- Beranda
- Stories from the Heart
I'm your secret admirer (true story)
...
TS
kirisaki.chan
I'm your secret admirer (true story)
A thread based on true story

I'm (Your) Secret Admirer [Aku, Pengagum rahasiamu]


Ah, rasanya bahagia sekali menemukan artefak berharga ini. Tentu ini jadi pertanda baik, kan? Gue mencoba untuk melanjutkan cerita ini meskipun deadline-deadline kerjaan selalu membayangi pikiran, setidaknya gue bisa menghibur diri dan bernostalgia kedalam kenangan-kenangan berharga gue dulu. Enjoy! (27/12/2023)
Spoiler for Baca disini:
*Note: Thread ini sedang dirapihkan
Diubah oleh kirisaki.chan 27-12-2023 05:32
0
44.2K
268
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kirisaki.chan
#13
Dia adalah Eko. Ya, teman pertama gue di sini.
"Eh, Tan, ke kantin nggak?" tawar Eko.
"Boleh. Oh iya, Ko, kenalin, ini Faizal, ini Dita," jawab gue sambil memperkenalkan mereka.
"Halo semua. Salam kenal," sahut Eko sambil tersenyum.
"Salam kenal," balas Faizal, sementara Dita cuma mengangguk dan senyum tipis.
"Yaudah, yuk ke kantin?" tanya Eko lagi.
"Aku nggak ikut, ya. Hehehe," jawab Dita sambil melambaikan tangan.
Akhirnya kami bertiga jalan ke kantin dan pesan bakso.
"Eko, lu dari gugus mana?" tanya Faizal sambil ngunyah bakso.
"Gugus 5 nih."
"Oalah."
"Oh iya, Tan, kok Eko bisa kenal lu? Kalian satu SMP?"
"Nggak, dia orang pertama yang gue kenal di sini," jawab gue santai.
Bel masuk tiba-tiba bunyi. Kami langsung balik ke kelas gugus masing-masing.
Di kelas, Dika kembali ngomong, "Di sini belum ada ketua gugus dan wakilnya, kan?"
"Ketua gugus harus cowok, wakilnya cewek," lanjutnya. "Siapa yang mau mengajukan diri?"
Kelas langsung hening. Nggak ada yang berani jawab.
"Nggak punya mulut kalian?" suara Dika makin naik. "Kalo nggak ada yang mau, biar gue yang pilih aja."
Gue cuma bisa melongo. Mimpi apa gue semalem, ya?
"Tan! Kamu jadi ketua."
Gue terkejut, langsung mules rasanya.
"Untuk wakil, ada yang mau mengajukan diri?" lanjut Dika, sambil melirik kelas.
Kelas masih diam, sampe akhirnya ada suara cewek yang pelan tapi pasti.
"Aku... aku siap jadi wakilnya," ucap Dita sambil ngangkat tangan.
Seketika semua mata kelas beralih ke Dita.
"Oke, jadi kita sudah punya ketua dan wakil," ucap Dika sambil nyengir puas. "Ada yang keberatan?"
Para panitia kemudian kasih kebebasan buat kita saling kenal lebih jauh. Gue yang sekarang jadi ketua gugus pun harus berusaha kenal sama semua orang di kelas ini.
"Perhatian semuanya! Kami tinggal kelas ini. Ketua, jaga kelas baik-baik," kata Dika sebelum keluar.
"Siap, Kak!" jawab gue otomatis.
Dika langsung mendekat, ngangkat dagu gue pelan sambil tatapan serius, "Lu masih mau panggil Kak?"
"Eh, maaf, maksudnya Mas," jawab gue, sedikit gugup.
Galak bener emang. Dan sekarang gue malah jadi ketua gugus! Panitia keluar kelas, dan nggak lama kemudian, Dita jalan ke meja gue.
"Eh, Tan, ke kantin nggak?" tawar Eko.
"Boleh. Oh iya, Ko, kenalin, ini Faizal, ini Dita," jawab gue sambil memperkenalkan mereka.
"Halo semua. Salam kenal," sahut Eko sambil tersenyum.
"Salam kenal," balas Faizal, sementara Dita cuma mengangguk dan senyum tipis.
"Yaudah, yuk ke kantin?" tanya Eko lagi.
"Aku nggak ikut, ya. Hehehe," jawab Dita sambil melambaikan tangan.
Akhirnya kami bertiga jalan ke kantin dan pesan bakso.
"Eko, lu dari gugus mana?" tanya Faizal sambil ngunyah bakso.
"Gugus 5 nih."
"Oalah."
"Oh iya, Tan, kok Eko bisa kenal lu? Kalian satu SMP?"
"Nggak, dia orang pertama yang gue kenal di sini," jawab gue santai.
Bel masuk tiba-tiba bunyi. Kami langsung balik ke kelas gugus masing-masing.
Di kelas, Dika kembali ngomong, "Di sini belum ada ketua gugus dan wakilnya, kan?"
"Ketua gugus harus cowok, wakilnya cewek," lanjutnya. "Siapa yang mau mengajukan diri?"
Kelas langsung hening. Nggak ada yang berani jawab.
"Nggak punya mulut kalian?" suara Dika makin naik. "Kalo nggak ada yang mau, biar gue yang pilih aja."
Gue cuma bisa melongo. Mimpi apa gue semalem, ya?
"Tan! Kamu jadi ketua."
Gue terkejut, langsung mules rasanya.
"Untuk wakil, ada yang mau mengajukan diri?" lanjut Dika, sambil melirik kelas.
Kelas masih diam, sampe akhirnya ada suara cewek yang pelan tapi pasti.
"Aku... aku siap jadi wakilnya," ucap Dita sambil ngangkat tangan.
Seketika semua mata kelas beralih ke Dita.
"Oke, jadi kita sudah punya ketua dan wakil," ucap Dika sambil nyengir puas. "Ada yang keberatan?"
Para panitia kemudian kasih kebebasan buat kita saling kenal lebih jauh. Gue yang sekarang jadi ketua gugus pun harus berusaha kenal sama semua orang di kelas ini.
"Perhatian semuanya! Kami tinggal kelas ini. Ketua, jaga kelas baik-baik," kata Dika sebelum keluar.
"Siap, Kak!" jawab gue otomatis.
Dika langsung mendekat, ngangkat dagu gue pelan sambil tatapan serius, "Lu masih mau panggil Kak?"
"Eh, maaf, maksudnya Mas," jawab gue, sedikit gugup.
Galak bener emang. Dan sekarang gue malah jadi ketua gugus! Panitia keluar kelas, dan nggak lama kemudian, Dita jalan ke meja gue.
Diubah oleh kirisaki.chan 12-11-2024 10:14
0