- Beranda
- Stories from the Heart
[REBORN] UNSTOPPABLE LOVE
...
TS
crazy.mind
[REBORN] UNSTOPPABLE LOVE
Assalamu'alaikum sobat brader and sista kaskuser semuanya.
Versi reborn ini gw tulis ulang dari cerita yang sebelumnya dengan beberapa alasan tertentu yang ga bisa gw sebutkan disini. Di versi reborn ini akan banyak perubahan dan perbedaan di alur, nama tokoh, dll.
Versi reborn ini gw tulis ulang dari cerita yang sebelumnya dengan beberapa alasan tertentu yang ga bisa gw sebutkan disini. Di versi reborn ini akan banyak perubahan dan perbedaan di alur, nama tokoh, dll.
Spoiler for FAQ:
FAQ :
Q : kenapa yang sebelumnya di delete gan?
A : mau tau aja atau mau tau banget?
Q : kok pake id baru gan?
A : baru ganti password eh malah lupa buahahaha
Q : reborn kok updatenya ga sekaligus banyak gan?
A : ini diketik ulang, bukan kopasus alias kopi paste ubah sedikit, ditambah real life yang mulai kurang memungkinkan, jadi ya beginilah adanya, tak kentang maka tak sayang
Q : real atau fiksi ini gan?
A : anggep aja fiksi
Q : updatenya lancar ga gan?
A : mudah-mudahan lancar
Q : setelah baca, kok beda dengan versi yang sebelumnya gan?
A : iya, memang ada beberapa perubahan dan perbedaan
Q : sampe tamat ga yang ini gan?
A : semoga gw selalu dikasih kesehatan, waktu dan pikiran yang jernih untuk terus melanjutkatkan cerita ini hingga selesai.
Q : kenapa yang sebelumnya di delete gan?
A : mau tau aja atau mau tau banget?
Q : kok pake id baru gan?
A : baru ganti password eh malah lupa buahahaha
Q : reborn kok updatenya ga sekaligus banyak gan?
A : ini diketik ulang, bukan kopasus alias kopi paste ubah sedikit, ditambah real life yang mulai kurang memungkinkan, jadi ya beginilah adanya, tak kentang maka tak sayang
Q : real atau fiksi ini gan?
A : anggep aja fiksi
Q : updatenya lancar ga gan?
A : mudah-mudahan lancar
Q : setelah baca, kok beda dengan versi yang sebelumnya gan?
A : iya, memang ada beberapa perubahan dan perbedaan
Q : sampe tamat ga yang ini gan?
A : semoga gw selalu dikasih kesehatan, waktu dan pikiran yang jernih untuk terus melanjutkatkan cerita ini hingga selesai.
PLAYLIST
Spoiler for PLAYLIST:
Spoiler for hiding my heart:
So this is how the story went
I met someone by accident
who blew me away
who blew me away
Yah… beginilah kisah hidupku. Mau bagaimana lagi. Aku hanya mengikuti scenario yang diberikan oleh yang Maha Kuasa untukku. Hari ini, tanpa sengaja, aku berkenalan dengan seseorang. Seketika, segala lukaku menguap, meski hanya pedihnya saja yang menghilang. Ia memukau segala indraku. Hatiku tersentuh, dan aku mulai berharap kepadanya.
It was in the darkest of my days
When you took my sorrow and you took my pain
And buried them away, you buried them away
Hari itu, aku memang berniat mengubur segala kelam di masa lalu. Lelah rasanya menyimpan luka hati terlalu lama. Ingin kumulai hidupku yang baru, dan tiba-tiba ada dirimu muncul di hadapanku. Kau menghiburku, mengusir segala nestapaku, menghilangkan segala sakitku. Luka hatiku menghilang, meski parutnya masih menetap di hatiku.
And I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You'll disappear one day
So I'll spend my whole life hiding my heart away
Hari pun berlalu, kita menjalani hubungan yang sepeti itu. Dekat, tapi tak terlalu dekat untuk bisa bersatu. Saat malam menjelang, aku mengkhayalkan ada dirimu di sampingku, berbaring dengan tenang, dan membelakangi sinar mentari saat bangun pagi. Tapi, itu hanyalah impianku belaka. Hatiku mengatakan, seperti yang sudah-sudah, kau mungkin juga akan meninggalkanku seperti yang lainnya. Maka, kubiarkan saja hubungan ini mengalir, tanpa ungkapan cinta dan janji setia. Aku yang mencintaimu, memilih untuk menyembunyikan segala rasa.
I dropped you off at the train station
And put a kiss on top of your head
I watched you wave
I watched you wave
Then I went on home to my skyscrapers
Neon lights and waiting papers
That I call home
I call that home
Maka, ketika kau berkunjung ke tempatku, yang kulakukan hanyalah mengantarmu pulang setelah itu. Kuantar kau ke stasiun kereta, dengan sekedar lambaian tangan dan kecupan ringan di dahi, tak lebih dari itu. Harapanku perlahan menguap, seiring berjalannya kereta yang membawamu. Dengan menyimpan segala rasaku padamu, aku kembali ke tempat yang kusebut rumah. Apartemen di atap gedung, dengan lampu neon besar yang menyala di depan pintu, dan tugas-tugas serta pekerjaan yang menungguku. Menyibukkan diriku, mengurangi beratnya kehilanganmu.
I woke up feeling heavy hearted
I'm going back to where I started
The morning rain
The morning rain
And though I wish that you were here
That same old road that brought me here
Is calling me home
Is calling me home
Karena saat pagi menjelang, aku akan terbangun dengan berat hati, menyadari ada dirimu dihatiku. Pagi setelah kepergianmu, kusambut hujan yang hangat dan angin yang dingin. Langkah kaki membawaku ke tempat pertemuan pertama kita, berharap akan ada dirimu di tempat itu. Aku kecewa. Tak ada dirimu di sana. Maka, kulangkahkan kakiku, pulang kembali ke rutinitasku, pulang kembali ke rumahku.
I can't spend my whole life hiding my heart away
Mengetahui kenyataan itu, kuputuskan untuk menyembunyikan saja segala isi hati dan perasaanku kepadamu.
I met someone by accident
who blew me away
who blew me away
Yah… beginilah kisah hidupku. Mau bagaimana lagi. Aku hanya mengikuti scenario yang diberikan oleh yang Maha Kuasa untukku. Hari ini, tanpa sengaja, aku berkenalan dengan seseorang. Seketika, segala lukaku menguap, meski hanya pedihnya saja yang menghilang. Ia memukau segala indraku. Hatiku tersentuh, dan aku mulai berharap kepadanya.
It was in the darkest of my days
When you took my sorrow and you took my pain
And buried them away, you buried them away
Hari itu, aku memang berniat mengubur segala kelam di masa lalu. Lelah rasanya menyimpan luka hati terlalu lama. Ingin kumulai hidupku yang baru, dan tiba-tiba ada dirimu muncul di hadapanku. Kau menghiburku, mengusir segala nestapaku, menghilangkan segala sakitku. Luka hatiku menghilang, meski parutnya masih menetap di hatiku.
And I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You'll disappear one day
So I'll spend my whole life hiding my heart away
Hari pun berlalu, kita menjalani hubungan yang sepeti itu. Dekat, tapi tak terlalu dekat untuk bisa bersatu. Saat malam menjelang, aku mengkhayalkan ada dirimu di sampingku, berbaring dengan tenang, dan membelakangi sinar mentari saat bangun pagi. Tapi, itu hanyalah impianku belaka. Hatiku mengatakan, seperti yang sudah-sudah, kau mungkin juga akan meninggalkanku seperti yang lainnya. Maka, kubiarkan saja hubungan ini mengalir, tanpa ungkapan cinta dan janji setia. Aku yang mencintaimu, memilih untuk menyembunyikan segala rasa.
I dropped you off at the train station
And put a kiss on top of your head
I watched you wave
I watched you wave
Then I went on home to my skyscrapers
Neon lights and waiting papers
That I call home
I call that home
Maka, ketika kau berkunjung ke tempatku, yang kulakukan hanyalah mengantarmu pulang setelah itu. Kuantar kau ke stasiun kereta, dengan sekedar lambaian tangan dan kecupan ringan di dahi, tak lebih dari itu. Harapanku perlahan menguap, seiring berjalannya kereta yang membawamu. Dengan menyimpan segala rasaku padamu, aku kembali ke tempat yang kusebut rumah. Apartemen di atap gedung, dengan lampu neon besar yang menyala di depan pintu, dan tugas-tugas serta pekerjaan yang menungguku. Menyibukkan diriku, mengurangi beratnya kehilanganmu.
I woke up feeling heavy hearted
I'm going back to where I started
The morning rain
The morning rain
And though I wish that you were here
That same old road that brought me here
Is calling me home
Is calling me home
Karena saat pagi menjelang, aku akan terbangun dengan berat hati, menyadari ada dirimu dihatiku. Pagi setelah kepergianmu, kusambut hujan yang hangat dan angin yang dingin. Langkah kaki membawaku ke tempat pertemuan pertama kita, berharap akan ada dirimu di tempat itu. Aku kecewa. Tak ada dirimu di sana. Maka, kulangkahkan kakiku, pulang kembali ke rutinitasku, pulang kembali ke rumahku.
I can't spend my whole life hiding my heart away
Mengetahui kenyataan itu, kuputuskan untuk menyembunyikan saja segala isi hati dan perasaanku kepadamu.
Diubah oleh crazy.mind 26-04-2016 22:58
anasabila memberi reputasi
1
105.8K
Kutip
428
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
crazy.mind
#23
Quote:
INTRO
Sebelum masuk kecerita, ijinkan gw memperkenalkan diri (kembali). Nama gw evan, cowok tulen, tahun ini umur gw genap 30. Perawakan gw tinggi sekitar 177 cm, kulit putih, potongan rambut tidak pernah panjang apalagi gondrong. Bokap gw wong kito galo, ada tionghoa dikit dari kakek. Nyokap gw asli bangka, ada keturunan tionghoanya juga. Walaupun ada darah tionghoa, face gw ga oriental.
Gw anak ke-3 dari 4 bersaudara. Cowok satu-satunya. Bokap gw seorang tukang martabak. Dari dagang gerobakan, sampai akhirnya punya beberapa outlet dan rekan franchise. Nyokap gw full time mother.
Martabak itu penuh filosofi menurut bokap gw. Berawal dari setiap ngapel kerumah calon mertua selalu membawa buah tangan martabak, lalu kebetulan tukang martabak langganan bokap gw mulai putus asa menjual gerobaknya untuk beralih profesi, bokap gw mulai menekuni dunia per-martabak-an. Adonan demi adonan, resep demi resep, kegagalan demi kegagalan.
Dan memang bener kata orang, dibalik pria yang sukses ada wanita luar biasa dibelakangnya. Nyokap gw keren banget. Dengan tulus dan sabar selalu support bokap gw, dari sebelum nikah, sampai akhirnya dilamar. Jaman sekarang, mungkin calon mertua masih mikir-mikir anak ceweknya mau dilamar tukang martabak.
***
Ok, cerita ini gw awali dari masa SMA. Antara tahun 2001-2002, saat gw bersekolah disebuah SMA negri favorit dikota gw. Tepatnya kelas 11.
Pagi itu seperti biasa gw kesiangan, dari jarak sekitar 50 meter, gw bisa melihat pak satpam menarik gerbang sekolah. Tak jauh dari pak satpam, bu sari berkacak pinggang memelototi siswa-siswi yang berlarian menerobos masuk sebelum gerbang benar-benar tertutup.
Gw merogoh saku celana lalu mengeluarkan hp nokia 3210 yang legendaris, dilayarnya gw bisa melihat jam digital, 07:17.
Dijaman gw sekolah dulu, yang bawa kendaraan sendiri masih sangat sedikit. Satu kelas bisa dihitung dengan jari, mungkin hanya sekitar 2-3 orang. Motor gw jaman SMA supra fit, biasanya gw selalu bareng adek gw yang masih SMP, kebetulan SMP adek gw masih berada di satu jalan dengan SMA gw. Itu juga yang membuat bokap gw membelikan motor.
Gw : "bah, titip motor ya"
gw memarkirkan motor didepan sebuah tempat fotokopian. Yang punya biasa gw panggil abah. Orangnya sudah lumayan berumur, tapi lumayan gaul. Asik orangnya. Biasanya kalau gw kena kasus disekolah, gw minta tolong abah ngaku-ngaku jadi om gw. Bisa dicelupin ke adonan martabak kalo bokap gw tau hahaha.
Babeh : "lo kalo ga telat kenapa sih van?"
gw : "khilaf bah, namanya juga anak muda"
abah cuma geleng-geleng kepala menanggapi jawaban gw.
Setelah menyerahkan kunci motor ke abah, gw nongkrong dulu didepan ruko. Tanpa rasa takut terlihat guru yang kebetulan melintas, gw menyalakan sebatang rokok yang baru saja gw beli ketengan diwarung tadi pagi.
Kalau sudah terlambat begini, gw tau harus apa dan bagaimana. Lewat gerbang depan bisa abis kena omel bu sari, belum lagi disuruh macem-macem sebagai hukuman.
Fuushh..
Hembusan demi hembusan asap rokok keluar dari mulut gw sambil memandangi angkot dan kendaraan yang lalu lalang. Pandangan gw tertuju kesatu arah, tempat dimana sebuah mobil kijang kapsul dengan plat merah 2 digit. Begitu pintu tengahnya sebelah kiri terbuka, penampakan cewek berseragam putih abu-abu terlihat. Wah anak pejabat nih, pikir gw dalam hati.
Baju seragamnya rapih, ga terlihat kusut sama sekali. Roknya ga terlalu kependekan dan ga terlalu ketat. Sepatu balet hitam, kaos kaki putih bersih, serasi dengan betisnya yang mulus.
Gw perhatikan dengan seksama wajahnya, manis juga. Siapa ya? Kayaknya ga pernah liat deh. Kalau anak kelas 10 yang baru selesai MOS masih mengenakan seragam SMP. Kalau kelas 11 masa iya gw ga pernah liat? Memang sih selama ini gw sama sekali ga pernah ngelirik cewek, apalagi sampe pedekate.
Awalnya cewek itu berjalan menuju arah gerbang sekolah. Tapi tak lama kemudian berbalik arah. Mungkin karena melihat gerbang sekolah sudah tertutup rapat.
Cewek itu terlihat kebingungan. Tengok kanan kiri, hingga akhirnya memandang ke arah gw. Dengan ragu-ragu cewek itu melangkah mendekat kearah gw.
... : "kak, kalo gerbang udah ditutup masih boleh masuk ga sih?"
saat bertanya mata cewek itu kurang fokus, bola matanya mencoba fokus tapi sepertinya ada kesan angker dalam diri gw yang membuat cewek itu tak bisa lama-lama beradu tatap dengan gw.
Gw : "kalo ga dicoba gimana bisa tau?"
Fuussh...
Kembali gw hembuskan asap rokok ke udara. Cewek itu mengibas-ngibaskan tangannya mengusir asap rokok yang terbang kearahnya. Diantara bau asap rokok, gw masih bisa mencium aroma parfum yang menurut gw unik. Ada sedikit aroma minyak telon yang bercampur dengan splash cologne.
Melihat cewek itu kurang nyaman dengan asap rokok. Gw menyentilkan rokok yang masih tersisa lumayan panjang kearah selokan.
Gw : "eh tolol, mau kemana lo? Sini ikut gw aja, daripada lo kena omel bu sari"
ini cewek polos banget. Sebelum dia melangkah ke arah gerbang, gw panggil aja.
Sebelum masuk kecerita, ijinkan gw memperkenalkan diri (kembali). Nama gw evan, cowok tulen, tahun ini umur gw genap 30. Perawakan gw tinggi sekitar 177 cm, kulit putih, potongan rambut tidak pernah panjang apalagi gondrong. Bokap gw wong kito galo, ada tionghoa dikit dari kakek. Nyokap gw asli bangka, ada keturunan tionghoanya juga. Walaupun ada darah tionghoa, face gw ga oriental.
Gw anak ke-3 dari 4 bersaudara. Cowok satu-satunya. Bokap gw seorang tukang martabak. Dari dagang gerobakan, sampai akhirnya punya beberapa outlet dan rekan franchise. Nyokap gw full time mother.
Martabak itu penuh filosofi menurut bokap gw. Berawal dari setiap ngapel kerumah calon mertua selalu membawa buah tangan martabak, lalu kebetulan tukang martabak langganan bokap gw mulai putus asa menjual gerobaknya untuk beralih profesi, bokap gw mulai menekuni dunia per-martabak-an. Adonan demi adonan, resep demi resep, kegagalan demi kegagalan.
Dan memang bener kata orang, dibalik pria yang sukses ada wanita luar biasa dibelakangnya. Nyokap gw keren banget. Dengan tulus dan sabar selalu support bokap gw, dari sebelum nikah, sampai akhirnya dilamar. Jaman sekarang, mungkin calon mertua masih mikir-mikir anak ceweknya mau dilamar tukang martabak.
***
Ok, cerita ini gw awali dari masa SMA. Antara tahun 2001-2002, saat gw bersekolah disebuah SMA negri favorit dikota gw. Tepatnya kelas 11.
Pagi itu seperti biasa gw kesiangan, dari jarak sekitar 50 meter, gw bisa melihat pak satpam menarik gerbang sekolah. Tak jauh dari pak satpam, bu sari berkacak pinggang memelototi siswa-siswi yang berlarian menerobos masuk sebelum gerbang benar-benar tertutup.
Gw merogoh saku celana lalu mengeluarkan hp nokia 3210 yang legendaris, dilayarnya gw bisa melihat jam digital, 07:17.
Dijaman gw sekolah dulu, yang bawa kendaraan sendiri masih sangat sedikit. Satu kelas bisa dihitung dengan jari, mungkin hanya sekitar 2-3 orang. Motor gw jaman SMA supra fit, biasanya gw selalu bareng adek gw yang masih SMP, kebetulan SMP adek gw masih berada di satu jalan dengan SMA gw. Itu juga yang membuat bokap gw membelikan motor.
Gw : "bah, titip motor ya"
gw memarkirkan motor didepan sebuah tempat fotokopian. Yang punya biasa gw panggil abah. Orangnya sudah lumayan berumur, tapi lumayan gaul. Asik orangnya. Biasanya kalau gw kena kasus disekolah, gw minta tolong abah ngaku-ngaku jadi om gw. Bisa dicelupin ke adonan martabak kalo bokap gw tau hahaha.
Babeh : "lo kalo ga telat kenapa sih van?"
gw : "khilaf bah, namanya juga anak muda"
abah cuma geleng-geleng kepala menanggapi jawaban gw.
Setelah menyerahkan kunci motor ke abah, gw nongkrong dulu didepan ruko. Tanpa rasa takut terlihat guru yang kebetulan melintas, gw menyalakan sebatang rokok yang baru saja gw beli ketengan diwarung tadi pagi.
Kalau sudah terlambat begini, gw tau harus apa dan bagaimana. Lewat gerbang depan bisa abis kena omel bu sari, belum lagi disuruh macem-macem sebagai hukuman.
Fuushh..
Hembusan demi hembusan asap rokok keluar dari mulut gw sambil memandangi angkot dan kendaraan yang lalu lalang. Pandangan gw tertuju kesatu arah, tempat dimana sebuah mobil kijang kapsul dengan plat merah 2 digit. Begitu pintu tengahnya sebelah kiri terbuka, penampakan cewek berseragam putih abu-abu terlihat. Wah anak pejabat nih, pikir gw dalam hati.
Baju seragamnya rapih, ga terlihat kusut sama sekali. Roknya ga terlalu kependekan dan ga terlalu ketat. Sepatu balet hitam, kaos kaki putih bersih, serasi dengan betisnya yang mulus.
Gw perhatikan dengan seksama wajahnya, manis juga. Siapa ya? Kayaknya ga pernah liat deh. Kalau anak kelas 10 yang baru selesai MOS masih mengenakan seragam SMP. Kalau kelas 11 masa iya gw ga pernah liat? Memang sih selama ini gw sama sekali ga pernah ngelirik cewek, apalagi sampe pedekate.
Awalnya cewek itu berjalan menuju arah gerbang sekolah. Tapi tak lama kemudian berbalik arah. Mungkin karena melihat gerbang sekolah sudah tertutup rapat.
Cewek itu terlihat kebingungan. Tengok kanan kiri, hingga akhirnya memandang ke arah gw. Dengan ragu-ragu cewek itu melangkah mendekat kearah gw.
... : "kak, kalo gerbang udah ditutup masih boleh masuk ga sih?"
saat bertanya mata cewek itu kurang fokus, bola matanya mencoba fokus tapi sepertinya ada kesan angker dalam diri gw yang membuat cewek itu tak bisa lama-lama beradu tatap dengan gw.
Gw : "kalo ga dicoba gimana bisa tau?"
Fuussh...
Kembali gw hembuskan asap rokok ke udara. Cewek itu mengibas-ngibaskan tangannya mengusir asap rokok yang terbang kearahnya. Diantara bau asap rokok, gw masih bisa mencium aroma parfum yang menurut gw unik. Ada sedikit aroma minyak telon yang bercampur dengan splash cologne.
Melihat cewek itu kurang nyaman dengan asap rokok. Gw menyentilkan rokok yang masih tersisa lumayan panjang kearah selokan.
Gw : "eh tolol, mau kemana lo? Sini ikut gw aja, daripada lo kena omel bu sari"
ini cewek polos banget. Sebelum dia melangkah ke arah gerbang, gw panggil aja.
Diubah oleh crazy.mind 27-02-2016 03:23
0
Kutip
Balas