Kaskus

Story

kirisaki.chanAvatar border
TS
kirisaki.chan
I'm your secret admirer (true story)
A thread based on true story


I'm your secret admirer (true story)

I'm (Your) Secret Admirer [Aku, Pengagum rahasiamu]

I'm your secret admirer (true story)

I'm your secret admirer (true story)


Ah, rasanya bahagia sekali menemukan artefak berharga ini. Tentu ini jadi pertanda baik, kan? Gue mencoba untuk melanjutkan cerita ini meskipun deadline-deadline kerjaan selalu membayangi pikiran, setidaknya gue bisa menghibur diri dan bernostalgia kedalam kenangan-kenangan berharga gue dulu. Enjoy! (27/12/2023)


Spoiler for Baca disini:


*Note: Thread ini sedang dirapihkan
Diubah oleh kirisaki.chan 27-12-2023 05:32
0
44.1K
268
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
kirisaki.chanAvatar border
TS
kirisaki.chan
#36
Bel masuk bunyi.


"Yah, cepet amat," celetuk gue, pasrah.

"Cepet banget, ya," timpal Dita, ikut kecewa.

"Iyaa, Dit."

Lagi asik ngedumel, tiba-tiba Dita nanya, "Eh iya, Tan, malem Minggu ada acara nggak?"

"Enggak, kayaknya sih enggak. Emang kenapa?"

"Nanti--"

"Nanti apa, Dit?" gue penasaran.

Baru mau jawab, eh OSIS udah dateng lagi.

"Ya udah nanti aja ya, udah ada OSIS. Aku takut dibentak lagi," bisik Dita, buru-buru.

Waktu berlalu dan akhirnya bel tanda berakhirnya... bukan pertandingan, tapi pelajaran, bunyi. Lega.

"Eh, Dit, kenapa tadi? Malem Minggu gimana?" tanya gue, penasaran.

"Oh iya, kamu beneran nggak ada acara kan?"

"Nggak ada, Dit, kenapa emang?"

"Mau nggak kita jalan?" Dita senyum malu-malu.

HAH! Aduh, jantung gue langsung dag-dig-dug. Salting maksimal.

"Mau kemana, Dit? Kita kan belum tau-tau banget daerah sini."

"Nonton aja, biar nanti supir aku yang anterin kita."

"I-iya, Dit."

Gue seneng banget rasanya! Jantung masih deg-degan.

"Oh iya, Dit, minta nomor HP-mu boleh?" tanya gue sambil nyengir.

"Boleh dong," katanya sambil ngasih nomor HP.

"Nanti aku kabarin ya, Dit!"

"Iyaa, Tan."

Akhirnya kami pulang masing-masing. Nyampe rumah, gue langsung kirim SMS ke Dita.

"Dit, ini aku Tan, disave ya nomorku!" tulis gue sok cool.

"Nggak mau ah… hehe, bercanda! Aku save kok." bales Dita.

"Lagi apa Dit?" tanya gue, penasaran.

"Lagi nonton TV nih, kamu?"

Akhirnya kami asik SMS-an sampe ketiduran.

Besok pagi, cuit-cuit burung nyanyi. "Mah, aku berangkat ya," pamit gue. Sampai di kelas, udah ada Dita, Putri, dan Faizal.

"Pagi, jelek," sapa Faizal, ledek.

"Terserah, Zal." Gue males nanggepin.

"Oh iya, Tan, lu nanti ambil IPA apa IPS?" tanya Faizal.

"IPA, lu?"

"IPA juga."

"Kalian, Dit, Put?" Faizal nanya ke Dita dan Putri.

"Kita IPA juga," jawab Dita sambil nyengir.

"Wah, IPA semua, semoga kita semua masuk ya," kata gue.

Pas lagi ngobrol, gue tiba-tiba ngeliat Anisa lagi asik ngobrol sama temen-temennya. Gue perhatiin, sambil nahan senyum. Mata dia cakep banget sih. Eh, sial, tiba-tiba dia ngeliat ke arah gue. Gue langsung ngibritin muka, biar nggak ketauan.

Dita yang jeli langsung nanya, "Kenapa Tan?"

"Enggak kok, Dit, nggak ada apa-apa."

"Masa?" Dita menatap gue curiga.

Dia ikut-ikutan liat ke arah Anisa.

"Itu ya?" bisik Dita sambil nunjuk ke Anisa.

Jleb! Gue langsung malu total.

"Bukan, Dit. Udah ih, jangan ditunjuk-tunjuk gitu," gue ngomel pelan.

"Huuu, dasar," Dita ngeledek.

Bel lagi berbunyi, tanda mulai pelajaran. Semua langsung sibuk masing-masing.
Waktu istirahat pun tiba.

"Dit, ke kantin nggak?" tanya gue ke Dita.

"Nggak Tan, aku bawa bekal kok."

"Oh ya udah, aku ke kantin ya, Dit."

"Iya, Tan."

Gue, Faizal, dan Eko akhirnya cabut ke kantin dan mesen mie ayam. Akhirnya mie ayam dateng.

"Lu suka pedes, Tan?" tanya Faizal sambil nyolek sambal.

"Enggak, gue nggak gitu suka pedes."

"Faizal nyodorin sambal ke Eko, dan dia langsung tuang... tapi ke mangkok gue.

"Zal! Gila lu! Mana banyak banget lagi!"

"Lah, makan aja udah," jawabnya santai.

"Nggak lah, tuker mangkoknya sini!" kata gue ngotot.

Faizal malah ketawa sambil menuangin lagi ke mangkoknya sendiri. "Nih, lu mau yang lebih pedes?"

"Ih, nggak jelas lu, iseng banget!"

Gue akhirnya makan sambil nahan-nahan, tapi pedesnya kebangetan.
Faizal ketawa sambil bilang, "Santai, Tan, santai. Baru makan gituan doang udah kaya abis maraton."

"Bacot lu!" Gue ngelap keringet sambil nguap-nguap, pedes banget.
Gue langsung minum teh manis. Sluuurrp.

Pas lagi gitu, tiba-tiba Eko manggil, "Nis!"

Nggak lama kemudian, Anisa dateng.

"Kenapa?" tanyanya.

"Nggak, mau nanya aja, lagi ngapain?"

"Ya jajan lah, kamu aneh deh," jawab Anisa sambil ketawa.

Anisa nengok ke arah gue, yang lagi keringetan parah.

"Temenmu itu kepedesan ya?" tanyanya ke Eko sambil nyengir.

Gue langsung malu. Berasa cemen banget di depan Anisa. Haha.

"Iya dia kepedesan," jawab Eko ketawa.

Anisa cuma senyum sambil bilang, "Haha, lucu," terus dia pamit, "Yaudah, aku lanjut jajan dulu, ya."

Mampus, malu gue!
Diubah oleh kirisaki.chan 12-11-2024 11:17
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.