatan untuk ngobrol dengan dia pun sangat sedikit, Mega sudah mempunyai pasangan yang menurut gua gak banget (rico), dan ratih masih dengan kebiasaan lamanya, mabok-mabokan.
Malam itu gua sendirian di kossan, padahal ini malam minggu yang seharusnya bisa diisi dengan canda gurau penghuni kossan. Gua duduk di teras kamar gua dan minum segelas kopi panas yang baru saja gua buat, sambil menghisap marlboro merah , dan memandang langit. Gua selalu bersyukur akan hidup ini, tapi untuk saat ini gua gak ngerasain hal-hal yang istimewa dalam hidup gua.
gua terkadang iri dengan orang-orang yang bisa kuliah, menikmati masa mudanya , sedangkan gua? itulah kehidupan....
malam ini gua cuma mendengar suara binatang malam, dalam kesunyian gua gak bergerak, menatap langit dengan tatapan kosong. Intinya gua bosan dengan hidup gua.
Laura pulang dari kerjanya dan dia menegur gua.
"Belum tidur di?"
"Belum" Ucap gua singkat
Lalu dia langsung masuk ke kamarnya, dan gua sendirian lagi..
gua minum kopi yang sudah mulai dingin dengan perlahan, sampai ada telpon masuk di hp gua..
"Haloo?"
Gua kenal suara ini, gua tau banget suara ini..
"Sarah?"
"Iya"
"Kamu dimana?"
"Aku masih di lampung kok, maaf ya aku gak pernah ngabarin kamu, aku cuma mau ngasih tau setelah ujian aku mau ke singapura, udah itu aja kok. bye"
Dia langsung mematikan telponnya, sakit memang rasanya, tapi ada perasaan lega saat mendengar suaranya..
Dia hanya menghubungi gua untuk memberikan kabar yang menurut gua kabar itu sangat buruk !. hahaha konyol memang, tapi bagi gua mungkin itu adalah kata putus darinya..
Gua lihat Laura keluar dari kamarnya..
"Mau di temenin?"
"Dengan senang hati"
"Udah makan di?"
"Belum laur"
"Sebentar"
Lalu Laura masuk lagi ke kamarnya, dia mengambil martabak keju , makanan kesukaan gua.
"Nih gua bawain martabak, tadi beli dijalan. gua tau lo belum makan" Dia tersenyum menatap gua
"Makasih yah"
"Mega mana di? udah jam 11 kok tumben gak ada di kossan"
"Kurang tau gua"
Panjang umur, ketika kami sedang membicarakan nya, Mega pulang dengan wajah memerah dan menangis..
"Ga lo kenapa?" Gua panik..
dia duduk dan menyender di bahu Laura..
"Lo kenapa ga, cerita" Ucap Laura
"Ternyata gua cuma di manfaatin Rico"
gua mencerna perkataan mega
"Maafaatin gimana maksudnya loh mega?" Terus Laura
"Dia ternyata udah punya pacar, dan dia ternyata sering minta uang ke gua cuma untuk pacarnya itu"
Anjing ! asli gregetan gua saat itu..
"Dimana badjingan itu gak?" Teriak gua
Mega tetap nangis di bahu Laura, gua ngeliat megang hp dan gua ambil hp nya itu dari tangan Mega, gua lihat mega tidak merespon apa-apa, gua cari nomor hpnya rico, ketemu. gua langsung hubungin Rico pake nomor gua..
"Hallo ini siapa?"
"Temuin gua sekarang Anjing !"
"Hahaha gak salah ngomong lo?"
"Cowok macem apa lo?"
"Kasih tau ke psk itu, gak usah sok cari perhatian, dan untuk lo jangan sok jagoan"
dia langsung mematikan telponnya.. sumpah emosi gua udah di luar batas malam itu, rasanya ingin gua langsung bunuh tuh orang malem itu.
"Tenang di" Ucap Laura
"Gimana mau tenang Laur ! apa maksudnya dia giniin Mega coba?"
"Lo juga jangan gegabah, udah duduk sini dulu"
Gua lihat mega menangis, gua gak tau apa yang di rasain dia sekarang, tapi pasti rasanya sangat sakit.
gua usap kepalanya yang tertutup jilbab..
"Jangan nangis lagi, masih ada gua kok disini ga" Ucap gua
Mega diam dari tangisannya, dan menatap gua..
"Lo itu ada sarah !"
lah kok malah jadi marah-marah ke gua?
"Et? gua udah putus kali"
"Kapan lo putus sama dia?" tanya mega
"Udah sebulan yang lalu lah"
Laura menatap gua sambil tatapan marah dan gak percaya.
"Hadi tukang bohong ga, janga percaya" Timpal Laura
"Gua gak bohong"
"Kalo lo bohong, barang lo ilang ya?"
Barang apaan nih, bahasa laura liar bener.. sumpah nahan ketawa gua.. gua liat mega juga udah mulai senyum..
"Iya, kalo gua yang bener barang lo ketutup ya?"
"Hahaha, HADI Gila !!" Laura sambil menjitak kepala gua
Mega tertawa, dan mengangkat kepalanya dari Bahu Laura..
"Gua ke kamar duluan ya, capek banget" Ucap Mega
Mega menuju ke kamarnya, sepertinya dia langsung tidur..
"Gua ke kamar juga ya di" Ucap Laura
"Gua ikut"
"Ayok"
Gua mengikuti Laura ke kamarnya dan asal kalian tahu, bukan cuma satu atau dua kali, sudah berkali-kali tanpa pengetahuan penghuni kossan bahkan Mega sekalipun. gua ada hubungan dengan Laura yang kami rahasiakan..
Diubah oleh panjang.kaki 19-07-2019 18:51
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9