- Beranda
- Stories from the Heart
Lagu Terakhirku (True Story)
...
TS
dhikalonerz
Lagu Terakhirku (True Story)
Spoiler for Cover:

thanks to fajar rizky yang sudah meluangkan waktunya untuk membuat design cover ini...
Quote:
Takdir…
"Ketika kita membicarakan takdir, sepintas kita akan berpikir suatu garis kehidupan yang sudah di tentukan Tuhan untuk kita. Baik itu jodoh ataupun kematian..."
"Ketika kita membicarakan takdir, sepintas kita akan berpikir suatu garis kehidupan yang sudah di tentukan Tuhan untuk kita. Baik itu jodoh ataupun kematian..."
Quote:
Di tempat ini kita tuliskan cerita
Tentang aku, Dirimu, dan Kita semua
Canda dan tawa slalu tercipta bersama
Saat kita semua ukirkan kisah kita
Di tempat ini kita berbagi s'mua rasa
Tentang luka, tentang duka, tentang cinta dan bahagia
Suka dan Duka jadi penghias suasana
kala kita semua lalui hari kita
Semua tentang kita
Yang takkan pernah sirna
Meski raga kita tak mungkin lagi bersama
Semua tentang kita
Yang takkan pernah hilang
Meski masa kita jadi s'buah kenangan
Dan bila raga kita tak lagi bernyawa
ku harap tentang kita abadi selamanya...
Tentang aku, Dirimu, dan Kita semua
Canda dan tawa slalu tercipta bersama
Saat kita semua ukirkan kisah kita
Di tempat ini kita berbagi s'mua rasa
Tentang luka, tentang duka, tentang cinta dan bahagia
Suka dan Duka jadi penghias suasana
kala kita semua lalui hari kita
Semua tentang kita
Yang takkan pernah sirna
Meski raga kita tak mungkin lagi bersama
Semua tentang kita
Yang takkan pernah hilang
Meski masa kita jadi s'buah kenangan
Dan bila raga kita tak lagi bernyawa
ku harap tentang kita abadi selamanya...
Quote:
"Pernahkah kalian berpikir apa yang telah terjadi dalam hidup ini merupakan sebuah takdir. Jika saja semua
yang di alami setiap orang memang takdir, maka itulah takdir. yang mana itu adalah sebuah takdir yang mengukir semua mimpi, cita, dan harapan yang di inginkan setiap orang..."
yang di alami setiap orang memang takdir, maka itulah takdir. yang mana itu adalah sebuah takdir yang mengukir semua mimpi, cita, dan harapan yang di inginkan setiap orang..."
Spoiler for Prologue:
Kenalin nama gw Andhika, biasanya si dipanggil dhika tapi kalau mau manggil gw ganteng juga gapapa ko
.
Menurut temen gw si gw orangnya pendiam, kaku, so cool dan ya begitulah.
Kejadian ini bermula pada tahun 2004, yang mana pada saat itu gw adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-hari sebagai anak band. Gw memiliki grup band yang terdiri dari 4 orang, mereka adalah temen-temen akrab gw sewaktu masa kecil. Ikhsan, Ryan, dan Lina itulah mereka temen akrab gw meski kami berbeda kampus tapi kami tetap satu
.Menurut temen gw si gw orangnya pendiam, kaku, so cool dan ya begitulah.
Kejadian ini bermula pada tahun 2004, yang mana pada saat itu gw adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-hari sebagai anak band. Gw memiliki grup band yang terdiri dari 4 orang, mereka adalah temen-temen akrab gw sewaktu masa kecil. Ikhsan, Ryan, dan Lina itulah mereka temen akrab gw meski kami berbeda kampus tapi kami tetap satu

Spoiler for index:
Diubah oleh dhikalonerz 25-03-2016 22:12
b46eeeh memberi reputasi
0
10.6K
Kutip
83
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dhikalonerz
#39
Bagian 13
Wajar saja kalau Nyokapku tidak tau kalau istri dari temannya itu sudah meninggal. Karena pada saat itu Nyokap pindah rumah dari kota Bandung ke Kota Jakarta. Dan di tambah lagi mereka sudah lost contact 13 tahun lamanya. Dan bertemu kemudian saat pria itu dan anaknya pindah ke jakarta juga. Dan menanyakan keberadaan Nyokap melalui teman-teman kuliahnya dulu. O iya ! dulu Pria itu adalah orang yang pernah dekat dengan Nyokap. Bisa di bilang, pria itu suka pada Nyokapku, Dan mereka pun satu kampus di Kota Bandung. Namun, sayang ! mereka berdua tidak berjodoh. Karena Nyokapku lebih memilih pria lain dalam hidupnya untuk menjadi pendamping hidupnya, yaitu ayahku sendiri.
Tak terasa waktu pun semakin sore dan hampir mendekat malam. Dan mereka pun kemudian beranjak dari café tersebut, dan pulang. Pria itu mengantar Nyokap ke rumah, dan baru kemudian Pria itu balik ke rumahnya.
Quote:
“Mas...!?” Sapa Nyokap lagi membuyarkan lamunan pria itu.
“Oh... Maaf Ti ! mendadak melamun... hehehe” kata Pria itu.
“Iya gak apa... Tapi kenapa Mas ? Apa ada yang salah ya dengan pertanyaan saya tadi ? Mm... Atau mungkin Mas lagi gak enak badan ?” Tanya Nyokap cemas.
“Oh tidak Ti... Aku tidak apa-apa kok” Jawab Pria itu sambil tersenyum simpul.
“Terus ada apa dengan Mas ? Kok mendadak melamun ?” Tanya Nyokap lagi penasaran.
“Sebenarnya...!!!” Kata pria itu dengan sedikit berkaca waktu bercerita. “Ana sudah lama meninggal Ti, dia terkena penyakit serangan jatung. Tepatnya saat anak kami duduk di bangku SMP, ia sudah kehilangan ibunya. Kalau bukan karna anak kami mungkin aku sudah lelah menjalani ini semua. Aku harus menjadi seorang Ayah dan Ibu buat anakku. Walaupun itu berat, tapi aku senang karna anakku lah penyemangat hidupku.” Kata pria itu bercerita dengan nada suara yang parau dan sedih.
“Oh.. Maafkan aku Mas ! Aku tidak tau kalau Mba Ana sudah...” Ucap Nyokap yang juga turut berduka atas meninggalnya istri temannya itu.
“Iya Ti ! Gak apa... Makasih sudah ikut berduka...” Kata pria itu lagi.
“Oh... Maaf Ti ! mendadak melamun... hehehe” kata Pria itu.
“Iya gak apa... Tapi kenapa Mas ? Apa ada yang salah ya dengan pertanyaan saya tadi ? Mm... Atau mungkin Mas lagi gak enak badan ?” Tanya Nyokap cemas.
“Oh tidak Ti... Aku tidak apa-apa kok” Jawab Pria itu sambil tersenyum simpul.
“Terus ada apa dengan Mas ? Kok mendadak melamun ?” Tanya Nyokap lagi penasaran.
“Sebenarnya...!!!” Kata pria itu dengan sedikit berkaca waktu bercerita. “Ana sudah lama meninggal Ti, dia terkena penyakit serangan jatung. Tepatnya saat anak kami duduk di bangku SMP, ia sudah kehilangan ibunya. Kalau bukan karna anak kami mungkin aku sudah lelah menjalani ini semua. Aku harus menjadi seorang Ayah dan Ibu buat anakku. Walaupun itu berat, tapi aku senang karna anakku lah penyemangat hidupku.” Kata pria itu bercerita dengan nada suara yang parau dan sedih.
“Oh.. Maafkan aku Mas ! Aku tidak tau kalau Mba Ana sudah...” Ucap Nyokap yang juga turut berduka atas meninggalnya istri temannya itu.
“Iya Ti ! Gak apa... Makasih sudah ikut berduka...” Kata pria itu lagi.
Wajar saja kalau Nyokapku tidak tau kalau istri dari temannya itu sudah meninggal. Karena pada saat itu Nyokap pindah rumah dari kota Bandung ke Kota Jakarta. Dan di tambah lagi mereka sudah lost contact 13 tahun lamanya. Dan bertemu kemudian saat pria itu dan anaknya pindah ke jakarta juga. Dan menanyakan keberadaan Nyokap melalui teman-teman kuliahnya dulu. O iya ! dulu Pria itu adalah orang yang pernah dekat dengan Nyokap. Bisa di bilang, pria itu suka pada Nyokapku, Dan mereka pun satu kampus di Kota Bandung. Namun, sayang ! mereka berdua tidak berjodoh. Karena Nyokapku lebih memilih pria lain dalam hidupnya untuk menjadi pendamping hidupnya, yaitu ayahku sendiri.
Quote:
“O iya Ti ! Gimana rencananya ? Tentang kepastian kita jadi ke Banjarmasin ?” Tanya Pria itu langsung ke inti permasalahannya.
“Eh iya Mas ! Sorry karna larut dalam cerita Mas, aku jadi lupa dengan rencana kita.” Kata Nyokap.
“Oh gak apa Ti ! aku mengerti, karna sudah lama juga kita gak ketemu. Jadi Gimana keputusannya ?” Tanya Pria itu lagi.
“Iya jadi kok Mas... Cuma mungkin aku singgah ke Bandung dulu untuk menengok Rara adikku Mas, katanya dia sudah mau ngelahirkan. Tapi, Cuma 3 hari aja kok, setelah itu baru ke Banjarmasin. Menurut Mas gimana ? Apa Mas bisa nemenin saya ke banjarmasin nanti ?” Jawab Nyokap yang kemudian beliau pun balik bertanya.
“Aku selalu bisa untuk kamu Ti” Jawab Pria itu dengan senyum hangatnya, terpancar dari kedua mata yang tenang dan teduh itu.
“Eh iya Mas ! Sorry karna larut dalam cerita Mas, aku jadi lupa dengan rencana kita.” Kata Nyokap.
“Oh gak apa Ti ! aku mengerti, karna sudah lama juga kita gak ketemu. Jadi Gimana keputusannya ?” Tanya Pria itu lagi.
“Iya jadi kok Mas... Cuma mungkin aku singgah ke Bandung dulu untuk menengok Rara adikku Mas, katanya dia sudah mau ngelahirkan. Tapi, Cuma 3 hari aja kok, setelah itu baru ke Banjarmasin. Menurut Mas gimana ? Apa Mas bisa nemenin saya ke banjarmasin nanti ?” Jawab Nyokap yang kemudian beliau pun balik bertanya.
“Aku selalu bisa untuk kamu Ti” Jawab Pria itu dengan senyum hangatnya, terpancar dari kedua mata yang tenang dan teduh itu.
Quote:
“Terimakasih Mas” Balas Nyokap dengan tersenyum.
Tak lama kemudian waiters meghampiri mereka dengan membawakan 2 cangkir kopi hangat yang sudah di pesan mereka tadi.
“Silahkan Tuan ! Silahkan Nyonya...” Ucap Waiters café itu sambil menyuguhkan 2 cangkir kopi hangat, dan kemudian beranjak pergi.
“Mari Ti ! silahkan di minum kopi hangatnya” Ucap Pria itu mempersilahkan, dan sambil meminum seteguk kopi hangat miliknya.
“Iya Mas, terimakasih” Balas Nyokap sambil meminum seteguk kopi hangat miliknya juga.
“O iya... Ngomong-ngomong anakmu itu laki-laki apa perempuan Ti ? Gimana kabarnya dia sekarang ?” Tanya Pria itu tentang diriku.
“Anakku laki-laki Mas... Alhamdulillah dia baik dan sehat, dan ia juga tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri.” Jawab Nyokapku.
“Wah... Wah !!! Sungguh hebat kalau begitu... Dan pasti tuh anak sekarang sudah tumbuh menjadi seorang anak yang tampan seperti Ayahnya juga ya... Ahaha” Ucap Pria itu sambil bersenda gurau.
“Wah malah kebalik Mas...!!!” Kata Nyokap Dhika menerangkan.
“Hmm !? Maksudnya, Ti ?” Tanya Pria itu penasaran.
Tak lama kemudian waiters meghampiri mereka dengan membawakan 2 cangkir kopi hangat yang sudah di pesan mereka tadi.
“Silahkan Tuan ! Silahkan Nyonya...” Ucap Waiters café itu sambil menyuguhkan 2 cangkir kopi hangat, dan kemudian beranjak pergi.
“Mari Ti ! silahkan di minum kopi hangatnya” Ucap Pria itu mempersilahkan, dan sambil meminum seteguk kopi hangat miliknya.
“Iya Mas, terimakasih” Balas Nyokap sambil meminum seteguk kopi hangat miliknya juga.
“O iya... Ngomong-ngomong anakmu itu laki-laki apa perempuan Ti ? Gimana kabarnya dia sekarang ?” Tanya Pria itu tentang diriku.
“Anakku laki-laki Mas... Alhamdulillah dia baik dan sehat, dan ia juga tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri.” Jawab Nyokapku.
“Wah... Wah !!! Sungguh hebat kalau begitu... Dan pasti tuh anak sekarang sudah tumbuh menjadi seorang anak yang tampan seperti Ayahnya juga ya... Ahaha” Ucap Pria itu sambil bersenda gurau.
“Wah malah kebalik Mas...!!!” Kata Nyokap Dhika menerangkan.
“Hmm !? Maksudnya, Ti ?” Tanya Pria itu penasaran.
Quote:
“Itu anak wajahnya mirip aku, Mas. Jadi ketampanan ia itu menurun dari aku ! Dan ia mewarisi sifat keras kepala dari Ayahnya. ahahaha” Jawab Nyokap tertawa dan bersenda gurau juga.
“Aaah... hahaha ! ada-ada aja kamu ini Ti. Aku kira kebalik apanya” Ucap Pria itu ikut tertawa juga mendengar kisah Nyokap.
“Mm... Kalau anak Mas sendiri gimana kabarnya ? Anaknya laki apa perempuan nih ?” Tanya balik nyokapku yang juga penasaran dengan anak dari Pria itu.
“Aku sendiri punya anak seorang perempuan... Dia anaknya sangat periang dan aktif, kadang ia sangat manja sekali, seperti Ibunya. Namun, ia juga mewarisi sifat keras kepala yang super keras seperti aku. Bahkan aku sendiri kadang masih kalah dengan sifat keras kepalanya itu. Namun walaupun begitu, hatinya sangatlah lembut dan peka. Ia sangat peduli dengan sesama, murah hati dan tidak pernah pilih kasih.” Kata Pria itu sambil menceritakan sepentas tentang anaknya.
“Wah... Wah !!! Pasti kamu bangga sekali dengan dia Mas...” Ucap Nyokap.
“Sudah tentu, Ti ! Aku sangat bangga dengan dia, apalagi dia sekarang ini menjadi mahasiswa yang terbaik di kampusnya. Serta dia adalah anggota BEM terpenting di kampusnya.” Ucap Pria itu kembali.
“Aaah... hahaha ! ada-ada aja kamu ini Ti. Aku kira kebalik apanya” Ucap Pria itu ikut tertawa juga mendengar kisah Nyokap.
“Mm... Kalau anak Mas sendiri gimana kabarnya ? Anaknya laki apa perempuan nih ?” Tanya balik nyokapku yang juga penasaran dengan anak dari Pria itu.
“Aku sendiri punya anak seorang perempuan... Dia anaknya sangat periang dan aktif, kadang ia sangat manja sekali, seperti Ibunya. Namun, ia juga mewarisi sifat keras kepala yang super keras seperti aku. Bahkan aku sendiri kadang masih kalah dengan sifat keras kepalanya itu. Namun walaupun begitu, hatinya sangatlah lembut dan peka. Ia sangat peduli dengan sesama, murah hati dan tidak pernah pilih kasih.” Kata Pria itu sambil menceritakan sepentas tentang anaknya.
“Wah... Wah !!! Pasti kamu bangga sekali dengan dia Mas...” Ucap Nyokap.
“Sudah tentu, Ti ! Aku sangat bangga dengan dia, apalagi dia sekarang ini menjadi mahasiswa yang terbaik di kampusnya. Serta dia adalah anggota BEM terpenting di kampusnya.” Ucap Pria itu kembali.
Quote:
“Pasti dia cantik sekali ya Mas... Mungkin mirip dengan Mba Ana yang juga cantik ” Ucap Nyokapku yang tanpa sengaja membuat terdiam sejenak Pria itu.
“Oh... Maaf Mas ! Aku gak bermaksud...” Kata Nyokap yang tak enak hati.
“Oh gak apa Ti ! Anak itu memang sangat cantik, mirip sekali dengan ibunya, dan ia juga menjadi rebutan para lelaki di kampusnya... hehehe” Kata Pria itu sambil tersnyum simpul.
“O iya Ti ! Ngomong-ngomong apa anakmu tau tentang rencana kita ke Banjarmasin ?” Tanya Pria itu kembali teringat dengan inti dari permasalahannya.
“Mm... Sebenarnya aku hanya memberi tau dia tentang perjalanan ke Banjarmasin saja Mas, aku gak bilang ke anak itu, kalau aku ke Banjarmasin dengan siapa, Dan untuk apa tujuanku datang ke Banjarmasin.” Jawab Nyokap dengan kebimbangan.
“Apa !? Gimana bisa kamu gak kasih tau dia Ti ? Dan gimana juga kalau dia bakal tau kamu ke Banjarmasin dengan siapa ? dan untuk apa kamu ke sana ?” Kata Pria itu kepada Nyokap dengan harap cemas.
“Iya Mas.... Kalau untuk itu aku sudah persiapkan semuanya. Seketika aku balik ke jakarta nanti, baru aku akan menceritakan semuannya pada anakku.” Jelas Nyokap menerangkan.
“Oke ! Baiklah kalau begitu, Ti ! Ku harap ini bisa selesai dengan baik-baik....” Ucap Pria itu kembali.
“Oh... Maaf Mas ! Aku gak bermaksud...” Kata Nyokap yang tak enak hati.
“Oh gak apa Ti ! Anak itu memang sangat cantik, mirip sekali dengan ibunya, dan ia juga menjadi rebutan para lelaki di kampusnya... hehehe” Kata Pria itu sambil tersnyum simpul.
“O iya Ti ! Ngomong-ngomong apa anakmu tau tentang rencana kita ke Banjarmasin ?” Tanya Pria itu kembali teringat dengan inti dari permasalahannya.
“Mm... Sebenarnya aku hanya memberi tau dia tentang perjalanan ke Banjarmasin saja Mas, aku gak bilang ke anak itu, kalau aku ke Banjarmasin dengan siapa, Dan untuk apa tujuanku datang ke Banjarmasin.” Jawab Nyokap dengan kebimbangan.
“Apa !? Gimana bisa kamu gak kasih tau dia Ti ? Dan gimana juga kalau dia bakal tau kamu ke Banjarmasin dengan siapa ? dan untuk apa kamu ke sana ?” Kata Pria itu kepada Nyokap dengan harap cemas.
“Iya Mas.... Kalau untuk itu aku sudah persiapkan semuanya. Seketika aku balik ke jakarta nanti, baru aku akan menceritakan semuannya pada anakku.” Jelas Nyokap menerangkan.
“Oke ! Baiklah kalau begitu, Ti ! Ku harap ini bisa selesai dengan baik-baik....” Ucap Pria itu kembali.
Tak terasa waktu pun semakin sore dan hampir mendekat malam. Dan mereka pun kemudian beranjak dari café tersebut, dan pulang. Pria itu mengantar Nyokap ke rumah, dan baru kemudian Pria itu balik ke rumahnya.
***
Quote:
“Pagi Maah...!!! ” Sapaku pada Nyokap dan menghampiri beliau yang lagi sibuk menghidangkan sarapan di dapur.
“Pagi juga sayang... Tumben nih kamu bangunnya pagi Nak ?” Kata Nyokap dan bertanya.
“Iya nih Mah... Soalnya Dhika kan mau latihan nge-band buat persiapan ntar.” Jawabku sambil duduk di meja makan dan menyantap roti bakar.
“Jam berapa latihannya, Nak ? Kamu gak ada kuliah apa hari ini ?” Tanya Nyokap lagi.
“Harusnya jam segini sih Mah... Cuman tunggu sms dari Ikhsan aja Mah ! soalnya yang ngurus cari untuk studio latihannya sama Ikhsan. Dan lagi hari ini Dhika gak ada mata kuliah kok... Makanya sekarang kita putuskan untuk latihan, meski tanpa Lina dulu, karna ia lagi sekolah kan.” Jawabku menjelaskan pada Nyokap.
“Oooh... Ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya di jalan ! Jangan suka berantem sama teman.” Ucap Nyokap sambil menasehati.
“Iyaaa Mamaah...” Balasku.
“O iya Nak ! Besok Mamah sudah harus pergi ke Bandung dan Banjarmasin. Kurang lebih mungkin selama seminggu. Ingat-ingat ya apa yang Mamah pesankan dan bilang ke kamu kemarin.” Ucap Nyokap lagi mengingatkan.
“Pagi juga sayang... Tumben nih kamu bangunnya pagi Nak ?” Kata Nyokap dan bertanya.
“Iya nih Mah... Soalnya Dhika kan mau latihan nge-band buat persiapan ntar.” Jawabku sambil duduk di meja makan dan menyantap roti bakar.
“Jam berapa latihannya, Nak ? Kamu gak ada kuliah apa hari ini ?” Tanya Nyokap lagi.
“Harusnya jam segini sih Mah... Cuman tunggu sms dari Ikhsan aja Mah ! soalnya yang ngurus cari untuk studio latihannya sama Ikhsan. Dan lagi hari ini Dhika gak ada mata kuliah kok... Makanya sekarang kita putuskan untuk latihan, meski tanpa Lina dulu, karna ia lagi sekolah kan.” Jawabku menjelaskan pada Nyokap.
“Oooh... Ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya di jalan ! Jangan suka berantem sama teman.” Ucap Nyokap sambil menasehati.
“Iyaaa Mamaah...” Balasku.
“O iya Nak ! Besok Mamah sudah harus pergi ke Bandung dan Banjarmasin. Kurang lebih mungkin selama seminggu. Ingat-ingat ya apa yang Mamah pesankan dan bilang ke kamu kemarin.” Ucap Nyokap lagi mengingatkan.
Quote:
“Iya Maaah....!!! Inget kok ! Ntar Dhika lakuin apa yang sudah Mamah pesan ke Dhika Ntar.” Ucapku lagi meyakinkan Nyokap.
“Oh... Baby ! I know that, every....” Suara nada dering telpon dan di lihatnya nama yang menelponnya, ternyata si Ikhsan.
“Halo, San !? Gimana dan Dimana sudah” Sahut dan tanyaku.
“Semuanya sudah beres ! sekarang tinggal elunya nyusul ke sini geh, ke tempat biasa kita latihan band.” Jawab Ikhsan.
“Oke !!! kalo gitu Gue segera ke sana sekarang... O iya, San ! di sana Ryan udah datang belum ?” Jawab dan kemudian aku balik bertanya lagi.
“Ryan juga udah datang nih, tinggal elu aja lagi yang belum datang ! cepetan ya Dhik !!! 1 jam lagi kita masuk latihan nih... Dan ada 1 personil lagi nih yang bakalan ikut kita latihan... hehehe ” Kata Ikhsan.
“Hah !? Emang siapa orangnya, San ? Lina ya ? Kan Lina lagi sekolah.” Tanyaku penasaran dengan orang yang bakal ikut latihan hari ini.
“Oh... Baby ! I know that, every....” Suara nada dering telpon dan di lihatnya nama yang menelponnya, ternyata si Ikhsan.
“Halo, San !? Gimana dan Dimana sudah” Sahut dan tanyaku.
“Semuanya sudah beres ! sekarang tinggal elunya nyusul ke sini geh, ke tempat biasa kita latihan band.” Jawab Ikhsan.
“Oke !!! kalo gitu Gue segera ke sana sekarang... O iya, San ! di sana Ryan udah datang belum ?” Jawab dan kemudian aku balik bertanya lagi.
“Ryan juga udah datang nih, tinggal elu aja lagi yang belum datang ! cepetan ya Dhik !!! 1 jam lagi kita masuk latihan nih... Dan ada 1 personil lagi nih yang bakalan ikut kita latihan... hehehe ” Kata Ikhsan.
“Hah !? Emang siapa orangnya, San ? Lina ya ? Kan Lina lagi sekolah.” Tanyaku penasaran dengan orang yang bakal ikut latihan hari ini.
0
Kutip
Balas