- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87.1K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#291
Part 39: Agen Ganda
Spoiler for Part 39: Agen Ganda:
Quote:
“Audrey, bisa tolong jelaskan apa saja yang telah kita pelajari hari ini?” kata Bu Dyah yang melakukan review sebelum pelajaran fisika berakhir.
“Baik, Bu,” Audrey yang sekarang berdiri dan mulai melakukan review atas pelajaran fisika, “Hari ini, kita mempelajari hukum kekekalan energi. Hukum ini berkata bahwa kita tidak bisa menciptakan energi namun kita bisa mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain. Energi memiliki berbagai bentuk yaitu energi kimia, energi panas, energi bunyi, energi kinetik, energi listrik, energi potensial gravitasi, energi potensial pegas dan beberapa energi lain. Satuan energi adalah joule. Untuk mengetahui berapa joule jumlah energi kinetic yang ada menggunakan rumus setengah dikalikan dengan massa dan kecepatan kuadrat benda. Untuk mengetahui berapa joule jumlah energi potensial yang ada, maka digunakan rumus massa dikalikan dengan percepatan gravitasi lalu dikalikan ketinggian.”
“Bagus, Audrey,” puji Bu Dyah, “Nah, sekarang Rama, ulangi review yang dijelaskan oleh Audrey barusan.
Rama berdiri dan mulai menjelaskan, “Hukum kekekalan energi berbunyi bahwa kita tidak bisa menciptakan energi tapi kita bisa mengubah suatu bentuk energi ke energi lain.”
“Erik!!!” Bu Dyah meninggikan suaranya, “Jangan mengantuk terus! Ayo sebutkan macam-macam energi!”
“Energi panas, energi listrik, energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, energi bunyi, energi kimia dan energi kinetik,” jawab Erik dengan cepat.
Bu Dyah mengangguk, “Oke, kalau begitu, kelas fisika berakhir. Jangan lupa tugasnya dikerjakan ya, anak-anak.”
“Baik, bu!” jawab semua siswa serentak.
“Baik, Bu,” Audrey yang sekarang berdiri dan mulai melakukan review atas pelajaran fisika, “Hari ini, kita mempelajari hukum kekekalan energi. Hukum ini berkata bahwa kita tidak bisa menciptakan energi namun kita bisa mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain. Energi memiliki berbagai bentuk yaitu energi kimia, energi panas, energi bunyi, energi kinetik, energi listrik, energi potensial gravitasi, energi potensial pegas dan beberapa energi lain. Satuan energi adalah joule. Untuk mengetahui berapa joule jumlah energi kinetic yang ada menggunakan rumus setengah dikalikan dengan massa dan kecepatan kuadrat benda. Untuk mengetahui berapa joule jumlah energi potensial yang ada, maka digunakan rumus massa dikalikan dengan percepatan gravitasi lalu dikalikan ketinggian.”
“Bagus, Audrey,” puji Bu Dyah, “Nah, sekarang Rama, ulangi review yang dijelaskan oleh Audrey barusan.
Rama berdiri dan mulai menjelaskan, “Hukum kekekalan energi berbunyi bahwa kita tidak bisa menciptakan energi tapi kita bisa mengubah suatu bentuk energi ke energi lain.”
“Erik!!!” Bu Dyah meninggikan suaranya, “Jangan mengantuk terus! Ayo sebutkan macam-macam energi!”
“Energi panas, energi listrik, energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, energi bunyi, energi kimia dan energi kinetik,” jawab Erik dengan cepat.
Bu Dyah mengangguk, “Oke, kalau begitu, kelas fisika berakhir. Jangan lupa tugasnya dikerjakan ya, anak-anak.”
“Baik, bu!” jawab semua siswa serentak.
Karena ada yang perlu dibicarakan dengan Mario, Erik cepat-cepat keluar kelas. Dia berjalan menuju kantin yang jaraknya tidak begitu jauh dari kelas fisikanya. Begitu kantin sudah terlihat, dia melihat Mario melambaikan tangan padanya.
Quote:
“Silahkan, jus melon kesukaanmu,” kata Mario.
“Kau tumben baik begini,” jawab Erik yang langsung meminum jus melon pemberian Mario.
“Aku memang selalu baik, bukan? Eh, ngomong-ngomong, habis pelajaran apa, Rik?”
“Fisika, sobat. Membahas Hukum Kekekalan Energi. Kalau bahas hukum itu, aku jadi teringat Klaus Grimmschackler.”
“Sudahlah. Jika Klaus berada di hadapanmu, larilah sejauh mungkin, Erik. Masalah Immortal, kudengar kau dan timmu kemarin malam berhadapan dengan Lu Bu dan James Wood?” tanya Mario yang langsung menanyakan masalah kemarin malam.
“Yah, begitulah,” kata Erik, “Dan yang paling parah adalah Immortal bernama Lu Bu datang untuk melindungi James Wood. Nyaris saja pria itu membelah kepalaku dengan tombaknya. Untung saja Arthur melindungiku.”
Mario mengangguk-angguk, “Jadi bisa disimpulkan kalau …”
“James Wood bersekutu dengan Lu Bu.”
“Kenapa mereka bersekutu dan bagaimana bentuk persekutuan mereka?”
“Kalau disimpulkan dengan informasi seadanya, sih, mungkin ada hubungan dengan profesi mereka. Vampire itu adalah pebisnis dan criminal. Sedangkan Lu Bu … aku tak tahu apapun soal Lu Bu. Yang kutahu dia adalah petarung yang hebat.”
“Sebenarnya aku tidak yakin akan informasi yang kudengar ini: Lu Bu adalah seorang ilmuwan genetika.”
“Ilmuwan genetika????” Mata Erik terbelalak mendengarnya.
Mario hanya mengangkat bahu, “Yah, informasinya tidak pasti. Kenapa kau heran begitu?”
“Tingkahnya yang barbar membuatku sulit percaya bahwa dia seorang ilmuwan.”
“Aku tidak pernah melihat secara langsung. Pantas saja kau menilainya begitu.”
“Kau tumben baik begini,” jawab Erik yang langsung meminum jus melon pemberian Mario.
“Aku memang selalu baik, bukan? Eh, ngomong-ngomong, habis pelajaran apa, Rik?”
“Fisika, sobat. Membahas Hukum Kekekalan Energi. Kalau bahas hukum itu, aku jadi teringat Klaus Grimmschackler.”
“Sudahlah. Jika Klaus berada di hadapanmu, larilah sejauh mungkin, Erik. Masalah Immortal, kudengar kau dan timmu kemarin malam berhadapan dengan Lu Bu dan James Wood?” tanya Mario yang langsung menanyakan masalah kemarin malam.
“Yah, begitulah,” kata Erik, “Dan yang paling parah adalah Immortal bernama Lu Bu datang untuk melindungi James Wood. Nyaris saja pria itu membelah kepalaku dengan tombaknya. Untung saja Arthur melindungiku.”
Mario mengangguk-angguk, “Jadi bisa disimpulkan kalau …”
“James Wood bersekutu dengan Lu Bu.”
“Kenapa mereka bersekutu dan bagaimana bentuk persekutuan mereka?”
“Kalau disimpulkan dengan informasi seadanya, sih, mungkin ada hubungan dengan profesi mereka. Vampire itu adalah pebisnis dan criminal. Sedangkan Lu Bu … aku tak tahu apapun soal Lu Bu. Yang kutahu dia adalah petarung yang hebat.”
“Sebenarnya aku tidak yakin akan informasi yang kudengar ini: Lu Bu adalah seorang ilmuwan genetika.”
“Ilmuwan genetika????” Mata Erik terbelalak mendengarnya.
Mario hanya mengangkat bahu, “Yah, informasinya tidak pasti. Kenapa kau heran begitu?”
“Tingkahnya yang barbar membuatku sulit percaya bahwa dia seorang ilmuwan.”
“Aku tidak pernah melihat secara langsung. Pantas saja kau menilainya begitu.”
Tiba-tiba seorang cewek menghampiri Mario. Cewek itu meletakkan tangannya di bahu kanan Mario dan tersenyum. Erik tidak mengenal cewek itu karena bukan satu angkatan dengannya. Kemungkinan kelas 10 atau kelas 12.
Quote:
“Kak Mario, nanti jalan-jalannya jadi jam berapa?” tanya cewek itu. Memanggil Mario ‘Kak’, berarti dia kelas 10.
“Maaf, habis pulang sekolah saja bagaimana?” jawab Mario.
“Yah, kenapa, Kak?”
“Habis maghrib nanti aku ada urusan. Temanku memintaku untuk mengajarinya. Maaf, ya. Nanti hari minggu kita jalan-jalan lagi.”
Gadis itu tersenyum dan meninggalkan Mario, “Oke, Kak.”
“Teman, ya? ‘Temanmu’ ini …,” kata Erik yang menekan kata ‘teman’, “Dari SMA ini atau SMA lain?”
Mario tersenyum dan mengangguk. Dia segera meminum susu coklatnya lalu menjawab pertanyaan Erik, “SMA lain, Rik.”
“Mengajari apa, Mario? Mengajari untuk jatuh cinta padamu?”
“Yah, bisa dibilang seperti itu.”
Erik tertawa, “Kau memang player brengsek, Mario.”
Mario tersenyum, “Entah ini kelebihanku … atau kekuranganku?”
“Bisa keduanya, menurutku. Kau sukses membuat para cowok iri, termasuk aku … kuakui,” kata Erik, “Ah, sudahlah. Kita bicara pekerjaan. Bukankah kau kemarin bilang akan menceritakan padaku ada pengkhianat di dalam Silver Sword?”
“Sebenarnya, masalah pengkhianat, aku hanya ingin merumuskan strategi denganmu, Erik. Ada beberapa orang yang kucurigai sebagai pengkhianat. Kita harus membunuh para pengkhianat itu. Eh, tunggu, daripada pengkhianat lebih tepat disebut agen ganda.”
“Identifikasi dulu apakah orang-orang yang kau curigai benar-benar agen ganda atau tidak. Bagaimana jika bukan pengkhianat atau agen ganda? Aku tidak mau menumpahkan darah orang yang tak berdosa. Lalu, jika benar-benar pengkhianat atau agen ganda, gali informasi dulu, baru dibunuh, Mario. Berapa orang yang kau curigai?”
“Tiga tapi kuakui dua di antaranya aku tidak yakin. Aku tidak memiliki alasan yang kuat bahwa mereka benar-benar agen ganda. Kira-kira bagaimana cara yang baik untuk memulai? “
“Tentu saja mengumpulkan informasi terkait orang-orang yang kau curigai benar-benar agen ganda. Informasi yang kita dapat nantinya akan kita gunakan sebagai strategi penangkapan dan bukti. Bukti akan kita setorkan ke bagian intel agar nantinya kita mendapat bantuan dari Silver Sword untuk menangkap si pengkhianat.”
“Boleh juga. Lanjutkan, Erik.”
“Untuk strategi penangkapan, kita perlu tahu bagaimana mereka bekerja dan aktivitas rutin mereka. Kita bisa menjebak mereka ketika mereka sedang melakukan aktivitas rutin atau memanfaatkan kelemahan dalam cara mereka kerja. Yang terpenting adalah kita harus mengetahui untuk organisasi mana mereka bekerja.”
“Organisasi? Kau masih penasaran masalah penyerbuan Black Heart kemarin? Jika benar, sama denganku.”
Erik mengangguk, “Aku akan sangat bersyukur jika salah satu pengkhianat itu anggota Black Heart. Kita akan langsung bertanya padanya apa tujuan Black Heart menyerang Rumah Sakit Lotus.”
“Bagaimana caranya? Mengirim seseorang untuk membuntutinya?”
“Itu terlalu klasik, Mario. Memang benar, kita perlu orang untuk membuntutinya. Aku akan meminta tolong pada anggota Paladin yang lumayan kuat untuk membuntutinya. Kita munculkan kesan pada si agen ganda bahwa anggota Paladinlah yang berusaha mencari informasi. Lalu kau, Mario …,” kata Erik, “Masuklah ke kehidupan si agen ganda setelah kesan yang kumaksud tadi sudah muncul. Secara teknis kaulah pencari informasi utama, bukan Paladin. Dengan kata lain, biarkan si agen ganda mencurigai anggota Paladin, bukan kau.”
“Jadi, anggota Paladin ini hanya semacam bidak atau umpan?”
“Bisa dibilang begitu. Tapi jangan salah. Ada kemungkinan si agen ganda ini menyadari bahwa kaulah yang mencari informasi atau yang lebih buruknya lagi menyadari seluruh rencana kita. Aku khawatir, jika hal itu terjadi, bisa-bisa kau yang dibawa ke suatu tempat dan menjebakmu. Di saat itulah giliran kau yang jadi umpan. Karena itulah aku akan anggota Paladin yang akan bekerja denganmu harus cukup kuat. Aku harap bisa menolongmu jika kau berada dalam situasi terburuk.”
Mulut Mario menganga dan mengangguk-angguk, “Darimana kau mempelajari taktik intel seperti itu?”
“Seniorku dari Paladin dan dari Amanda. Oh iya, ngomong-ngomong, apa aku boleh menceritakan pada Amanda dan Dietrich?”
Mario menggeleng, “Jangan, Erik. Memang mereka hebat, tapi tetap saja mereka orang baru. Yang tahu hanya aku, kau, Arthur, Bryan, Maya dan guruku.”
“Coba jelaskan padaku bagaimana para target kita?” tanya Erik.
“Sebut saja A, B dan C. A adalah cowok umur 25. Aku mengetahui bahwa dia bekerja untuk kelompok werewolf Grey Fang. Di Silver Sword, A bekerja di departemen petarung. B adalah cewek berumur 18 tahun. Aku tidak tahu dan tidak yakin dia bekerja untuk kelompok mana. Aku pernah melihat cewek ini menjatuhkan dokumen dengan sengaja di hadapan wanita berjas hujan. Wanita itu memungut dokumen, tersenyum dan menunjukkan taringnya. Jelas bagiku bahwa dia vampire. C adalah cowok berumur 23 yang bekerja di bagian intel.”
“Rencanaku adalah agar kau mengawasi A, Mario. Lalu aku akan mengawasi B. Sedangkan C … aku tak tahu harus meminta tolong pada siapa untuk menyelidiki C. C … aku tidak yakin bagaimana mengatasi C ini. Mungkin kita bisa meminta tolong pada Amanda atau Maya? Saranku sih Amanda.”
“Tunggu. Kenapa malah aku yang harus mengawasi A? Kenapa tidak B?”
“Aku tanya, apakah B termasuk cewek cantik?”
Sepuluh detik kemudian, Mario baru menjawab, “Lumayan, sih.”
Erik pun tertawa, “Player gila ini sepertinya tak pernah bisa berhenti bermain, ya.”
Mario juga tertawa, “Lalu untuk C? Kenapa Amanda?”
“Bodoh. Bukankah aku sudah cerita kalau Amanda bekerja di bagian intel. Tentunya dia lebih berpengalaman daripada kita, kan? Lalu wajah Amanda … cowok mana yang tidak tergoda dengan wajahnya?”
“Ah, benar juga,” kata Mario akhirnya, “Tapi aku tetap ragu untuk menceritakan hal ini pada orang yang baru kukenal.”
“Nanti kita akan bicara bertiga, Mario.”
“Maaf, habis pulang sekolah saja bagaimana?” jawab Mario.
“Yah, kenapa, Kak?”
“Habis maghrib nanti aku ada urusan. Temanku memintaku untuk mengajarinya. Maaf, ya. Nanti hari minggu kita jalan-jalan lagi.”
Gadis itu tersenyum dan meninggalkan Mario, “Oke, Kak.”
“Teman, ya? ‘Temanmu’ ini …,” kata Erik yang menekan kata ‘teman’, “Dari SMA ini atau SMA lain?”
Mario tersenyum dan mengangguk. Dia segera meminum susu coklatnya lalu menjawab pertanyaan Erik, “SMA lain, Rik.”
“Mengajari apa, Mario? Mengajari untuk jatuh cinta padamu?”
“Yah, bisa dibilang seperti itu.”
Erik tertawa, “Kau memang player brengsek, Mario.”
Mario tersenyum, “Entah ini kelebihanku … atau kekuranganku?”
“Bisa keduanya, menurutku. Kau sukses membuat para cowok iri, termasuk aku … kuakui,” kata Erik, “Ah, sudahlah. Kita bicara pekerjaan. Bukankah kau kemarin bilang akan menceritakan padaku ada pengkhianat di dalam Silver Sword?”
“Sebenarnya, masalah pengkhianat, aku hanya ingin merumuskan strategi denganmu, Erik. Ada beberapa orang yang kucurigai sebagai pengkhianat. Kita harus membunuh para pengkhianat itu. Eh, tunggu, daripada pengkhianat lebih tepat disebut agen ganda.”
“Identifikasi dulu apakah orang-orang yang kau curigai benar-benar agen ganda atau tidak. Bagaimana jika bukan pengkhianat atau agen ganda? Aku tidak mau menumpahkan darah orang yang tak berdosa. Lalu, jika benar-benar pengkhianat atau agen ganda, gali informasi dulu, baru dibunuh, Mario. Berapa orang yang kau curigai?”
“Tiga tapi kuakui dua di antaranya aku tidak yakin. Aku tidak memiliki alasan yang kuat bahwa mereka benar-benar agen ganda. Kira-kira bagaimana cara yang baik untuk memulai? “
“Tentu saja mengumpulkan informasi terkait orang-orang yang kau curigai benar-benar agen ganda. Informasi yang kita dapat nantinya akan kita gunakan sebagai strategi penangkapan dan bukti. Bukti akan kita setorkan ke bagian intel agar nantinya kita mendapat bantuan dari Silver Sword untuk menangkap si pengkhianat.”
“Boleh juga. Lanjutkan, Erik.”
“Untuk strategi penangkapan, kita perlu tahu bagaimana mereka bekerja dan aktivitas rutin mereka. Kita bisa menjebak mereka ketika mereka sedang melakukan aktivitas rutin atau memanfaatkan kelemahan dalam cara mereka kerja. Yang terpenting adalah kita harus mengetahui untuk organisasi mana mereka bekerja.”
“Organisasi? Kau masih penasaran masalah penyerbuan Black Heart kemarin? Jika benar, sama denganku.”
Erik mengangguk, “Aku akan sangat bersyukur jika salah satu pengkhianat itu anggota Black Heart. Kita akan langsung bertanya padanya apa tujuan Black Heart menyerang Rumah Sakit Lotus.”
“Bagaimana caranya? Mengirim seseorang untuk membuntutinya?”
“Itu terlalu klasik, Mario. Memang benar, kita perlu orang untuk membuntutinya. Aku akan meminta tolong pada anggota Paladin yang lumayan kuat untuk membuntutinya. Kita munculkan kesan pada si agen ganda bahwa anggota Paladinlah yang berusaha mencari informasi. Lalu kau, Mario …,” kata Erik, “Masuklah ke kehidupan si agen ganda setelah kesan yang kumaksud tadi sudah muncul. Secara teknis kaulah pencari informasi utama, bukan Paladin. Dengan kata lain, biarkan si agen ganda mencurigai anggota Paladin, bukan kau.”
“Jadi, anggota Paladin ini hanya semacam bidak atau umpan?”
“Bisa dibilang begitu. Tapi jangan salah. Ada kemungkinan si agen ganda ini menyadari bahwa kaulah yang mencari informasi atau yang lebih buruknya lagi menyadari seluruh rencana kita. Aku khawatir, jika hal itu terjadi, bisa-bisa kau yang dibawa ke suatu tempat dan menjebakmu. Di saat itulah giliran kau yang jadi umpan. Karena itulah aku akan anggota Paladin yang akan bekerja denganmu harus cukup kuat. Aku harap bisa menolongmu jika kau berada dalam situasi terburuk.”
Mulut Mario menganga dan mengangguk-angguk, “Darimana kau mempelajari taktik intel seperti itu?”
“Seniorku dari Paladin dan dari Amanda. Oh iya, ngomong-ngomong, apa aku boleh menceritakan pada Amanda dan Dietrich?”
Mario menggeleng, “Jangan, Erik. Memang mereka hebat, tapi tetap saja mereka orang baru. Yang tahu hanya aku, kau, Arthur, Bryan, Maya dan guruku.”
“Coba jelaskan padaku bagaimana para target kita?” tanya Erik.
“Sebut saja A, B dan C. A adalah cowok umur 25. Aku mengetahui bahwa dia bekerja untuk kelompok werewolf Grey Fang. Di Silver Sword, A bekerja di departemen petarung. B adalah cewek berumur 18 tahun. Aku tidak tahu dan tidak yakin dia bekerja untuk kelompok mana. Aku pernah melihat cewek ini menjatuhkan dokumen dengan sengaja di hadapan wanita berjas hujan. Wanita itu memungut dokumen, tersenyum dan menunjukkan taringnya. Jelas bagiku bahwa dia vampire. C adalah cowok berumur 23 yang bekerja di bagian intel.”
“Rencanaku adalah agar kau mengawasi A, Mario. Lalu aku akan mengawasi B. Sedangkan C … aku tak tahu harus meminta tolong pada siapa untuk menyelidiki C. C … aku tidak yakin bagaimana mengatasi C ini. Mungkin kita bisa meminta tolong pada Amanda atau Maya? Saranku sih Amanda.”
“Tunggu. Kenapa malah aku yang harus mengawasi A? Kenapa tidak B?”
“Aku tanya, apakah B termasuk cewek cantik?”
Sepuluh detik kemudian, Mario baru menjawab, “Lumayan, sih.”
Erik pun tertawa, “Player gila ini sepertinya tak pernah bisa berhenti bermain, ya.”
Mario juga tertawa, “Lalu untuk C? Kenapa Amanda?”
“Bodoh. Bukankah aku sudah cerita kalau Amanda bekerja di bagian intel. Tentunya dia lebih berpengalaman daripada kita, kan? Lalu wajah Amanda … cowok mana yang tidak tergoda dengan wajahnya?”
“Ah, benar juga,” kata Mario akhirnya, “Tapi aku tetap ragu untuk menceritakan hal ini pada orang yang baru kukenal.”
“Nanti kita akan bicara bertiga, Mario.”
0
Kutip
Balas