- Beranda
- Stories from the Heart
HRTY (Hidup Rasa Tom Yum)
...
TS
aldogunz
HRTY (Hidup Rasa Tom Yum)
HRTY
Hidup Rasa Tom Yum
Hidup Rasa Tom Yum
Cover nya gan:
Quote:
Hidup Rasa Tom Yum atau gue singkat HRTY adalah penggalan-penggalan cerita yang gue alami selama merantau di Thailand. Tom Yum adalah sup khas Thailand yang cukup terkenal, rasanya pedas, asem, manis, jadi persis menggambarkan kehidupan yang gue alamin di sana. Semoga cukup menghibur untuk dibaca, jangan lupa kasih
kalau suka ceritanya ya, biar nambah semangat untuk update terus. Terima kasih.Mampir juga ke channel YouTube ane di: AldoGunz Story
Quote:
Diubah oleh aldogunz 10-03-2016 13:23
anasabila memberi reputasi
1
3.9K
43
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aldogunz
#30
Cantiknya Lukpat
Rutinitas pekerjaan membuat gue pulang pergi Bangkok-Pattaya. Pattaya ini ibarat rumah kedua buat gue. Kota kecil yang memiliki sebutan kota 1000 Bar, dunia malamnya benar-benar gemerlap. Pattaya terlihat sepi saat pagi sampai sore hari, ketika matahari terbenam, barulah orang-orang mulai keluar dari rumahnya masing-masing. Pantai Pattaya menjadi saksi bisu terhadap gemerlap dan kerasnya kehidupan disana.
Pertunjukkan Cabaret Show atau biasa disebut Ladyboy Show adalah yang sangat terkenal di Pattaya. Ada beberapa tempat yang sangat ramai setiap malamnya, yang paling tua ada Tiffany Cabaret Show, lalu Alcazar Cabaret Show ,dan yang terbaru Colloseum Cabaret Show. Gue sendiri sering banget ke Alcazar Cabaret Show, karena rata-rata turis dari Indonesia suka ke tempat ini. Isi dari pertunjukkan ini hanya tarian dan lagu-lagu dari berbagai negara. Dan tentu saja di sana tidak ada perempuan asli, semuanya adalah transgender yang sudah berganti kelamin.
Karena gue sering bolak-balik ke sana, akhirnya gue jatuh cinta sama seseorang di sana yang namanya Lukpat. Ah tidak, kenapa gue jadi begini, kenapa gue bisa suka dia, gimanapun juga dia dulunya kan laki-laki. Gue merasa kotor, gue nangis disudut kamar mandi, air jatuh dari shower dan membasahi seluruh badan gue…………gue kotor, kotor……….
Ok lupakan paragraf di atas, itu cuma terjadi di sinetron-sinetron saja. Di Alcazar Cabaret tentunya ada superstar nya, namanya Lukpat, dia benar-benar cantik dan sangat natural. Gue jamin gak ada yang tau kalau dia itu dulunya laki-laki, asal jangan disuruh ngomong aja. Selain menjadi model, Lukpat juga sudah main bebebrapa film di Thailand, dan dia ini berasal dari keluarga yang berada, atau keluarga yang kaya. Mungkin karena modalnya cukup ya jadi bisa operasi dengan biaya tinggi dan hasilnya sangat cantik, bandingkan saja dengan banci di Taman Lawang, anda akan mengerti ada harga ada rupa.
LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di Thailand sendiri benar-benar bebas berekspresi. Mereka hidup normal dengan identitas mereka sendiri dan tanpa rasa malu, selayaknya masyarakat pada umumnya. Dan tidak cuma laki-laki jadi perempuan, tapi perempuan yang jadi laki-laki juga banyak di sini, dan pacarnya bening-bening atau cantik-cantik. Mungkin mereka dulunya deretan perempuan yang sering dilukai laki-laki jadi pindah haluan deh, sayang sekali.
Tapi tetap peluang gue di Thailand masih sangat besar. Dari seluruh penduduk Thailand, 60 % nya adalah perempuan dan 40 % nya dilahirkan sebagai laki-laki. Dari 40 % itu, 10 % menjadi biksu karena di Thailand mayoritas beragama Budha. Jadi sisanya tinggal 30 %, nah dari sana 10 % lagi menjadi transgender, jadi jumlah laki-laki normal yang bisa dinikahi tinggal 20 %. Jadi tahu kan kenapa gue pindah ke Thailand, bukan mau cari banci, tapi peluang lepas dari status jomblo gue cukup tinggi. 60 % perempuan memperebutkan 20 % laki-laki, dan gue masuk sebagai produk import yang berkualitas tinggi.
Rutinitas pekerjaan membuat gue pulang pergi Bangkok-Pattaya. Pattaya ini ibarat rumah kedua buat gue. Kota kecil yang memiliki sebutan kota 1000 Bar, dunia malamnya benar-benar gemerlap. Pattaya terlihat sepi saat pagi sampai sore hari, ketika matahari terbenam, barulah orang-orang mulai keluar dari rumahnya masing-masing. Pantai Pattaya menjadi saksi bisu terhadap gemerlap dan kerasnya kehidupan disana.
Pertunjukkan Cabaret Show atau biasa disebut Ladyboy Show adalah yang sangat terkenal di Pattaya. Ada beberapa tempat yang sangat ramai setiap malamnya, yang paling tua ada Tiffany Cabaret Show, lalu Alcazar Cabaret Show ,dan yang terbaru Colloseum Cabaret Show. Gue sendiri sering banget ke Alcazar Cabaret Show, karena rata-rata turis dari Indonesia suka ke tempat ini. Isi dari pertunjukkan ini hanya tarian dan lagu-lagu dari berbagai negara. Dan tentu saja di sana tidak ada perempuan asli, semuanya adalah transgender yang sudah berganti kelamin.
Karena gue sering bolak-balik ke sana, akhirnya gue jatuh cinta sama seseorang di sana yang namanya Lukpat. Ah tidak, kenapa gue jadi begini, kenapa gue bisa suka dia, gimanapun juga dia dulunya kan laki-laki. Gue merasa kotor, gue nangis disudut kamar mandi, air jatuh dari shower dan membasahi seluruh badan gue…………gue kotor, kotor……….
Ok lupakan paragraf di atas, itu cuma terjadi di sinetron-sinetron saja. Di Alcazar Cabaret tentunya ada superstar nya, namanya Lukpat, dia benar-benar cantik dan sangat natural. Gue jamin gak ada yang tau kalau dia itu dulunya laki-laki, asal jangan disuruh ngomong aja. Selain menjadi model, Lukpat juga sudah main bebebrapa film di Thailand, dan dia ini berasal dari keluarga yang berada, atau keluarga yang kaya. Mungkin karena modalnya cukup ya jadi bisa operasi dengan biaya tinggi dan hasilnya sangat cantik, bandingkan saja dengan banci di Taman Lawang, anda akan mengerti ada harga ada rupa.
Spoiler for Nih Fotonya si Lukpat:
LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di Thailand sendiri benar-benar bebas berekspresi. Mereka hidup normal dengan identitas mereka sendiri dan tanpa rasa malu, selayaknya masyarakat pada umumnya. Dan tidak cuma laki-laki jadi perempuan, tapi perempuan yang jadi laki-laki juga banyak di sini, dan pacarnya bening-bening atau cantik-cantik. Mungkin mereka dulunya deretan perempuan yang sering dilukai laki-laki jadi pindah haluan deh, sayang sekali.
Tapi tetap peluang gue di Thailand masih sangat besar. Dari seluruh penduduk Thailand, 60 % nya adalah perempuan dan 40 % nya dilahirkan sebagai laki-laki. Dari 40 % itu, 10 % menjadi biksu karena di Thailand mayoritas beragama Budha. Jadi sisanya tinggal 30 %, nah dari sana 10 % lagi menjadi transgender, jadi jumlah laki-laki normal yang bisa dinikahi tinggal 20 %. Jadi tahu kan kenapa gue pindah ke Thailand, bukan mau cari banci, tapi peluang lepas dari status jomblo gue cukup tinggi. 60 % perempuan memperebutkan 20 % laki-laki, dan gue masuk sebagai produk import yang berkualitas tinggi.
Diubah oleh aldogunz 01-03-2016 12:41
0

