Kaskus

Story

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah, gue mati aja
Yaudah, gue mati aja

Cover By: kakeksegalatahu


Thank for your read, and 1000 shares. I hope my writing skill will never fade.





Gue enggak tau tulisan di atas bener apa enggak, yang penting kalian tau maksud gue



emoticon-Bettyemoticon-Betty emoticon-Betty



----------




SECOND STORY VOTE:
A. #teambefore
B. #teamafter
C. #teamfuture

PREDIKSI KASKUSER = EMIL



----------



PERLU DIKETAHUI INI BUKAN KISAH DESPERATE, JUDULNYA EMANG ADA KATA MATI, TAPI BUKAN BERARTI DI AKHIR CERITA GUE BAKALAN MATI.



----------


Spoiler for QandA:


WARNING! SIDE STORY KHUSUS 17+



NOTE! SIDE STORY HANYA MEMPERJELAS DAN BUKAN BAGIAN DARI MAIN STORY


Spoiler for Ilustrasi:


Cerita gue ini sepenuhnya REAL bagi orang-orang yang mengalaminya. Maka, demi melindungi privasi, gue bakalan pake nama asli orang-orang itu. Nggak, gue bercanda, gue bakal mengganti nama mereka dengan yang lebih bagus. Dengan begitu tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kecuali mata kalian.


Spoiler for INDEX:
Diubah oleh dasadharma10 06-01-2017 18:49
JabLai cOYAvatar border
mazyudyudAvatar border
xue.shanAvatar border
xue.shan dan 10 lainnya memberi reputasi
11
1.1M
3.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#33
PART 8

Jam menunjukkan pukul enam sore, gue segera mandi. Selesai mandi, gue memasukkan tas bawaan gue ke dalam mobil. Kita sholat berjamaah di rumah dan bokap memimpin doa seperti biasanya. Kali ini doa bokap lebih lama dari biasanya, diselipkan juga beberapa harapannya terhadap gue. Gue cuma bisa mengamini sambil sesenggukan. Cengeng? Bukan. Gue cuma khawatir besok bakalan ngecewain bokap untuk kesekian kalinya.

Selesai sholat, bokap, nyokap dan Inah bersiap-siap mengantarkan gue ke stasiun. Dari rumah kita berangkat jam enam lebih dua puluh, perkiraan sampai stasiun jam tujuh lebih dikit. Sebentar lagi gue berpisah dengan keluarga gue. Berat rasanya bagi gue berangkat merantau ke kota Jogja, tapi gue harus tetap menjalaninya.

Banyak yang bilang kalo orang yang ditinggalkan biasanya lebih merasakan sakit, jadi gue pikir apa yang dirasakan keluarga gue pasti lebih berat, tentunya kecuali Inah.

“Habis nganter kakak malemnya ada acara nggak Mut?” bokap membuka obrolan. “Mau keluar bareng Papa sama Mama nggak?”
“Mau kemana emang Pa?” tanya Inah.
“Karaoke kayaknya asik Mut,” ucap bokap.
“Boleh tuh Pa!” setuju Inah.
“Karaoke?!” gumam gue.
“Ke mall yang deket kantor Papa aja, biar bisa sekalian lihat-lihat tablet,” usul nyokap.
“Beli tablet?!” gue mengernyitkan dahi.
Seakan nggak terjadi apa-apa dengan gue, mereka bertiga menggangguk membenarkan klarifikasi dahi gue.

Menurut gue bokap dan nyokap sudah terpengaruh sama pemikiran si Inah. Nggak, sepertinya memang gue tinggal bersama keluarga yang salah. Bukannya sedih karena salah satu anggota keluarga mereka akan pergi jauh tapi mereka malah mau seneng-seneng.

Bahkan mungkin mereka berpikir ini adalah hari yang membahagiakan dan momen ini perlu dirayakan, karena akhirnya gue bakalan keluar dari rumah. Mungkin nanti mereka hanya akan men-drop gue di depan stasiun dan meninggalkan gue disana. Dan mereka akan berkata ‘Dawi disini aja ya, nggak usah pulang ke rumah lagi.’

Udah kayak pemilik kucing yang bosan dengan kucingnya lalu membuangnya di pinggir jalan, yang sebelumnya sempat dibentur-benturin kepalanya dengan panci biar lupa jalan pulang. Gue bener-bener kesel dengan momen ini. Akhirnya gue lebih memilih tidur daripada gue tambah mikir yang macem-macem.
Diubah oleh dasadharma10 03-02-2016 10:31
JabLai cOY
aripinastiko612
aripinastiko612 dan JabLai cOY memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.