Kaskus

Story

yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
Until The Day
Until The Day


********************************


Penantian:
(kb) Suatu kegiatan yang tidak enak untuk dilakukan menurut pengakuan setiap orang, tetapi mau tidak mau semua orang pernah melakukannya, paling tidak satu kali dalam hidupnya.

~UTD~
Terbuang. Tertolak. Menjalani kehidupan yang keras di jalanan sendirian dan kelaparan. Itulah Aporriftikhe. Dia ingin memiliki setidaknya satu orang yang mempedulikannya dan juga sebuah rumah. Namun fitnah yang telah ia terima membuat tak seorang pun mau mendekatinya. Harapannya sudah putus sehingga ia berhenti menanti. Tak seorang pun yang kunjung datang setidaknya untuk memberinya sepeser uang atau secuil roti atau sebuah kandang untuk melindunginya dari terik matahari atau hujan deras.

Hingga pada suatu hari ia terpaksa harus melakukan perbuatan tercela karena perutnya yang lapar. Namun tindakannya itu justru hampir membawanya kepada maut, jika tidak ada sebuah tangan terulur padanya dan menyelamatkan dirinya.

Tangan itu, tangan yang mengubah hidupnya. Tangan itu, tangan yang membuatnya kembali menanti dan gemar menanti. Karena tangan itu adalah harapan baginya.

© 2015. All Rights Reserved.
Written by Yohana Ekky.

INDEX:
01 IDENTITY
02 THE STRETCHED HAND
03 HOME
04 REJECTED TO ACCEPTED
05 IT'S CALLED LIFE! (PART 1)
06 IT'S CALLED LIFE! (PART 2)
07 HEART MENDING (PART 1) - a || b
08 THE ENEMY'S ATTACK - a || b
09 TAKING HER BACK
10 HE TOLD ME THE TRUTH
11 THE UNWANTED PRINCESS (PART 1) - a || b
12 THE UNWANTED PRINCESS (PART 2) -a || b
13 WILL THERE BE PEACE?
14 THERE HAS TO BE PEACE
15 THE VISION
16 DEFENSE AND WAR STRATEGY NEW!!!
Diubah oleh yohanaekky 29-06-2016 19:11
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.5K
96
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
#56
"Apa yang sedang terjadi?" tanyaku pada Symponia. "Apakah hal seperti ini wajar terjadi di kerajaan?"

Symponia menggeleng. "Aku rasa mereka sedang mencari seorang anggota istana yang hilang. Ada Sotiras disana." Ia memandangku seraya memberi isyarat bahwa yang ia maksud adalah aku. "Itulah Sotiras. Dan Raja serta Ratu. Jika ada sesuatu yang tidak beres, dalam satu detik pun perintah penyelidikan atau penggeledahan atau apapun itu dapat langsung dilakukan."

Aku menghela nafas dalam-dalam. Kurasa aku sudah mendapatkan cukup informasi. Mungkin lebih baik aku menampakkan diri sehingga tidak ada keributan apapun yang terjadi disini.

Symponia membukakan pintu bagiku. Aku berjalan menyusuri halaman rumahnya lalu menghampiri kumpulan kereta berkuda itu.

Sotiras sedang mengatakan sesuatu pada salah satu prajurit yang ada di dekatnya dan tidak menyadari kedatanganku sampai beberapa prajurit yang ada di sekelilingnya memberi hormat saat melihatku.

Sotiras berpaling padaku dan tampak sangat terkejut. "Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau tadi sedang ada di kamarmu?" Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas bahuku.

Apa maksud perkataannya? "Jadi kau membawa prajurit sebanyak ini bukan untuk mencariku?" tanyaku terang-terangan.

Sotiras memandangku lekat-lekat. "Kalau aku tahu kau menghilang, aku akan mencarimu. Tapi aku tidak tahu. Dan aku kemari karena ada penyusup yang masuk." Ia menggenggam tangan kananku. "Kau, masuklah ke dalam kereta. Biar salah satu prajurit menjagamu. Aku harus mencari penyusup itu sekarang."

Mau tak mau aku melakukan apa yang Sotiras minta. Aku masuk ke dalam kereta sementara ia dan para prajurit menggeledah rumah-rumah warga satu per satu.

"Kami tidak menemukan siapapun yang mencurigakan, Pangeran." Kudengar salah seorang prajurit melapor pada Sotiras.

"Kita akan mencari di perumahan tingkat dua. Kau, pergi ke istana dan kirimkan beberapa pasukan untuk sekaligus menggeledah perumahan tingkat tiga. Kita tidak boleh kehilangan penyusup itu." Selesai mengatakan hal itu, Sotiras membuka pintu kereta dan setengah badannya masuk ke dalam kereta. "Kau akan kukirim kembali ke istana. Kau tidak boleh ada di luar istana. Keadaan cukup berbahaya."

Aku mengangkat bahuku sambil mengangguk sekali; lagipula tidak ada pilihan bagiku.

Atas perintah Sotiras, salah satu prajuritnya menjalankan kereta kuda yang kunaiki dan aku meninggalkan area perumahan itu.

Katastrepsei..seperti apa rupanya yang sesungguhnya? Dan ternyata dialah yang selama ini mengakibatkan orang-orang berbuat jahat? Apakah ibu tiriku adalah salah satu yang termasuk korban Katastrepsei? Ah, sungguh aku ingin mempercayainya, hanya saja perbuatannya padaku sangat jahat dan menyakitkanku. Aku tidak yakin apakah aku dapat memaafkannya atau tidak.

DUG! Suara yang keras terdengar dari depan kereta, tempat dimana prajurit yang membawaku itu duduk mengendalikan kuda. Kereta kuda pun berhenti.

Aku mengetuk bagian depan kereta yang langsung berbatasan dengan prajurit itu. "Ada apa? Apakah semua baik-baik saja?" tanyaku padanya.

"Maaf, tuan puteri, karena telah membuat Anda terkejut. Semua baik-baik saja." Kudapatkan balasan dari prajurit itu.

"Hmm, baiklah. Teruskan perjalanan." Aku memintanya. Tidak mau aku membuat Sotiras khawatir dan memperlihatka sikapnya yang sangat melindungiku itu.

Sejujurnya aku memang kurang suka diperlakukan seperti itu. Seolah-olah aku ini sangat lemah dan harus dilindungi dengan sangat. Entahlah. Mungkin Sotiras ataupun yang lainnya hanya ingin bersikap baik padaku.

"Tuan Puteri, kita sudah sampai." Prajurit itu memberitahu.

Sudah sampai? Cepat sekali? "Baiklah." Pintu pun dibukakan dan aku turun dari kereta.

Namun pemandangan yang kulihat tidak seperti yang kuharapkan. Ini bukanlah istana. Ini—

"Dimana ini? Kemana kau membawaku?" Aku berpaling pada prajurit yang membawaku itu, tapi belum sempat aku melihatnya, mulutku dibekap dan semuanya menjadi gelap.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.