- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#278
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Spoiler for Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood:
James berlutut dan terengah-rengah. Saat ini vampire itu menghadapi dua lawan sekaligus, Maul dan Vira. James tak mengalihkan tatapannya dari dua lawannya yang sama-sama terengah-rengah karena kelelahan. Gumpalan-gumpalan air sungai membentengi tubuh James.
Maul tiba-tiba menunjuk muka James dan tertawa. Meskipun tidak tahu kenapa Maul tiba-tiba tertawa, tingkah Maul itu membuat James jengkel. Sedangkan Vira hanya melongo melihat tingkah Maul.
“Awalnya siapa yang menyergap siapa,” kata Maul dalam bahasa inggris, “Sekarang siapa yang menyergap siapa.”
“Motherfucker!” jawab James dengan bahasa inggris pula.[/QUOTE]
James tahu sekarang dirinyalah yang terdesak. Dia mulai merasakan kekalahannya. Anak buah yang dikirimnya ke Hutan Kota Manggarai untuk menangkap seorang bocah blasteran Jerman tak kunjung kembali. Lalu dia melihat kematian dua anak buahnya karena terbunuh oleh si gadis es. Sekarang si gadis es dan si bocah listrik bertarung bersama melawan pengendali lumpur.
“Fuck you!” kata James yang mengubah gumpalan air yang mengelilinginya menjadi peluru air. Peluru-peluru itu melesat dan menembus kulit Maul dan Vira. Membuat dua lawannya kesakitan dan roboh untuk sementara.[/QUOTE]
Di saat itu, James menelepon seseorang. Tangan kanannya menempelkan ponsel di telinganya sedangkan tangan kirinya berusaha mengendalikan air. Setiap kali Maul dan Vira mencoba menyerang, pengendalian air James melindungi dirinya. Setelah beberapa detik, seseorang menjawab panggilannya.
James tersenyum karena bantuan akan datang. Apalagi dari seorang Immortals. Kini James mengubah cara bertempurnya dari balance menjadi defensif. Maul dan Vira masih terengah-rengah karena semua serangannya digagalkan oleh pertahanan dari James. James sendiri pun juga sedikit lelah karena harus bertahan keras menghadapi serangan bertubi-tubi sambil menelepon.
Maul langsung menyerang dengan pengendalian listrik kuningnya. Tinjunya yang penuh listrik ditepis dengan mudah oleh cambuk air buatan James. Setelah tangan kirinya ditepis, giliran tangan kanannya yang melemparkan listrik. James dengan kecepatan vampirenya merunduk untuk menghindari serangan listrik yang mengarah ke mukanya. Kemudian dia berlari sambil merunduk dan menyerang perut Maul dengan menggumpalkan air di tinjunya. Perut Maul rasanya seperti dipukul dengan batu yang sangat keras. Maul pun terhempas mundur.
James tak menghentikan serangannya di situ. Dia mengumpulkan lebih banyak air dan melesat menuju Maul yang berusaha bangkit. Ketika hampir mendekati Maul, tiba-tiba James merasakan dirinya membentur sebuah tembok besar. Karena kecepatan vampirenya yang begitu cepat dan kerasnya tembok yang tiba-tiba muncul, benturan barusan mengakibatkan kening James mengalami pusing dan pendarahan.
Vira adalah seorang anggota Silver Sword yang mampu mengendalikan tanah. Dulunya dia adalah anggota Paladin dari divisi sains. Kemudian, karena suatu alasan dia masuk Silver Sword. Gadis yang satu sekolah dengan Leon Darkwing ini lumayan kuat untuk ukuran usianya. Awalnya tadi Maul sedikit terdesak. Karena kedatangan Vira, Maul mengungguli James. Tembok tanah yang tercipta barusan untuk melindungi Maul adalah hasil pengendalian tanah dari Vira. Sekarang, melalui tembok itu, Vira mengendalikan tanah-tanah dan membentuknya menjadi panah.
Vira menembakkan puluhan panah tanah ke tembok air James. Semua panahnya hanya membentur tembok air. Dirinya menganalisis bahwa saat ini pertahanan James semakin lama semakin kuat. Tentu saja karena James mau tidak mau harus bertahan hingga bantuan dari seorang Immortals tiba. Hal inilah yang memotivasi James untuk bertahan lebih kuat.
Setelah tembakan panah dari Vira selesai, James bergerak ke samping dan menciptakan tentakel air. James mengubah susunan molekul airnya dan membentuknya seperti jelly. Cambuk itu menangkap tangan Vira lalu melecutkan seperti cambuk. Vira terlempar dan tubuhnya menimpa Erik.
Maul berdiri sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke muka James. Tahu lawannya mulai mengumpulkan energi, Maul juga mengumpulkan air dari sungai. Dari ujung jari James keluar percikan-percikan listrik berwarna kuning. Warna kuning tadi mulai berubah jadi biru dan warna biru yang barusan tiba-tiba berwarna ungu. Maul menembakkan listrik yang terkumpul di jarinya. Sebuah listrik berwarna ungu keluar dari jari Maul. Listrik ungu itu berhasil menghancurkan pertahanan air buatan James yang cukup keras. Secepat mungkin James menghindari listrik yang mengarah ke kepalanya. Listrik ungu tadi menjebol bahu James.
James roboh dan menjerit kesakitan. Namun, rasa sakitnya itu tidak melemahkan kesadarannya. Dengan kesadarannya, dia mengendalikan airnya dan menembakkannya seperti peluru. Maul yang tidak mengira James masih bisa melakukan hal itu secepat mungkin langsung memasang tembok listrik. Namun, sia-sia, beberapa bagian tubuhnya tertembus peluru air. Sekarang James dan Maul sama-sama roboh.
Vira segera berlari dan menolong Maul. Dia menaburkan serbuk regenerasi ke tubuh Maul yang berlubang akibat peluru air. Belum satu menit ketika dirinya menaburi serbuk regenerasi ke tubuh Maul, James sudah di hadapannya. Vampire itu langsung menendang bahu Vira dengan water solidification.
Setelah mengatakan hal itu, James tiba-tiba melompat mundur. Matanya melihat listrik putih lewat di depannya. James menoleh ke kanan untuk melihat sumber listrik putih itu. Dia melihat tiga orang berdiri. Arthur di tengah dan di kanan kirinya ada Ervan dan Dietrich. Di belakang mereka ada Chernov. Mata pedang Arthur mengarah ke muka James.
Erik, Amanda dan Chibi datang dari dekat sungai. Sementara si gadis pengendali asap bergabung ke Maul dan Vira yang sudah bangkit. Arthur, Dietrich, Ervan dan Chernov datang dari Hutan Manggarai. Semuanya menatap James dengan pandangan tajam. James sudah terkepung.
Orang itu datang dengan mengendarai kuda merah bertaring. Dengan cross lancenya yang diliputi api, si penunggang kuda merah menghancurkan kepungan para anggota Silver Sword. Kepungan Silver Sword langsung hancur. James menggunakan kesempatan itu untuk kabur.

Arthur langsung maju dan menyerang penunggang kuda. Arthur menembakkan listrik ungu dengan pedangnya. Penunggang kuda itu memutar-mutar cross lancenya sehingga menghasilkan pusaran api yang menepis listrik milik Arthur. Arthur langsung berlari dan mencoba menyerang kepala si penunggang kuda. Reflek yang hebat, si penunggang kuda menangkis tebasan Arthur dengan cross lancenya.
Maul tiba-tiba menunjuk muka James dan tertawa. Meskipun tidak tahu kenapa Maul tiba-tiba tertawa, tingkah Maul itu membuat James jengkel. Sedangkan Vira hanya melongo melihat tingkah Maul.
“Awalnya siapa yang menyergap siapa,” kata Maul dalam bahasa inggris, “Sekarang siapa yang menyergap siapa.”
“Motherfucker!” jawab James dengan bahasa inggris pula.[/QUOTE]
James tahu sekarang dirinyalah yang terdesak. Dia mulai merasakan kekalahannya. Anak buah yang dikirimnya ke Hutan Kota Manggarai untuk menangkap seorang bocah blasteran Jerman tak kunjung kembali. Lalu dia melihat kematian dua anak buahnya karena terbunuh oleh si gadis es. Sekarang si gadis es dan si bocah listrik bertarung bersama melawan pengendali lumpur.
“Fuck you!” kata James yang mengubah gumpalan air yang mengelilinginya menjadi peluru air. Peluru-peluru itu melesat dan menembus kulit Maul dan Vira. Membuat dua lawannya kesakitan dan roboh untuk sementara.[/QUOTE]
Di saat itu, James menelepon seseorang. Tangan kanannya menempelkan ponsel di telinganya sedangkan tangan kirinya berusaha mengendalikan air. Setiap kali Maul dan Vira mencoba menyerang, pengendalian air James melindungi dirinya. Setelah beberapa detik, seseorang menjawab panggilannya.
Quote:
“Please, come here. Silver Swords are pushing me now. I am at the edge of defeat,” kata James.
“Poor, James,” tawa lawan bicaranya lalu membalas, “But, I am at club house now. Indonesian girls are very beautiful and very exotic, you know.”
“I don’t give a shit to Indonesian girls for now, dumb fuck!” bentak James, “If I die, you can’t continue your research! So, please save me now, Immortal! Near Manggarai Forest and Ciliwung River.”
“Ah, fuck you, James. Well, hold on. I am going to save you, dumb vampire.”
“Poor, James,” tawa lawan bicaranya lalu membalas, “But, I am at club house now. Indonesian girls are very beautiful and very exotic, you know.”
“I don’t give a shit to Indonesian girls for now, dumb fuck!” bentak James, “If I die, you can’t continue your research! So, please save me now, Immortal! Near Manggarai Forest and Ciliwung River.”
“Ah, fuck you, James. Well, hold on. I am going to save you, dumb vampire.”
James tersenyum karena bantuan akan datang. Apalagi dari seorang Immortals. Kini James mengubah cara bertempurnya dari balance menjadi defensif. Maul dan Vira masih terengah-rengah karena semua serangannya digagalkan oleh pertahanan dari James. James sendiri pun juga sedikit lelah karena harus bertahan keras menghadapi serangan bertubi-tubi sambil menelepon.
Quote:
“Aslinya dia vampire dengan tipe defensif, Kak Maul?” tanya Vira yang mengamati pertahanan air milik James.
“Benar. Pertahanannya lumayan kuat,” kata Maul.
“Tapi sebenarnya, Kak, yang lebih kucemaskan adalah … Siapa Immortals yang akan dipanggilnya?”
“Entahlah. Tetap di belakangku dan turuti kataku,” kata Maul yang segera membicarakan rencananya dengan cepat pada Vira, “Kita harus mengalahkannya secepat mungkin.”
“Benar. Pertahanannya lumayan kuat,” kata Maul.
“Tapi sebenarnya, Kak, yang lebih kucemaskan adalah … Siapa Immortals yang akan dipanggilnya?”
“Entahlah. Tetap di belakangku dan turuti kataku,” kata Maul yang segera membicarakan rencananya dengan cepat pada Vira, “Kita harus mengalahkannya secepat mungkin.”
Maul langsung menyerang dengan pengendalian listrik kuningnya. Tinjunya yang penuh listrik ditepis dengan mudah oleh cambuk air buatan James. Setelah tangan kirinya ditepis, giliran tangan kanannya yang melemparkan listrik. James dengan kecepatan vampirenya merunduk untuk menghindari serangan listrik yang mengarah ke mukanya. Kemudian dia berlari sambil merunduk dan menyerang perut Maul dengan menggumpalkan air di tinjunya. Perut Maul rasanya seperti dipukul dengan batu yang sangat keras. Maul pun terhempas mundur.
James tak menghentikan serangannya di situ. Dia mengumpulkan lebih banyak air dan melesat menuju Maul yang berusaha bangkit. Ketika hampir mendekati Maul, tiba-tiba James merasakan dirinya membentur sebuah tembok besar. Karena kecepatan vampirenya yang begitu cepat dan kerasnya tembok yang tiba-tiba muncul, benturan barusan mengakibatkan kening James mengalami pusing dan pendarahan.
Quote:
“I shouldn’t forget that girl,” kata James dengan geram sambil mengusap darah yang membasahi mukanya.
“Terima kasih, Vira,” terdengar suara Maul dari balik tembok tanah, “Keparat itu menggunakan water solidificationuntuk menyerangku.”
“Terima kasih, Vira,” terdengar suara Maul dari balik tembok tanah, “Keparat itu menggunakan water solidificationuntuk menyerangku.”
Vira adalah seorang anggota Silver Sword yang mampu mengendalikan tanah. Dulunya dia adalah anggota Paladin dari divisi sains. Kemudian, karena suatu alasan dia masuk Silver Sword. Gadis yang satu sekolah dengan Leon Darkwing ini lumayan kuat untuk ukuran usianya. Awalnya tadi Maul sedikit terdesak. Karena kedatangan Vira, Maul mengungguli James. Tembok tanah yang tercipta barusan untuk melindungi Maul adalah hasil pengendalian tanah dari Vira. Sekarang, melalui tembok itu, Vira mengendalikan tanah-tanah dan membentuknya menjadi panah.
Quote:
“Shit!” kata James sambil menciptakan tembok air dan mengeraskan air-airnya.
Vira menembakkan puluhan panah tanah ke tembok air James. Semua panahnya hanya membentur tembok air. Dirinya menganalisis bahwa saat ini pertahanan James semakin lama semakin kuat. Tentu saja karena James mau tidak mau harus bertahan hingga bantuan dari seorang Immortals tiba. Hal inilah yang memotivasi James untuk bertahan lebih kuat.
Setelah tembakan panah dari Vira selesai, James bergerak ke samping dan menciptakan tentakel air. James mengubah susunan molekul airnya dan membentuknya seperti jelly. Cambuk itu menangkap tangan Vira lalu melecutkan seperti cambuk. Vira terlempar dan tubuhnya menimpa Erik.
Quote:
“Maaf, Erik …,” kata Vira.
“Tidak. Terima kasih, Kak Vira,” kata Erik tersenyum yang langsung bangkit dan membantu Amanda menghadapi pengendali lumpur, “Kau menyelamatkanku dari kematian.”
“Eh … i-iya. Sama-sama k-kalau begitu,” kata Vira sedikit kebingungan.[QUOTE]
Vira kembali untuk membantu Maul. Dia setengah berlari dan sesekali berjalan terhuyung-huyung karena pusing. Penyebab Vira pusing adalah karena dua hal. Yang pertama karena telempar dan yang kedua karena Erik yang baru saja berterima kasih barusan. Matanya menatap pertarungan antara Maul dan James. Maul terus mendesak James dengan pengendalian listriknya. Bahkan sesekali Maul menggunakan listrik ungu yang lebih menghancurkan daripada listrik biru. Perjuangan Maul bukan tak ada artinya. Sedikit demi sedikit pertahanan James mulai melemah.
Karena masih pusing untuk berjalan, Vira mulai mengendalikan tanah di sekitar tempatnya berdiri. Tanah yang di sekitarnya pun bergetar dan mulai bergerak mengangkat Vira. Gadis pengendali tanah itu kini terbang dan mengendarai bongkahan tanah. Begitu mendekati pertarungan Maul dan James, Vira mengarahkan menjatuhkan setengah tanah yang dikendarainya tepat di atas mereka. Hal itu membuat James dan Maul menghindari bongkahan tanah. Pecahan bongkahan tanah setelah menyentuh bumi dikendalikan oleh Vira lagi. Vira menghujani James dengan bongkahan-bongkahan tanah. Tak mengira karena mendapat serangan bertubi-tubi dari para Silver Sword, James bangkit dan mundur secepat mungkin sambil berusaha menepis semua bongkahan batu dengan airnya. Setelah jarak si vampire cukup jauh, Vira turun dan berdiri di samping Maul. Maul menatap kulit kaki Vira yang mengalami pendarahan.
[QUOTE]“Bawa serbuk regenerasi, kan?” tanya Maul, “Sembuhkan dirimu aku akan menghajarnya.”
“Rencana kita untuk ‘menenggelamkan tanah ke bawah’ tidak jadi?” tanya Vira sambil menyembuhkan diri.
Maul yang sudah berada di depan Vira menggeleng, “Tunggu aba-abaku saja, Vir.”
“Tidak. Terima kasih, Kak Vira,” kata Erik tersenyum yang langsung bangkit dan membantu Amanda menghadapi pengendali lumpur, “Kau menyelamatkanku dari kematian.”
“Eh … i-iya. Sama-sama k-kalau begitu,” kata Vira sedikit kebingungan.[QUOTE]
Vira kembali untuk membantu Maul. Dia setengah berlari dan sesekali berjalan terhuyung-huyung karena pusing. Penyebab Vira pusing adalah karena dua hal. Yang pertama karena telempar dan yang kedua karena Erik yang baru saja berterima kasih barusan. Matanya menatap pertarungan antara Maul dan James. Maul terus mendesak James dengan pengendalian listriknya. Bahkan sesekali Maul menggunakan listrik ungu yang lebih menghancurkan daripada listrik biru. Perjuangan Maul bukan tak ada artinya. Sedikit demi sedikit pertahanan James mulai melemah.
Karena masih pusing untuk berjalan, Vira mulai mengendalikan tanah di sekitar tempatnya berdiri. Tanah yang di sekitarnya pun bergetar dan mulai bergerak mengangkat Vira. Gadis pengendali tanah itu kini terbang dan mengendarai bongkahan tanah. Begitu mendekati pertarungan Maul dan James, Vira mengarahkan menjatuhkan setengah tanah yang dikendarainya tepat di atas mereka. Hal itu membuat James dan Maul menghindari bongkahan tanah. Pecahan bongkahan tanah setelah menyentuh bumi dikendalikan oleh Vira lagi. Vira menghujani James dengan bongkahan-bongkahan tanah. Tak mengira karena mendapat serangan bertubi-tubi dari para Silver Sword, James bangkit dan mundur secepat mungkin sambil berusaha menepis semua bongkahan batu dengan airnya. Setelah jarak si vampire cukup jauh, Vira turun dan berdiri di samping Maul. Maul menatap kulit kaki Vira yang mengalami pendarahan.
[QUOTE]“Bawa serbuk regenerasi, kan?” tanya Maul, “Sembuhkan dirimu aku akan menghajarnya.”
“Rencana kita untuk ‘menenggelamkan tanah ke bawah’ tidak jadi?” tanya Vira sambil menyembuhkan diri.
Maul yang sudah berada di depan Vira menggeleng, “Tunggu aba-abaku saja, Vir.”
Maul berdiri sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke muka James. Tahu lawannya mulai mengumpulkan energi, Maul juga mengumpulkan air dari sungai. Dari ujung jari James keluar percikan-percikan listrik berwarna kuning. Warna kuning tadi mulai berubah jadi biru dan warna biru yang barusan tiba-tiba berwarna ungu. Maul menembakkan listrik yang terkumpul di jarinya. Sebuah listrik berwarna ungu keluar dari jari Maul. Listrik ungu itu berhasil menghancurkan pertahanan air buatan James yang cukup keras. Secepat mungkin James menghindari listrik yang mengarah ke kepalanya. Listrik ungu tadi menjebol bahu James.
James roboh dan menjerit kesakitan. Namun, rasa sakitnya itu tidak melemahkan kesadarannya. Dengan kesadarannya, dia mengendalikan airnya dan menembakkannya seperti peluru. Maul yang tidak mengira James masih bisa melakukan hal itu secepat mungkin langsung memasang tembok listrik. Namun, sia-sia, beberapa bagian tubuhnya tertembus peluru air. Sekarang James dan Maul sama-sama roboh.
Vira segera berlari dan menolong Maul. Dia menaburkan serbuk regenerasi ke tubuh Maul yang berlubang akibat peluru air. Belum satu menit ketika dirinya menaburi serbuk regenerasi ke tubuh Maul, James sudah di hadapannya. Vampire itu langsung menendang bahu Vira dengan water solidification.
Quote:
“Wa-wat-water rejuvenation, ri-right?” tanya Vira. Vira berpendapat begitu karena James bisa pulih lebih cepat untuk seukuran bangsa vampire. Bukan karena pukulan airnya yang begitu keras.
“You should put your earth wall, girl,” kata James yang tak menjawab pertanyaan dari Vira.
“You should put your earth wall, girl,” kata James yang tak menjawab pertanyaan dari Vira.
Setelah mengatakan hal itu, James tiba-tiba melompat mundur. Matanya melihat listrik putih lewat di depannya. James menoleh ke kanan untuk melihat sumber listrik putih itu. Dia melihat tiga orang berdiri. Arthur di tengah dan di kanan kirinya ada Ervan dan Dietrich. Di belakang mereka ada Chernov. Mata pedang Arthur mengarah ke muka James.
Quote:
“Don’t hurt my friends, James,” kata Arthur.
“Everyone,” teriak James, “Pull back! Pull back!”
Anak buah James yang tinggal tiga orang berkumpul mengelilingi tuan mereka. Mereka sudah dikepung.
“Surrender, James,” kata Arthur.
“Everyone,” teriak James, “Pull back! Pull back!”
Anak buah James yang tinggal tiga orang berkumpul mengelilingi tuan mereka. Mereka sudah dikepung.
“Surrender, James,” kata Arthur.
Erik, Amanda dan Chibi datang dari dekat sungai. Sementara si gadis pengendali asap bergabung ke Maul dan Vira yang sudah bangkit. Arthur, Dietrich, Ervan dan Chernov datang dari Hutan Manggarai. Semuanya menatap James dengan pandangan tajam. James sudah terkepung.
Quote:
“I am coming, James!” teriak seseorang dari arah jembatan.
Orang itu datang dengan mengendarai kuda merah bertaring. Dengan cross lancenya yang diliputi api, si penunggang kuda merah menghancurkan kepungan para anggota Silver Sword. Kepungan Silver Sword langsung hancur. James menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
Spoiler for Cross Lance:

Arthur langsung maju dan menyerang penunggang kuda. Arthur menembakkan listrik ungu dengan pedangnya. Penunggang kuda itu memutar-mutar cross lancenya sehingga menghasilkan pusaran api yang menepis listrik milik Arthur. Arthur langsung berlari dan mencoba menyerang kepala si penunggang kuda. Reflek yang hebat, si penunggang kuda menangkis tebasan Arthur dengan cross lancenya.
Quote:
“Long time no see, Arthur,” sapa si penunggang kuda dengan logat Chinanya.
Arthur menjawab, “Long time no see, Lu Bu.”
Arthur menjawab, “Long time no see, Lu Bu.”
Diubah oleh Shadowroad 27-02-2016 21:11
0
Kutip
Balas