- Beranda
- Stories from the Heart
A Choice Without Regrets
...
TS
angmaw
A Choice Without Regrets
TRY

Quote:
Sebuah potongan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi asal USA, Asher Monroe Book. Lirik yang mengingatkan kita akan kata 'move on' sangat gamblang dijelaskan dalam lagu ini. Inti dari lagu ini adalah cinta tidak harus memiliki, yang penting diperjuangkan, jangan takut untuk mencoba dan mengambil resikonya.
Spoiler for Asher Monroe Book - Try:
Pilihan adalah sesuatu yang akan kita temui dalam hidup ini. Mau tidak mau kita harus memilih jalan yang akan kita ambil. Baik atau burukkah hasil yang akan kita dapatkan nanti? Who knows? Kita hanya menjalani apa yang telah digariskan oleh Tuhan. So, keep try! Tetap mencoba dan jangan ada penyesalan akan apa yang telah kita pilih nantinya.
Yap, ini adalah sepenggal kisah masa lalu gua. Tahun-tahun yang sangat berarti dalam hidup gua akan gua kenang kembali dan gua tuangkan disini. Cerita ini real adanya dan sesuai dengan pengalaman hidup gua. Mohon maaf untuk menjaga privasi gua tidak mencantumkan nama asli dalam tokoh-tokoh yang akan gua angkat selain nama gua.
Quote:
Happy Reading!
Diubah oleh angmaw 19-03-2016 23:27
0
4.7K
34
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
angmaw
#20
PART 06
“Pagi Aprik!”
Sebuah pesan masuk ke hape gua, hape N*kia kesayangan yang gua punya sejak kelas 2 SMP. Gua yang awalnya masih tertidur mencoba bangun, membuka mata dan mengambil hape di atas meja. SMS dari Tari ternyata, dengan masih menguap gua melihat jam di pojok kanan atas layar hape. Buset! Jam 3 pagi! Bener-bener nih anak, ga ada kerjaan banget SMS jam segini. Gua ga bales tuh SMS, gua meletakkan hape diatas meja dan meluncur ke kasur mencoba menyambung mimpi indah yang sempat terputus. Belum ada semenit gua terlelap hape gua kembali berbunyi, bukan suara SMS yang terdengar kali ini nada yang berdendang lumayan panjang. Gua bergegas bangun, tanpa melihat siapa yang menelpon gua angkat panggilan hape gua.
“Masih subuh Tari!”kata gua kesal.
Tak ada jawaban, gua melihat ke layar hape. Sial! Bukan Tari, tapi nomor tak dikenal.
“Halo, halo,” kata gua gugup.
“…….” Masih tak ada jawaban.
Gua berniat menutup telepon, tapi mulai terdengar pelan suara. Seperti suara sesenggukan seorang cewek, kemudian disertai tangisan rintih. Gua semakin bingung, takut panik campur aduk.
“Hey hey, siapa ini?” gua beranikan diri bertanya, “Kenapa pagi-pagi telpon? Pake nangis lagi?” sambung gue.
Masih terdengar tangisan di seberang sana, orang gila nih batin gua. Sebelum gua tutup gua sempat mendengar suara cewek tertawa.
“Ahaha…”
“Halo, hey siapa ni iseng banget pagi-pagi!”
“Ahahaha.. Makanya bangun, molor aja kamu prik.” Terdengar jelas suara Tari.
“Tari!” Kesal gua dibuatnya.
“Ahaha gugup banget tadi kamu prik, udah udah ya bobok lagi ntar bangun mandi yang ganteng ya.”
“Bodo!” jawab gua ketus.
Itulah Tari. Semenjak pulang dari mendaki gua dan Tari jadi makin akrab. Tari sering hubungin gua baik telpon maupun SMS, buat gua sih biasa aja sebab Hendra juga sering SMS gua minta nebeng bareng ke sekolah. Kadang gua berpikir perhatian Tari lebih dari seorang sahabat, tapi dulu gua ga begitu ‘ngeh’ maksud perhatiannya itu. Tari memang orang yang baik, ia pasti beri perhatian yang sama ke tiap sahabatnya, pikir gua. Oh ya Aprik adalah panggilan Tari ke gua, plesetan dari nama belakang gua. Tari lebih sering manggil gua Aprik ketimbang Adi, geli juga dengernya mending dipanggil Acong gua haha.
Senin pagi seminggu setalah MOS, hari ini pembagian kelas sesuai jurusan. Jurusan di SMK gua ada 3, Tata Boga, Akomodasi Perhotelan, dan Tata Busana. Masing-masing jurusan dibagi menjadi 4 kelas, tiap kelas berisi 24 siswa. Gua kebagian kelas X Boga 1 bareng Hendra dan 20 orang lainnya. Hendra emang pasangan homo gua yang paling setia, eh bukan dia yang homo gua gak haha peace. Setelah pembagian kelas di halaman SMK, semua siswa dipersilahkan masuk ke kelas masing-masing. Gua menuju ke gedung sebelah Tenggara, naik ke lantai dua dan dipojok sebelah Barat adalah kelas gua, sebelahnya kelas X Boga 2 dan seterusnya, sementara di lantai 1 ada Kitchen untuk praktek.
Sedikit tentang gedung SMK gua, gedung-gedung dibagi mengitari halaman tengah. Gedung sebelah Utara lantai 1 ruang Guru dan Tata Usaha, lantai 2 ruang kelas Akomodasi Perhotelan. Gedung sebelah Timur lantai 1 ada UKS, perpustakaan dan ruang praktek Tata Busana, sedangkan lantai 2 ruang kelas Tata Busana. Gedung sebelah Selatan ada kantin di lantai 1, Restoran untuk praktek di lantai 2 dan dan ruang meeting di lantai 3. Dan gedung sebelah Barat Daya adalah Hotel untuk praktek Akomodasi Perhotelan.
Kelas gua memiliki 4 deret bangku, gua dan Hendra yang masuk ke kelas lebih dulu memilih tempat duduk di deretan bangku paling Timur nomor 3 dari depan. Gua sengaja milih di tengah supaya ga jadi pusat perhatian Guru hehe. Kemudian siswa-siswi yang lain berhamburan masuk dan memilih tempat masing-masing. Semua bangku sudah terisi kecuali bangku di depan gua dan Hendra. Selang berapa lama bangku didepan gua diduduki seorang cewek.
“Hay Hendra, sekelas lagi nih, kita jodoh kali haha,” kata cewek itu heboh kepada Hendra.
“Oi plis, pindah aja lu bosen gua liat lu dari SMP!” sahut Hendra.
“Sok banget lu ndra, biasanya lu doyan deket gua.”
“GR lu plis,”
“Ah sini sama tante,”
Gua cuman bisa tertawa liat tingkah mereka. Yang cowok sok jaim yang cewek ganasnya minta ampun haha cocok dah. Mendengar gua tertawa, lantas si cewek melirik gua.
“Hay cowok, kenalan dong,” cewek itu berkata sambil menahan dagu dengan kedua tangannya yang bertumpu pada meja gua, “Gua Erna,” sambungnya seraya mengedipkan sebelah matanya.
Buset dah cewek yang satu ini, gua gak mau kalah.
“Adi,” jawab gua sambil ikut berkedip, membalas tingkahnya yang genit.
“Yaelah cong gausah di ladenin, ntar lu kemakan perangkapnya hilang perjaka lu,” kata Hendra.
“Ih apaan sih lu ndra, tenang aja di tante ga gigit kok,” sahut Erna sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.
Ada sesuatu yang unik gua liat dari gigi Erna. 2 gigi tengah atau gigi seri-nya memiliki jarak/spasi mirip seperti gigi spongebob. Gua Cuma bisa menahan tawa, masa iya gua ngetawain cewek yang baru gua kenal, kan ga etis ya haha. Erna teman SMP Hendra, biasa di panggil Cuplis. Cewek perawakan kurus tapi berisi, berkulit putih pucat, wajahnya tak terlalu cantik tapi lumayanlah, tinggi sekitar 165 cm, memiliki sifat ramah dan menggoda.
Sedang asyik mengobrol, Hendra ‘nyiku’ pinggang gua dengan sikunya. Gua memandangnya, sambil tersenyum Hendra menunjuk ke arah pintu masuk dengan dagunya. Gua menoleh ke arah pintu masuk, and guess what, seorang bidadari masuk melalui pintu tersebut. Lebay ya haha, sedikit tak apa. Pucuk di cinta ulam pun tiba, Arika ternyata sekelas dengan gua. Ia masuk sambil menggandeng tas dan berjalan menuju bangku di sebelah Erna. Arika meletakkan tas di atas mejanya tersenyum manis ke arah gua dan kemudian duduk membelakangi gua. Gua tak bergeming, gua ga mampu berkata cuma mampu melihatnya dari belakang.
“Hey, kenalin Erna,” kata Erna memperkenalkan diri. Erna selalu ramah kepada orang lain.
“Arika,” sahutnya sambil menerima jabatan tangan Erna.
“Hendra,” kata Hendra tak mau kalah.
“Arika,” sahutnya sambil membalikkan badan.
“………” seperti biasa, gua gugup ga mampu mengeluarkan sepatah katapun.
“Hay Adi, ga usah gerogi gitu hihi,” kata Arika sambil tertawa pelan. Suara tawa yang unik dan lucu.
Kalau gua inget lagi kejadian ini gua tertawa sendiri betapa bodohnya wajah gua kala itu, konyol bener dah. Well itulah pertama kalinya gua kenalan dengan Arika, entah kenapa ia sudah tahu nama gua, mungkin ia tahu dari nametag gua dulu saat MOS. Yang pasti walau tak berkesan menurutnya tapi bagi gua perkenalan ini sangat berarti. Yes! Gua satu kelas dengan doi!
0