- Beranda
- Stories from the Heart
[Completed] Hey Fanny
...
TS
monica.ocha
[Completed] Hey Fanny
Quote:
![[Completed] Hey Fanny](https://s.kaskus.id/images/2016/03/05/8417038_20160305062914.jpg)
Quote:
![[Completed] Hey Fanny](https://s.kaskus.id/images/2016/01/25/8417038_20160125102311.png)
Mohon kebijakannya karena cerita ini mengandung bahasa dan adegan yang tidak patut ditiru.
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh monica.ocha 05-03-2016 06:30
efti108 dan 25 lainnya memberi reputasi
22
172.7K
520
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
monica.ocha
#144
PAGE 12
Bisa kurasakan sandaran kepala fanny di bahuku dan lilitan tangannya dibelakang pinggangku. Anggun memandangku sinis, dia tidak lagi bermain dengan cowok itu. Aku ingin memberitahu fanny jika sebaiknya dia menyudahi akting ini, tapi sesungguhnya pelukan fanny membuatku ketagihan dan enggan untuk menyurunya melepaskan pelukan ini.
Anggun berdiri dan mengambil tas super mahalnya diikuti oleh para teman-teman seperjuangannya. Timbul sedikit senyuman dibibirku yang mengatakan "aku menang". Tapi ini belum usai, tidak seperti yang aku duga, anggun berjalan ke arah meja dimana aku dan fanny sedang duduk berdua. Anggun lalu berhenti tepat di samping meja dengan tas jinjing yang terjantung di lengannya "Kalau jadi cowok jangan kegatelan"Teriaknya penuh kesal ke padaku, lalu dia melihat ke arah fanny. Fanny berhenti dari aktingnya dan duduk tegap sambil menatap dalam mata anggun.
"Asal lo tau ya, ni cowok ga setia, mau aja lo sama dia" Bentak anggun, dia berbicara kepada fanny tapi matanya mengarah kepadaku "gw jamin lo bakalan nyesel pacaran sama ni cowok" tambah anggun
Fanny menarik nafas dan memutar bola matanya seolah apa yang baru dikatakan anggun tadi adalah hal yang paling membosankan yang pernah dia dengar "Bagus deh kalau gitu, cuma cewek begok yang bilang ni cowok ga setia. By the way, makasih buat malaikat ini ya, makasih udah mau pinjamin dia ke gw, gw bersyukur bgt punya dia dan yang terakhir... hmmm. gw gak akan pernah nyesel punya cowok kayak dia"
Pokerface, anggun terdiam dan kedua alisnya naik, teman-teman seperjuangan anggun juga terkejut mendengar hal itu. Tanpa berbicara lebih panjang anggun langsung keluar dari caffe. Jujur aku sangat berterima kasih atas apa yang sudah fanny lakukan tadi, tapi menurutku itu semua terlalu berlebihan mengingat akulah orang yang memutuskan anggun, jadi kurasa semua itu terlalu berlebihan.
"Cewek aneh" Gumam fanny
"Fan, lo tau gak kalau gw yang mutusin dia?" tanyaku
"Engga" Balasnya singkat
"Seharusnya lo ga harus berlebihan kayak tadi, gw jadi merasa kayak cowok brengsek" Ujarku
"Bodo amat, cewek sok cantik juga" balas fanny
Aku terdiam mendengar apa yang fanny bilang barusan. Ada perasaan marah dan ada perasaan lucu aku melihat fanny, aku marah karena dia seharusnya tidak berlebihan dengan apa yang dilakukannya kepada anggun dan aku lucu melihatnya marah kepada anggun karena suatu alasan yang tidak jelas. Dibalik semua parasnya yang cantik nan indah ini, ternyata tersimpan sedikit rasa keberanian di dalam jiwa fanny.
***
Langit yang tadinya berwarna biru cerah sekarang sudah menjadi hitam pekat tanda mau hujan. Ahhhhh.... teriakku kecil sambil merenggangkan tubuhku yang sudah berjam-jam duduk di dalam caffe. Tak lama lalu hujan perlahan turun...
"Yah hujan, lo sama robby aja ya pulangnya" Bujuk han kepada gita
"Terus lo gimana?" Gita bertanya
"gw nunggu disinilah sampai hujan berhenti" Balas han
"Yaudah gw nunggu disini juga deh"
Betapa romantisnya kedua pasangan yang baru bertemu ini, meski mereka belum resmi berpacaran, tapi dari gerak-gerik dan cara mereka memberi perhatian kepada satu sama lain bisa membuktikan kalau mereka pasti akan bersama suatu saat nanti, dan tentu saja han dan gita membuat aku iri.
Han dan gita kembali masuk ke dalam caffe untuk menunggu hujan, tidak mungkin mereka akan melewati hujan yang cukup lebat ini dengan motor. Kami lalu berlari ke dalam mobil, berusaha mengelak dari setiap tetes hujan yang jatuh, meskipun sudah berlari secepat yang aku bisa, tetap saja setengah dari pakaianku kebasahan. Di dalam mobil dika mengatakan untuk mengantarkannya ke kostan bersama raya dan aku sudah tahu pasti apa yang akan mereka lakukan di kostan, ngehe.
Sesudah mengantar dika, aku langsung kembali ke hotel dimana fanny menginap "ke atas dulu yuk, rob" ajak fanny
"gimana yaa?" balasku, sebenarnya tidak ada alasan yang tepat untuk menolak ajakan fanny, hanya saja aku takut jika nantinya aku tidak bisa mencairkan suasana bersama fanny.
"udah ayok aja, masih hujan jugak" Rayu fanny
Tidak ada alasanku untuk menghindar dari ajakan fanny. Setelah sampai dikamar hotel fanny, aku hanya duduk di atas tempat tidur sambil menonton, sedangkan fanny sedang mengganti pakaiannya di kamar mandi. Beruntung tadi hanya jaketku yang basah tetapi tidak dengan kaos yang ada didalam. Aneh rasanya berada di kamar hotel berduaan dengan seorang gadis yang masih muda, kami tentunya bisa melakukan apapun yang kami mau disini, tidak akan ada yang melihat. Dan pikiran kotorku timbul, video-video yang pernah aku tonton di laptop dika itu akhirnya bermain-main di kepalaku, aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Sampai akhirnya fanny keluar dari kamar mandi dengan tank top, hot pants dan handuk yang masih terlilit di kepalanya. Aku menelan air ludahku saat melihat ke arah dada fanny ...
< TO THE PREVIOUS PAGE
Diubah oleh monica.ocha 08-02-2016 02:06
g.gowang. dan 2 lainnya memberi reputasi
3