- Beranda
- Stories from the Heart
Dia? Jalan Utama
...
TS
hyender1529
Dia? Jalan Utama
Dia? Jalan Utama
Spoiler for judul:
Gue berpikir ada baiknya kalau gue nulis cerita ini untuk mengisi kekosongan waktu gue, dan terlebih lagi cerita ini gue buat hanya untuk bernostalgia dengan beberapa kenangan yang sebagiannya akan gue tulis disini.
Nama panggilan gue A, sebut saja A. Gue lebih seneng dipanggil A kebanding dipanggil nama asli gue dan kebetulan gue juga ga terlalu suka dipanggil Hyender hahaha
. ini adalah cerita perjalanan kehidupan seseorang mulai dari zaman-zamannya culun sampai sekarang dan pastinya ada beberapa pengalaman gue yang masuk sedikit demi sedikit disini. Enjoy!
Quote:
R U L E S
Spoiler for rules:
F. A. Q
Spoiler for F.A.Q:
Quote:
Quote:
Spoiler for indeks:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 2 suara
Dia? Jalan utama
1
100%
1
0%
Diubah oleh hyender1529 07-02-2016 18:28
anasabila memberi reputasi
1
2.1K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hyender1529
#8
Lebih parah
Pertama, gue pukul preman yang sedang membuka baju si cewe tadi, lalu gue tendang preman yang disebelah gua kemudian saat mereka mau mukul gue , gue raih tangan mereka terus gue pelintir dan gue pun masuk ke ke depan dan melintir tangan mereka makin kenceng plus nubrukin mereka. Kemudian gue pun injek kaki preman yang megang cewe tadi terus gue tendang ' anu ' nya dan gue tonjok mukanya. Abis itu gue tarik si cewe tadi menuju ke WJ . Sesampai di WJ, gue liat cewe ini terus-terusan gemeteran dan mengeluh " sakit ". Gue yang ngga sengaja denger dia ngeluh pun beraniin diri buat nanya.
gue: " lo kenapa? apanya yang sakit? "
cewe: " ini gue sakit ", kata nih cewe sambil nunjuk kakinye.
gue: " apa mau gue pijitin? "
cewe: " Gausah makasih "
gue: ......
Beberapa menit kemudian
cewe: " eh, gue boleh pinjem bentar pundak lo ga? "
gue: " buat apa minjem pundak gue? "
cewe : " buat naruh kepala, kepala gue berat " , tbtb dia nyenderin kepalanya dibahu gue.
gue: " heh! gue belom ngizinin "
cewek: " bentar aja gue mohhon " , ucapnye sambil seketika meneteskan air mata
gue: ......
gue: " yaudah gapapa bersender aja sini " , ucap gue sambil ketawa miris
gue: " eh kita belom saling kenal, kenalin gue Indra " , sambung gue.
cewe: .....
gue: " heh!!! "
cewe: ......
gue: " heeeh!! jawab dong " , kata gue sedikit dengan nada yang agak tinggi
cewe: .....
gue: " lo ?? waro coi " , kata gue sambil melihat ke arah dia
cewe: .....
gue: " ya elah lu gue ditinggal molor " , ucap gue dalam ati.
[/quote]
Seharian gue nungguin nih cewe bangun dari tidurnya, dan yang bener aja dia daritadi belom kelar tidurnya. Sampe akhirnya pada jam 3 sore, gue memberanikan diri buat bangunin dia. Dia pun bangun dengan mengucek-ngucek matanya. " Nih anak kalo bangun tidur persis kayak anak kecil baru bangun. lucu banget " , gumam gue. Oh ya sebelumnya gue bakal ngasih tau Zhafira ini orang cina, tingginya 156 cm , berat badan 42 kg dan dia ini putih banget lucu banget serius, bayangin aja sendiri bentuk rupanya ya
.
Kemudian, gue nunggu nyawa dia terkumpul dulu. Setelah beberapa menit kemudian, gue mencoba membuka obrolan di suasana yang menurut gue sedikit romantis dan juga hening
Gue pun akhirnya makan nasi uduk yang gue beli dan kebetulan karena gue laper banget jadi gue makannya kayak kuli hahahahaa
. Selama nih cewe makan, gue perhatiin terus mukanya. Ternyata lucu juga kalau dia lagi makan gitu dan cara dia makan lucu banget kayak gue hehehe
. Gue sama dia makan dengan lahap banget dan tentunya diselangi sama obrolan kecil, berawal dari bercanda-candaan yang gajelas sampai akhirnya gue membuka obrolan lagi.
Dia pun pergi sambil berteriak mengucapkan kata maaf, dan gue pun pergi dari WJ untuk mengambil sepeda gue yang tertinggal disekolah sambil mendengarkan lagu melalui earphone. Saat gue menuju tempat gue menaruh sepeda, tiba-tiba gue liat ban belakang sepeda gue kempes. Disitu gue sedikit menghela nafas dengan kasar dan sedangkan gue cuma punya waktu 60 menit dan sisa waktunya gue gunain untuk berpikir pilihan mana yang harus gue ambil. Antara harus sampe rumah dulu baru ke tambal ban sepeda atau gue nekat ke tambal ban dan sampe rumah diamukin sama emak karena gue gaboleh pulang sore?
Setelah berpikir sejenak gue akhirnya mutusin buat nekat ke tambal ban, dan urusan diamukin emak mah belakangan aja. Gue pun meneruskan ke tempat tambal ban yang lumayan jauh dari sekolah. Setelah sampai sana, gue pun langsung meminta tukang tambalnya buat nambal ban sepeda gue . Setelah sekitar 20 - 30 menit an ban belakang gue pun udah tertambal. Kemudian si abangnya mulai bertanya-tanya sama gue.
Gue pun langsung bangun dan menuju kamar bunga untuk membantu bunga mengerjakan prnya. Sebelumnya, adek gue ini kelas 5 sd dan dia adik yang paling rese banget menurut gue. Setelah gue bantuin dia ngerjain pr, gue pun kembali kekamar dan mulai merebahkan badan gue kembali ke atas kasur. Gue pun mulai memejamkan mata dan mulai tertidur.
***
Jam weker gue berbunyi. Ini tanda bahwa jam sudah menunjukkan pukul 04.30 dan jam memperingatkan gue untuk melakukan rutinitas yang biasanya dilakuin sama anak teladan kayak gue *assoy
. Setelah itu pun gue langsung mematikan jam weker dan melakukan rutinitas gue yaitu mandi, wudhu, solat , pakai seragam abis itu makan. Setelah waktu menunjukkan pukul 05.30, gue pun langsung menenteng tas gue dan berpamitan sama ibu lalu gue menuju garasi untuk mengambil sepeda kesayangan gue dan gue pun langsung caw menggoes sepeda gue dengan penuh semangat. Setelah gue sampai sekolah, gue pun menaruh sepeda gue diparkiran sepeda terus gue pun menuju kelas untuk sekedar menaruh tas. Kemudian gue langsung keluar dan seperti biasanya, gue selalu dateng lebih awal dari anak-anak yang lain. Gue pun memutuskan untuk keliling-keliling sekolah. Langkah gue terhenti saat di depan perpustakaan, gue liat didepan perpustakaan ada orang yang familiar menurut gue.
gue: ......
Gue perhatiin lebih telti dan ternyata bener dugaan gue, Zhafira yang ada di depan perpus. Tanpa berpikir panjang, langsung gue samperin zhafira.
Akhirnya kita pun memutuskan untuk keliling-keliling sekolah bareng, main bareng, bercandaan bareng, lalu gue cerita-cerita bareng dia sampai bel tanda masuk sekolah merusak suasana kita yang lagi asik. Yah sebagai cowok yang baik, gue pun mengantar zhafira ke kelasnya yaitu 9A dan saat gue mau menuju ke kelas, tiba-tiba zhafira nahan gue.
Gue pun langsung menuju kelas. Sesampai dikelas, gue baru inget kalau hari ini guru killer masuk dan ngajar di jam pelajaran pertama.
" Mampus gue, lupa kalo guru killer hri ini bertengger dikelas gue jam pertama ", gumam gue
gue pun mengumpulkan sejumlah keberanian yang gue punya untuk membuka pintu kelas. Hasilnya adalah....
JRENG
Kelas gue belum ada guru killer dan gue sangat bersyukur banget karena di selamatkan oleh tuhan dari murkanya guru killer. Namun, saat gue mau menuju bangku gue dibelakang, ternyata guru killer gue ada dibelakang dan bodohnya lagi bisa-bisanya gue ga sempet mengecek keadaan sekelas. Raut wajah gue yang semula ceria kini berubah menjadi horor ketika melihat guru killer tersebut menatap tajam dan ditambah khayalan gue yang melihat wajah guru killer itu tersenyum menyeringai menunjukkan gigi taringnya ke arah gue. Gue yakin temen-temen sekelas pasti pada nahan ketawa gara-gara liat muka gue yang udah parno duluan ngeliat nih guru killer
"tumben banget nih guru baik, tp alhamdulillah dah kebanding gue disuruh didepan berdiri " , ucap gue dalam hati.
Tiba-tiba pintu kelas gue diketuk-ketuk sampai 3x. Kemudian, guru killer menuju pintu kelas dan membuka pintu. Terlihat sekilas, guru killer gue sedang berbincang sedikit dengan entah siapa itu. Yang jelas gue mendengar sekilas suara si lawan bicara guru killer gue ini adalah perempuan, suaranya menurut gue terdengar ga asing. Entah ga asing karena emang suara dia beneran atau suara dia di otak gue , gue gatau. Gue ga mikirin hal itu yang penting gue bisa duduk tanpa dihukum.
" INDRA PUTRAAAAAAAAAAAA!!!!!!!! BERANI-BERANINYA KAMU MEMBOHONGI IBU. KE DEPAN KAMU, DAN BERDIRI SANA SAMPE MATA PELAJARAN IBU SELESAI, HAPE INI AKAN IBU BAWA. KAMU HARUS MENULIS KALIMAT ' SAYA TIDAK AKAN BERBOHONG LAGI ' SAMPAI SETENGAH HALAMAN BUKU BIGBOS " , ucap si guru killer ini geram dengan diiringi teriakkannya yang membuat anak-anak sekelas pada tutup telinga, terutama gue. " duh mampus gue, lagian siapa sih tadi yang ngasih tau. Jangan-jangan tuh bocah sialan lagi " , gumam gue. Akhirnya gue pun pasrah dan tidak melakukan pembelaan diri dalam bentuk apapun. Selama dikelas, gue hanya berdiri sambil menatap jam dinding yang bertengger manis di sana dan berharap bel untuk jam mata pelajaran ke dua menunjukkan kehadirannya.
Lama gue berdiri disini hingga akhirnya jam mata pelajaran kedua pun berbunyi. Mata pelajaran gue yang kedua kali ini adalah IPA. "yes yes yes ipa", gumam gue. Lalu guru bening (panggilan kesayangan gue buat si ibu
) pun masuk dan mulai mengajar mata pelajarannya. Seperti biasanya, gue selalu menjawab berbagai pertanyaan dari si guru bening ini, dan gue juga seperti merasakan bahwa si guru bening ini mulai bosen karena selalu gue mulu yang menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan. Terus-terusan begini , mengajar dan melontarkan pertanyaan. Saat guru bening mau memberi tugas, bel tanda istirahat pun berbunyi. Akhirnya guru bening ini pun gajadi ngasih tugas. " Yes yes yes lalalala", ucap gue dalam hati. Tanpa berpikir panjang, setelah menunggu guru bening keluar gue pun langsung menuju ke kelas 9A. Ya, apalagi kalau bukan mau melabrak nih bocah satu tengil sialan.
gue: " lo kenapa? apanya yang sakit? "
cewe: " ini gue sakit ", kata nih cewe sambil nunjuk kakinye.
gue: " apa mau gue pijitin? "
cewe: " Gausah makasih "
gue: ......
Beberapa menit kemudian
cewe: " eh, gue boleh pinjem bentar pundak lo ga? "
gue: " buat apa minjem pundak gue? "
cewe : " buat naruh kepala, kepala gue berat " , tbtb dia nyenderin kepalanya dibahu gue.
gue: " heh! gue belom ngizinin "
cewek: " bentar aja gue mohhon " , ucapnye sambil seketika meneteskan air mata
gue: ......
gue: " yaudah gapapa bersender aja sini " , ucap gue sambil ketawa miris
gue: " eh kita belom saling kenal, kenalin gue Indra " , sambung gue.
cewe: .....
gue: " heh!!! "
cewe: ......
gue: " heeeh!! jawab dong " , kata gue sedikit dengan nada yang agak tinggi
cewe: .....
gue: " lo ?? waro coi " , kata gue sambil melihat ke arah dia
cewe: .....
gue: " ya elah lu gue ditinggal molor " , ucap gue dalam ati.
[/quote]
Seharian gue nungguin nih cewe bangun dari tidurnya, dan yang bener aja dia daritadi belom kelar tidurnya. Sampe akhirnya pada jam 3 sore, gue memberanikan diri buat bangunin dia. Dia pun bangun dengan mengucek-ngucek matanya. " Nih anak kalo bangun tidur persis kayak anak kecil baru bangun. lucu banget " , gumam gue. Oh ya sebelumnya gue bakal ngasih tau Zhafira ini orang cina, tingginya 156 cm , berat badan 42 kg dan dia ini putih banget lucu banget serius, bayangin aja sendiri bentuk rupanya ya
. Kemudian, gue nunggu nyawa dia terkumpul dulu. Setelah beberapa menit kemudian, gue mencoba membuka obrolan di suasana yang menurut gue sedikit romantis dan juga hening
Quote:
Gue pun akhirnya makan nasi uduk yang gue beli dan kebetulan karena gue laper banget jadi gue makannya kayak kuli hahahahaa
. Selama nih cewe makan, gue perhatiin terus mukanya. Ternyata lucu juga kalau dia lagi makan gitu dan cara dia makan lucu banget kayak gue hehehe
. Gue sama dia makan dengan lahap banget dan tentunya diselangi sama obrolan kecil, berawal dari bercanda-candaan yang gajelas sampai akhirnya gue membuka obrolan lagi.Quote:
Dia pun pergi sambil berteriak mengucapkan kata maaf, dan gue pun pergi dari WJ untuk mengambil sepeda gue yang tertinggal disekolah sambil mendengarkan lagu melalui earphone. Saat gue menuju tempat gue menaruh sepeda, tiba-tiba gue liat ban belakang sepeda gue kempes. Disitu gue sedikit menghela nafas dengan kasar dan sedangkan gue cuma punya waktu 60 menit dan sisa waktunya gue gunain untuk berpikir pilihan mana yang harus gue ambil. Antara harus sampe rumah dulu baru ke tambal ban sepeda atau gue nekat ke tambal ban dan sampe rumah diamukin sama emak karena gue gaboleh pulang sore?
Setelah berpikir sejenak gue akhirnya mutusin buat nekat ke tambal ban, dan urusan diamukin emak mah belakangan aja. Gue pun meneruskan ke tempat tambal ban yang lumayan jauh dari sekolah. Setelah sampai sana, gue pun langsung meminta tukang tambalnya buat nambal ban sepeda gue . Setelah sekitar 20 - 30 menit an ban belakang gue pun udah tertambal. Kemudian si abangnya mulai bertanya-tanya sama gue.
Quote:
Gue pun langsung bangun dan menuju kamar bunga untuk membantu bunga mengerjakan prnya. Sebelumnya, adek gue ini kelas 5 sd dan dia adik yang paling rese banget menurut gue. Setelah gue bantuin dia ngerjain pr, gue pun kembali kekamar dan mulai merebahkan badan gue kembali ke atas kasur. Gue pun mulai memejamkan mata dan mulai tertidur.
***
Jam weker gue berbunyi. Ini tanda bahwa jam sudah menunjukkan pukul 04.30 dan jam memperingatkan gue untuk melakukan rutinitas yang biasanya dilakuin sama anak teladan kayak gue *assoy
. Setelah itu pun gue langsung mematikan jam weker dan melakukan rutinitas gue yaitu mandi, wudhu, solat , pakai seragam abis itu makan. Setelah waktu menunjukkan pukul 05.30, gue pun langsung menenteng tas gue dan berpamitan sama ibu lalu gue menuju garasi untuk mengambil sepeda kesayangan gue dan gue pun langsung caw menggoes sepeda gue dengan penuh semangat. Setelah gue sampai sekolah, gue pun menaruh sepeda gue diparkiran sepeda terus gue pun menuju kelas untuk sekedar menaruh tas. Kemudian gue langsung keluar dan seperti biasanya, gue selalu dateng lebih awal dari anak-anak yang lain. Gue pun memutuskan untuk keliling-keliling sekolah. Langkah gue terhenti saat di depan perpustakaan, gue liat didepan perpustakaan ada orang yang familiar menurut gue.gue: ......
Gue perhatiin lebih telti dan ternyata bener dugaan gue, Zhafira yang ada di depan perpus. Tanpa berpikir panjang, langsung gue samperin zhafira.
Quote:
Akhirnya kita pun memutuskan untuk keliling-keliling sekolah bareng, main bareng, bercandaan bareng, lalu gue cerita-cerita bareng dia sampai bel tanda masuk sekolah merusak suasana kita yang lagi asik. Yah sebagai cowok yang baik, gue pun mengantar zhafira ke kelasnya yaitu 9A dan saat gue mau menuju ke kelas, tiba-tiba zhafira nahan gue.
Quote:
Gue pun langsung menuju kelas. Sesampai dikelas, gue baru inget kalau hari ini guru killer masuk dan ngajar di jam pelajaran pertama.
" Mampus gue, lupa kalo guru killer hri ini bertengger dikelas gue jam pertama ", gumam gue
gue pun mengumpulkan sejumlah keberanian yang gue punya untuk membuka pintu kelas. Hasilnya adalah....
JRENG
Kelas gue belum ada guru killer dan gue sangat bersyukur banget karena di selamatkan oleh tuhan dari murkanya guru killer. Namun, saat gue mau menuju bangku gue dibelakang, ternyata guru killer gue ada dibelakang dan bodohnya lagi bisa-bisanya gue ga sempet mengecek keadaan sekelas. Raut wajah gue yang semula ceria kini berubah menjadi horor ketika melihat guru killer tersebut menatap tajam dan ditambah khayalan gue yang melihat wajah guru killer itu tersenyum menyeringai menunjukkan gigi taringnya ke arah gue. Gue yakin temen-temen sekelas pasti pada nahan ketawa gara-gara liat muka gue yang udah parno duluan ngeliat nih guru killer
Quote:
"tumben banget nih guru baik, tp alhamdulillah dah kebanding gue disuruh didepan berdiri " , ucap gue dalam hati.
Tiba-tiba pintu kelas gue diketuk-ketuk sampai 3x. Kemudian, guru killer menuju pintu kelas dan membuka pintu. Terlihat sekilas, guru killer gue sedang berbincang sedikit dengan entah siapa itu. Yang jelas gue mendengar sekilas suara si lawan bicara guru killer gue ini adalah perempuan, suaranya menurut gue terdengar ga asing. Entah ga asing karena emang suara dia beneran atau suara dia di otak gue , gue gatau. Gue ga mikirin hal itu yang penting gue bisa duduk tanpa dihukum.
Quote:
" INDRA PUTRAAAAAAAAAAAA!!!!!!!! BERANI-BERANINYA KAMU MEMBOHONGI IBU. KE DEPAN KAMU, DAN BERDIRI SANA SAMPE MATA PELAJARAN IBU SELESAI, HAPE INI AKAN IBU BAWA. KAMU HARUS MENULIS KALIMAT ' SAYA TIDAK AKAN BERBOHONG LAGI ' SAMPAI SETENGAH HALAMAN BUKU BIGBOS " , ucap si guru killer ini geram dengan diiringi teriakkannya yang membuat anak-anak sekelas pada tutup telinga, terutama gue. " duh mampus gue, lagian siapa sih tadi yang ngasih tau. Jangan-jangan tuh bocah sialan lagi " , gumam gue. Akhirnya gue pun pasrah dan tidak melakukan pembelaan diri dalam bentuk apapun. Selama dikelas, gue hanya berdiri sambil menatap jam dinding yang bertengger manis di sana dan berharap bel untuk jam mata pelajaran ke dua menunjukkan kehadirannya.
Lama gue berdiri disini hingga akhirnya jam mata pelajaran kedua pun berbunyi. Mata pelajaran gue yang kedua kali ini adalah IPA. "yes yes yes ipa", gumam gue. Lalu guru bening (panggilan kesayangan gue buat si ibu
) pun masuk dan mulai mengajar mata pelajarannya. Seperti biasanya, gue selalu menjawab berbagai pertanyaan dari si guru bening ini, dan gue juga seperti merasakan bahwa si guru bening ini mulai bosen karena selalu gue mulu yang menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan. Terus-terusan begini , mengajar dan melontarkan pertanyaan. Saat guru bening mau memberi tugas, bel tanda istirahat pun berbunyi. Akhirnya guru bening ini pun gajadi ngasih tugas. " Yes yes yes lalalala", ucap gue dalam hati. Tanpa berpikir panjang, setelah menunggu guru bening keluar gue pun langsung menuju ke kelas 9A. Ya, apalagi kalau bukan mau melabrak nih bocah satu tengil sialan.Diubah oleh hyender1529 07-02-2016 09:57
0


, eh kita belom kenalan. Pas gue mau kenalan lo malah molor " , ucap gue.
"