Kaskus

Story

yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
Until The Day
Until The Day


********************************


Penantian:
(kb) Suatu kegiatan yang tidak enak untuk dilakukan menurut pengakuan setiap orang, tetapi mau tidak mau semua orang pernah melakukannya, paling tidak satu kali dalam hidupnya.

~UTD~
Terbuang. Tertolak. Menjalani kehidupan yang keras di jalanan sendirian dan kelaparan. Itulah Aporriftikhe. Dia ingin memiliki setidaknya satu orang yang mempedulikannya dan juga sebuah rumah. Namun fitnah yang telah ia terima membuat tak seorang pun mau mendekatinya. Harapannya sudah putus sehingga ia berhenti menanti. Tak seorang pun yang kunjung datang setidaknya untuk memberinya sepeser uang atau secuil roti atau sebuah kandang untuk melindunginya dari terik matahari atau hujan deras.

Hingga pada suatu hari ia terpaksa harus melakukan perbuatan tercela karena perutnya yang lapar. Namun tindakannya itu justru hampir membawanya kepada maut, jika tidak ada sebuah tangan terulur padanya dan menyelamatkan dirinya.

Tangan itu, tangan yang mengubah hidupnya. Tangan itu, tangan yang membuatnya kembali menanti dan gemar menanti. Karena tangan itu adalah harapan baginya.

© 2015. All Rights Reserved.
Written by Yohana Ekky.

INDEX:
01 IDENTITY
02 THE STRETCHED HAND
03 HOME
04 REJECTED TO ACCEPTED
05 IT'S CALLED LIFE! (PART 1)
06 IT'S CALLED LIFE! (PART 2)
07 HEART MENDING (PART 1) - a || b
08 THE ENEMY'S ATTACK - a || b
09 TAKING HER BACK
10 HE TOLD ME THE TRUTH
11 THE UNWANTED PRINCESS (PART 1) - a || b
12 THE UNWANTED PRINCESS (PART 2) -a || b
13 WILL THERE BE PEACE?
14 THERE HAS TO BE PEACE
15 THE VISION
16 DEFENSE AND WAR STRATEGY NEW!!!
Diubah oleh yohanaekky 29-06-2016 19:11
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.5K
96
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
#74

“Raja dan Ratu akhirnya bersahabat dengan pemimpin negeri Dynami. Beberapa tahun lamanya mereka menjalin hubungan hingga pada suatu saat memutuskan untuk menjodohkan Sotiras dengan gadis itu.” Chara berhenti. Disitulah ia menampakkan ekspresi terluka dari sorotan matanya.

“Gadis itu, dia Prodoti?” aku menebak.

Chara mengangguk. “Saat itu Sotiras masih tidak mau dijodohkan. Entah mengapa aku tidak tahu alasannya. Namun aku menjadi sangat dekat dengan Prodoti seperti saudaraku sendiri dan aku sangat menyukainya saat itu. Dia mengaku padaku bahwa ia jatuh cinta pada Sotiras. Atas permintaannya, aku selalu membujuk Sotiras di setiap kesempatan agar mau dijodohkan dengan Prodoti.” Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Ia menuju ke sofa dan duduk terkulai.

Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya. “Lalu? Apa yang terjadi?”

“Sotiras kembali bertugas di negeri lain selama satu bulan. Itulah saat dimana aku dan Prodoti menggunakan kesempatan untuk menulis sebuah surat palsu bertanda tangankan Sotiras yang berisi bahwa ia mau menikah dengan Prodoti ketika ia kembali dari tugasnya. Itu semua karena Prodoti meyakinkanku bahwa Sotiras pernah menyatakan cinta padanya dan ingin menikahinya.” Chara menyentuh dahinya dan memijatnya perlahan. “Saat itu Chari tidak mengetahui rencanaku itu sehingga pada saat kebohongan itu terbongkar, ia tidak dapat membantu.”
~

Secara mengejutkan, Sotiras yang selalu tampak tenang meluapkan kemarahannya ketika ia yang tidak tahu menahu mengenai rencana pernikahan buatan itu tiba di Kerajaan Ouranos. Pesta pernikahan yang sudah diatur itu pada akhirnya harus digagalkan secara paksa karena Sotiras menolah untuk menikah. Prodoti yang sudah siap untuk menjalani upacara pernikahan pun meluapkan kemarahannya juga.

Di depan Raja, Ratu, pihak negeri Dynami yang hadir, beberapa anggota kerajaan yang sudah datang untuk menghadiri pernikahan, Prodoti berteriak menyalahkan Chara dan menuduhnya sebagai pengatur kebohongan itu. Chara terkejut atas perlakuan Prodoti dan berusaha membela diri tetapi tidak dapat. Raja, Ratu, Sotiras, Chari dan para anggota inti istana pun menunjukkan kekecewaan saat memandang Chara.

Pemimpin negeri Dynami, yaitu ayah Prodoti langsung mengeluarkan pernyataan pada Raja dan Ratu bahwa hubungan persahabatan mereka putus saat itu juga. Ia lalu mengajak Prodoti pergi dari situ dan menyiarkan kabar kebusukan sehingga merusakkan nama baik Kerajaan Ouranos.

~

“Memang tidak ada hukuman yang kuterima setelah itu, tetapi rasa bersalah sudah sangat cukup menghukumku bertahun-tahun. Terlebih kehilangan kepercayaan Sotiras sejak saat itu.” Chara meneteskan air mata di pipinya.

Melihatnya seperti itu aku menjadi tidak tega. “Chara,” kusentuh lengannya.

Chara menghapus air matanya. “Maafkan aku, Sotiras.” Suaranya terdengar lirih. “Maafkan aku karena waktu itu aku tidak memikirkan perasaanmu.”

Sotiras tidak membalas ucapan Chara. Karena itulah aku menoleh padanya dan mengisyaratkannya untuk mengatakan sesuatu.

“Sudahlah, aku sudah melupakan itu semua.” Itulah ucapan Sotiras atas hasil paksaanku.

Orang ini memang benar-benar tidak berperasaan. Aku beranjak dari sofa dan menghampiri Sotiras. “Dia sudah minta maaf.”

“Aku juga sudah memaafkannya.” Ekspresi wajah Sotiras tampak datar. Sama sekali tidak sesuai dengan isi perkataannya.

Aku meremas lengannya dan memaksanya untuk lebih menunjukkan kepedulian.

“Apo, aku benar-benar sudah memaafkannya.” Sotiras dengan tegas tapi masih bernada tenang berusaha meyakinkanku. Kemudian ia menghampiri Chara dan berlutut di depannya. “Chara, aku benar-benar sudah memaafkanmu. Memberikan kepercayaanku pada orang lain kembali setelah dilukai memang memakan waktu. Tetapi sungguh, aku sudah memaafkanmu.”

Chara mengangkat wajahnya yang basah dengan air mata dan tersenyum. “Terima kasih,” ucapnya. “Terima kasih sudah memaafkanku. Setidaknya itu yang aku perlu. Saat ini dan seterusnya, aku tidak akan pernah mengecewakanmu lagi. Aku berjanji.”

Sotiras menepuk bahu Chara dengan lembut lalu berdiri. Ia memandangku sejenak sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan ruangan itu.

Aku menoleh pada Chari yang kemudian tersenyum pada lalu memimikkan “Terima kasih” padaku. Sebuah anggukan kuberikan padanya sebagai balasan.

Chara masih duduk di sofa sambil membersihkan wajahnya dari air mata dengan sebuah sapu tangan saat aku berlutut di depannya. “Kau merasa lega sekarang?” tanyaku.

Tidak berkata apapun, Chara langsung memelukku. Ia hanya memelukku, namun entah mengapa seolah aku mendengarnya berkata ‘terima kasih’ yang tidak terhitung banyaknya.


Para anggota istana inti berkumpul di ruang makan untuk menikmati hidangan makan malam bersama. Situasi seperti ini jarang terjadi karena biasanya dua atau tiga orang di antara kami pasti memiliki hal-hal tertentu untuk dilakukan. Terutama Raja yang pasti sibuk dengan urusan kerajaan dengan menteri-menterinya, karena itu pula Ratu juga tidak ada di ruang makan untuk menemani suaminya.

Raja dan Ratu duduk saling berhadapan di ujung meja sebelah sana dan sini, sementara aku duduk di antara Chara dan Chari, kemudian Sotiras duduk di sebelah Raja. Sementara Paman dan Bibi duduk bersebelahan dengan Sotiras. Setelah memanjatkan ucapan syukur singkat, kami semua menikmati jamuan makan malam yang tampak sangat lezat itu.

Canda dan tawa mengiringi suasana makan malam. Rasanya hangat sekali. Aku benar-benar merasa nyaman berada disini. Beberapa kali kurasakan air mataku terbendung karena terharu, tetapi cepat-cepat aku berpura-pura merasa kepedasan karena makanan. Kurasa aku berhasil dengan trik ini sehingga tidak ada yang mengetahuinya.

“Sotiras,” Raja memanggil puteranya yang kemudian berpaling kepada ayahnya, “hari ini aku mendapat surat dari pemimpin negeri Dynami. Ia berkata ingin memulihkan persahabatan seperti dulu.”

Mendengarnya, aku merasa terkejut seketika. Rupanya begitu juga pada Chara yang sedang menunduk saat aku berpaling padanya, dan setelah itu pada Chari yang kemudian berkomunikasi denganku dalam diam menggunakan pandangan mata.

Sotiras tidak segera menjawab. Ia mengunyah makanannya sampai selesai baru kemudian berkata, “Lalu apa yang akan ayah lakukan?”

Sambil memotong daging panggangnya, Raja menjawab, “Jika memang ingin bersahabat, ya sudahlah. Tidak masalah. Tetapi sebaiknya kita tetap berawas mengingat dulu mereka pernah menyebabkan Kerajaan Ouranos mendapatkan nama buruk.”

“Aku juga berpikir seperti itu. Makanya aku mengijinkan Prodoti untuk mengunjungi kita disini.” Sotiras menyetujui perkataan Raja.

Ratu yang sedari tadi kulihat tidak terlalu merasa senang dengan obrolan mengenai negeri Dynami dan Prodoti, kemudian angkat bicara. “Kau tidak seharusnya dengan mudah mengijinkan Prodoti mengunjungi kerajaan ini, Sotiras.”

Sotiras berpaling pada Ratu. “Tenang saja, ibu. Aku sudah menempatkan orang-orang khusus yang akan selalu mengawasi pergerakannya. Jika ternyata tujuannya kemari tidaklah baik, kita dapat dengan cepat mengetahuinya sebelum sesuatu yang buruk terjadi.” Ia meyakinkan ibunya beserta semua yang ada di meja makan pada saat yang sama.

“Lalu, kapan dia datang?” tanya Raja.

“Dalam suratnya yang kuterima tiga hari yang lalu ia berkata akan segera berangkat. Mungkin dalam waktu dekat ia akan sampai,” Sotiras menjawab. “Tapi aku tidak—”

“Permisi,” seorang pelayan menyela ucapan Sotiras yang belum selesai sehingga semuanya berpaling padanya.

“Ya, ada apa?” tanya Ratu.

Pelayan itu membungkuk begitu dalam meminta maaf karena telah menyela. “Ada tamu yang datang, Ratu.”

Kami semua saling berpandangan satu sama lain, bertanya-tanya siapa yang datang pada malam hari seperti ini.

“Puteri Prodoti,” pelayan itu menjawab.

Gadis itu, dia baru saja dibicarakan sejak siang tadi sampai malam ini dan sekarang sudah sampai disini? Bagaimana bisa seperti itu? Aku harap semuanya akan baik-baik saja.

~ UTD ~
Dengan sekuat tenaga sudah kutuliskan segala yang dapat kucurahkan dari hatiku. HAHAHA. Lebay. Maaf ya lama. Tapi udah kuusahain biar panjang tuh. Sampe 5000 kata. Enjoy ya!
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.