Kaskus

Story

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah, gue mati aja
Yaudah, gue mati aja

Cover By: kakeksegalatahu


Thank for your read, and 1000 shares. I hope my writing skill will never fade.





Gue enggak tau tulisan di atas bener apa enggak, yang penting kalian tau maksud gue



emoticon-Bettyemoticon-Betty emoticon-Betty



----------




SECOND STORY VOTE:
A. #teambefore
B. #teamafter
C. #teamfuture

PREDIKSI KASKUSER = EMIL



----------



PERLU DIKETAHUI INI BUKAN KISAH DESPERATE, JUDULNYA EMANG ADA KATA MATI, TAPI BUKAN BERARTI DI AKHIR CERITA GUE BAKALAN MATI.



----------


Spoiler for QandA:


WARNING! SIDE STORY KHUSUS 17+



NOTE! SIDE STORY HANYA MEMPERJELAS DAN BUKAN BAGIAN DARI MAIN STORY


Spoiler for Ilustrasi:


Cerita gue ini sepenuhnya REAL bagi orang-orang yang mengalaminya. Maka, demi melindungi privasi, gue bakalan pake nama asli orang-orang itu. Nggak, gue bercanda, gue bakal mengganti nama mereka dengan yang lebih bagus. Dengan begitu tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kecuali mata kalian.


Spoiler for INDEX:
Diubah oleh dasadharma10 06-01-2017 18:49
JabLai cOYAvatar border
mazyudyudAvatar border
xue.shanAvatar border
xue.shan dan 10 lainnya memberi reputasi
11
1.1M
3.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#40
PART 9

Untungnya apa yang gue pikirkan selama perjalanan tidak terjadi. Kepala gue nggak menunjukkan bekas pukulan panci, dan gue masih hafal jalan buat pulang ke rumah.

Sesampainnya di stasiun, bokap memarkirkan mobil di halaman parkir stasiun, Inah membawakan tas bawaan gue, sedangkan nyokap berjalan ke arah minimarket di dekat stasiun membelikan gue snack buat di kereta nanti.

Setelah bokap memarkir mobil, kita bertiga menyusul nyokap. Gue dan Inah masuk menghampiri nyokap, sedangkan bokap lebih memilih tinggal diluar mengobrol dengan tukang parkir.

“Ma, mau pillow dong,” ucap Inah.
“Satu aja, ntar nangis lagi kalo ngeliat timbangan,” kata nyokap.
“Pffft.” Gue menahan ketawa.
“Ma, kak Dawi nakal!” dia mencubit perut gue.
“Aduh!” gue mengelus-elus perut gue. “Dawi mau juga dong ma.”
Inah mendorong gue, “Yang pink! Selain itu nggak boleh!”

Inah mengambil snack pillow warna pink dan meletakanya ke dalam keranjang belanja.

“Kak, lihat deh, rumput thailand harganya naik lagi,” dia menunjukkan salah satu snack.
“Buset! Kok jadi lima belas ribu, perasaan dulu pertama kali beli cuma lima ribuan.”
“Mungkin harga rumput disana emang mahal kak,” kata Inah.
“Hmmh, mungkin bumbunya yang mahal Nah,” ucap gue.
“Mungkin yang bikin nggak pinter matematika,” kata Inah lagi.
Gue menengok ke arah Inah, “Mungkin juga Nah.”
Diubah oleh dasadharma10 03-02-2016 10:34
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.