Kaskus

Story

angmawAvatar border
TS
angmaw
A Choice Without Regrets
TRY

A Choice Without Regrets


Quote:


Sebuah potongan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi asal USA, Asher Monroe Book. Lirik yang mengingatkan kita akan kata 'move on' sangat gamblang dijelaskan dalam lagu ini. Inti dari lagu ini adalah cinta tidak harus memiliki, yang penting diperjuangkan, jangan takut untuk mencoba dan mengambil resikonya.


Spoiler for Asher Monroe Book - Try:


Pilihan adalah sesuatu yang akan kita temui dalam hidup ini. Mau tidak mau kita harus memilih jalan yang akan kita ambil. Baik atau burukkah hasil yang akan kita dapatkan nanti? Who knows? Kita hanya menjalani apa yang telah digariskan oleh Tuhan. So, keep try! Tetap mencoba dan jangan ada penyesalan akan apa yang telah kita pilih nantinya.


Yap, ini adalah sepenggal kisah masa lalu gua. Tahun-tahun yang sangat berarti dalam hidup gua akan gua kenang kembali dan gua tuangkan disini. Cerita ini real adanya dan sesuai dengan pengalaman hidup gua. Mohon maaf untuk menjaga privasi gua tidak mencantumkan nama asli dalam tokoh-tokoh yang akan gua angkat selain nama gua.


Quote:


Happy Reading!
Diubah oleh angmaw 19-03-2016 23:27
0
4.7K
34
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
angmawAvatar border
TS
angmaw
#7
PART 02


“Masa Orientasi Siswa”

Setiap anak SD yang masuk SMP harus melalui sebuah tantangan yang disebut sebagai MOS, begitupun dengan anak SMP yang masuk SMA/SMK. Dari segi bahasa ini adalah hal baik, ORIENTASI yang memiliki arti peninjauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar. Awal mendengar kata ini gua berpikir betapa pentingnya MOS itu. Tapi setelah gua melewatinya, well you know what I mean. Parah.

Pada saat SD dimana gua masih menganggap dunia ini menyenangkan penuh dengan permainan, gua merasa challenge gua adalah belajar dengan kepala tegak dan bersemangat. Gua belum teracuni oleh kerasnya kehidupan, gua masih memiliki mental good guy dan melakukan setiap tindakan gua dengan baik dan benar, ya baik benar menurut gua haha. Sempat gua bertanya kepada kakak sepupu gua tentang MOS.

“Bliwin,” panggil gua padanya suatu hari.

Bli artinya kakak dalam bahasa Bali, dan Iwin nama sepupu gua.

“Napa cong?” sahutnya.

Acong adalah panggilan gua sejak kecil, entah apa artinya semua keluarga bahkan teman masa kecil gua manggil gua dengan sebutan itu.

“MOS itu kayak gimana bliwin?”

“Pokoknya di MOS itu lu bakalan di kerjain senior, memang gitu kalo lu baru masuk SMP. Lu turutin aja cong.” Senyum aneh tersirat di muka sepupu gua, dan kepala gua dipenuhi dengan segudang pertanyaan dan ketakutan.

Mungkin ini menjadi memorable tersendiri bagi gua, saat MOS SMP dulu gua harus membawa kaos kaki merah putih, topi dari bola plastik yang dibelah dua, ikat pinggang tali rafia dengan rumbai-rumbai mirip orang papua. Ini menjadi hal lucu bagi gua. Challenge accepted, dan gua menjalani MOS SMP dengan semangat, gugup, canggung, takut salah, serta ingin tahu sekaligus. Yap that’s the fun memories to remember.

OK balik ke masa SMK gua. Hari pertama MOS, gua datang pagi seperti yang sudah ditentukan dan menuju ke halaman sekolah. Halaman sekolah yang luasnya tiga kali lapangan basket, cukup luas untuk menampung ratusan siswa. Terdapat dua ring basket di sisi utara dan selatan halaman dan sebuah patung Dewi Saraswati yang megah dan cukup besar menghiasi sisi timur halaman sekolah.

Sampai di halaman ternyata para siswa peserta MOS sudah banyak yang datang, dan tentunya tidak ada yang gua kenali. Sambil berkeliling halaman gua memperhatikan satu persatu siswa siapa tahu ada teman atau cewek cantik yang gua lihat ya sambil cuci mata. Ngomong-ngomong soal cewek, yap gua masih kepikiran dengan cewek berambut kuncir kuda kemarin, entah dari apanya gua bisa tertarik dengan tuh cewek. Lelah berkeliling gua pun berhenti di sisi timur halaman, gua sangat kagum dan takjub melihat megahnya patung Dewi Saraswati yang dihiasi dengan kolam kecil disekitarnya itu. Tiba-tiba bahu gua ditepuk seseorang, gua pun menoleh kebelakang.

“Apa kabar cong?” katanya.

“Eh elu cuk, ya segini segini aja cuk kabar gua. Lu gimana kabar?” sahut gua.

Hendra, teman SD gua. Biasa di panggil Bracuk. Tingginya sama seperti gua, berkulit putih, wajah khas orang Kintamani, dan berambut keriting. Sudah lama gua ga bertemu sobat gua ini. Walaupun rumah gua dengan rumahnya cuman beda gang, tapi gua dan dia beda SMP jadi gua jarang melihatnya. Hendra orangnya humoris dan gampang bergaul, beda dengan gua yang humoris tapi introvert.

“Kabar gua baik. Lu sekolah disini juga?” katanya sambil memukul lengan gua, kebiasaan dia waktu SD.

“Ya takdir bawa gua kesini. Trus lu kenapa sekolah disini?”

“Lu kan tahu gua cong, gua malas masuk SMA kebanyakan tugas haha,” sahutnya sambil tertawa.

“Sama kita haha. Lu ngambil jurusan apa?”

“Tata boga, lu boga juga kan? Kebiasaan lu ngikut-ngikut gua,” jawabnya sambil senyum penuh sindiran.

“Ah sial lu cuk, lu yang ngikut gua.”

“Teeeettt,” bell sekolah berbunyi, “Adik-adik peserta MOS diharapkan untuk berkumpul dan berbaris sesuai jurusan masing-masing!” suara salah satu OSIS dengan pengeras suara menghentikan perbincangan gua dan Bracuk. Kami pun bergegas masuk ke dalam barisan jurusan tata boga. Hari pertama MOS tidak ada yang spesial, hanya sambutan dari kepala sekolah, perkenalan dari para OSIS, latihan baris-berbaris, dan gojlokan dari para OSIS. Satu hal yang pasti gua ga berjumpa dengan tuh cewek berambut kuncir kuda. “Apa dia ga sekolah disini?” tanya gua dalam hati. Well setidaknya gua berjumpa teman lama gua dan akan mendapatkan teman-teman baru.
Diubah oleh angmaw 31-01-2016 22:32
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.