- Beranda
- Berita dan Politik
La Nyalla: Biarpun Presiden yang Minta, Saya Tidak Akan Mundur
...
TS
nubi.genit
La Nyalla: Biarpun Presiden yang Minta, Saya Tidak Akan Mundur
Quote:
KETUA Umum PSSI La Nyalla Mattaliti menegaskan tidak akan mengundurkan diri jabatan sebagai ketua, meski muncul desakan dari sejulah fihak termasuk anggota DPR RI.
"Dengan alasan apa mereka minta saya mundur, dasarnya apa. Jangankan anggota Dewan, Presiden yang minta saja, saya tidak akan mundur, kata La Nyalla di Surabaya, Kamis (3/3).
Ia menilai, permintaan mundur yang disampaikan anggota Dewan tidak memiliki dasar. Bahkan, La Nyalla mempertanyakan anggota tersebut dianggap tidak becus dalam ikut menyelesaikan konflik PSSI dan Pemerintah.
La Nyalla menegaskan dirinya baru akan akan mundur bila itu datang dari anggota PSSI dengan jumlah 50 persen plus 1 atau sepertiga. Bila hanya seorang apalagi mereka yang tidak memiliki kepentingan di olahraga minta mundur, tidak akan dituruti.
Dengan tegas La Nyalla menyatakan tidak ada maksud untuk mempertahankan jabatan. "Silakan saja kalau ada yang menginginkan namun asalkan memenuhi syarat. Jadi, yang bisa memundurkan saya adalah statuta FIFA, bukan perseorangan apalagi pendapat orang lain. Saya tetap akan bertahan sebagai Ketua Umum PSSI," ujarnya. (OL-2)
http://www.mediaindonesia.com/news/r...dur/2016-03-03
komentar mas anang mengenai PSSI...
Quote:
Reformasi PSSI, Anang : PSSI Shutdown Saja!

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengusulkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) direformasi total agar organisasinya lebih baiksehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan.
"Saya mengusulkan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) PSSI duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis, terkait karut marut PSSI.
Anang menyatakan, kisruh berkepenjangan di organisasi sepak bola Indonesia PSSI harus segera diselesaikan secepatnya. Semua pihak harus duduk bersama menanggalkan ego kelompok dan golongan.
Anggota DPR dari Fraksi PAN ini mengusulkan PSSI dititiknolkan atau "dimatikan" untuk menyelesaikan persoalan di organisasi sepakbola tersebut. "Saya usul PSSI dishutdown saja, dititiknolkan untuk direformasi total," katanya.
Seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah dan PSSI harus duduk bersama untuk mencari formulasi penyelesaian secara baik. Menurut Anang, jika selama ini PSSI selalu menyampaikan komitmennya terhadap pemain dan klub sepak bola serta kepentingan nasional,maka semestinya tidak ada alasan untuk menolak duduk bersama dengan pemerintah untuk melakukan perubahan di PSSI. "Formulasi penyelesaiannya bisa Kongres Luar Biasa (KLB)," tegas Anang.
Anang menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus berani untuk duduk bersama dan secara sportif menyelesaikan persoalan di internal PSSI. "Hakekat olah raga itu sportivitas. Maka, seluruh pemangku kepentingan harus gentlement untuk menyelesaikan persoalan di PSSI. Kalau tidak berani, berarti tidak sportif dan hanya mementingkan kelompoknya."
Terkait dengan wacana pencabutan pembekuan PSSI oleh pemerintah, Anang menyebutkan, pencabutan pembekuan dapat dilakukan bila dugaan pengaturan skor dan praktik kartel tidak ada lagi serta terdapat jaminan perlindungan bagi pelaku sepakbola di Indonesia. "Tim nasional sepak bola juga harus menjuarai di kegiatan olah raga seperti di AFC, SEA Games dan lain-lain," ujar Unang.
ANTARA
https://bola.tempo.co/read/news/2016...-shutdown-saja

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengusulkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) direformasi total agar organisasinya lebih baiksehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan.
"Saya mengusulkan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) PSSI duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis, terkait karut marut PSSI.
Anang menyatakan, kisruh berkepenjangan di organisasi sepak bola Indonesia PSSI harus segera diselesaikan secepatnya. Semua pihak harus duduk bersama menanggalkan ego kelompok dan golongan.
Anggota DPR dari Fraksi PAN ini mengusulkan PSSI dititiknolkan atau "dimatikan" untuk menyelesaikan persoalan di organisasi sepakbola tersebut. "Saya usul PSSI dishutdown saja, dititiknolkan untuk direformasi total," katanya.
Seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah dan PSSI harus duduk bersama untuk mencari formulasi penyelesaian secara baik. Menurut Anang, jika selama ini PSSI selalu menyampaikan komitmennya terhadap pemain dan klub sepak bola serta kepentingan nasional,maka semestinya tidak ada alasan untuk menolak duduk bersama dengan pemerintah untuk melakukan perubahan di PSSI. "Formulasi penyelesaiannya bisa Kongres Luar Biasa (KLB)," tegas Anang.
Anang menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus berani untuk duduk bersama dan secara sportif menyelesaikan persoalan di internal PSSI. "Hakekat olah raga itu sportivitas. Maka, seluruh pemangku kepentingan harus gentlement untuk menyelesaikan persoalan di PSSI. Kalau tidak berani, berarti tidak sportif dan hanya mementingkan kelompoknya."
Terkait dengan wacana pencabutan pembekuan PSSI oleh pemerintah, Anang menyebutkan, pencabutan pembekuan dapat dilakukan bila dugaan pengaturan skor dan praktik kartel tidak ada lagi serta terdapat jaminan perlindungan bagi pelaku sepakbola di Indonesia. "Tim nasional sepak bola juga harus menjuarai di kegiatan olah raga seperti di AFC, SEA Games dan lain-lain," ujar Unang.
ANTARA
https://bola.tempo.co/read/news/2016...-shutdown-saja
komentar paporit...
Quote:
Original Posted By jong.oswi►Ngapain mundur, lah dia hasil pilihan dari anggota pssi kok.
Tidak ada haknya menpora/presiden sekalipun utk mengganti pimpinan hasil pilihan anggota organisasi (yg isinya preman macem) Pemuda Pancasila, FPI ataupun PSSI.
Bukan milik pemerintah kok enak saja mau ngebongkar-pasang.

Tidak ada haknya menpora/presiden sekalipun utk mengganti pimpinan hasil pilihan anggota organisasi (yg isinya preman macem) Pemuda Pancasila, FPI ataupun PSSI.
Bukan milik pemerintah kok enak saja mau ngebongkar-pasang.

Quote:
Original Posted By kakidal27►
yes, mau dimonopoli(kayak 20tahun terakhir), diperah habis2an profit dr ladang bola, monopoli bisnis yg muter di bola, tapi ya mbok bisa ikut majuin sepakbola nya, simbiosis mutualisme, bukan jadi benalu.
THE REAL GARUDA
Lawan Tim Non-Divisi yang Baru Dibentuk 24 Jam, Tim KPSI Pesta Gol
BUAT AGAN2 SEMUA YG MUNGKIN LUPA, YANG MUNGKIN BELUM TAU, PRESTASI THE REAL GARUDA KPSI DARI BAPAK PRESIDEN (K)PSSI LALA YEYE BESERTA JAJARANNYA YANG PALING PAHAM BOLA.







BAGI ANE, MEREKA LAH PENGHIANAT2 BANGSA INI
BOIKOT TIMNAS.
SAAT THE REAL GARUDA BIKIN MALU, SAAT ITU TIMNAS EMPRIT MALAH DICACI OLEH MASYARAKAT
ts, pejwan donk, utk nambahin prestasi lala yeye saat di kpsi
yes, mau dimonopoli(kayak 20tahun terakhir), diperah habis2an profit dr ladang bola, monopoli bisnis yg muter di bola, tapi ya mbok bisa ikut majuin sepakbola nya, simbiosis mutualisme, bukan jadi benalu.
THE REAL GARUDA
Spoiler for dosa kpsi:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertanyaan besar pun sontak muncul di kepala Hasyim dan mahasiwa lain, soal agenda tim KPSI di tanah Asutralia. Mengapa perlu jauh-jauh bertanding ke luar negeri bila yang jadi lawan adalah tim kelas amatir?
Pertanyaan yang berkecamuk di kepala mahsiswa Indonesia di Brisbane itu pun terjawab lewat pernyataan seorang ofisial kepada Hasyim. “Salah satu ofisial bilang, dia sengaja diminta (Alfred) Riedl untuk mencari lawan yang lemah karena tim ini baru terbentuk dan butuh adaptasi,” ujar Hasyim menuturkan penjelasan seorang ofisial Real garuda seusai laga.
Pertanyaan baru pun muncul, jika yang dicari lawan lemah, di Indonesialah pusatnya, bukan di Australia! Pada akhirnya, mahasiswa Indonesia di Brsibane yang menyaksikan langsung jalannya laga Real garuda mengambil kesimpulan, tim pecahan timnas PSSI ini melakukan agenda sia-sia bagi persepakbolaan Indonesia.
“Jadi mengapa tim ini (Real Garuda) justru tidak bergabung ke tim yang jelas-jelas membutuhkan tenaga mereka. Justru mereka di sini hanya membuang talenta kalau hanya berujicoba dengan tim amatir,” sebutnya.
Meski mengundang pertanyaan, namun aksi Real garuda tetap mengundang pujian. Salah satu petinggi KPSI, Djamal Azis memuji habis aksi Real Garuda selama di Brisbane.
Pria yang aktif sebagai anggota DPR itu justru menilai negara ASEAN sengaja memilih timnas PSSI ketimbang KPSI karena takut begitu tahu aksi Real Garuda melahap klub Australia. "Kemenangan telak Timnas TRG melawan Brisbane All Stars barangkali membuat jeri kesebelasan dari negara AFF lainnya," ujar Djamal saat dihubungi ROL, Selasa (30/10).
Sekalipun mengundang kritik, pertanyaan, serta kontroversi, namun kedatangan Real Garuda di Australia tetap menghibur masyarakat luas. Berbekal kamera yang dimiliki, Hasyim pun mengabadikan momen jenaka saat Real Garuda salah kostum jelang pertandingan.
Momen ini tersebar luas di twitter dan youtube dan menjadi bahan candaan bagi sejumlah akun di jejaring sosial...hmmmm...Real Garuda.
Pertanyaan yang berkecamuk di kepala mahsiswa Indonesia di Brisbane itu pun terjawab lewat pernyataan seorang ofisial kepada Hasyim. “Salah satu ofisial bilang, dia sengaja diminta (Alfred) Riedl untuk mencari lawan yang lemah karena tim ini baru terbentuk dan butuh adaptasi,” ujar Hasyim menuturkan penjelasan seorang ofisial Real garuda seusai laga.
Pertanyaan baru pun muncul, jika yang dicari lawan lemah, di Indonesialah pusatnya, bukan di Australia! Pada akhirnya, mahasiswa Indonesia di Brsibane yang menyaksikan langsung jalannya laga Real garuda mengambil kesimpulan, tim pecahan timnas PSSI ini melakukan agenda sia-sia bagi persepakbolaan Indonesia.
“Jadi mengapa tim ini (Real Garuda) justru tidak bergabung ke tim yang jelas-jelas membutuhkan tenaga mereka. Justru mereka di sini hanya membuang talenta kalau hanya berujicoba dengan tim amatir,” sebutnya.
Meski mengundang pertanyaan, namun aksi Real garuda tetap mengundang pujian. Salah satu petinggi KPSI, Djamal Azis memuji habis aksi Real Garuda selama di Brisbane.
Pria yang aktif sebagai anggota DPR itu justru menilai negara ASEAN sengaja memilih timnas PSSI ketimbang KPSI karena takut begitu tahu aksi Real Garuda melahap klub Australia. "Kemenangan telak Timnas TRG melawan Brisbane All Stars barangkali membuat jeri kesebelasan dari negara AFF lainnya," ujar Djamal saat dihubungi ROL, Selasa (30/10).
Sekalipun mengundang kritik, pertanyaan, serta kontroversi, namun kedatangan Real Garuda di Australia tetap menghibur masyarakat luas. Berbekal kamera yang dimiliki, Hasyim pun mengabadikan momen jenaka saat Real Garuda salah kostum jelang pertandingan.
Momen ini tersebar luas di twitter dan youtube dan menjadi bahan candaan bagi sejumlah akun di jejaring sosial...hmmmm...Real Garuda.
Lawan Tim Non-Divisi yang Baru Dibentuk 24 Jam, Tim KPSI Pesta Gol
Spoiler for dosa TRG beserta isinya:
Jakarta - Tim bentukan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) saat ini tengah menjalani serangkaian laga ujicoba. Salah satunya telah dituntaskan dengan kemenangan 8-0, meski kemudian muncul pertanyaan besar mengenai kualitas lawan yang dihadapi.
Australia menjadi tujuan pertama tim besutan Alfred Riedl tersebut untuk melakukan ujicoba. Pada hari Kamis, kemenangan telak 8-0 pun dicatatkan Firman Utina cs atas QCSA All Star, Kamis (18/10/2012).
Yang menarik, QCSA--kependekan dari Queensland Christian Soccer Association--sejatinya bukanlah klub atau tim sepakbola profesional dan dapat diistilahkan sebagai klub non-divisi.
QCSA sendiri merupakan sejenis perkumpulan pemuda kerohanian Kristen, yang mana difasilitasi oleh pihak gereja di Queensland agar bisa aktif bersepakbola demi menjauhkan diri dari pengaruh dan aktivitas negatif.
Nah, uniknya, seperti dijelaskan dalam situs resmi QCSI, [url=http://www.qcsa.org.au,]www.qcsa.org.au,[/url] dan laman mereka di Facebook, tim QCSI yang diturunkan untuk menghadapi tim KPSI tersebut dapat dibilang skuat dadakan karena ajakan untuk bertanding memang datang dengan tiba-tiba dan cuma dilakukan via telepon.
"Oke... Jadi begini, Petugas Pengembangan QCSA kemarin mendapat telepon untuk mengatur dua 'friendly internasional' melawan timnas Indonesia," tulis QCSA pada tanggal 17 Oktober lalu.
"Dalam waktu kurang dari 24 jam, QCSA kemudian telah menyusun sebuah tim, dan bersama dengan pihak-pihak lain kami telah menyusun dua buah friendly internasional di Ferry Park," lanjut pernyataan itu.
Pun demikian, KPSI melalui akun Twitter @officialKPSI menegaskan bahwa kemenangan itu, sekalipun dengan kualitas lawan yang jelas amat tidak sepadan, tetap tak bisa disepelekan. "Jangan remehkan kemenangan 8-0 Timnas TRG vs QCSA XI."
Australia menjadi tujuan pertama tim besutan Alfred Riedl tersebut untuk melakukan ujicoba. Pada hari Kamis, kemenangan telak 8-0 pun dicatatkan Firman Utina cs atas QCSA All Star, Kamis (18/10/2012).
Yang menarik, QCSA--kependekan dari Queensland Christian Soccer Association--sejatinya bukanlah klub atau tim sepakbola profesional dan dapat diistilahkan sebagai klub non-divisi.
QCSA sendiri merupakan sejenis perkumpulan pemuda kerohanian Kristen, yang mana difasilitasi oleh pihak gereja di Queensland agar bisa aktif bersepakbola demi menjauhkan diri dari pengaruh dan aktivitas negatif.
Nah, uniknya, seperti dijelaskan dalam situs resmi QCSI, [url=http://www.qcsa.org.au,]www.qcsa.org.au,[/url] dan laman mereka di Facebook, tim QCSI yang diturunkan untuk menghadapi tim KPSI tersebut dapat dibilang skuat dadakan karena ajakan untuk bertanding memang datang dengan tiba-tiba dan cuma dilakukan via telepon.
"Oke... Jadi begini, Petugas Pengembangan QCSA kemarin mendapat telepon untuk mengatur dua 'friendly internasional' melawan timnas Indonesia," tulis QCSA pada tanggal 17 Oktober lalu.
"Dalam waktu kurang dari 24 jam, QCSA kemudian telah menyusun sebuah tim, dan bersama dengan pihak-pihak lain kami telah menyusun dua buah friendly internasional di Ferry Park," lanjut pernyataan itu.
Pun demikian, KPSI melalui akun Twitter @officialKPSI menegaskan bahwa kemenangan itu, sekalipun dengan kualitas lawan yang jelas amat tidak sepadan, tetap tak bisa disepelekan. "Jangan remehkan kemenangan 8-0 Timnas TRG vs QCSA XI."
BUAT AGAN2 SEMUA YG MUNGKIN LUPA, YANG MUNGKIN BELUM TAU, PRESTASI THE REAL GARUDA KPSI DARI BAPAK PRESIDEN (K)PSSI LALA YEYE BESERTA JAJARANNYA YANG PALING PAHAM BOLA.







BAGI ANE, MEREKA LAH PENGHIANAT2 BANGSA INI
BOIKOT TIMNAS.SAAT THE REAL GARUDA BIKIN MALU, SAAT ITU TIMNAS EMPRIT MALAH DICACI OLEH MASYARAKAT
ts, pejwan donk, utk nambahin prestasi lala yeye saat di kpsi
Diubah oleh nubi.genit 04-03-2016 08:08
0
78.4K
Kutip
651
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
kevincostan
#607
Quote:
Original Posted By kakidal27►
kalo keluar kulkas dan gak jadi anak band, inilah nama2 yang akan membawa sepakbola indonesia berkibar kembali
kalo keluar kulkas dan gak jadi anak band, inilah nama2 yang akan membawa sepakbola indonesia berkibar kembali
Spoiler for lengkapnya:
President: La Nyalla Mahmud Mattalitti
Vice President: Hinca Ikara Putra Pandjaitan
Vice President: Erwin Dwi Budiawan
1. Komite Keuangan
Ketua: Zulfadli
Wakil Ketua: Tonny Aprilani
Anggota: Hasnuryadi, Dirk Soplanit, Chaidir
2. Komite Audit Internal
Ketua: Posma Sitompul
Wakil Ketua: Johan MS
Anggota: Gideon Adi Siallagan, Pesta Purba, Andi Mohammad Iqbal
3. Komite Kompetisi
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil Ketua: Tonny Aprilani
Anggota: Indra Dt Rajo Lelo, dr Wardi Azhari S, Fahmi Hakim
4. Komite Teknik dan Pengembangan
Ketua: La Siya
Wakil Ketua: Reva Deddy
Anggota: Danurwindo, Emral Abus, Benny Dolo
5. Komite Wasit
Ketua: Djamal Aziz
Wakil Ketua: Roberto Rouw
Anggota: Setiono, Kol. Rachmadi SH MH, Suprihatin
6. Komite Hukum
Ketua: Gusti Randa
Wakil Ketua: Djamal Aziz
Anggota: Fahmi Bachmid, Marconi, Didi Muhrianto
7. Komite Sepak Bola Wanita
Ketua: Diza Rasyid Ali
Wakil: La Siya
Anggota: Pinky Hidayati, Monica Desideria, Amalya Shinta Dewi
8. Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
Ketua: Hadiyandra
Wakil: Diza Ali
Anggota: GH Sutedjo, Zuchli Imran Putra, Kushery Hanafi
9. Komite Futsal
Ketua: Roberto Rouw
Wakil: Gusti Randa
Anggota: Yasser Arafat, Entis, Eddy Syamsu
10. Komite Medis
Ketua: Tonny Aprilani
Wakil: Husni Hasibuan
Anggota: dr Ichwan Mahfud MD, dr Mahfudyono, dr Diah Defawati
11. Komite Status Pemain
Ketua: Reva Deddy
Wakil: Gusti Randa
Anggota: Kairul Anwar, Hidayat, Vernard Hutabarat
12. Komite Fair-Play dan Tanggung Jawab Sosial
Ketua: Husni Hasibuan
Wakil: Hadiyandra
Anggota: Khaidir TM, Ahmad Subhan, I Putu Ngurah Ardika
13. Komite Media
Ketua: Reva Deddy
Wakil:Djamal Aziz
Anggota: Eddy Lahengko, Lalu Mara Satriawangsa, Agus Santoso
14. Komite Sepak Bola
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil: Hadiyandra
Anggota: Putra Wirasana, Kamaludin Harahap, Sukri
15. Komite Studi Strategis
Ketua: Tonny Aprilani
Wakil: Dodi Reza
Anggota: DR TB Iman Siraid, Marzuki SE, Islah Bahrawi
16. Komite Marketing dan Penasehat Televisi
Ketua: Dodi Reza
Wakil: Reva Deddy
Anggota: Leonard S Ampung, Andri Maramis, Daan Ahmad
17. Komite Keamanan
Ketua: Roberto Rouw
Wakil: Husni Hasibuan
Anggota: Timmy Setiawan, Nugroho Setiawan, Endang Sofyan
18. Komite Adhoc Pro-League
Ketua: Erwin Dwi Budiawan
Wakil: Johar Lin Eng
Anggota: Gede Widiade, Daconi, Debby Kurniawan, Henry Wairara, Yabes Tanuri, Asep Edwin, Ruddy Widodo, Faisal Mursyid, Endri Erawan, Risa Widjaya, Danri Dauri, Richie Kurniawan, Rocky Bebena, Ferry Paulus, Yance Banua, Rully Habibie, Bagoes Cahyo Yuwono, Irfan Taufik
19. Komite Adhoc Reformasi PSSI Provinsi
Ketua: Dwi Irianto
Wakil: Amir Burhannudin
Anggota: Maurice Tuguis, Sofyan Lestaluhu, Koeshandoko, Adang Gunawan, Ronny Suhatril, Parson Horota, Hendra Radianto
20. Komite Adhoc Sinergis
Ketua: Tommy Suryopratomo
Wakil: Tri Goestoro
Anggota: Rahim Soekasah, Rudy Keltjes, Patua Sinaga, Ian Situmorang, Prof Tjipta Lesmana, Fritz Simanjuntak, Effendi Ghazali
21. Special Taskforce Millenium Football Development
Ketua: Rahim Soekasah
Anggota: Muchlis HY, Andi Arief, Muhammad Zakaria, Aidil Fitri, Sofyan Hasdam, H Ekos Albar, Jafar Sidiq, Haryono, Ronny Fauzan, Mulyadi, Yus Rizal, Sucipto Rumu, Mantonadi, Fritz Katiandago, M Jufri, AA Ngurah Alit Wiraputra, Marcus Rey, Dwi Irianto Jatmiko, Didik Untung Samsidi, Dadang Rusdiana, Anwar Bahir, Augie Bunyamin, Muhammad Irfan, Mahyeldi, Sabarudin Labamba, Max Boboy, Yusran, Vityan Hamdi, Mintrajaya, Muhazam, Herdiat, Hendri Orisu, Hendri S.Sos, Triyandi Mulkan, Laksana Natal Wungguli, Andre Rosiade, M Mochdar, Aprilia Widharta, Wahyu Wahab, Zainul Arifin, Verry Mulyadi, Yunus Nusi, Ario Prabowo, Eka Putra, Harry Sulaiman Ruswanto, H Babay, Kerry S Antang, Irawadi Hanafi, Vecky Gandey, Indra Sakti Harahap, Zulfahmi Adrian, Eko Supriyadi, Sirajudin, Budi Irawan, Santoso Tejo SH, Muhammad Anthony Syuhada, Benny Erwin
22. Komisi Disiplin
Ketua: Ahmad Yulianto
Wakil: Ma'ruf Syah
Anggota: Sudirman, Yusuf Ibrahim, Aji Ridwan Mas
23. Komisi Banding
Ketua: Firdaus Dewilmar
Wakil: M.Nigara
Anggota: Alfred Simanjuntak, Umar Husin SH, Azhari Rangkuti
24. Komisi Arbitrase
Ketua: Erwin Tobing
Wakil: Ahmad Riyadh
Anggota: Ridwan Parapat, Madju Daryanto Hutapea, Muhammad Alinur, DR Muhammad Asrun, Ahmad Yani, Drs Musrifin Umar
25. Komite Darurat
Ketua: La Nyalla M. M
Wakil: Hinca Pandjaitan dan Erwin Dwi Budiawan
Anggota: Iqbal Ruray, Dwi Irianto, Benhur Tommy Mano, Indra Armendaris, Jackson Kumaat, Adly Tjalok, Jack Manusaway
26. Komite Etika
Ketua: TM Nurlif
Wakil: Hulman Pandjaitan
Anggota: Yedidiah Soerjosomarno, Yakub Adi Kristanto SH MH, Ferry Julianto, Indris Yahya SH, Haryo Yuniarto SH
27. Sekjen: Azwan Karim
Deputi Sekjen: Syaifuddin Alamsyah, Budi Setiawan
28. Dewan Kehormatan
Ketua: Agum Gumelar
Anggota: Azwar Anas, Nirwan D Bakrie, Nurdin Halid, Maulwi Saelan, Djohar Arifin, IGK Manila, HR Adang Ruchiatna Puradiredja
29. Dewan Pembina
Ketua: Tono Suratman
Anggota: Harbiansyah Hanafiah, Syahril Taher, Andi Darussalam Tabusalla, Gelora Surya Dharma Tahir, Widjono Hardjanto, Masmun Yan Mangesa
Vice President: Hinca Ikara Putra Pandjaitan
Vice President: Erwin Dwi Budiawan
1. Komite Keuangan
Ketua: Zulfadli
Wakil Ketua: Tonny Aprilani
Anggota: Hasnuryadi, Dirk Soplanit, Chaidir
2. Komite Audit Internal
Ketua: Posma Sitompul
Wakil Ketua: Johan MS
Anggota: Gideon Adi Siallagan, Pesta Purba, Andi Mohammad Iqbal
3. Komite Kompetisi
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil Ketua: Tonny Aprilani
Anggota: Indra Dt Rajo Lelo, dr Wardi Azhari S, Fahmi Hakim
4. Komite Teknik dan Pengembangan
Ketua: La Siya
Wakil Ketua: Reva Deddy
Anggota: Danurwindo, Emral Abus, Benny Dolo
5. Komite Wasit
Ketua: Djamal Aziz
Wakil Ketua: Roberto Rouw
Anggota: Setiono, Kol. Rachmadi SH MH, Suprihatin
6. Komite Hukum
Ketua: Gusti Randa
Wakil Ketua: Djamal Aziz
Anggota: Fahmi Bachmid, Marconi, Didi Muhrianto
7. Komite Sepak Bola Wanita
Ketua: Diza Rasyid Ali
Wakil: La Siya
Anggota: Pinky Hidayati, Monica Desideria, Amalya Shinta Dewi
8. Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
Ketua: Hadiyandra
Wakil: Diza Ali
Anggota: GH Sutedjo, Zuchli Imran Putra, Kushery Hanafi
9. Komite Futsal
Ketua: Roberto Rouw
Wakil: Gusti Randa
Anggota: Yasser Arafat, Entis, Eddy Syamsu
10. Komite Medis
Ketua: Tonny Aprilani
Wakil: Husni Hasibuan
Anggota: dr Ichwan Mahfud MD, dr Mahfudyono, dr Diah Defawati
11. Komite Status Pemain
Ketua: Reva Deddy
Wakil: Gusti Randa
Anggota: Kairul Anwar, Hidayat, Vernard Hutabarat
12. Komite Fair-Play dan Tanggung Jawab Sosial
Ketua: Husni Hasibuan
Wakil: Hadiyandra
Anggota: Khaidir TM, Ahmad Subhan, I Putu Ngurah Ardika
13. Komite Media
Ketua: Reva Deddy
Wakil:Djamal Aziz
Anggota: Eddy Lahengko, Lalu Mara Satriawangsa, Agus Santoso
14. Komite Sepak Bola
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil: Hadiyandra
Anggota: Putra Wirasana, Kamaludin Harahap, Sukri
15. Komite Studi Strategis
Ketua: Tonny Aprilani
Wakil: Dodi Reza
Anggota: DR TB Iman Siraid, Marzuki SE, Islah Bahrawi
16. Komite Marketing dan Penasehat Televisi
Ketua: Dodi Reza
Wakil: Reva Deddy
Anggota: Leonard S Ampung, Andri Maramis, Daan Ahmad
17. Komite Keamanan
Ketua: Roberto Rouw
Wakil: Husni Hasibuan
Anggota: Timmy Setiawan, Nugroho Setiawan, Endang Sofyan
18. Komite Adhoc Pro-League
Ketua: Erwin Dwi Budiawan
Wakil: Johar Lin Eng
Anggota: Gede Widiade, Daconi, Debby Kurniawan, Henry Wairara, Yabes Tanuri, Asep Edwin, Ruddy Widodo, Faisal Mursyid, Endri Erawan, Risa Widjaya, Danri Dauri, Richie Kurniawan, Rocky Bebena, Ferry Paulus, Yance Banua, Rully Habibie, Bagoes Cahyo Yuwono, Irfan Taufik
19. Komite Adhoc Reformasi PSSI Provinsi
Ketua: Dwi Irianto
Wakil: Amir Burhannudin
Anggota: Maurice Tuguis, Sofyan Lestaluhu, Koeshandoko, Adang Gunawan, Ronny Suhatril, Parson Horota, Hendra Radianto
20. Komite Adhoc Sinergis
Ketua: Tommy Suryopratomo
Wakil: Tri Goestoro
Anggota: Rahim Soekasah, Rudy Keltjes, Patua Sinaga, Ian Situmorang, Prof Tjipta Lesmana, Fritz Simanjuntak, Effendi Ghazali
21. Special Taskforce Millenium Football Development
Ketua: Rahim Soekasah
Anggota: Muchlis HY, Andi Arief, Muhammad Zakaria, Aidil Fitri, Sofyan Hasdam, H Ekos Albar, Jafar Sidiq, Haryono, Ronny Fauzan, Mulyadi, Yus Rizal, Sucipto Rumu, Mantonadi, Fritz Katiandago, M Jufri, AA Ngurah Alit Wiraputra, Marcus Rey, Dwi Irianto Jatmiko, Didik Untung Samsidi, Dadang Rusdiana, Anwar Bahir, Augie Bunyamin, Muhammad Irfan, Mahyeldi, Sabarudin Labamba, Max Boboy, Yusran, Vityan Hamdi, Mintrajaya, Muhazam, Herdiat, Hendri Orisu, Hendri S.Sos, Triyandi Mulkan, Laksana Natal Wungguli, Andre Rosiade, M Mochdar, Aprilia Widharta, Wahyu Wahab, Zainul Arifin, Verry Mulyadi, Yunus Nusi, Ario Prabowo, Eka Putra, Harry Sulaiman Ruswanto, H Babay, Kerry S Antang, Irawadi Hanafi, Vecky Gandey, Indra Sakti Harahap, Zulfahmi Adrian, Eko Supriyadi, Sirajudin, Budi Irawan, Santoso Tejo SH, Muhammad Anthony Syuhada, Benny Erwin
22. Komisi Disiplin
Ketua: Ahmad Yulianto
Wakil: Ma'ruf Syah
Anggota: Sudirman, Yusuf Ibrahim, Aji Ridwan Mas
23. Komisi Banding
Ketua: Firdaus Dewilmar
Wakil: M.Nigara
Anggota: Alfred Simanjuntak, Umar Husin SH, Azhari Rangkuti
24. Komisi Arbitrase
Ketua: Erwin Tobing
Wakil: Ahmad Riyadh
Anggota: Ridwan Parapat, Madju Daryanto Hutapea, Muhammad Alinur, DR Muhammad Asrun, Ahmad Yani, Drs Musrifin Umar
25. Komite Darurat
Ketua: La Nyalla M. M
Wakil: Hinca Pandjaitan dan Erwin Dwi Budiawan
Anggota: Iqbal Ruray, Dwi Irianto, Benhur Tommy Mano, Indra Armendaris, Jackson Kumaat, Adly Tjalok, Jack Manusaway
26. Komite Etika
Ketua: TM Nurlif
Wakil: Hulman Pandjaitan
Anggota: Yedidiah Soerjosomarno, Yakub Adi Kristanto SH MH, Ferry Julianto, Indris Yahya SH, Haryo Yuniarto SH
27. Sekjen: Azwan Karim
Deputi Sekjen: Syaifuddin Alamsyah, Budi Setiawan
28. Dewan Kehormatan
Ketua: Agum Gumelar
Anggota: Azwar Anas, Nirwan D Bakrie, Nurdin Halid, Maulwi Saelan, Djohar Arifin, IGK Manila, HR Adang Ruchiatna Puradiredja
29. Dewan Pembina
Ketua: Tono Suratman
Anggota: Harbiansyah Hanafiah, Syahril Taher, Andi Darussalam Tabusalla, Gelora Surya Dharma Tahir, Widjono Hardjanto, Masmun Yan Mangesa
liat aj kn, jelas banget banyak pengulangan jabatan .. Ketika dipegang djohar arifin awal2 kliatannya menjanjikan tp gr2 kpsi semuanya bubar trmasuk djohar yg mgkn jd hopeng lanyala jg .. politik parah ..
Sudah saatnya org2 macem bepe la yg jd ketua atau klo perlu org kyk Ahok sekalian d .. wlpn miris sepakbola dibekuin gni tp lebih kesel lg klo liat antek2 ini yg pgang pssi .. dluar wangi, d dlm nya blm tentu .. knp rata2 org yg pgang sepakbola tu arogan bngt yah, mpe boss2 nya d fifa situ jg begitu .. emank shrsnya org g pgang jabatan kelamaan, ud g nginjak tanah
0
Kutip
Balas