Kaskus

Story

jodhajodhyAvatar border
TS
jodhajodhy
Calradia : Land Of War
Calradia : Land Of War


Asalamualaikum para hadirin sekalian, jika dilihat dari judul diatas tentu ini bukan cerita yang bertemakan kisah cinta remaja yang dimabuk asmara. kisah ini menceritakan sebuah pulau dengan yang ditinggali oleh beberapa kerajaan yang berasal dari bangsa yang berbeda dan kebudayaan yang juga berbeda.
Quote:


Quote:

Pembukaan
Perkenalan
Part 1 : First Arrival
Diubah oleh jodhajodhy 09-02-2016 18:37
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.5K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
jodhajodhyAvatar border
TS
jodhajodhy
#9
Quote:

Kedatanganku di kota Praven cukup membuatku tercengang dimana di kota ini lebih maju dari kota Veluca dan Yalen, dimana sistem pemerintahan yang lebih tertata para pedagang yang sudah terdaftar dengan rapih dan yang membuatku lebih kaget adalah persenjataan yang dikenakan oleh tiap prajurit di kota ini sangatlah berbeda dengan kerajaan lain, semua bagian tubuh prajurit tertutup rapat oleh lempengan besi yang begitu kokoh melindungi tubuh penggunanya ditambah lagi kuda yang digunakan oleh para pasukannya yang juga dilengkapi dengan pelindung dari besi besi ringan yang dihiasi dengan kain dengan corak yang indah.

Aku ingin memulai pekerjaanku hari ini juga, akupun segera mencari kepala berbagai bidang di kota Praven namun aku selalu ditolak dengan alasan tidak adanya prajurit. Akupun keluar dari kota dan pergi ke desa sekitarnya disana aku menemukan seorang tetua desa yang mau memberiku pekerjaan dengan upah yang cukup besar.
Quote:


Aku bergegas pergi ke desa Azgar dan mencari cari keberadaan Kepala Pemungut Pajak, setelah menemukannya aku langsung membunuhnya dengan pedang ayahku yang masih kurawat dengan baik sampai sekarang. Selesai membunuhnya aku mengambil semua uangnya dan membawa jasadnya ke hadapan tetua desa. Sesuai perjanjian aku mendapat imbalan berupa 350 Dinar untuk pekerjaan semudah ini.

Belum lama aku bekerja sebagai pembunuh bayaran namun namaku sudah cukup terkenal di kota Praven dan Dhirim. Saat aku sedang ke Bar di kota Uxkhal aku menemukan seorang Pria bersenjata yang nampak murung.
Quote:


Akupun membawa Marnid ke sebuah Pandai besi milik temanku, dengan harga yang cukup murah aku berhasil membeli Pelindung kepala , Baju besi , sepatu sarung tangan kulit , pedang , dan panah beserta anak panahnya. Selesai membeli semua perlengkapan aku langsung keluar dari kota dan mencari korban bandit pertama yang harus akan ku kalahkan, cukup lama kami mengelilingi daerah kota Uxkhal sampai akhirnya kami menemukan segerombolan bandit berjumlah 7 orang, dengan keuntungan geografis yaitu keberadaan kami yang berada di sebuah gundukan tanah kecil yang lebih tinggi dibanding mereka. Kami pun menghujani mereka dengan panah, banyak 6 orang telah tewas terkena panah sedangkan satunya berhasil kabur dari kejaran kami. Setelah berhasil mengalahkan bandit pertama kami mengambil semua harta yang mereka bawa tadi dan beberapa senjata yang mungkin akan laku dijual di pasar.

5 hari aku terus melakukan pekerjaan baru ku yang jauh lebih mulia, karena aku bisa mendapatkan keuntungan dari mereka dan jumlah mereka terus berkurang, sehingga para pedagang pedagang dapat dengan lebih bebas dengan berkurangnya mereka. Dan aku merasa pekerjaan ini jauh lebih menguntungkan dibanding menjadi seorang pembunuh.

Bayangkan saja dengan membunuh seseorang aku hanya mendapat 200 sampai 400 Dinar per kepala, sedangkan dengan membunuh segerombolan yang berisi 5 – 12 orang aku bisa mendapat 300 – 900 Denar itu belum termasuk jika aku mengambil persenjataan yang mereka bawa dan menjualnya dipasar, jika di total jika aku berhasil menghancurkan sekelompok bandit berukuran 8 orang aku bisa mendapat 1000 – 1345 Dinar.
Selain itu namaku pun semakin melambung tinggi, terutama di kota Rivacheg dimana terdapat banyak sekali gerombolan Bandit disana.

Namun semakin lama para bandit semakin bersiaga dan memperbanyak jumlah mereka sehingga Marnid menyarankanku untuk merekrut pasukan dari beberapa desa. Aku pun pergi ke Jayek untuk merekrut beberapa orang Nord untuk bergabung dengan ku.
Quote:

Keesokan harinya aku kembali ke Jayek untuk mengambil orang orangku.
Quote:

Setelah memberikan 70 Dinar kepada tetua desa, aku langsung membawa mereka ke Kota Wercheg untuk mempersenjatai mereka dengan senjata khas orang orang Nord yaitu Kapak dan Perisai Lingkaran dengan diameter yang cukup besar dan membeli beberapa panah beserta anak panahnya tidak lupa aku membeli baju zirah , helm khas Nordik , Sepatu plat dan sarung tangan kulit untuk melindungi mereka.
Sebelum pergi meninggalkan kota aku , marnid dan ke 7 pasukan ku pergi ke bar untuk merayakan kedatangan prajurit baruku. Ditengah pesta kecil yang sedang ku adakan aku didatangi oleh dua lelaki.

Quote:

Keesokan paginya aku dan ke 10 pasukanku bergerak ke Rivacheg untuk membeli perlengkapan, karena di Wercheg sudah tidak memiliki perlengkapan bermutu lagi. Selesai membeli semua keperluan di Rivacheg aku mulai bergerak mencari Bandit bersama 3 Cavalry dan 7 orang Infantry ku. Cukup lama kami bergerak sampai kami menemukan segerombolan bandit berisikan 18 bandit dan 3 sea rider. Sea Raider sama seperti bandit, mereka tidak menggunakan strategi saat bertempur namun peralatan mereka cukup baik dibanding para Bandit.

Quote:

Dengan segera aku , Borcha dan Marnid bergerak memutari gerombolan bandit, setelah sampai di tempat aku memberi aba aba berupa peluncuran anak panah ke arah bandit dan seketika para Infantry dibabawah pimpinan Alayen bergerak menyerbu sedangkan. Tak lama kemudian Aku, Borcha dan Marnid terus menghujamkan panah ke arah mereka sambil terus mendekati mereka dengan kuda kuda kami.
1 jam kemudian peperangan berakhir, kemenangan dari pihakku 1 orangku tewas, 2 terluka termasuk alayen, sedangkan di pihak bandit 2 Sea Rider Tewas bersama 12 Bandit, 4 menjadi tahanan perang sedangkan 2 lainnya berhasil kabur.

Ini merupakan kemenangan besar pertamaku selama menjadi pemburu bandit, keuntungan melimpah kudapatkan begitu juga dengan kebahagian yang terus mengalir setelah berhasil menumpas mereka.

Sedikit lagu buat menemani kesendirian agan agan sekalian hehe emoticon-Ngakak (S)
Silakan Di buffer

Quote:

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.