- Beranda
- The Lounge
Mari Kita Mengenal Lebih Dekat Kaum LGBT, Agar Hilang Rasa "Benci dan Jijik Mu"
...
TS
omedotcom
Mari Kita Mengenal Lebih Dekat Kaum LGBT, Agar Hilang Rasa "Benci dan Jijik Mu"

Quote:
“Dan janganlahsekali-kali kebencian mu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akan kamu kerjakan.”
(QS. 5:8)
(QS. 5:8)
Quote:
Siapa yang ingin terlahirkan berbeda dari yang lain? Sungguh mereka sama sekali tidak ingin menjadi diri mereka sendiri,bahkan mereka kecewa dengan diri mereka sendiri. Tidak ada yang bisa mengerti mereka,bahkan orang tua mereka cenderung menyalahkan mereka. Dijauhi,dicemooh,dicela,dikucilkan,bahkan ada yang ingin membunuh mereka. Mereka hanya bisa tertunduk merenungi nasib,kesepian,ketakutan,depresi,dan mereka hanya bisa berlindung dan berserah diri kepada Sang Pencipta. Siapa mereka? Mereka ialah kaum LGBT
Sebelumnya saya mau mengklarifikasi tujuan thread ini :
1.Mengurangi angka deskriminasi terhadap LGBT
2.Mengurangi rasa benci kalian terhadap kaum LGBT
3.Agar LGBT juga di anggap Manusia
4.Agar LGBT dapat diterima di lingkungan masyrakat dan mempunyai teman.
Thread ini sama sekali tidak meminta legalitas LGBT!
Cuma meminta LGBT itu dianggap setara dengan manusia lainya!
Dan meminta agar tidak ada lagi Deskriminasi kepada LGBT!
Agan tanya apa ada yang mendeskriminasi LGBT?
Coba agan lihat sendiri tuh hasil Pollingnya! Hampir 50% kaskuser ingin kaum LGBT ini mati saja!
Ini sudah kelewatan. Dimana rasa kemanusiaan kalian?
Kalian mengaku beragama tetapi kalian tidak memiliki rasa kemanusiaan(bagi yang ingin LGBT itu mati) :sedih:
Apa sih LGBT itu?
Quote:
LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender"

Mari kita mengenal mereka lebih dekat,agar kita bisa lebih "Memanusiakan" mereka.

Apakah Homoseksualitas itu merupakan suatu penyakit?
Quote:
Konsensus ilmu-ilmu perilaku dan sosial dan juga profesi kesehatan dan kesehatan kejiwaan menyatakan bahwa homoseksualitas adalah aspek normal dalam orientasi seksual manusia. Homoseksualitas bukanlah penyakit kejiwaan dan bukan penyebab efek psikologis negatif; prasangka terhadap kaum biseksual dan homoseksual-lah yang menyebabkan efek semacam itu.
Homoseksual dipandang dari sudut Psikologi
Quote:
American Psychological Association, American Psychiatric Association, dan National Association of Social Workers berpendapat:
“ Pada tahun 1952, ketika Asosiasi Psikiatri Amerika pertama kali menerbitkan Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorders, homoseksualitas dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan. Namun, pengklasifikasian tersebut segera menjadi sasaran pemeriksaan kritis dalam penelitian yang didanai oleh Institut Kesehatan Mental Nasional. Studi dan penelitian berikutnya secara konsisten gagal menghasilkan dasar empiris atau ilmiah yang menunjukkan homoseksualitas sebagai gangguan atau kelainan. Dari berbagi kumpulan hasil penelitian homoseksualitas, para ahli bidang kedokteran, kesehatan mental, ilmu-ilmu sosial dan ilmu perilaku mencapai kesimpulan bahwa pengklasifikasian homoseksualitas sebagai gangguan mental tidak akuratdan bahwa klasifikasi DSM mencerminkan asumsi yang belum teruji, yang didasarkan pada norma-norma sosial yang pernah berlaku dan pandangan klinis dari sampel yang tidak representatif yang terdiri dari pasien yang mencari terapi penyembuhan dan individu-individu yang masuk dalam sistem peradilan pidana karena perilaku homoseksualitasnya.
Sebagai pengakuan bukti ilmiah, Asosiasi Psikiatri Amerika menghapuskan homoseksualitas dari DSM pada tahun 1973, menyatakan bahwa "homoseksualitas sendiri menunjukkan tidak adanya gangguan dalam penilaian, stabilitas, keandalan, atau kemampuan sosial umum atau vokasional." Setelah meninjau data ilmiah secara seksama, Asosiasi Psikologi Amerika melakukan tindakan yang sama pada tahun 1975, dan mendesak semua pakar kejiwaan "untuk memimpin menghilangkan stigma penyakit mental yang telah lama dikaitkan dengan orientasi homoseksual." Asosiasi Nasional Pekerja Sosial pun menerapkan kebijakan serupa.
Kesimpulannya, para pakar kejiwaan dan peneliti telah lama mengakui bahwa menjadi homoseksual tidak menimbulkan hambatan untuk menjalani hidup yang bahagia, sehat, dan produktif, dan bahwa sebagian besar kalangan gay dan lesbian bekerja dengan baik di berbagai lembaga sosial dan hubungan interpersonal."
Ketertarikan seksual, perilaku, dan orientasi sesama jenis merupakan varian seksualitas manusia yang bersifat normal dan positif, tidak menunjukkan gangguan mental atau perkembangan.
Di Indonesia sendiri Dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III) edisi 1993, Departemen Kesehatan RI, homoseksualitas telah dihapus dari daftar gangguan jiwa.
Apakah pendapat dr.Fidiansjah Tentang LGBT itu benar? jelas salah!

Di PPDGJ III jelas tertulis bahwa : Orientasi seksual sendiri jangan dianggap sebagai suatu gangguan. Dan kita tahu, kalau homoseksual merupakan salah satu jenis orientasi seksual
“ Pada tahun 1952, ketika Asosiasi Psikiatri Amerika pertama kali menerbitkan Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorders, homoseksualitas dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan. Namun, pengklasifikasian tersebut segera menjadi sasaran pemeriksaan kritis dalam penelitian yang didanai oleh Institut Kesehatan Mental Nasional. Studi dan penelitian berikutnya secara konsisten gagal menghasilkan dasar empiris atau ilmiah yang menunjukkan homoseksualitas sebagai gangguan atau kelainan. Dari berbagi kumpulan hasil penelitian homoseksualitas, para ahli bidang kedokteran, kesehatan mental, ilmu-ilmu sosial dan ilmu perilaku mencapai kesimpulan bahwa pengklasifikasian homoseksualitas sebagai gangguan mental tidak akuratdan bahwa klasifikasi DSM mencerminkan asumsi yang belum teruji, yang didasarkan pada norma-norma sosial yang pernah berlaku dan pandangan klinis dari sampel yang tidak representatif yang terdiri dari pasien yang mencari terapi penyembuhan dan individu-individu yang masuk dalam sistem peradilan pidana karena perilaku homoseksualitasnya.
Sebagai pengakuan bukti ilmiah, Asosiasi Psikiatri Amerika menghapuskan homoseksualitas dari DSM pada tahun 1973, menyatakan bahwa "homoseksualitas sendiri menunjukkan tidak adanya gangguan dalam penilaian, stabilitas, keandalan, atau kemampuan sosial umum atau vokasional." Setelah meninjau data ilmiah secara seksama, Asosiasi Psikologi Amerika melakukan tindakan yang sama pada tahun 1975, dan mendesak semua pakar kejiwaan "untuk memimpin menghilangkan stigma penyakit mental yang telah lama dikaitkan dengan orientasi homoseksual." Asosiasi Nasional Pekerja Sosial pun menerapkan kebijakan serupa.
Kesimpulannya, para pakar kejiwaan dan peneliti telah lama mengakui bahwa menjadi homoseksual tidak menimbulkan hambatan untuk menjalani hidup yang bahagia, sehat, dan produktif, dan bahwa sebagian besar kalangan gay dan lesbian bekerja dengan baik di berbagai lembaga sosial dan hubungan interpersonal."
Ketertarikan seksual, perilaku, dan orientasi sesama jenis merupakan varian seksualitas manusia yang bersifat normal dan positif, tidak menunjukkan gangguan mental atau perkembangan.
Di Indonesia sendiri Dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III) edisi 1993, Departemen Kesehatan RI, homoseksualitas telah dihapus dari daftar gangguan jiwa.
Apakah pendapat dr.Fidiansjah Tentang LGBT itu benar? jelas salah!
Quote:

Di PPDGJ III jelas tertulis bahwa : Orientasi seksual sendiri jangan dianggap sebagai suatu gangguan. Dan kita tahu, kalau homoseksual merupakan salah satu jenis orientasi seksual
Masak sih gan Homoseksualitas itu Normal?Sehewan-hewannya hewan ia tidak akan mau bersenggama sesama jenis!
Quote:
Pada kenyataanya banyak sekali Hewan yang berperilaku Homoseksual,contoh yang paling mudah adalah Domba dan Lalat. Jadi Homoseksualitas sama sekali tidak melawan Hukum Alam.
Menurut penelitian, berbagai macam perilaku ini dapat ditemui di seluruh anggota kingdom animalia. Kurang lebih terdapat 1.500 spesies yang telah ditemukan melakukan perilaku homoseksual, dan 500 di antaranya terdokumentasi dengan baik. Spesies-spesies tersebut bervariasi dari primata hingga cacing acanthocephala. Motivasi dan dampak perilaku tersebut masih belum sepenuhnya dipahami karena sebagian besar spesies belum dipelajari secara menyeluruh.
Menurut Bruce Bagemihl, "Kingdom animalia [melakukan]nya dengan keanekaragaman seksual yang lebih kaya dari apa yang dapat diterima oleh komunitas ilmiah dan masyarakat sebelumnya – termasuk homoseksual, biseksual, dan seks nonreproduktif. Namun, seperti yang dikatakan oleh Bagemihl, "ini adalah laporan mengenai interpretasi manusia terhadap fenomena tersebut". Simon Levay juga mengatakan bahwa "walaupun perilaku homoseksual sangat umum pada dunia hewan, tidak banyak hewan yang cenderung berperilaku homoseksual dalam jangka panjang hingga tidak memiliki orientasi heteroseksual. Maka, orientasi homoseksual, jika memang ada pada hewan, tampaknya jarang. Namun, orientasi homoseksual eksklusif telah ditemukan dalam berbagai spesies hewan, seperti domba (Ovis aries). "Sekitar 10% domba jantan menolak berkimpoi dengan domba betina, namun siap melakukannya dengan domba jantan lainnya.
Menurut penelitian, berbagai macam perilaku ini dapat ditemui di seluruh anggota kingdom animalia. Kurang lebih terdapat 1.500 spesies yang telah ditemukan melakukan perilaku homoseksual, dan 500 di antaranya terdokumentasi dengan baik. Spesies-spesies tersebut bervariasi dari primata hingga cacing acanthocephala. Motivasi dan dampak perilaku tersebut masih belum sepenuhnya dipahami karena sebagian besar spesies belum dipelajari secara menyeluruh.
Menurut Bruce Bagemihl, "Kingdom animalia [melakukan]nya dengan keanekaragaman seksual yang lebih kaya dari apa yang dapat diterima oleh komunitas ilmiah dan masyarakat sebelumnya – termasuk homoseksual, biseksual, dan seks nonreproduktif. Namun, seperti yang dikatakan oleh Bagemihl, "ini adalah laporan mengenai interpretasi manusia terhadap fenomena tersebut". Simon Levay juga mengatakan bahwa "walaupun perilaku homoseksual sangat umum pada dunia hewan, tidak banyak hewan yang cenderung berperilaku homoseksual dalam jangka panjang hingga tidak memiliki orientasi heteroseksual. Maka, orientasi homoseksual, jika memang ada pada hewan, tampaknya jarang. Namun, orientasi homoseksual eksklusif telah ditemukan dalam berbagai spesies hewan, seperti domba (Ovis aries). "Sekitar 10% domba jantan menolak berkimpoi dengan domba betina, namun siap melakukannya dengan domba jantan lainnya.
Kalau begitu, apa sih penyebab Homoseksual itu Gan?
Quote:
American Psychological Association, American Psychiatric Association, dan National Association of Social Workers pada tahun 2006 menyatakan:
“ Saat ini, tidak ada kesepakatan ilmiah tentang faktor-faktor yang menyebabkan individu menjadi heteroseksual, homoseksual, atau biseksual -termasuk kemungkinan dampak biologis, psikologis, atau sosial orientasi seksual orang tua. Namun, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian besar lesbian dan gay dewasa dibesarkan oleh orangtua heteroseksual dan sebagian besar anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua lesbian dan gay tumbuh menjadi heteroseksual.[2] ”
Pada tahun 2007, Royal College of Psychiatrists menyatakan:
“ Meskipun spekulasi psikoanalitik dan psikologis telah berlangsung hampir satu abad, namun tidak ada bukti substantif yang mampu mendukung pendapat bahwa pola asuh atau pengalaman anak periode awal berperan dalam pembentukan dasar orientasi heteroseksual atau homoseksual seseorang. Orientasi seksual bersifat alamiah di alam, dan ditentukan oleh serangkaian interaksi kompleks faktor genetik dan masa kandungan awal. Orientasi seksual, karenanya, bukan merupakan pilihan.[78] ”
American Academy of Pediatrics dalam Pediatrics pada tahun 2004 menyatakan:
“ Orientasi seksual mungkin tidak ditentukan oleh satu faktor, tetapi oleh gabungan pengaruh genetik, hormon, dan lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, teori-teori biologi telah dikemukakan para ahli. Tetapi, walaupun masih ada kontroversi dan ketidakpastian akan asal usul ragam orientasi seksual manusia, tidak ada bukti ilmiah bahwa kelainan pola asuh, pelecehan seksual, atau sejarah hidup buruk lainnya memengaruhi orientasi seksual. Pengetahuan saat ini berpendapat bahwa orientasi seksual biasanya terbentuk selama usia dini."
“ Saat ini, tidak ada kesepakatan ilmiah tentang faktor-faktor yang menyebabkan individu menjadi heteroseksual, homoseksual, atau biseksual -termasuk kemungkinan dampak biologis, psikologis, atau sosial orientasi seksual orang tua. Namun, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian besar lesbian dan gay dewasa dibesarkan oleh orangtua heteroseksual dan sebagian besar anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua lesbian dan gay tumbuh menjadi heteroseksual.[2] ”
Pada tahun 2007, Royal College of Psychiatrists menyatakan:
“ Meskipun spekulasi psikoanalitik dan psikologis telah berlangsung hampir satu abad, namun tidak ada bukti substantif yang mampu mendukung pendapat bahwa pola asuh atau pengalaman anak periode awal berperan dalam pembentukan dasar orientasi heteroseksual atau homoseksual seseorang. Orientasi seksual bersifat alamiah di alam, dan ditentukan oleh serangkaian interaksi kompleks faktor genetik dan masa kandungan awal. Orientasi seksual, karenanya, bukan merupakan pilihan.[78] ”
American Academy of Pediatrics dalam Pediatrics pada tahun 2004 menyatakan:
“ Orientasi seksual mungkin tidak ditentukan oleh satu faktor, tetapi oleh gabungan pengaruh genetik, hormon, dan lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, teori-teori biologi telah dikemukakan para ahli. Tetapi, walaupun masih ada kontroversi dan ketidakpastian akan asal usul ragam orientasi seksual manusia, tidak ada bukti ilmiah bahwa kelainan pola asuh, pelecehan seksual, atau sejarah hidup buruk lainnya memengaruhi orientasi seksual. Pengetahuan saat ini berpendapat bahwa orientasi seksual biasanya terbentuk selama usia dini."
Berapa jumlah Individu yang teridentifikasi sebagai Gay dan Lesbian?
Quote:
Bagi para peneliti, jumlah individu yang diidentifikasikan sebagai gay atau lesbian — dan perbandingan individu yang memiliki pengalaman seksual sesama jenis — sulit diperkirakan atas berbagai alasan. Dalam modernitas Barat, menurut berbagai penelitian, 2% sampai 13% dari populasi manusia adalah homoseksual atau pernah melakukan hubungan sesama jenis dalam hidupnya.
Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa 20% dari populasi secara anonim melaporkan memiliki perasaan homoseksual, meskipun relatif sedikit peserta dalam penelitian ini menyatakan diri mereka sebagai homoseksual. Perilaku homoseksual juga banyak diamati pada hewan
Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa 20% dari populasi secara anonim melaporkan memiliki perasaan homoseksual, meskipun relatif sedikit peserta dalam penelitian ini menyatakan diri mereka sebagai homoseksual. Perilaku homoseksual juga banyak diamati pada hewan
Walah Gan,LGBT itu bertentangan dengan Agama ane,di Agama ane mereka tuh seharusnya di Bunuh!!?
Quote:
Sabar Gan sabar! Kita hidup di Negara Indonesia, semua perbuatan dan tingkah laku kita "Harus Tunduk"dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku. Lagipula,Ideologi bangsa kita itu "Pancasila" Bukanya "Piagam Jakarta"
Apakah Homoseksualitas itu dapat Menular?
Quote:
Sekali lagi,Orientasi seksual itu bukan penyakit gan, jadi ya jelas Homoseksual ini tidak bisa menular. Kalau ada cerita misal bang Ipul itu dulu Hetero seksual. Dulu dia juga punya pacar, sekarang kok berubah menjadi Homoseksual? apakah bang Ipul ini tertular Homoseksualitas?
Jawabanya adalah TIDAK! ada 2 kemungkinan, yaitu yang pertama adalah : bisa jadi bang Ipul ini dari dulu sebenernya sudah ada bakat Homoseksualitas. Jadi walaupun dia dulu naksir Cewe, kalau lihat cowo telanjang juga akan disikat sama bang Ipul juga karena bang Ipul sudah ada bakat Homo. Kalau anda bertanya " Lalu kalau begitu bang Ipul itu Homo atau Hetero? " Coba Agan Lihat dulu Skala Kinsey yang ada di bawah ini.

Jadi sebenarnya bang Ipul itu TIDAK Eksklusif Heteroseksual, Namun dia merupakan Hetero Seksual namun Sesekali Homoseksual.
Kemungkinan Kedua yaitu Bang Ipul Orientasi Seksualnya bersifat Cair, yaitu bisa berubah dalam kurun waktu tertentu. Jadi misal bang ipul sejak kecil itu hetero seksual, namun pada umur 30 tahun dia berubah menjadi homoseksual.
Jawabanya adalah TIDAK! ada 2 kemungkinan, yaitu yang pertama adalah : bisa jadi bang Ipul ini dari dulu sebenernya sudah ada bakat Homoseksualitas. Jadi walaupun dia dulu naksir Cewe, kalau lihat cowo telanjang juga akan disikat sama bang Ipul juga karena bang Ipul sudah ada bakat Homo. Kalau anda bertanya " Lalu kalau begitu bang Ipul itu Homo atau Hetero? " Coba Agan Lihat dulu Skala Kinsey yang ada di bawah ini.

Jadi sebenarnya bang Ipul itu TIDAK Eksklusif Heteroseksual, Namun dia merupakan Hetero Seksual namun Sesekali Homoseksual.
Kemungkinan Kedua yaitu Bang Ipul Orientasi Seksualnya bersifat Cair, yaitu bisa berubah dalam kurun waktu tertentu. Jadi misal bang ipul sejak kecil itu hetero seksual, namun pada umur 30 tahun dia berubah menjadi homoseksual.
Apa gak bisa diterapi itu Gan Homoseksualnya? Biar hilang penyakit Homoseksualnya?
Quote:
Sekali lagi Gan.. Homoseksual itu bukan penyakit! itu udah Orientasi Seks bawaan Lahir. Lagipula,Tidak ada studi ilmiah yang mampu menyimpulkan apakah upaya mengubah orientasi seksual berhasil mengubah orientasi seksual seseorang.
Misalkan nih ya, Agan itu naksir Cewe. Mau diterapi puluhan kali pun Agan tetep naksir cewe kan? begitu juga dengan Homoseksual gan, dari lahir mereka naksir Cowo mau diterapi puluhan kali pun dia akan tetap naksir Cowo.
Misalkan nih ya, Agan itu naksir Cewe. Mau diterapi puluhan kali pun Agan tetep naksir cewe kan? begitu juga dengan Homoseksual gan, dari lahir mereka naksir Cowo mau diterapi puluhan kali pun dia akan tetap naksir Cowo.
Apa yang terjadi jika kaum Homoseksual dipaksa menjadi Heteroseksual?
Quote:
Sederhana saja Gan, coba bayangkan bagi Agan-Agan yang Heteroseksual (Normal) tapi Agan dipaksa untuk bercinta dengan sesama jenis? Ngeri gak tuh Gan? Nahhh... Itu tuh yang akan dialami oleh kaum Homoseksual jika tetap dipaksa menjadi Heteroseksual! Despresi,Tersiksa secara mental dan batin. Kasihan banget deh Gan pokoknya!
Kenapa kita harus membela Hak-Hak Kaum LGBT Gan?
Quote:
Sederhananya mereka itu juga Manusia Gan! Sudah kewajiban kita untuk menjaga Hak-hak Asasi Manusia sejak dia terlahir di bumi ini gan! Jangan sampai kefanatik-kan Agan menurunkan rasa kemanusiaan Agan!
Lihat UUD1945 kita Gan, tuh lihat pasal 28E Nomer 2

Lihat UUD1945 kita Gan, tuh lihat pasal 28E Nomer 2
Spoiler for Pasal 28E:
1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran. memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggakannya, serta berhak kembali.**)
2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **)
3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.**)
2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **)
3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.**)
Mari kita junjung tinggi Hak-Hak dasar Manusia Gan! Walaupun Mereka "Berbeda" dari kita akan tetapi mereka juga Manusia Gan!
Kita hindari Deskriminasi,Pelecehan,Pengucilan terhadap Kaum LGBT!
Kita hindari Deskriminasi,Pelecehan,Pengucilan terhadap Kaum LGBT!

Sumber :
Wikipedia: Homoseksualitas
Wikipedia: LGBT
PPDGJ III
Wikipedia: Skala Kinsey
Dengan banyak perubahan dan dengan banyak sumber lainya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Quote:
Pesan Dari TS :
Janganlah kalian mengkucilkan kaum LGBT/
Junjunglah HAM dengan" Setara" setiap Manusia terlepas dari latar belakang orang tsb.
Jangan mencela ciptaan Tuhan! Kaum LGBT juga termasuk ciptaan-Nya Gan!
Jangan menghakimi seseorang dengan aturan Agama tertentu! Kita ini Bhineka Tunggal Ika! Manusia Pancasila!
Jika dirasa Thread ini bermanfaat,silahkan di rate dan di comment serta share Gan!
Harapan saya,di Negeri kita tercinta ini seharusnya HAM dijunjung setngi-tinggi nya,terlepas dari latar belakang Individu tersebut. Entah itu kaum LGBT, kaum Gafatar, dsb dsb..
TS berlatar belakang Original 100% Heteroseksual Gan!, kenapa Ane bikin post tentang kaum LGBT? Karena Ane peduli dengan Mereka Gan!
Janganlah kalian mengkucilkan kaum LGBT/
Junjunglah HAM dengan" Setara" setiap Manusia terlepas dari latar belakang orang tsb.
Jangan mencela ciptaan Tuhan! Kaum LGBT juga termasuk ciptaan-Nya Gan!
Jangan menghakimi seseorang dengan aturan Agama tertentu! Kita ini Bhineka Tunggal Ika! Manusia Pancasila!
Jika dirasa Thread ini bermanfaat,silahkan di rate dan di comment serta share Gan!

Harapan saya,di Negeri kita tercinta ini seharusnya HAM dijunjung setngi-tinggi nya,terlepas dari latar belakang Individu tersebut. Entah itu kaum LGBT, kaum Gafatar, dsb dsb..
TS berlatar belakang Original 100% Heteroseksual Gan!, kenapa Ane bikin post tentang kaum LGBT? Karena Ane peduli dengan Mereka Gan!
Nih Amanat Menteri Agama Kita Yang Bijaksana
Quote:

Sekian dari Thread Saya, semoga bermanfaat!



Polling
0 suara
Apa Sikap dan Reaksi Agan Terhadap Kaum LGBT di Indonesia?
Diubah oleh omedotcom 21-02-2016 19:58
Cunbibab memberi reputasi
-1
43K
Kutip
576
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.8KAnggota
Tampilkan semua post
inoutflow
#262
@TS bawa ke page 1 dong biar berimbang, katanya thread edukasi
sekalian post ini :
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...0b8b456c/221/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...528b4569/263/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...558b456f/292/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...4b8b456a/349/-
LGBT dalam Islam yang bukan diplintir2 antek2 JIL
Dalam Islam, LGBT dihukumi haram dan dosa besar serta akan mendapatkan adzab yang pedih. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Homosex adalah perbuatan kaumnya Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT.
firman Allah SWT :
وَ لُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِه اَتَأْتُوْنَ اْلفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ ِمّنَ اْلعلَمِيْنَ(80) اِنكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرجَالَ شَهْوَةً منْ دُونِ النّسَآءِ، بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مسْرِفُوْنَ(81) وَ مَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه اِلا اَنْ قَالُوْآ اَخْرِجُوْهُمْ ِمّنْ قَرْيَتِكُمْ، اِنهُمْ اُنَاسٌ يتَطَهرُوْنَ(82) فَاَنْجَيْنهُ وَ اَهْلَه اِلا امْرَاَتَه كَانَتْ مِنَ اْلغبِرِيْنَ(83) وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مطَرًا، فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ اْلمُجْرِمِيْنَ(84) الاعراف: 80-84
Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. (80); Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (81); Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (82); Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (83); Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. [QS. Al-A’raaf : 80-84]
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Luth AS kepada penduduk kampung Sodom dan sekitarnya untuk menyeru kepada mereka untuk beribadah kepada Allah SWT dan berbuat amar ma’ruf nahi munkar. Tapi mereka melakukan perbuatan yang haram dan keji (Homoseks) yang mana perbuatan dosa itu sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh seorangpun dari anak cucu Adam. Melampaui batas maksudnya mereka sangat keterlaluan dan bodoh karena telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya (Homoseks) dan tidak berbuat adil kepada wanita yang mana Allah SWT menciptakan wanita untuk kaum laki-laki. Akibat perbuatan mereka maka Allah SWT menurunkan siksaan berupa negeri /tanah mereka dibalik (yang di atas ke bawah) dan hujan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi seerti yang dijelaskan di surat Huud :
وَ لَما جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْءَ بِهِمْ وَ ضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا و قَالَ هذَا يَوْمٌ عَصِيْبٌ(77) وَ جَآءَه قَوْمُه يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِ، وَ مِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السيّاتِ، قَالَ يقَوْمِ هؤُلآءِ بَنَاتِيْ هُن اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتقُوا اللهَ وَ لاَ تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْ، اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رشِيْدٌ(78) قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِيْ بَنتِكَ مِنْ حَقّ، وَ اِنكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ(79) قَالَ لَوْ اَنَ لِيْ بِكُمْ قُوةً اَوْ اوِيْ اِلى رُكْنٍ شَدِيْدٍ(80) قَالُوْا يلُوْطُ اِنا رُسُلُ رَبّكَ لَنْ يصِلُوْآ اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ ِمّنَ اليْلِ وَ لاَ يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلا امْرَاَتَكَ، اِنه مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ، اِنَ مَوْعِدَهُمُ الصبْحُ، اَلَيْسَ الصبْحُ بِقَرِيْبٍ(81) فَلَما جَآءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مّنْ سِجّيْلٍ منْضُوْدٍ(82) مُسَومَةً عِنْدَ رَبّكَ وَ مَا هِيَ مِنَ الظّلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ(83) هود: 77-83
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (77); Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (78); Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (79); Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” (80); Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”. (81); Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (82); yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (83) [QS. Huud : 77-83]
Dalam AL-Hadist nabi Muhammad SAW juga menjelaskan :
عَنْ جَابِرِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِن اَخْوَفَ مَا اَخَافُ عَلَى اُمتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوْطٍ. الترمذى و قال: حديث حسن غريب 3: 9، رقم: 1482
Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan diantara hal-hal yang aku khawatirkan terhadap ummatku ialah perbuatan kaumnya Nabi Luth (homosex)”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : hadits hasan gharib, juz 3, hal. 9, no. 1482]
َ عَنْ ابْنِ عَباسٍ أَن رَسُولَ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ قَالَ مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُول َ به.رواه ابن ماجه
Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Aaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa dari kalian yang menemukan orang yang melakukan perbuatan kaum nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan obyek dari pelaku itu.” (H.R Ibnu Majah)
Jadi jelas dari ayat dan dalil diatas sangat jelas menerangkan hukum bagi pelaku LGBT adalah Haram dan mendapatkan dosa besar.
sumur : al quran, hadist dan tafsir
LGBT dalam pandangan Kristen
”Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah merancang agar hubungan seks dilakukan hanya di antara pria dan wanita, dan hanya dalam ikatan perkimpoian. (Kejadian 1:27, 28; Imamat 18:22; Amsal 5:18, 19) Alkitab mengutuk percabulan, yang mencakup perilaku homoseksual maupun heteroseksual terlarang.”*—Galatia 5:19-21.
”Apa kata Alkitab tentang homoseksualitas?”
”Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah merancang agar hubungan seks dilakukan hanya di antara pria dan wanita, dan hanya dalam ikatan perkimpoian. (Kejadian 1:27, 28; Imamat 18:22; Amsal 5:18, 19) Alkitab mengutuk percabulan, yang mencakup perilaku homoseksual maupun heteroseksual terlarang.”*—Galatia 5:19-21.
”Bagaimana pandangan kamu tentang homoseksualitas?”
”Aku tidak benci kaum homo. Yang aku tidak setujui adalah perilaku mereka.”
Ingatlah: Jika kamu dibimbing oleh kaidah moral Alkitab, maka itulah gaya hidup pilihanmu, dan kamu memang berhak memilihnya. (Yosua 24:15) Jangan malu dengan pandanganmu.—Mazmur 119:46.
”Bukankah orang Kristen harus memperlakukan semua orang dengan respek, apa pun orientasi seksual mereka?”
”Tentu saja. Alkitab mengatakan, ’Hormatilah segala macam orang.’ (1 Petrus 2:17) Jadi, orang Kristen tidak homofobia. Mereka memperlihatkan kebaikan hati kepada semua orang, termasuk kaum gay.”—Matius 7:12.
”Bukankah pandanganmu tentang homoseksualitas membuatmu memusuhi kaum gay?”
”Tidak juga. Yang aku tolak perilaku homoseksual, bukan pelakunya.”
Kamu bisa menambahkan: ”Sebagai perbandingan, aku juga memilih tidak mau merokok. Bahkan, gagasan untuk merokok saja membuatku jijik. Tapi, katakanlah kamu perokok dan kamu punya pandangan yang berbeda. Aku tidak akan berprasangka kepadamu karena pandanganmu, sama seperti aku yakin kamu tidak akan berprasangka kepadaku karena pandangan aku—betul tidak? Begitu pula dengan perbedaan pandangan kita terhadap homoseksualitas.”
”Bukankah Yesus mengatakan bahwa kita harus toleran? Jika begitu, bukankah orang Kristen seharusnya membolehkan homoseksualitas?”
”Yesus tidak menganjurkan para pengikutnya untuk menyetujui semua gaya hidup. Sebaliknya, ia mengajarkan bahwa jalan keselamatan terbuka bagi ’setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia’. (Yohanes 3:16) Memperlihatkan iman akan Yesus mencakup tunduk pada kaidah moral Allah, yang melarang jenis perilaku tertentu—termasuk homoseksualitas.”—Roma 1:26, 27.
”Kaum homo tidak bisa mengubah orientasi mereka; mereka memang terlahir begitu.”
”Alkitab tidak berkomentar tentang kondisi biologis kaum homoseksual, tetapi Alkitab mengakui bahwa beberapa sifat memang berurat berakar dalam diri seseorang. (2 Korintus 10:4, 5) Sekalipun beberapa orang berorientasi ke sesama jenis, Alkitab memberi tahu orang Kristen untuk menjauhi perilaku homoseksual.”
Saran: Daripada terperangkap dalam debat tentang penyebab hasrat homoseksual, tandaskan bahwa Alkitab melarang perilaku homoseksual. Sebagai perbandingan, kamu bisa mengatakan, ”Banyak orang bilang bahwa perilaku kekerasan boleh jadi disebabkan oleh faktor keturunan dan sebagai akibatnya, ada orang yang cenderung melakukannya. (Amsal 29:22) Bagaimana jika hal itu benar? Mungkin kamu tahu bahwa Alkitab mengutuk kemarahan. (Mazmur 37:8; Efesus 4:31) Apakah itu lantas jadi tidak adil hanya karena ada orang-orang yang suka melakukan kekerasan?”
”Bagaimana mungkin Allah menyuruh seseorang yang tertarik kepada sesama jenis untuk menjauhi homoseksualitas? Kedengarannya kejam sekali.”
”Penalaran seperti itu didasarkan atas anggapan yang keliru bahwa manusia harus menuruti dorongan seksualnya. Alkitab mengangkat martabat manusia dengan meyakinkan mereka bahwa mereka bisa memilih untuk tidak menuruti dorongan seksual yang tidak patut jika memang itu tekad mereka.”—Kolose 3:5.
”Meskipun kamu bukan gay, kamu harus mengubah pandanganmu terhadap homoseksualitas.”
”Katakanlah aku tidak menyetujui judi, sedangkan kamu menyetujuinya. Apakah masuk akal kalau kamu memaksaku mengubah pandanganku hanya karena jutaan orang memilih untuk berjudi?”
Ingatlah: Kaum homo, serta kebanyakan orang, memiliki semacam kode etik yang membuat mereka muak terhadap hal-hal tertentu—mungkin penipuan, ketidakadilan, atau perang. Alkitab melarang perilaku seperti itu; Alkitab juga melarang jenis-jenis perilaku seksual tertentu, termasuk homoseksualitas.—1 Korintus 6:9-10.
Alkitab bukannya tidak masuk akal maupun mendukung prasangka. Alkitab hanya menginstruksikan orang-orang yang tertarik kepada sesama jenis untuk melakukan apa yang juga diharuskan bagi orang-orang yang tertarik kepada lawan jenis—yakni ’lari dari percabulan’.—1 Korintus 6:18.
Faktanya, jutaan orang heteroseksual yang ingin menyelaraskan diri dengan standar Alkitab dapat mengendalikan diri sekalipun menghadapi godaan. Di antara mereka terdapat banyak orang lajang yang kemungkinan tidak akan menikah dan banyak orang yang suami atau istrinya memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak bisa berhubungan seks. Mereka bisa hidup bahagia tanpa memenuhi dorongan seksual mereka. Mereka yang memiliki kecenderungan homoseksual bisa melakukan hal yang sama jika mereka benar-benar ingin menyenangkan Allah.—Ulangan 30:19.
sumur : http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/1102011149
LGBT dalam pandangan Katolik
Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:
KGK 2357 Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8).
1. Pandangan Gereja Katolik tentang homoseksual.
Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:
KGK 2357 Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan.
Namun demikian, Gereja juga menyadari bahwa tidak sedikit pria dan wanita yang sedemikian mempunyai kecenderungan homoseksual yang tidak mereka pilih sendiri. Mereka ini harus dilayani dengan hormat, dengan kasih dan bijaksana. Mereka harus diarahkan agar dapat memenuhi kehendak Allah dalam kehidupannya, dengan hidup murni, melalui kebajikan dan pengendalian diri dan mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan sakramen, menuju kesempurnaan Kristen (KGK 2358-2359).
2. Kecenderungan vs melakukannya
Penting dipahami bahwa terdapat dua macam hal yang berbeda yaitu, 1) kecenderungan homoseksual dan 2) menjadi pelaku homoseksual. Kecenderungan ketertarikan terhadap sesama jenis itu belum membuahkan dosa sebelum dinyatakan dalam aktivitas seksual homoseksual. Gereja Katolik menganggap kecenderungan ini sebagai “objective disorder“/ ketidakteraturan yang obyektif, karena menjurus kepada hubungan seksual yang tidak wajar. Kecenderungan homoseksual di sini menyerupai kecenderungan yang dimiliki untuk kebiasaan buruk lainnya, misal ada orang yang memiliki kecenderungan pemarah, pemabuk, pemalas, dst. Dalam hal ini, kita ketahui:
1. Kecenderungan ini baru akan berbuah menjadi dosa, jika terus dituruti keinginannya, dalam hal ini, adalah jika mereka yang gay/homoseksual terus bergaul dalam lingkungan ‘gay’ dan mempraktekkan kehidupan seksual gaya ‘gay’ ini. Namun, jika tidak, maka kecenderungan tersebut tidak berbuah dosa.
2. Jadi kecenderungan ini benar-benar ada/ nyata, walaupun bukan berarti kita dapat membiarkannya. Contoh, tentu saja kita tidak dapat mengatakan karena seseorang memiliki kecenderungan pemarah, maka ia boleh saja hidup sebagai seorang pemarah. Kita justru harus mengalahkan kecenderungan itu dengan kuasa yang kita terima dari kemenangan salib Kristus, sebab oleh Dia segala belenggu dosa dipatahkan.
Ryan Sorba, dalam talk-nya Framingham State University, tgl 31 Maret 2008, yang memperkenalkan bukunya The Gay Gene Hoax, menjelaskan, bahwa kecenderungan gay bukan merupakan sesuatu yang genetik (seperti yang dipropagandakan beberapa pakar sekarang ini). Karena berdasarkan penelitian yang diadakan di Scandinavia pada bayi-bayi kembar, dapat diketahui bahwa salah satu dari bayi tersebut dapat menjadi gay, namun yang lainnya normal. Seandainya homoseksual itu genetikal tentu kedua bayi itu menjadi gay. Menurut Sorba, perilaku homoseksual banyak dipengaruhi oleh lingkungan, terutama penganiayaan seksual di masa kecil, seperti yang dialami dan diakui sendiri oleh banyak aktivis homoseksual. Hal lain yang cukup berpengaruh adalah kurangnya faktor bapa atau ibu, yang mempengaruhi seseorang di masa kecil (misalnya karena faktor perceraian, dst).
Jadi sebenarnya, orang-orang yang lesbi atau gay sebenarnya dapat menghindari dosa, dengan tidak mengikuti dorongan nafsu seksualnya yang terarah kepada teman sejenis kelamin. Jika mereka hidup mengikuti hawa nafsu tersebut, tentu saja mereka berdosa. Alkitab sangat jelas menjabarkan hal ini. Namun, di dalam Kristus, mereka memiliki harapan untuk dapat mengarahkan hidup mereka ke arah kebenaran. Itulah sebabnya Gereja Katolik tidak menolak para gay dan lesbian, namun tidak membenarkan perbuatan mereka; melainkan mengarahkan mereka untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan untuk menerapkan kemurnian/ chastity. Maka di sini perlu dibedakan akan perbuatan/ dosa homoseksual dan orangnya. Dosa/ praktek homoseksual perlu kita tolak karena merupakan dosa berat yang melanggar kemurnian, namun manusianya tetap harus dihormati dan dikasihi. Walaupun demikian, Gereja tetap memegang bahwa kecenderungan homoseksual adalah menyimpang.(berdasarkan Congregation for the Doctrine of Faith yang dikeluarkan tgl 3 Juni 2003 mengenai, Considerations regarding Proposals to give legal recognition to unions between Homosexual Persons, 4).
3. Apakah homoseksual bisa “sembuh”?
Jawabnya juga tergantung, bisa ya bisa tidak. Namun fakta membuktikan bahwa kemungkinan “sembuh” itu ada, walaupun itu melibatkan kerja sama dari orang yang bersangkutan. Buku dari John F Harvey OSFS, The Truth about Homosexuality, (San Francisco, Ignatius Press, 1996) adalah buku yang baik untuk dibaca tentang homoseksual. Kesaksian seorang gay, yaitu David Morrison dalam bukunya Beyond Gay, (Indiana, Our Sunday Visitor, Inc, 1999) memperkuat keyakinan bahwa sesungguhnya seseorang dapat menolak kecenderungan homoseksual yang tidak wajar ini, setelah melalui bimbingan konseling dan terutama melalui pertolongan Roh Kudus yang diberikan dalam sakramen-sakramen Gereja terutama Sakramen Tobat dan Ekaristi.
Fakta menunjukkan bahwa jika ia mendapat pengarahan yang benar, dan bertumbuh secara rohani dalam komunitas yang mendukung pertobatannya, maka seorang yang homoseksual dapat menjalani hidup yang normal, entah akhirnya menjadi heteroseksual dan menikah dengan lawan jenis, ataupun tetap memilih untuk tidak menikah, namun hidup dalam kemurnian, dan tetap mengalami kebahagiaan.
4. Apa yang dapat diberikannya kepada Yesus?
Mungkin yang pertama-tama adalah pertobatan yang sungguh dan komitmen yang serius untuk hidup kudus. Baru setelah ia sendiri bertobat dan berakar dalam sakramen, ia dapat melihat dengan lebih jelas apa yang menjadi panggilan hidupnya. Selama proses ini, dianjurkan agar ia memohon bantuan dari Romo, dan konselor di paroki. Jika ia memang terpanggil dan ia telah mengalami kuasa Roh Kudus yang memampukannya untuk menolak dosa, ia bahkan dapat melayani orang-orang lain yang memiliki kecenderungan seperti dia. (Namun tentu setelah ia sendiri telah mengalami pertobatan yang terus-menerus dan melaksanakan buah-buah pertobatan itu)
Namun demikian, seumur hidupnya ia harus tetap waspada dan berjaga-jaga. Ia tak boleh berbangga hati bahwa seolah- olah ia tidak mungkin jatuh lagi ke dalam dosa homoseksual. Perjuangan untuk hidup kudus merupakan perjuangan seumur hidup, dan untuk itu maka ia harus mengandalkan pertolongan Tuhan Yesus sendiri, yang dapat diterimanya melalui doa-doa, sakramen-sakramen dan komunitas umat beriman.
sumur : http://www.katolisitas.org/2432/homo...pat-sembuh-kah
sekalian post ini :
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...0b8b456c/221/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...528b4569/263/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...558b456f/292/-
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...4b8b456a/349/-
LGBT dalam Islam yang bukan diplintir2 antek2 JIL
Dalam Islam, LGBT dihukumi haram dan dosa besar serta akan mendapatkan adzab yang pedih. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Homosex adalah perbuatan kaumnya Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT.
Spoiler for LGBT dalam Islam:
firman Allah SWT :
وَ لُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِه اَتَأْتُوْنَ اْلفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ ِمّنَ اْلعلَمِيْنَ(80) اِنكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرجَالَ شَهْوَةً منْ دُونِ النّسَآءِ، بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مسْرِفُوْنَ(81) وَ مَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه اِلا اَنْ قَالُوْآ اَخْرِجُوْهُمْ ِمّنْ قَرْيَتِكُمْ، اِنهُمْ اُنَاسٌ يتَطَهرُوْنَ(82) فَاَنْجَيْنهُ وَ اَهْلَه اِلا امْرَاَتَه كَانَتْ مِنَ اْلغبِرِيْنَ(83) وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مطَرًا، فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ اْلمُجْرِمِيْنَ(84) الاعراف: 80-84
Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. (80); Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (81); Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (82); Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (83); Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. [QS. Al-A’raaf : 80-84]
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Luth AS kepada penduduk kampung Sodom dan sekitarnya untuk menyeru kepada mereka untuk beribadah kepada Allah SWT dan berbuat amar ma’ruf nahi munkar. Tapi mereka melakukan perbuatan yang haram dan keji (Homoseks) yang mana perbuatan dosa itu sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh seorangpun dari anak cucu Adam. Melampaui batas maksudnya mereka sangat keterlaluan dan bodoh karena telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya (Homoseks) dan tidak berbuat adil kepada wanita yang mana Allah SWT menciptakan wanita untuk kaum laki-laki. Akibat perbuatan mereka maka Allah SWT menurunkan siksaan berupa negeri /tanah mereka dibalik (yang di atas ke bawah) dan hujan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi seerti yang dijelaskan di surat Huud :
وَ لَما جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْءَ بِهِمْ وَ ضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا و قَالَ هذَا يَوْمٌ عَصِيْبٌ(77) وَ جَآءَه قَوْمُه يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِ، وَ مِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السيّاتِ، قَالَ يقَوْمِ هؤُلآءِ بَنَاتِيْ هُن اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتقُوا اللهَ وَ لاَ تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْ، اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رشِيْدٌ(78) قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِيْ بَنتِكَ مِنْ حَقّ، وَ اِنكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ(79) قَالَ لَوْ اَنَ لِيْ بِكُمْ قُوةً اَوْ اوِيْ اِلى رُكْنٍ شَدِيْدٍ(80) قَالُوْا يلُوْطُ اِنا رُسُلُ رَبّكَ لَنْ يصِلُوْآ اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ ِمّنَ اليْلِ وَ لاَ يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلا امْرَاَتَكَ، اِنه مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ، اِنَ مَوْعِدَهُمُ الصبْحُ، اَلَيْسَ الصبْحُ بِقَرِيْبٍ(81) فَلَما جَآءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مّنْ سِجّيْلٍ منْضُوْدٍ(82) مُسَومَةً عِنْدَ رَبّكَ وَ مَا هِيَ مِنَ الظّلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ(83) هود: 77-83
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (77); Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (78); Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (79); Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” (80); Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”. (81); Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (82); yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (83) [QS. Huud : 77-83]
Dalam AL-Hadist nabi Muhammad SAW juga menjelaskan :
عَنْ جَابِرِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِن اَخْوَفَ مَا اَخَافُ عَلَى اُمتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوْطٍ. الترمذى و قال: حديث حسن غريب 3: 9، رقم: 1482
Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan diantara hal-hal yang aku khawatirkan terhadap ummatku ialah perbuatan kaumnya Nabi Luth (homosex)”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : hadits hasan gharib, juz 3, hal. 9, no. 1482]
َ عَنْ ابْنِ عَباسٍ أَن رَسُولَ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ قَالَ مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُول َ به.رواه ابن ماجه
Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Aaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa dari kalian yang menemukan orang yang melakukan perbuatan kaum nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan obyek dari pelaku itu.” (H.R Ibnu Majah)
Jadi jelas dari ayat dan dalil diatas sangat jelas menerangkan hukum bagi pelaku LGBT adalah Haram dan mendapatkan dosa besar.
sumur : al quran, hadist dan tafsir
LGBT dalam pandangan Kristen
”Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah merancang agar hubungan seks dilakukan hanya di antara pria dan wanita, dan hanya dalam ikatan perkimpoian. (Kejadian 1:27, 28; Imamat 18:22; Amsal 5:18, 19) Alkitab mengutuk percabulan, yang mencakup perilaku homoseksual maupun heteroseksual terlarang.”*—Galatia 5:19-21.
Spoiler for LGBT dalam pandangan Kristen:
”Apa kata Alkitab tentang homoseksualitas?”
”Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah merancang agar hubungan seks dilakukan hanya di antara pria dan wanita, dan hanya dalam ikatan perkimpoian. (Kejadian 1:27, 28; Imamat 18:22; Amsal 5:18, 19) Alkitab mengutuk percabulan, yang mencakup perilaku homoseksual maupun heteroseksual terlarang.”*—Galatia 5:19-21.
”Bagaimana pandangan kamu tentang homoseksualitas?”
”Aku tidak benci kaum homo. Yang aku tidak setujui adalah perilaku mereka.”
Ingatlah: Jika kamu dibimbing oleh kaidah moral Alkitab, maka itulah gaya hidup pilihanmu, dan kamu memang berhak memilihnya. (Yosua 24:15) Jangan malu dengan pandanganmu.—Mazmur 119:46.
”Bukankah orang Kristen harus memperlakukan semua orang dengan respek, apa pun orientasi seksual mereka?”
”Tentu saja. Alkitab mengatakan, ’Hormatilah segala macam orang.’ (1 Petrus 2:17) Jadi, orang Kristen tidak homofobia. Mereka memperlihatkan kebaikan hati kepada semua orang, termasuk kaum gay.”—Matius 7:12.
”Bukankah pandanganmu tentang homoseksualitas membuatmu memusuhi kaum gay?”
”Tidak juga. Yang aku tolak perilaku homoseksual, bukan pelakunya.”
Kamu bisa menambahkan: ”Sebagai perbandingan, aku juga memilih tidak mau merokok. Bahkan, gagasan untuk merokok saja membuatku jijik. Tapi, katakanlah kamu perokok dan kamu punya pandangan yang berbeda. Aku tidak akan berprasangka kepadamu karena pandanganmu, sama seperti aku yakin kamu tidak akan berprasangka kepadaku karena pandangan aku—betul tidak? Begitu pula dengan perbedaan pandangan kita terhadap homoseksualitas.”
”Bukankah Yesus mengatakan bahwa kita harus toleran? Jika begitu, bukankah orang Kristen seharusnya membolehkan homoseksualitas?”
”Yesus tidak menganjurkan para pengikutnya untuk menyetujui semua gaya hidup. Sebaliknya, ia mengajarkan bahwa jalan keselamatan terbuka bagi ’setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia’. (Yohanes 3:16) Memperlihatkan iman akan Yesus mencakup tunduk pada kaidah moral Allah, yang melarang jenis perilaku tertentu—termasuk homoseksualitas.”—Roma 1:26, 27.
”Kaum homo tidak bisa mengubah orientasi mereka; mereka memang terlahir begitu.”
”Alkitab tidak berkomentar tentang kondisi biologis kaum homoseksual, tetapi Alkitab mengakui bahwa beberapa sifat memang berurat berakar dalam diri seseorang. (2 Korintus 10:4, 5) Sekalipun beberapa orang berorientasi ke sesama jenis, Alkitab memberi tahu orang Kristen untuk menjauhi perilaku homoseksual.”
Saran: Daripada terperangkap dalam debat tentang penyebab hasrat homoseksual, tandaskan bahwa Alkitab melarang perilaku homoseksual. Sebagai perbandingan, kamu bisa mengatakan, ”Banyak orang bilang bahwa perilaku kekerasan boleh jadi disebabkan oleh faktor keturunan dan sebagai akibatnya, ada orang yang cenderung melakukannya. (Amsal 29:22) Bagaimana jika hal itu benar? Mungkin kamu tahu bahwa Alkitab mengutuk kemarahan. (Mazmur 37:8; Efesus 4:31) Apakah itu lantas jadi tidak adil hanya karena ada orang-orang yang suka melakukan kekerasan?”
”Bagaimana mungkin Allah menyuruh seseorang yang tertarik kepada sesama jenis untuk menjauhi homoseksualitas? Kedengarannya kejam sekali.”
”Penalaran seperti itu didasarkan atas anggapan yang keliru bahwa manusia harus menuruti dorongan seksualnya. Alkitab mengangkat martabat manusia dengan meyakinkan mereka bahwa mereka bisa memilih untuk tidak menuruti dorongan seksual yang tidak patut jika memang itu tekad mereka.”—Kolose 3:5.
”Meskipun kamu bukan gay, kamu harus mengubah pandanganmu terhadap homoseksualitas.”
”Katakanlah aku tidak menyetujui judi, sedangkan kamu menyetujuinya. Apakah masuk akal kalau kamu memaksaku mengubah pandanganku hanya karena jutaan orang memilih untuk berjudi?”
Ingatlah: Kaum homo, serta kebanyakan orang, memiliki semacam kode etik yang membuat mereka muak terhadap hal-hal tertentu—mungkin penipuan, ketidakadilan, atau perang. Alkitab melarang perilaku seperti itu; Alkitab juga melarang jenis-jenis perilaku seksual tertentu, termasuk homoseksualitas.—1 Korintus 6:9-10.
Alkitab bukannya tidak masuk akal maupun mendukung prasangka. Alkitab hanya menginstruksikan orang-orang yang tertarik kepada sesama jenis untuk melakukan apa yang juga diharuskan bagi orang-orang yang tertarik kepada lawan jenis—yakni ’lari dari percabulan’.—1 Korintus 6:18.
Faktanya, jutaan orang heteroseksual yang ingin menyelaraskan diri dengan standar Alkitab dapat mengendalikan diri sekalipun menghadapi godaan. Di antara mereka terdapat banyak orang lajang yang kemungkinan tidak akan menikah dan banyak orang yang suami atau istrinya memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak bisa berhubungan seks. Mereka bisa hidup bahagia tanpa memenuhi dorongan seksual mereka. Mereka yang memiliki kecenderungan homoseksual bisa melakukan hal yang sama jika mereka benar-benar ingin menyenangkan Allah.—Ulangan 30:19.
sumur : http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/1102011149
LGBT dalam pandangan Katolik
Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:
KGK 2357 Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8).
Spoiler for LGBT dalam pandangan Katolik:
1. Pandangan Gereja Katolik tentang homoseksual.
Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:
KGK 2357 Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa “perbuatan homoseksual itu tidak baik” (CDF, Perny. “Persona humana” 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan.
Namun demikian, Gereja juga menyadari bahwa tidak sedikit pria dan wanita yang sedemikian mempunyai kecenderungan homoseksual yang tidak mereka pilih sendiri. Mereka ini harus dilayani dengan hormat, dengan kasih dan bijaksana. Mereka harus diarahkan agar dapat memenuhi kehendak Allah dalam kehidupannya, dengan hidup murni, melalui kebajikan dan pengendalian diri dan mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan sakramen, menuju kesempurnaan Kristen (KGK 2358-2359).
2. Kecenderungan vs melakukannya
Penting dipahami bahwa terdapat dua macam hal yang berbeda yaitu, 1) kecenderungan homoseksual dan 2) menjadi pelaku homoseksual. Kecenderungan ketertarikan terhadap sesama jenis itu belum membuahkan dosa sebelum dinyatakan dalam aktivitas seksual homoseksual. Gereja Katolik menganggap kecenderungan ini sebagai “objective disorder“/ ketidakteraturan yang obyektif, karena menjurus kepada hubungan seksual yang tidak wajar. Kecenderungan homoseksual di sini menyerupai kecenderungan yang dimiliki untuk kebiasaan buruk lainnya, misal ada orang yang memiliki kecenderungan pemarah, pemabuk, pemalas, dst. Dalam hal ini, kita ketahui:
1. Kecenderungan ini baru akan berbuah menjadi dosa, jika terus dituruti keinginannya, dalam hal ini, adalah jika mereka yang gay/homoseksual terus bergaul dalam lingkungan ‘gay’ dan mempraktekkan kehidupan seksual gaya ‘gay’ ini. Namun, jika tidak, maka kecenderungan tersebut tidak berbuah dosa.
2. Jadi kecenderungan ini benar-benar ada/ nyata, walaupun bukan berarti kita dapat membiarkannya. Contoh, tentu saja kita tidak dapat mengatakan karena seseorang memiliki kecenderungan pemarah, maka ia boleh saja hidup sebagai seorang pemarah. Kita justru harus mengalahkan kecenderungan itu dengan kuasa yang kita terima dari kemenangan salib Kristus, sebab oleh Dia segala belenggu dosa dipatahkan.
Ryan Sorba, dalam talk-nya Framingham State University, tgl 31 Maret 2008, yang memperkenalkan bukunya The Gay Gene Hoax, menjelaskan, bahwa kecenderungan gay bukan merupakan sesuatu yang genetik (seperti yang dipropagandakan beberapa pakar sekarang ini). Karena berdasarkan penelitian yang diadakan di Scandinavia pada bayi-bayi kembar, dapat diketahui bahwa salah satu dari bayi tersebut dapat menjadi gay, namun yang lainnya normal. Seandainya homoseksual itu genetikal tentu kedua bayi itu menjadi gay. Menurut Sorba, perilaku homoseksual banyak dipengaruhi oleh lingkungan, terutama penganiayaan seksual di masa kecil, seperti yang dialami dan diakui sendiri oleh banyak aktivis homoseksual. Hal lain yang cukup berpengaruh adalah kurangnya faktor bapa atau ibu, yang mempengaruhi seseorang di masa kecil (misalnya karena faktor perceraian, dst).
Jadi sebenarnya, orang-orang yang lesbi atau gay sebenarnya dapat menghindari dosa, dengan tidak mengikuti dorongan nafsu seksualnya yang terarah kepada teman sejenis kelamin. Jika mereka hidup mengikuti hawa nafsu tersebut, tentu saja mereka berdosa. Alkitab sangat jelas menjabarkan hal ini. Namun, di dalam Kristus, mereka memiliki harapan untuk dapat mengarahkan hidup mereka ke arah kebenaran. Itulah sebabnya Gereja Katolik tidak menolak para gay dan lesbian, namun tidak membenarkan perbuatan mereka; melainkan mengarahkan mereka untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan untuk menerapkan kemurnian/ chastity. Maka di sini perlu dibedakan akan perbuatan/ dosa homoseksual dan orangnya. Dosa/ praktek homoseksual perlu kita tolak karena merupakan dosa berat yang melanggar kemurnian, namun manusianya tetap harus dihormati dan dikasihi. Walaupun demikian, Gereja tetap memegang bahwa kecenderungan homoseksual adalah menyimpang.(berdasarkan Congregation for the Doctrine of Faith yang dikeluarkan tgl 3 Juni 2003 mengenai, Considerations regarding Proposals to give legal recognition to unions between Homosexual Persons, 4).
3. Apakah homoseksual bisa “sembuh”?
Jawabnya juga tergantung, bisa ya bisa tidak. Namun fakta membuktikan bahwa kemungkinan “sembuh” itu ada, walaupun itu melibatkan kerja sama dari orang yang bersangkutan. Buku dari John F Harvey OSFS, The Truth about Homosexuality, (San Francisco, Ignatius Press, 1996) adalah buku yang baik untuk dibaca tentang homoseksual. Kesaksian seorang gay, yaitu David Morrison dalam bukunya Beyond Gay, (Indiana, Our Sunday Visitor, Inc, 1999) memperkuat keyakinan bahwa sesungguhnya seseorang dapat menolak kecenderungan homoseksual yang tidak wajar ini, setelah melalui bimbingan konseling dan terutama melalui pertolongan Roh Kudus yang diberikan dalam sakramen-sakramen Gereja terutama Sakramen Tobat dan Ekaristi.
Fakta menunjukkan bahwa jika ia mendapat pengarahan yang benar, dan bertumbuh secara rohani dalam komunitas yang mendukung pertobatannya, maka seorang yang homoseksual dapat menjalani hidup yang normal, entah akhirnya menjadi heteroseksual dan menikah dengan lawan jenis, ataupun tetap memilih untuk tidak menikah, namun hidup dalam kemurnian, dan tetap mengalami kebahagiaan.
4. Apa yang dapat diberikannya kepada Yesus?
Mungkin yang pertama-tama adalah pertobatan yang sungguh dan komitmen yang serius untuk hidup kudus. Baru setelah ia sendiri bertobat dan berakar dalam sakramen, ia dapat melihat dengan lebih jelas apa yang menjadi panggilan hidupnya. Selama proses ini, dianjurkan agar ia memohon bantuan dari Romo, dan konselor di paroki. Jika ia memang terpanggil dan ia telah mengalami kuasa Roh Kudus yang memampukannya untuk menolak dosa, ia bahkan dapat melayani orang-orang lain yang memiliki kecenderungan seperti dia. (Namun tentu setelah ia sendiri telah mengalami pertobatan yang terus-menerus dan melaksanakan buah-buah pertobatan itu)
Namun demikian, seumur hidupnya ia harus tetap waspada dan berjaga-jaga. Ia tak boleh berbangga hati bahwa seolah- olah ia tidak mungkin jatuh lagi ke dalam dosa homoseksual. Perjuangan untuk hidup kudus merupakan perjuangan seumur hidup, dan untuk itu maka ia harus mengandalkan pertolongan Tuhan Yesus sendiri, yang dapat diterimanya melalui doa-doa, sakramen-sakramen dan komunitas umat beriman.
sumur : http://www.katolisitas.org/2432/homo...pat-sembuh-kah
Diubah oleh inoutflow 21-02-2016 22:22
0
Kutip
Balas