- Beranda
- Stories from the Heart
Keyakinan
...
TS
sigitsantoz
Keyakinan
"Aku mengukur cinta layaknya ahli astronomi yang mengukur bumi dan hal yang tak terjamah lainnya, aku menakar cinta layaknya timbangan elektronik yang baru diisi baterai. saat itu aku yakin. Tak ada cinta yang membuatmu buta, yang ada kau melihat cinta terlalu dekat. Datanglah di mana orang lain pergi. Jamahlah cinta di mana orang lain enggan menjamahnya. Cinta membuatmu tenang. Cinta membuat mu berfikir tentang realistis. Cinta sendiri yang akan membuka matamu. Cinta yang akan menerangi jiwamu. Itulah cinta bila kau tidak terlalu dekat melihatnya"
-Sigitsan, Dia Adalah Keyakinan-
-Sigitsan, Dia Adalah Keyakinan-
Quote:
Quote:
Quote:
Biasanya Sabtu Minggu UPDATE
Sigitsan sangat mengharapkan para reader untuk selalu meninggalkan komen

Sigitsan sangat mengharapkan para reader untuk selalu meninggalkan komen

Diubah oleh sigitsantoz 13-02-2016 20:47
anasabila memberi reputasi
1
2.7K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sigitsantoz
#1
Keyakinan
Memang sesak lalu lintas kota ini. Sesesak kau bernafas didepan knalpot bajaj yang belum berevolusi mesinya. Tak ada lagi yang mengerti tentang indahnya sore, tak ada yang tau hangatnya senja. Riuh kota ini pagi dan senja berbanding terbalik dengan sepi-nya siang seakan malam yang penuh mentari. Tak terpikir oleh nalar namun begitulah adanya.
Duduk dan berpura-pura menikmati perjalanan pulang bersama kemacetan adalah hal yang wajar dilakukan di kota sepadat ini. membuat aku mati dalam kerangka kehidupan. Bernafas dalam sesaknya kesibukan. Seratan senja buat aku terhening akan satu pertanyaan. Apa yang membuat mereka bertahan?
Keyakinan.
Ada apa dengan keyakinan? Belahan diriku yang lain bertanya, sebelum akhirnya aku terhanyut dalam dunia yang aku menjadi rajanya. Di sini tidak ada kemacetan atau pun kebisingan. Tenang kata yang lebih tepat melukiskannya walau sebenarnya tidak, namun cukup untuk menyederhanakan apa yang aku maksud. Aku mulai bertanya tentang apa keyakinan? Apa yang aku yakini? Dan apa yang aku tidak yakini?
Secara garis besar keyakinan adalah lawan dari keraguan. Sesuatu yang abstrak yang telah dimiliki manusia sejak lama yang tidak bisa ditimbang kebenarannya. Dengan abstraknya manusia berani memeliharanya di setiap benak mereka sebagai suatu pegangan dan jawaban untuk apa mereka hidup. Terkadang yang abstrak ini seperti bara yang berkobar bila si pemilik ragu atas keabstrakannya. Terkadang seperti salju yang menenangkan bila meyakininya. Dan diantara bentuk manusia ada yang tidak memiliki keyakinan seperti halnya layangan putus tanpa tujuan.
Mungkin Segalanya mulai terasa jelas bila aku tak menanyakan hal terakhir. Apa yang aku tidak yakini? Masih dalam dunia yang tak bergeming dan mulai mengurai segalanya tentang siapa diriku
'Terangkan diriku!!'. Bagian tubuhku mendadak singkron, kompak, berjalan serupa halnya roda Tamia 4WD.
Aku adalah salah satu diantara ribuan manusia yang memuja akan ilmu pengetahuan dan seni. Seakan merekalah roh yang membuat aku hidup, membuat aku haus saat semua dahaga penasaranku sedang membara, membuat aku tersenyum jika aku telah paham atau sekedar menyelesaikan buku yang tebalnya melebihi ketebalan kaca mata min sepuluh kiranya, membuat aku rakus dan lupa segalanya yang membawa aku lenyap dalam lembaran diantara lembaran-lembaran karya manusia. aku suka segalanya tentang ilmu. Jangan Tanya tentang seni terlalu dalam bila dia termasuk dalam katagori sebuah ilmu.
Dari segala yang aku pelajari hanya ada tiga yang tak pernah aku yakini. Ini bukan soal tuhan, ini bukan soal malaikat ataupun hal gaib. Ini tentang pesawat dan bagaimana dia terbang, ini tentang angin dan bagaimana dia berhembus, dan ini tentang cinta dan bagaimana dia membutakan. Mungkin kau akan tertawa dengan hal-hal yang tak pernah aku yakini, dan jangan pernah mencoba memaksa ku untuk meyakini ke tiga hal itu. Atau… aku akan membuat mu diam dengan cara ku.
Semua manusia mempunyai keyakinan yang berbeda. mereka boleh yakin apa yang aku tak pernah yakini, Mereka boleh cerdas diantara semua kebodohan yang belum pernah aku tahu, mereka boleh tertawa dan sebaliknya itupun berlaku bagi diriku.
Tapi bodohnya zaman ini membuat yang damai menjadi topan, yang tenang menjadi gelombang, yang tidur menjadi badai, yang diam menjadi berkoar. Ini bukan tentang terjadi perang mendadak diantar kita, ini tentang sekelompok manusia yang berjiwa baja yang ber-otak udang, dengan pengeras suara memblokir jalan, berkata kebenaran dengan api, berdiri dengan segala opini, kuat dibalik semua kawanan, menghinakan menelan ludah. Apa yang mereka cari? Apa yang mereka mau? Menyamakan apa yang mereka yakini, menyamakan? Ini memaksa kawan.
Ada banyak yang perlu kita ketahui, namun, tidak banyak yang harus kita yakini. Sebuah kebenaran dan kesalahan bukanlah sebuah pengetahuan. kebenaran dan kesalahan bersifat relative yang sifatnya tidak tetap yang hanya akan menghasilkan debat kusir yang semakin seru. Percayalah kawan aku berbicara tentang keyakinan.
Sepertinya otakmu sedang berputar, hatimu sedang tersenyum sombong, tunggu.. akan aku jelaskan semua tentang pesawat dan bagaimana dia terbang. jangan beritahu aku sedikitpun.
Pesawat. Terbang karena ada sebuah momentum dari dorongan horizontal mesin pesawat mudahnya kusebut engine, kemudian dorongan engine tersebut akan menimbulkan perbedaan kecepatan aliran udara di bawah dan di atas pesawat. Kecepatan udara di atas sayap akan lebih besar dari di bawah sayap dikarenakan jarak tempuh lapisan udara yang mengalir di atas sayap lebih besar dari pada jarak tempuh di bawah sayap, waktu tempuh lapisan udara yang melalui atas sayap dan di bawah sayap adalah sama, kecepatan udara besar menimbulkan tekanan udara yang kecil . sehingga tekanan udara di bawah sayap menjadi lebih besar dari sayap pesawat bagian atas. Sehingga akan timbul gaya angkat yang menjadikan pesawat itu bisa terbang.
Aku akan membuat mu lebih mudah, ini tentang hukum Bernoully atau mungkin dirimu masih bercumbu dengan kebingungan.
Aku tahu bagaimana dan cara pesawat mengangkasa. Bukanlah diri ini seorang petapa, bahkan aku meneguk segelas rasa ingin tau, menelan enam ratus dua puluh sembilan halaman tentang bagaimana burung besi ini dapat terbang bersama makhluk selembut angin, terbang bersama awan,bergoyang bersama badai, dan turun bersama hujan dengan beban melebihi paus biru yang sedang mengandung, dan kenyang dalam lelapku. Aku tahu namun nalar ini masih belum dapat meyakininya. Aku tidak yakin.
Jika garam sudah asin mengapa masih mencobanya?
Karena kau belum tahu? Aku tak yakin itu.
Bila aku berlari, maka ingin ku berlari dengan mata terpejam, tangan yang terbuka, dan jiwa yang bebas. Seakan berlari di atas angin, terlepas bersama suara yang kian menggoda, meraba hingga ku mampus tak berdaya. Aku mencintai angin seperti aku mencintai air yang memadamkan dahaga ku. Aku mencintainya namun aku tak pernah yakin bagaimana dia bergerak. Kaki angin adalah tanah, jangan bertanya kepalanya bila tangannya selalu meraba dan menggoda dirimu, bila kau memaksa, maka kepalanya adalah langit.
Tak yakin bukanlah bodoh. mari ku bisikan bahwa angin sebenarnya adalah udara yang bergerak. dia bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitar angin tersebut. Cukup itu yang aku tahu tentang angin. Namun tetap sama aku masih belum meyakininya.
Aku tak berbicara tentang seikat mawar dan durinya. Hal yang begitu familiar terdengar juga terasa. Ini tentang cinta dan bagaimana dia membutakan. Aku tak pernah yakin.
Ini tentang cinta. Maka kita akan berbicara tentang sesuatu yang tak bisa kau jamah, namun mengalir sedekat nadi, tak bisa kau tolak, tak bisa kau bohongi, apalagi berlari meminta bantuan saat cinta telah menjerat mu dalam jaring sesamar kabut sekental aspal. Pasrah seperti budak, hanyut namun terdampar, tak ada lagi manisnya gula, asamnya cuka. Tak ada lagi ketakutan dengan ombak saat dimatamu hanya tarian air, tak ada lagi gunung yang terjal saat di matamu hanya kumpulan batu. Satu kali suntikannya tak lagi mebuat gajah tertidur, namun dapat mati hanya dengan beberapa waktu. Cinta yang membiusmu adalah jamu kuat berdosis tinggi, dalam ilusi itu kau berkata ‘tak ada lagi rasio dan fakta dalam cinta’. kau dibutakn oleh cinta.
Akupun tak bergeming saat diri ini berkata lain.
Aku mengukur cinta layaknya ahli astronomi yang mengukur bumi dan hal yang tak terjamah lainnya, aku menakar cinta layaknya timbangan elektronik yang baru diisi baterai. saat itu aku yakin. Tak ada cinta yang membuat mu buta, yang ada kau melihat cinta terlalu dekat. Datanglah di mana orang lain pergi. Jamahlah cinta di mana orang lain enggan menjamahnya. Cinta membuat mu tenang. Cinta membuat mu berfikir tentang realistis. Cinta sendiri yang akan membuka matamu. Cinta yang akan menerangi jiwamu. Itulah cinta bila kau tidak terlalu dekat melihatnya.
Segalanya akan menjadi panjang dan semakin jelas, sekiranya supir bus itu tak mengerem mendadak. Namun tak apa. Segalanya telah jelas. mengapa mereka tak mati dalam kerangka kehidupan. Segalanya telah jelas. mengapa mereka bisa bernafas dalam sesaknya kesibukan. Hanya satu rahasia mereka. Mereka masih mengantongi segepok keyakinan hanya untuk sekedar mengkoarkan bara dan sejuknya salju.
Satu hal yang aku tahu tentang apa yang tidak bisa dipaksakan.
Dia adalah keyakinan.
Diubah oleh sigitsantoz 11-02-2016 15:05
0
