Kaskus

Story

angmawAvatar border
TS
angmaw
A Choice Without Regrets
TRY

A Choice Without Regrets


Quote:


Sebuah potongan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi asal USA, Asher Monroe Book. Lirik yang mengingatkan kita akan kata 'move on' sangat gamblang dijelaskan dalam lagu ini. Inti dari lagu ini adalah cinta tidak harus memiliki, yang penting diperjuangkan, jangan takut untuk mencoba dan mengambil resikonya.


Spoiler for Asher Monroe Book - Try:


Pilihan adalah sesuatu yang akan kita temui dalam hidup ini. Mau tidak mau kita harus memilih jalan yang akan kita ambil. Baik atau burukkah hasil yang akan kita dapatkan nanti? Who knows? Kita hanya menjalani apa yang telah digariskan oleh Tuhan. So, keep try! Tetap mencoba dan jangan ada penyesalan akan apa yang telah kita pilih nantinya.


Yap, ini adalah sepenggal kisah masa lalu gua. Tahun-tahun yang sangat berarti dalam hidup gua akan gua kenang kembali dan gua tuangkan disini. Cerita ini real adanya dan sesuai dengan pengalaman hidup gua. Mohon maaf untuk menjaga privasi gua tidak mencantumkan nama asli dalam tokoh-tokoh yang akan gua angkat selain nama gua.


Quote:


Happy Reading!
Diubah oleh angmaw 19-03-2016 23:27
0
4.7K
34
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
angmawAvatar border
TS
angmaw
#11
PART 03


Quote:


Apakah pertemuan kedua kesannya akan sama seperti pertemuan pertama? Tidak selalu sama bahkan mungkin bisa berbanding terbalik. Hari itu entah hari kedua atau ketiga MOS, gua akhirnya bertemu kembali dengan sang pujaan hati. Ciaelah kenal juga belum, baru liat sekali doang. Tapi berbeda dengan kesan pertama, kali ini feel-nya terasa kurang bahkan bisa dibilang aneh. Saat para siswa peserta MOS sedang berbaris di halaman, gua yang berdiri di depan Hendra teman gua di deretan no dua dari belakang jurusan tata boga secara ga sengaja melihat cewek yang rambutnya di kuncir kuda beda dengan siswi lain berkuncir dan dijalin dua. Cewek itu berada di urutan no lima dari depan. Gua yang sebenarnya dari tadi asyik ngobrol dengan Hendra, kemudian memperhatikan tuh cewek seraya mengingat kembali rambut yang dikuncir kuda itu.

“Lah lu cong diajak ngobrol malah bengong,” kata Hendra sambil memukul lengan gua dari belakang, “Lu liat apaan?” sambungnya.

“Eh lu pernah liat tuh cewek cuk?” tanya gua sambil menunjuk kearah cewek itu.

“Yang mana? Yang semok tu cong?”

“Bukan cuk, depannya.”

“Kaga pernah liat gua, kayaknya tuh cewek baru masuk,” kata Hendra menjelaskan.

Kemudian terlihat dari depan seorang OSIS cowok menuju ke cewek itu, “Kenapa rambut kamu ga dijalin dua? Terus alat-alat kamu dimana?” salah satu OSIS bertanya pada cewek itu.

“…………” cewek itu hanya menunduk tak menjawab.

“Woe kalo ditanya jawab! Kamu punya mulut gak?!” kata OSIS cowok itu dengan lantang.

“…………”

Sekejap seluruh mata memandang ke arah tuh cewek. Gua yang memang dari tadi memperhatikan melangkah maju menuju ke arah tuh cewek tapi tangan gua ditahan Hendra, gua menoleh kebelakang terlihat Hendra menggeleng tanpa ekspresi. Ingin rasanya gua maju dan menonjok mulut tuh OSIS cowok sok galak beraninya sama cewek. Kemudian datang seorang OSIS cewek menuju ke arah mereka.

“Lu kedepan aja, biar gua urus disini” kata OSIS cewek itu kepada temannya. OSIS cowok tadi gak menjawab kemudian melangkah kedepan dan menjauh.

“Adik kenapa? Sakit ya?” tanya OSIS cewek itu ke cewek berambut kuncir kuda didepannya.

“………..” cewek itu tak menjawab hanya menganggukkan kepala.

“Ayok ikut kakak ke belakang.”

Mereka berdua berjalan kebelakang otomatis melewati barisan gua. Sesaat sebelum melewati gua cewek itu menatap gua sebentar. Untuk kedua kalinya gua melihat wajah tuh cewek, tapi gua melihat ada yang aneh. Wajahnya pucat dengan mata yang sayu, dari sorot matanya tersirat seperti ada kejadian berat yang telah dilaluinya. Gua ga bisa menjelaskan tapi seperti itu yang gua tangkap dari wajahnya. Hanya persekian detik kita saling menatap, kemudian dia berlalu menjauh menuju UKS.

“Lu naksir ama tuh cewek cong?” tanya Hendra ke gua, “Nekat amat lu pengen maju segala,” sambungnya.

“Eh bukan gitu cuk, masa lu ga kesel liat cowok ngebentak cewek,” jawab gua sekenanya.

“Alasan, elu cong liat cewek gitu doang udah terkesima,” kata Hendra ke gua, “Lagian apanya yang menarik coba? Emang sih cantik tapi rata gitu gak ada tonjolan,” tambahnya.

“Dasar otak mesum lu cuk!”

“Hahaha,” kami pun tertawa cukup keras. But guess what, setelah itu kami dipanggil dan dihukum oleh OSIS karena ribut.

Acara MOS selanjutnya adalah baris-berbaris, mini games, dan pengumpulan TTD OSIS yang sama sekali ga gua lakuin haha, dan kemudian jam yang gua tunggu, istirahat. Oh ya setelah kejadian tadi gua ga lihat cewek itu lagi. Kata Hendra sewaktu ia ke toilet ia liat tuh cewek ijin pulang lebih awal. Well lagi-lagi cuman sebentar gua liat tuh cewek, tapi gua lega ternyata tuh cewek sekolah disini. Boleh nih dideketin haha. Gua yang lagi duduk-duduk dipinggiran tangga lantai dua sempat teringat dengan sorotan mata tuh cewek. Sepertinya ada yang gak beres, haruskah gua cari tahu? Tapi gua kenal juga kagak, namanya aja gua belum tahu. Sedang asyik melamun, sebuah pukulan mendarat di lengan kanan gua.

“Aduh apaan sih cuk?” kata gua kesel.

“Namanya Arika cong, Arika Padmayanti,” sahut Hendra ke gua seakan ia tahu apa yang gua pikirkan.

“Eh… Siapa cuk? Sok tahu lu ah.”

“Lah elu ga liat nametag-nya?”

“Yeh bener juga lu,” jawab gua sambil menepuk jidat gua dengan tangan kanan.

“Haha lu kalo naksir cewek jangan mukanya doang diliat.”

“Siapa yang naksir cuk?”

“Muna lu cong, ntar gua embat baru tahu rasa,” jawabnya sambil nyengir.

“Kalo lu berani cuk ban motor lu hilang satu,” kata gua sambil menatapnya tajam.

“Neh kan baru ngaku lu cong, haha ampun bos,” sahutnya tertawa sambil melangkah meninggalkan gua.

Gua menoleh keatas terlihat langit cerah dengan awan yang bergerak perlahan, gua tersenyum seraya berkata, “Arika Padmayanti, nama yang cantik.”
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.