- Beranda
- Berita dan Politik
Inilah Penampakan Perdana Si Unyil Dalam Bentuk Animasi 3D !
...
TS
afif44
Inilah Penampakan Perdana Si Unyil Dalam Bentuk Animasi 3D !

Akhirnya setelah penantian panjang, Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) telah merilis trailer animasi 3D si Unyil, yang diberi judul: "Petualangan SI Unyil."
Trailer yang diunggah pada tanggal 25 februari 2016 ini, terwujud akibat kerjasama antara Perum PFN dan PT. Telkom Indonesia. Foto bentuk Nota Kesepahaman antara Perum PFN dan PT. Telkom, penulis dapatkan dari seorang pakar animasi, bernama Bambi Gunawan melalui akun facebooknya.
Dikutp dari kaorinusantara.or.id. Selain Telkom dan PFN, pihak lain yang terkait dengan produksi Petualangan Si Unyil di antaranya sejumlah rumah produksi animasi serta animator muda terbaik di Indonesia melalui AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia).
Dalam mewujudkan animasi 3D ini, PFN akan memproduksi serial lawas ini dalam bentuk animasi 3D dengan judul Petualangan Si Unyil dengan pembiayaan untuk musim pertamanya oleh pihak TELKOM. Animasi ini sendiri diproyeksikan akan menelan biaya 500 sampai 600 juta rupiah untuk setiap episodenya.
Untuk penayangannya, PFN sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa stasiun televisi nasional. Targetnya, serial Petualangan Si Unyil bisa ditampilkan di TV Nasional. Untuk tahap awal, PFN sendiri telah memproyeksikan akan memproduksi sebanyak 13 episode untuk musim pertamanya di mana tiap-tiap episode akan berdurasi sebanyak 22 menit dan dibagi menjadi 2 cerita. Jika tidak ada halangan, maka serial ini akan memulai debutnya pada bulan Agustus 2016 mendatang.
Menurut Shelvy Arifin, Direktur Utama PFN, sudah beberapa TV tertarik. Targetnya, bisa tayang di TV nasional. Namun untuk tahap awal, animasi ini baru akan ditayangkan melalui televisi berbayar Usee TV yang terintegrasi dengan jaringan televisi satelit Telkom, IndiHome.
Dalam trailer berdurasi dua menit satu detik tersebut, memperlihatkan karakter si Unyil berbadan kurus dengan pembawaan yang sangat jenaka. Tentu saja, kali ini Unyil dapat lebih hidup dan bergerak bebas, tidak seperti pada boneka aslinya yang hanya digerakkan oleh kedua tangan. Lihat nih, lucu banget kan ya?

SUMBER
trailer:
Quote:
0
85.2K
665
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.7KThread•58.2KAnggota
Tampilkan semua post
misterdi
#666
Quote:
Sebuah produksi film bisa dibagi atas 3 tahapan besar,
Pra-produksi
Produksi
Paska produksi
Tahap pra-produksi pada umumnya terdiri dr beberapa proses
Penulisan cerita
Penulisan naskah/skenario
Production design, bisa karakter, props, dan sets
Pembuatan storyboard
VO take
Pembuatan animatics / leica reel.
Juga ada berbagai proses tambahan dan sub proses, seperti kajian psikolog, research dlsb
Kalau animasi 3D, tahap produksi juga memiliki beberapa proses
Modeling, membentuk geometry yang sesuai dengan design yang telah disepakati
Shading, memberikan material pada geometry yang telah dibentuk
Texturing, memberikan nuansa tampilan akhir dr model, biasanya punya sub-proses UV unwraping, kecuali jika menggunakan 'ptex'
Rigging, membentuk sistem kinematik dan kontrol artikulasi dari model
Layout, menyusun seluruh assets yang diperlukan dlm shots, dan memasang kamera sesuai dengan animatics yang telah disepakati.
Blocking, menyusun komposisi karakter dan posingnya sesuai dengan animatics
Rough animation, untuk mendapatkan primary animation sesuai kebutuhan cerita
Final animation, untuk menambahkan secondary animation, termasuk facial expression dan juga lipsynch.
Animation FX, menambahkan berbagai FX menggunakan teknik simulasi umpamanya untuk rambut, baju, muscle, membrane dlsb.
Lighting, memberikan nuansa shot dengan menggunakan light baik direct illumination, indirect illumination, mungkin juga menggunakan teknik IBL
Rendering, melakukan proses pencitraan dr 3D scene menjadi sequence image.
VFX, menambahkan visual FX element seperti natural phenomenon (air, api, debu dlsb)
Compositing, menggabungkan semua element menjadi sebuah frame, 1 detik memerlukan 25 frame, bisa juga memiliki sub-proses spt color grading
Tahap paska produksi umumnya terdiri dr beberapa process,
Encoding, merubah image sequence menjadi media spt QTs atau DPX sequnce ( jika untuk film bukan video)
Conforming, menempatkan semua media pada letaknya dlm timeline sesuai dengan animatics.
Editing, penyesuaian akhir proses visual
Foley dan sound design, mengambil atau menciptakan elemen suara sesuai kebutuhan cerita.
Music dan ambience sound, melakukan scoring musik dan kadang2 diperlukan suara ambience agar film tidak terasa kosong.
Audio mixing dan audio laydown, menggabungkan semua elemen suara dan menempatkannya dalam timeline sesuai dengan gambar.
Mastering, membuat final product dr semua proses diatas sebelum didistribusikan, kadang perlu sub-process transcoding.
Biaya produksi yang disebut termasuk kecil, biaya produksi di US umumnya berkisar 250-400rb USD/ episode. Canada sedikit lebih murah krn di subsidi oleh pemerintah. Korea mungkin berkisar antara 135-250rb USD/ episode. India paling murah 65-125rb USD/ episode. China sekarang sudah mulai mahal mungkin sekitar 110-200rb USD/ episode.
Jadi jika PFN mengerjakan dengan budget di atas, itu rasanya sih kurang.
Apalagi kalau ditambah biaya marketing dan management.
Untuk format layar lebar lebih mahal lagi krn framingnya lebih besar, belum lagi kalau harus print ke celluloid, harus lewat Digital Intermediate (bisa negative atau positive intermediate) mungkin dengan laser printing spt ARRI Laser printer, lalu film processing dan buat copy. Untung sekarang era digital, banyak yang bisa lebih efisien.
Mohon maaf jika tulisannya panjang, karena memang banyak sekali proses yang harus dilalui sebelum bisa ditonton oleh pemirsa.
Salam,
0