- Beranda
- Stories from the Heart
[Completed] Hey Fanny
...
TS
monica.ocha
[Completed] Hey Fanny
Quote:
![[Completed] Hey Fanny](https://s.kaskus.id/images/2016/03/05/8417038_20160305062914.jpg)
Quote:
![[Completed] Hey Fanny](https://s.kaskus.id/images/2016/01/25/8417038_20160125102311.png)
Mohon kebijakannya karena cerita ini mengandung bahasa dan adegan yang tidak patut ditiru.
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh monica.ocha 05-03-2016 06:30
efti108 dan 25 lainnya memberi reputasi
22
172.5K
520
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
monica.ocha
#123
PAGE 11
Aku memohon kepada dika untuk memilih tempat yang jaraknya lumayan jauh dari anggun, aku tidak ingin sesuatu yang aneh terjadi. Dika menolak, dia tetap memilih meja yang posisinya sangat teramat dekat dengan meja anggun, bisa aku pastikan kalau anggun dan teman-temannya sedang melirik sinis ke arahku. "Lihat tu robby, baru juga mutusin lo, eh sekarang udah sama cewek lain aja, dasar brengsek"Kudengar kata itu terucap dari salah satu mulut temannya dan itu pedih, bagaikan sayatan halus yang perlahan makin menusuk jantungku. Dika dan han menahan tawanya mendengar han itu, sesekali mereka mengelus-elus pundakku seperti aku anak kecil saja.
Tak lama waiter pun datang, seorang pria yang sudah lumayan aku kenal semenjak aku sering nongkrong disini.
"Rob, lo kok jauhan sama anggun?" Waiter itu benama beno, dia heran melihat aku bersama para perempuan ini ketimbang bersama anggun di meja sana
"Udah putus gw sama dia, nok. Eh, gw latte biasa ya" Ujarku cepat untuk tidak membahas topik itu berkepanjangan
"Gw juga kayak biasa, nok" Tambah dika
"Lo gimana han? biasa juga?" Tanya beno ke han yang sedang asik tertawa kecil bersama gita
"Engga, gw pesen sama kayak ni cewek ya... ga tau dia mau pesen apa" balas han
Baru juga beberapa jam han dan gita bersama tapi mereka sudah bisa sedekat dan sekompak itu, membuatku iri. Dari sudut sana. kadang masih ada pandangan aneh yang terlempar ke meja dimana aku duduk, pandangan teman-teman anggun membuat aku sangat tidak nyaman. Fanny menarik kepalaku perlahan mendekatinya, dia berbisik halus ditelingaku "yang pake baju hitam itu ya?" Tanya fanny. Aku mengangguk tidak berbicara.
Seorang cowok datang entah dari mana dan langsung mengarah ke meja dimana anggun berada, sepertinya aku pernah melihat cowok itu, tapi entah dimana. Dia datang dengan sombongnya dan langsung 'cipika-cipiki' dengan anggun. Shit, goresan lainnya mulai terbentuk, goresan itu sekarang terbelah menjadi dua dia jantungku. Ada rasa cemburu melihat anggun melakukan ciuman itu, walaupun hanya sekedar ciuman biasa di pipinya. Anggun langsung melihat ke arahku seolah berkata "aku juga bisa". Aku sadar kalau sekarang aku sudah kalah, aku tidak ingin melanjutkan semua permainan konyol ini, moodku malah bertambah buruk.
Aku menyandarkan diriku ke kursi dan menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan penuh emosional, fanny bisa mendengar itu dengan jelas. Dia ikut menyandarkan dirinya di kursi, dia bertanya "kenapa?" aku tidak mau membalasnya, moodku sudah hilang, aku kalah. Lalu fanny melihat ke arah dimana anggun sedang duduk manis dengan 'pacar barunya'. Penuh canda tawa disana, anggun tertawa terbahak-bahak seolah dia merekayasa tawa itu. Fanny kemudian menyuru dika dan raya yang duduk di depan kami untuk bertukar posisi. Fanny menarikku untuk pindah, dengan malasnya aku mengikuti kemauan fanny. Entah kenapa fanny membawaku ke posisi sini, dari sini aku tambah bisa melihat jelas anggun dan cowok itu bermesraan.
"Apaan sih fan? bikin gw tambah gak mood" Bentakku kecil ke fanny
Keningnya mengkerut "Lo mau dibantuin jugak. Udah lo nurut aja, jangan banyak omel" balas fanny membentakku
Aku terdiam, terkejut dengan bentakan fanny, ternyata fanny cewek yang garang.
Kembali moodku menjadi tambah buruk saat melihat anggun menyuapi cowok itu dengan segenap rasa cinta yang dulu suapan itu hanya milikku. Tiga sayatan kecil sudah terbentuk dan entah berapa sayatan lagi aku bisa menahan luka ini. Fanny yang duduk disebalahku tentu saja bisa melihat jelas apa yang dilakukan anggun diseberang sana. Sekarang aku yakin bahwa tujuan fanny membawa aku kesini adalah tak lain dan tak bukan dia ingin membuatku menjadi tambah sakit hati. Aku tersentak terkejut ketika fanny melakukan sesuatu terhadapku.
Sampai lingkaran tangannya memeluk pinggangku dari belakang dan dia menyandarkan kepalanya dibahuku, tercium sedap aroma rambutnya...
< TO THE PREVIOUS PAGE
Diubah oleh monica.ocha 07-02-2016 02:05
g.gowang. dan 2 lainnya memberi reputasi
3