- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
86.9K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#282
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Spoiler for Part 38: Arthur Versus Lu Bu:
Lu Bu berdiri mengawal James Wood dan anak buahnya. James Wood dan anak buahnya berjalan ke mobil mereka. Setelah menyalakan mesin mobil, James segera pergi meninggalkan para Silver Sword. Untuk mencegah para Silver Sword mengikuti mobil James, Lu Bu mendekati dan menghancurkan semua mobil dengan tombaknya. Setelah itu, Lu Bu turun dari kuda merahnya.
Kuda merah menunjukkan giginya. Tentunya membuat Erik dan temannya bergidik ngeri. Giginya tidak normal seperti kuda pada umumnya. Giginya runcing seperti seekor hiu. Kuda karnivora itu mulai memakan mayat-mayat vampire dan manusia dengan rakus. Seolah-olah tidak diberi makan selama satu minggu.
Mythical beastmaster setingkat di atas beastmaster. Jika beastmaster ahli dalam berteman dan mengendalikan hewan-hewan biasa, maka mythical ahli dalam mengendalikan hewan-hewan mitologi. Tentunya hal ini lebih susah dilakukan daripada mengendalikan hewan biasa.
Lu Bu memakai jaket jeans hitam yang dari tadi diletakkan di bahunya. Menutupi baju raglannya. Pahlawan dari era Tiga Kerajaan itu memandang para Silver Sword dengan tatapan mata yang terlihat lelah. Mungkin sudah menjadi ciri khas seorang penggemar dunia malam. Rambutnya yang disemir pirang disisir ke atas dengan gaya spiky.
Lu Bu menggunakan pengendalian tanahnya untuk terbang. Dia sekarang berpijak pada bongkahan tanah besar yang sudah dikeraskannya. Setelah memandang sungai, Lu Bu lalu berjongkok dan memandang para Silver Sword.
Tombak Lu Bu sudah diselimuti api. Dia mengarahkan mata tombak sampingnya ke kepala Erik. Erik yang bisa terkejut hanya bisa terpaku menatap tombak itu. Beruntungnya, Arthur berhasil menangkis tombak Lu Bu dengan Excaliburnya. Terdengar bunyi benturan logam. Lu Bu yang sangat percaya diri pada kekuatannya terus menekan tombaknya ke pedang Arthur.
Arthur sadar bahwa kekuatan fisiknya masih kalah dengan Lu Bu. Tapi Arthur bukan otak otot yang hanya mengandalkan fisik saja. Memanfaatkan sifat konduktor logam, Arthur menyelimuti Excalibur dengan listrik biru. Sadar akan jebakan Arthur, Lu Bu segera melompat mundur.
Lu Bu tiba-tiba berlari mundur menjauhi Arthur. Di saat itu, Arthur berkonsentrasi pada dua hal yaitu pada Lu Bu dan para Silver Sword. Lu Bu mengangkat tinggi-tinggi tanah yang dikendalikannya hingga dirinya sendiri tak bisa melihat tanahnya karena gelapnya malam. Pengendalian tanahnya membagi tanah yang masih melayang di udara menjadi beberapa bagian. Kemudian, dengan pengendalian apinya, dia membakar tanah-tanah dan menyebarkannya di udara. Lu Bu langsung melemparkannya ke Silver Sword seperti meteor.
Para Silver Sword langsung berhamburan karena panik. Mereka bertujuh terus berlari menuju Hutan Kota Manggarai. Meteor kecil buatan Lu Bu menghujani mereka. Arthur dengan listrik birunya bersusah payah menghancurkan tanah-tanah berselimutkan api yang berterbangan di udara.
Lu Bu mengangkat tombak dan mengarahkan mata tombaknya ke leher kanan Arthur. Dengan reflek yang cepat, Arthur menangkis tombak Lu Bu dengan Excalibur. Melihat Arthur akan maju untuk menyerang dirinya, Lu Bu segera menarik tombaknya untuk menyerang leher belakang Arthur.
Arthur tahu cross lanceadalah tombak yang memiliki tiga logam runcing di bagian utamanya. Raja Inggris itu segera merunduk agar tidak terpenggal. Mata tombak Lu Bu hanya mengiris udara kosong. Arthur berusaha menusuk kaki Lu Bu, namun terhalang oleh pengendalian tanah Lu Bu. Arthur segera menangkap tombak Lu Bu karena instingnya mengatakan bahwa tombak salib itu akan membunuhnya. Sayangnya, Arthur harus merasakan pukulan di perutnya. Begitu tubuhnya mendarat, Arthur baru tahu kalau bongkahan batu besar muncul dari tanah yang menghantam perutnya.
Arthur bangkit kembali dan melihat apa yang saat ini Lu Bu lakukan. Pahlawan dari era Dinasti Han itu sekali lagi menciptakan meteor-meteor. Arthur segera memusatkan listrik birunya pada Excalibur. Excalibur berubah menjadi biru. Dia langsung menembakkan listriknya ke meteor buatan Lu Bu. Terjadilah ledakan. Pecahan-pecahan batu menghujani Arthur dan Lu Bu. Dua Immortal ini sibuk menepis batu api yang menghujani mereka. Mereka pun terengah-rengah.
Lu Bu menarik kembali tombaknya dan kali ini menyerang perut Arthur. Arthur bisa menangkisnya. Sesekali Lu Bu yang menyerang, lalu gentian Arthur ketika ada kesempatan. Gaya Lu Bu yang sangat offensif membuat Arthur terus bertahan.
Lu Bu menyerang Arthur yang terus bertahan. Tangan kanannya memainkan tombak sementara tangan kirinya dilapisi oleh tanah yang sudah dikeraskan. Ujung tombaknya dilapisi oleh api besar yang berkobar-kobar. Normalnya tombak dimainkan dengan dua tangan. Namun Lu Bu memainkan tombak hanya dengan satu tangan dan dia melakukannya lebih hebat dari orang yang memainkan tombak dengan dua tangan.
Arthur berhasil mengelak dari tusukan tombak Lu Bu. Kali ini Arthur melakukan gerakan yang berbeda. Dia menyerang melalui sebelah kanan tubuh Lu Bu. Tidak seperti biasanya yang langsung dari depan tubuh. Arthur mendaratkan lututnya ke perut Lu Bu.
Pengendalian yang dibentuk seperti hewan memiliki efek tersendiri. Dalam kasus ini Arthur membentuk listriknya menjadi burung-burung kecil. Jika Arthur membentuk listriknya seperti tombak, pisau dan sebagainya maka jika ditembakkan hanya bisa bergerak lurus dan harus dikendalikan secara manual jika ingin mengejar lawan. Beda dengan burung listrik. Burung listrik akan mengejar lawan secara otomatis setelah ditentukan targetnya dari awal. Seperti saat ini yang mengejar Lu Bu.
Tombak Lu Bu dilapisi dengan tanah karena dia tahu tombaknya adalah penghantar listrik yang baik. Jika tidak dilapisi dengan tanah, maka sama saja menghantarkan muatan listrik langsung ke tangan Lu Bu dan menghancurkannya. Lu Bu terus menghindar dan menangkis burung-burung listrik buatan Arthur. Langkahnya semakin lama semakin mundur sehingga semakin jauh dari Arthur. Lelah karena tak ada habisnya, Lu Bu menyemburkan bola api sebesar truk. Bola api ini memakan habis semua burung-burung listrik. Semburan api itu mengecil sedikit setelah melahap burung-burung listrik dan sekarang mengarah langsung ke Arthur.
Arthur dan Excaliburnya menciptakan electrical mirrorsebagai pertahanan. Electrical mirror adalah teknik menahan dan memantulkan kembali serangan lawan. Jika dilakukan perbandingan, Erik hanya bisa menciptakan tembok listrik yang menangkis serangan-serangan lemah. Sementara Maul bisa mencipatakan tembok listrik yang menangkis serangan-serangan besar termasuk serangan bola api sebesar mobil. Arthur yang seorang Immortal hebat, mudah baginya untuk memantulkan bola api sebesar lima truk.
Bola api sebesar truk tadi terhenti beberapa meter dari Arthur. Beberapa detik kemudian, bola api tadi kembali pada Lu Bu. Membakar rerumputan yang tumbuh di dekat sungai. Lu Bu terbang dengan pengendalian tanahnya untuk menghindari api ciptaannya sendiri.
Lu Bu turun dari bongkahan tanahnya dan mendekati kudanya. Sekali lagi dia menciptakan meteor-meteor lagi dan menembakkan semuanya ke Arthur. Sementara Arthur sibuk menghancurkan dan menghindari segala serangan, Lu Bu meninggalkan Arthur bersama dengan kuda merahnya.
Quote:
“Di sini banyak makanan untukmu. Sambil menunggu perutmu kenyang, aku akan bermain-main dulu. Kalau sudah kenyang panggil aku,” kata Lu Bu dalam Bahasa China sambil mengelus-ngelus kepala kudanya, “Buang mayatnya ke sungai, ya.”
Kuda merah menunjukkan giginya. Tentunya membuat Erik dan temannya bergidik ngeri. Giginya tidak normal seperti kuda pada umumnya. Giginya runcing seperti seekor hiu. Kuda karnivora itu mulai memakan mayat-mayat vampire dan manusia dengan rakus. Seolah-olah tidak diberi makan selama satu minggu.
Quote:
“Arthur,” kata Dietrich yang setengah berbisik, “Kuda macam apa itu?”
“Kuda yang hanya muncul di dongeng-dongeng China, Dietrich,” kata Arthur, “Termasuk hewan mitologi.”
“Jangan bilang kalau Lu Bu adalah seorang mythical beastmaster?” kata Maul.
“Yah, memang seperti itulah dia,” jawab Arthur.
“Kuda yang hanya muncul di dongeng-dongeng China, Dietrich,” kata Arthur, “Termasuk hewan mitologi.”
“Jangan bilang kalau Lu Bu adalah seorang mythical beastmaster?” kata Maul.
“Yah, memang seperti itulah dia,” jawab Arthur.
Mythical beastmaster setingkat di atas beastmaster. Jika beastmaster ahli dalam berteman dan mengendalikan hewan-hewan biasa, maka mythical ahli dalam mengendalikan hewan-hewan mitologi. Tentunya hal ini lebih susah dilakukan daripada mengendalikan hewan biasa.
Lu Bu memakai jaket jeans hitam yang dari tadi diletakkan di bahunya. Menutupi baju raglannya. Pahlawan dari era Tiga Kerajaan itu memandang para Silver Sword dengan tatapan mata yang terlihat lelah. Mungkin sudah menjadi ciri khas seorang penggemar dunia malam. Rambutnya yang disemir pirang disisir ke atas dengan gaya spiky.
Lu Bu menggunakan pengendalian tanahnya untuk terbang. Dia sekarang berpijak pada bongkahan tanah besar yang sudah dikeraskannya. Setelah memandang sungai, Lu Bu lalu berjongkok dan memandang para Silver Sword.
Quote:
“Sudahlah, jangan sok berbicara Inggris,” kata Arthur, “Aku tahu kau bisa Bahasa Indonesia.”
“Memang,” jawab Lu Bu, “Aku hanya menghormatimu sebagai Raja Inggris.”
“Kenapa? Kau tidak mengikuti James? Pertarungan sudah selesai, Lu Bu. Kita sama-sama gagal.”
“Kenapa? Bagaimana kalau alasannya begini?” kata Lu Bu yang tiba-tiba berada di atas para Silver Sword yang berkumpul di belakang Arthur.
“Memang,” jawab Lu Bu, “Aku hanya menghormatimu sebagai Raja Inggris.”
“Kenapa? Kau tidak mengikuti James? Pertarungan sudah selesai, Lu Bu. Kita sama-sama gagal.”
“Kenapa? Bagaimana kalau alasannya begini?” kata Lu Bu yang tiba-tiba berada di atas para Silver Sword yang berkumpul di belakang Arthur.
Tombak Lu Bu sudah diselimuti api. Dia mengarahkan mata tombak sampingnya ke kepala Erik. Erik yang bisa terkejut hanya bisa terpaku menatap tombak itu. Beruntungnya, Arthur berhasil menangkis tombak Lu Bu dengan Excaliburnya. Terdengar bunyi benturan logam. Lu Bu yang sangat percaya diri pada kekuatannya terus menekan tombaknya ke pedang Arthur.
Arthur sadar bahwa kekuatan fisiknya masih kalah dengan Lu Bu. Tapi Arthur bukan otak otot yang hanya mengandalkan fisik saja. Memanfaatkan sifat konduktor logam, Arthur menyelimuti Excalibur dengan listrik biru. Sadar akan jebakan Arthur, Lu Bu segera melompat mundur.
Quote:
“Maul, bawa semuanya menjauh dari tempat ini! Masuklah ke Hutan Kota!” kata Arthur, “Ini akan menjadi pertarungan yang sedikit hardcore!”
“Tak akan kubiarkan!” kata Lu Bu.
“Tak akan kubiarkan!” kata Lu Bu.
Lu Bu tiba-tiba berlari mundur menjauhi Arthur. Di saat itu, Arthur berkonsentrasi pada dua hal yaitu pada Lu Bu dan para Silver Sword. Lu Bu mengangkat tinggi-tinggi tanah yang dikendalikannya hingga dirinya sendiri tak bisa melihat tanahnya karena gelapnya malam. Pengendalian tanahnya membagi tanah yang masih melayang di udara menjadi beberapa bagian. Kemudian, dengan pengendalian apinya, dia membakar tanah-tanah dan menyebarkannya di udara. Lu Bu langsung melemparkannya ke Silver Sword seperti meteor.
Quote:
Arthur langsung berteriak begitu melihat cahaya api di udara, “Berlindung!!!!”
Para Silver Sword langsung berhamburan karena panik. Mereka bertujuh terus berlari menuju Hutan Kota Manggarai. Meteor kecil buatan Lu Bu menghujani mereka. Arthur dengan listrik birunya bersusah payah menghancurkan tanah-tanah berselimutkan api yang berterbangan di udara.
Quote:
“Nah, sekarang tinggal kita berdua,” kata Lu Bu, “Aku berniat bermain-main denganmu, Arthur. Tadi aku mencoba membunuh salah seorang anak buahmu karena ingin melihatmu bekerja keras.”
“Kau tak berniat mengeroyokku dengan kuda merah karnivora sialanmu itu, Lu Bu?” kata Arthur setelah semua rekannya tak terlihat lagi.
Lu Bu pun tertawa, “fair play, Arthur. Aku ingin satu lawan satu.”
“Kau tak berniat mengeroyokku dengan kuda merah karnivora sialanmu itu, Lu Bu?” kata Arthur setelah semua rekannya tak terlihat lagi.
Lu Bu pun tertawa, “fair play, Arthur. Aku ingin satu lawan satu.”
Lu Bu mengangkat tombak dan mengarahkan mata tombaknya ke leher kanan Arthur. Dengan reflek yang cepat, Arthur menangkis tombak Lu Bu dengan Excalibur. Melihat Arthur akan maju untuk menyerang dirinya, Lu Bu segera menarik tombaknya untuk menyerang leher belakang Arthur.
Arthur tahu cross lanceadalah tombak yang memiliki tiga logam runcing di bagian utamanya. Raja Inggris itu segera merunduk agar tidak terpenggal. Mata tombak Lu Bu hanya mengiris udara kosong. Arthur berusaha menusuk kaki Lu Bu, namun terhalang oleh pengendalian tanah Lu Bu. Arthur segera menangkap tombak Lu Bu karena instingnya mengatakan bahwa tombak salib itu akan membunuhnya. Sayangnya, Arthur harus merasakan pukulan di perutnya. Begitu tubuhnya mendarat, Arthur baru tahu kalau bongkahan batu besar muncul dari tanah yang menghantam perutnya.
Arthur bangkit kembali dan melihat apa yang saat ini Lu Bu lakukan. Pahlawan dari era Dinasti Han itu sekali lagi menciptakan meteor-meteor. Arthur segera memusatkan listrik birunya pada Excalibur. Excalibur berubah menjadi biru. Dia langsung menembakkan listriknya ke meteor buatan Lu Bu. Terjadilah ledakan. Pecahan-pecahan batu menghujani Arthur dan Lu Bu. Dua Immortal ini sibuk menepis batu api yang menghujani mereka. Mereka pun terengah-rengah.
Quote:
“Sun Wu Kong padahal sudah menghajarmu, namun kau tetap tidak kapok juga,” kata Arthur ketika pedang dan tombak beradu.
“Klaus Grimmschackler padahal sudah menghajarmu, namun kau tetap tidak belajar dari pengalaman juga,” balas Lu Bu.
“Klaus Grimmschackler padahal sudah menghajarmu, namun kau tetap tidak belajar dari pengalaman juga,” balas Lu Bu.
Lu Bu menarik kembali tombaknya dan kali ini menyerang perut Arthur. Arthur bisa menangkisnya. Sesekali Lu Bu yang menyerang, lalu gentian Arthur ketika ada kesempatan. Gaya Lu Bu yang sangat offensif membuat Arthur terus bertahan.
Quote:
“Melawan Nazi tidak semudah itu, Lu Bu,” jawab Arthur yang berjalan mundur.
Lu Bu menyerang Arthur yang terus bertahan. Tangan kanannya memainkan tombak sementara tangan kirinya dilapisi oleh tanah yang sudah dikeraskan. Ujung tombaknya dilapisi oleh api besar yang berkobar-kobar. Normalnya tombak dimainkan dengan dua tangan. Namun Lu Bu memainkan tombak hanya dengan satu tangan dan dia melakukannya lebih hebat dari orang yang memainkan tombak dengan dua tangan.
Quote:
“Sekali-kali seranglah diriku, Arthur,” ejek Lu Bu, “Masa aku terus?”
Arthur berhasil mengelak dari tusukan tombak Lu Bu. Kali ini Arthur melakukan gerakan yang berbeda. Dia menyerang melalui sebelah kanan tubuh Lu Bu. Tidak seperti biasanya yang langsung dari depan tubuh. Arthur mendaratkan lututnya ke perut Lu Bu.
Quote:
“Ohok …,” Lu Bu memuntahkan darah dan jatuh tergeletak.
“Kau yang minta kan?” kata Arthur yang menciptakan dua puluh burung listrik berwarna biru di langit.
“Kau yang minta kan?” kata Arthur yang menciptakan dua puluh burung listrik berwarna biru di langit.
Pengendalian yang dibentuk seperti hewan memiliki efek tersendiri. Dalam kasus ini Arthur membentuk listriknya menjadi burung-burung kecil. Jika Arthur membentuk listriknya seperti tombak, pisau dan sebagainya maka jika ditembakkan hanya bisa bergerak lurus dan harus dikendalikan secara manual jika ingin mengejar lawan. Beda dengan burung listrik. Burung listrik akan mengejar lawan secara otomatis setelah ditentukan targetnya dari awal. Seperti saat ini yang mengejar Lu Bu.
Tombak Lu Bu dilapisi dengan tanah karena dia tahu tombaknya adalah penghantar listrik yang baik. Jika tidak dilapisi dengan tanah, maka sama saja menghantarkan muatan listrik langsung ke tangan Lu Bu dan menghancurkannya. Lu Bu terus menghindar dan menangkis burung-burung listrik buatan Arthur. Langkahnya semakin lama semakin mundur sehingga semakin jauh dari Arthur. Lelah karena tak ada habisnya, Lu Bu menyemburkan bola api sebesar truk. Bola api ini memakan habis semua burung-burung listrik. Semburan api itu mengecil sedikit setelah melahap burung-burung listrik dan sekarang mengarah langsung ke Arthur.
Arthur dan Excaliburnya menciptakan electrical mirrorsebagai pertahanan. Electrical mirror adalah teknik menahan dan memantulkan kembali serangan lawan. Jika dilakukan perbandingan, Erik hanya bisa menciptakan tembok listrik yang menangkis serangan-serangan lemah. Sementara Maul bisa mencipatakan tembok listrik yang menangkis serangan-serangan besar termasuk serangan bola api sebesar mobil. Arthur yang seorang Immortal hebat, mudah baginya untuk memantulkan bola api sebesar lima truk.
Bola api sebesar truk tadi terhenti beberapa meter dari Arthur. Beberapa detik kemudian, bola api tadi kembali pada Lu Bu. Membakar rerumputan yang tumbuh di dekat sungai. Lu Bu terbang dengan pengendalian tanahnya untuk menghindari api ciptaannya sendiri.
Quote:
“Kau mengembalikan bola apiku,” kata Lu Bu, “Rasanya seperti main tenis.”
“Kau bersekutu dengan James Wood? Apa yang kau rencanakan?” tanya Arthur yang mengabaikan ucapan Lu Bu.
“Aku yakin, Arthur, cepat atau lambat kau akan tahu,” jawab Lu Bu yang kini terbang mendekati kudanya.
“Kau bersekutu dengan James Wood? Apa yang kau rencanakan?” tanya Arthur yang mengabaikan ucapan Lu Bu.
“Aku yakin, Arthur, cepat atau lambat kau akan tahu,” jawab Lu Bu yang kini terbang mendekati kudanya.
Lu Bu turun dari bongkahan tanahnya dan mendekati kudanya. Sekali lagi dia menciptakan meteor-meteor lagi dan menembakkan semuanya ke Arthur. Sementara Arthur sibuk menghancurkan dan menghindari segala serangan, Lu Bu meninggalkan Arthur bersama dengan kuda merahnya.
0
Kutip
Balas