Kaskus

Story

hyender1529Avatar border
TS
hyender1529
Dia? Jalan Utama
Dia? Jalan Utama


Spoiler for judul:


Gue berpikir ada baiknya kalau gue nulis cerita ini untuk mengisi kekosongan waktu gue, dan terlebih lagi cerita ini gue buat hanya untuk bernostalgia dengan beberapa kenangan yang sebagiannya akan gue tulis disini.
Nama panggilan gue A, sebut saja A. Gue lebih seneng dipanggil A kebanding dipanggil nama asli gue dan kebetulan gue juga ga terlalu suka dipanggil Hyender hahaha emoticon-Ngakak (S).

ini adalah cerita perjalanan kehidupan seseorang mulai dari zaman-zamannya culun sampai sekarang dan pastinya ada beberapa pengalaman gue yang masuk sedikit demi sedikit disini. Enjoy!

Quote:


R U L E S
Spoiler for rules:


F. A. Q
Spoiler for F.A.Q:



Quote:


Quote:


Spoiler for indeks:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 2 suara
Dia? Jalan utama
1
100%
1
0%
Diubah oleh hyender1529 07-02-2016 18:28
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.1K
14
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
hyender1529Avatar border
TS
hyender1529
#12
Mungkikah akan perang?
Gue merasakan kepala gue yang semakin berat saat terbangun dari tidur gue, dan gue baru sadar kepala gue diperban saat gue memegang kepala gue yang sakit. Gue mendadak menelusuri sekeliling gue yang menurut gue ini adalah ruangan yang asing dan gue melihat ada seorang wanita separuh baya yang sedang menaruh kotak P3K di atas meja belajar. Gue pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada wanita tersebut

gue: " bu permisi, ini saya dimana? "
bibi: " aden lagi di kamar nona zhafira, den "
gue: " hah? kamar siapa? " , ucap gue sambil sedikit terkejut
bibi: " di kamar nona zhafira, den. aden lagi dikamarnya "
gue: " hah?! " , ucap gue yang sontak semakin terkejut ketika mendengar dengan jelas bahwa ini kamar zhafira. Gue pun langsung mencoba untuk berdiri dan mencoba untuk keluar, tapi hasil yang gue dapat adalah gue terjatuh tersungkur. Saat itu gue langsung berteriak karena kesakitan, untungnya ibu ini baik jadi dia membantu gue kembali rebahan di kasur.
bibi: " aden jangan pergi, den. Nanti kalau aden pergi, badannya semakin sakit loh terus nanti bibi dimarahin sama nona zhafira " [/quote]

Setelah ibu tadi yang ternyata pembantu zhafira berbicara, gue pun langsung mendengar suara jejak kaki yang sedang menaiki tangga dan seketika pintu gue dibuka dengan begitu kasar. Lalu, baru pertama kalinya gue lihat penampilan zhafira yang begitu cantik banget. Dia menggunakan celana hot pants warna ke abu-abuan dan baju yang sedikit kedodoran berwarna abu serta lengannya pendek banget. Baru pertama kali gue lihat zhafira rambutnya terurai panjang , dengan menggunakan kacamata yang membuat matanya terlihat semakin sipit, dan gue lihat muka dia panik banget. Menurut gue dia cantik banget, gue menatap dia sampe ga berkedip sedikitpun karena saking terpesonanya

Quote:


Gue pun terdiam sejenak. Lalu gue berpikir akan mencari surat itu besok pagi di tong sampah sekolah. Kemudian gue beranjak pergi dari kamar zhafira, gue pamit sama zhafira dan bibi kalau gue mau pulang. Zhafira menawarkan gue untuk dianter sama dia pake mobil, katanya biar dia ga khawatir kalau gue kenapa-napa pas di jalan. Tapi gue tetep nolak sepenuhnya tawaran zhafira. Bukan karena gengsi, tapi karena gue takut ngerepotin nih anak dan lagian gue juga bukan siapa-siapa nih bocah satu. Sesampainya di rumah, gue di omelin abis-abisan sama emak dan tidak lupa gue di introgasi selain karena gue pulangnya maghrib , ini juga karena bekas luka dan perban pada bagian kepala gue. Karena gue gabetah diamuk / diomel omelin plus juga di introgasi sama emak, akhirnya gue ceritain perihal kejadian tadi sama emak gue dan emak gue pun memakluminya. Ya walaupun gue harus berulangkali kena semprot sama emak tapi akhirnya gue lega karena emak mau memaklumi gue dan ngga memarahi gue lebih dari ini. Akhirnya gue pun memaksakan diri untuk mandi , setelah mandi gue solat maghrib dan setelah solat maghrib gue pun langsung menuju kamar untuk rebahan.
Tiba-tiba hp nokia gue pun berdering, gue langsung mengambil hp dan mengeceknya. Disitu hanya muncul nomor yang tidak gue kenal. Karena gue penasaran, akhirnya gue angkat tuh telpon.

[quote]
gue: " halo assalamualaikum "
sebrang: " heh! lo udah gue kasih tau jangan deket-deket sama zhafira!!! "
gue: " hah? mas jawab dulu salamnya mas, nanti dosa " , jawab gue dengan polosnya.
sebrang: " alah lo gausah sok alim anj*g , b**i , set*n . Inget gue cuma mau lo jauh dari zhafira! kalau engga?! gue ga segan-segan bikin hidup lo makin apes dari ini "

Tut..tut..tut , tanda sambungan telpon di putus dari sebrang.

Gue pun bingung sama apa yang udah terjadi. Tapi gue tetep berusaha positif thinking dan gue mencoba untuk bersabar menghadapi ini semua. Yang terpenting gue ga ganggu orang lain dan biarin orang lain ganggu kehidupan gue. Ituah prinsip yang selalu gue gunain sampai sekarang, dan prinsip hidup gue itu ga akan mungkin berubah.
Setelah gue berusaha melupakan semua kejadian yang terjadi, akhirnya gue pun kembali merebahkan tubuh dan perlahan menatap mata gue yang bertujuan untuk memancing rasa kantuk gue ini keluar. Saat rasa kantuk gue ini keluar dan gue sulit untuk membuka mata, akhirnya gue pun tertidus pulas tanpa sengaja.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.