Kaskus

News

tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
Agama dan Kepercayaan Nordik, Mitologi hingga Ritual
Agama dan Kepercayaan Nordik, Mitologi hingga Ritual


DISCLAIMER: Thread ini dibuat oleh Thread Starter untuk tujuan berbagi pengetahuan, siapapun dapat berkontribusi melengkapi thread ini. Dilarang keras melakukan copy-paste thread ini dengan sepengetahuan Thread Starter emoticon-Hammer

PENDAHULUAN

Agama Kuno Nordik(Old Norse Religions), atau Tradisi Keagamaan Nordik (Norse Religious Tradition) merupakan istilah bagi suatu bentuk kepercayaan dan keagamaan kuno yang menjadi agama asli dalam kebudayaan Nordik atau Jermanik di masa lampau. Bangsa Nordik (Norsemen) merupakan entitas multi etnis di masa lampau yang menghuni negeri-negeri Nordik yang meliputi semenanjung Jutland (Jylland), tanah Gautland/Geatland/Götaland (Gøtenland), dan pulau Zealand (Sjælland), dan/atau meliputi sebagian besar wilayah selatan Semenanjung Scandinavia. Kata "nordik" sendiri berasal dari Bahasa Inggris "nordic" atau "norse" yang apabila ditelusuri berasal dari rumpun Bahasa Jermanik "norsemen", "norrmann", dan "norrmen" yang berarti "orang-orang dari utara" (norrænir menn).

Quote:


Sepanjang Semenanjung Jutland, Götaland, dan Scandinavia hidup beragam suku-bangsa. Suku-bangsa leluhur yang hidup di Jutland, Götaland, dan Scandinavia di antaranya adalah Juten, Göten (leluhur Bangsa-bangsa Goth/Gothik), Wulfing, Dänen, Angles, Fervir, Hallín, Suehan, Frisia, Rugi, Adogít, dan Arothi dimana mereka merupakan penutur Bahasa Nordik Kuna, sehingga mereka merupakan leluhur Bangsa Nordik. Mata pencaharian mereka umumnya adalah bercocok-tanam, berburu, beternak, dan berdagang. Namun Skandinavia merupakan wilayah dengan keadaan alam dan iklim yang cukup ekstrim sehingga pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan yang amat bergengsi, karena membutuhkan kemampuan dan pengetahuan lebih untuk mengatasi kebutuhan pangan tetap tersedia. Maka dari itu, para petani Jutland dan Götaland merupakan petani-petani handal, sehingga kemudian masyarakat di kedua wilayah itu umumnya menyembah dewata Vanir, dewa-dewi yang bertugas mengurus kemakmuran dan kehidupan. Kultus kelas petani ini memusatkan pada spiritualisme yang berkaitan dengan kehidupan inti.

Tapi tampaknya kemujuran tidak selalu bernaung. Kebutuhan pangan dan lahan ternak yang mendesak sementara keadaan alam yang tidak mendukung membuat beberapa suku-bangsa memutuskan untuk mencari solusi ke luar daerah: berdagang dan menjarah! Mereka memulai ekspedisi ke Timur hingga wilayah Bangsa Slavia. Perlu waktu berabad-abad untuk menyatukan mereka dalam bendera perang. Paling tidak semua itu dimulai dari hirarki politik tingkat bawah, yaitu kelas prajurit "Viking" (Vikingár). Salah satu yang termahsyur adalah putra-putri Münso di Kattegat, sekaligus memulai era kultus terhadap dewata Æsir, dewa-dewi tingkat tinggi yang mengurus peperangan dan kemenangan.

Pada tahun 793 M, dari Kattegat di Jutland, sejumlah pasukan Vikingár membuka penjelajahan ke Barat pertama kali sekaligus memulai masa-masa "bagaikan malam tanpa akhir" di Eropa Barat. Setibanya di sebuah pulau yang bernama Lindisfarne, wilayah kekuasaan Kerajaan Northumbria di Britania, para Vikingár ini untuk pertama kalinya melakukan kontak dengan masyarakat Kekristenan. Para Vikingár yang beragama leluhur ini heran dengan banyaknya harta-benda di biara Lindisfarne, berupa relik-relik Katholik dari perunggu, besi, perak, bahkan emas. Di samping itu, kontur tanah di wilayah tsb amatlah cocok untuk lahan pertanian. Dengan yel-yel pujian untuk dewa Odin dan Thor diiringi penistaan terhadap Kekristenan, mereka menjarah relik-relik biara dan membantai para santo. Penjarahan mereka ke biara ini sekaligus menandai dimulainya Periode Viking (793–1066 M) dimana periode ini merupakan masa-masa penaklukan para Vikingár ke berbagai negara bercorak Kekristenan yang disinyalir sebagai negara-negara kaya. Namun rupanya keberhasilan mereka memperluas pengaruh politik dan militer ke Britania dan Perancis tidak sebanding dengan pengaruh keagamaan. Lambat-laun masyarakat di Skandinavia mulai memeluk Kekristenan. Pada Periode Kristenisasi Skandinavia (1066-1167 M), hampir seluruh etnis Nordik meninggalkan kepercayaan leluhur dan beralih ke Kekristenan.

Kepercayaan leluhur Bangsa Nordik yang disebut sebagai agama dan kepercayaan Nordik ini disepakati merupakan jenis kepercayaan polyteisme. Namun pada dasarnya unsur polyteistik dalam agama Nordik memiliki ciri khas yang berbeda dengan agama-agama polyteisme besar lainnya seperti Sumeria, Babylonia, Mesir, dan Yunani. Personifikasi para dewata dalam agama Nordik tidak bersifat adikodrati (supreme beings). Para dewata ini diyakini oleh masyarakat Nordik pada hakikatnya sebagai makhluk supranatural yang tidak ubahnya dengan manusia: lahir, kimpoi, mati, makan-minum, dan perang. Para dewata tingkat tinggi yang disebut Æsir(dewata tertinggi tingkat pertama) dan Vanir (dewata tertinggi tingkat kedua) ini merupakan simbolis kejayaan dalam kehidupan bermasyarakat Bangsa Nordik. Dari antara seluruh dewata tsb, adalah Odin, Thor, Týr, dan Loki yang paling sering dikultuskan dimana mereka semua tergolong Æsir. Ritus-ritus yang dilakukan masyarakat Nordik umumnya berpusat pada 4 dewata tsb.

Tidak diketahui sejak kapan agama dan kepercayaan Nordik ini dimulai. Pada umumnya jika meninjau berbagai temuan arkeologis di Skandinavia Utara berupa petroglifa (batu-batu tulis) yang memuat tentang cocok-tanam, ilmu hitung, sampai astronomi, para sejarahwan kontemporer menyepakati bahwa agama ini berevolusi dalam 3 fase. Fase pertama yaitu 9000–6000 SM di zaman Neolitikum (saat itu masih tergolong Tradisi Keagamaan Indo-Eropa), kemudian fase kedua dan ketiga 4000–2000 SM dan 500 SM (dalam bentuk Tradisi Keagamaan Eropa). Namun dalam bentuk yang Tradisi Keagamaan Nordik/Jermanik, sejarahwan merujuk pada tahun 400 M sampai 1100 M. Pada Periode Kristenisasi Skandinavia, penganut agama rakyat Nordik ini sangat langka. Kebanyakan yang masih bertahan menyingkir ke pedalaman. Tidak sedikit di antaranya kemudian dihakimi sebagai "tukang sihir" oleh masyarakat Kristen Skandinavia.

Meninjau betapa langkanya penganut yang tersisa, juga tidak ditemui catatan-catatan orang Nordik sendiri tentang agama leluhur mereka menjadi tantangan bagi sejarahwan abad 18 untuk merekonstruksi agama kuno yang berperan besar dalam perkembangan budaya Eropa ini. Meskipun demikian, banyak catatan-catatan asing yang memuat tentang tradisi keagamaan ini meskipun tidak secara lengkap. Beberapa di antaranya dari Britania dan Perancis. Yang lebih tua adalah catatan-catatan dari Romawi seperti sejarahwan Plinius dan Yordanes mengenai asal-usul Bangsa Goth (Visigoth dan Ostrogoth) juga mengungkap migrasi besar-besaran dari Götaland ke seantero Eropa hingga Spanyol. Bahkan juga ada dari Arab, yaitu penjelajah Muslim Ibnu Fadhlan yang mencatat tentang ritual pemakaman kapal saat beliau singgah dan bermukim bersama Volga Bulgar, salah satu etnis Nordik di Slavia. Sementara dari catatan-catatan Eropa Barat, umumnya tercampur-aduk dengan agama rakyat Keltik (Celtic) dan Baltik (Baltic) sehingga semakin menyulitkan proses rekonstruksi.

Pada dasarnya, orang-orang Nordik memang tidak mendokumentasikan perihal keagamaan leluhur ini. Justru kesadaran untuk mendokumentasikan keagamaan leluhur ini dilakukan oleh sarjana-sarjana Kristen Skandinavia. Catatan-catatan para sarjana Kristen Skandinavia ini menjadi tolak-ukur referensi paling kredibel tentang keagamaan dan mitologi Nordik. Setidaknya ada dua tokoh intelektual Kristen yang menjadi referensi khusus tentang tradisi keagamaan Nordik. Yang pertama adalah Snorri Sturluson dimana karya beliau "Prose Edda" dan
"Heimskringla"
merupakan magnum opus saga dan legenda Nordik. Yang kedua adalah Saxo Grammaticus dalam karyanya "Gesta Danorum". Sementara yang ketiga adalah "Poetic Edda" yang tidak diketahui penulisnya. Atas jasa keduanyalah kita dapat memahami model kepercayaan dan agama Nordik ini secara lebih mendalam dan mendetail. TS pun merekomendasikan untuk membaca ketiga buku itu yang sudah tersedia secara open-source di sacred-texts.com untuk mengenal lebih dalam tentang mitologi Nordik.

Sementara itu ada banyak sekali bukti-bukti arkeologis yang ditemukan pada Periode Migrasi Skandinavia (400-800 M) dan Periode Viking (793-1066 M) yang mendeskripsikan hal-hal tentang agama leluhur ini. Tugu-tugu batu beraksara Rune (runestones) di Lingsberg, Swedia misalnya. Beberapa di antara tugu-tugu batu Lingsberg memuat beberapa tema sejarah seperti hubungan antara Kerajaan Franka dengan Vikingár asal Jutland dimana Rollo adalah ksatria Vikingár pertama yang menjadi bangsawan Franka hingga raja Normandia di Perancis Utara. Rollo sendiri adalah seorang penganut agama Nordik yang pernah dibaptis di Northumbria (Britania). Meskipun secara formal dirinya telah sah beragama Katholik, namun pembaptisan tsb hanya strategi diplomatis antara Kerajaan Northumbria dengan "Pasukan Kafir Biadab" (Great Heathen Army, julukan masyarakat Kristen Eropa Barat kepada para Vikingár). Rollo saat itu dibaptis sebagai syarat sah yang diajukan oleh Northumbria agar perundingan kedua belah pihak dapat dilaksanakan (diketahui pula bahwa Raja Ælla, raja Northumbria, pada awalnya menolak berunding dengan "kafir biadab", sehingga Rollo merelakan diri untuk dibaptis mewakili para "kafir biadab" agar dapat bisa berunding dengan saudara seiman).

Quote:


Temuan arkeologis lainnya yang paling banyak adalah situs reruntuhan Gamla Uppsala di Swedia, bekas kuil pusat agama Nordik. Pada situs tsb, selain sisa reruntuhan kuil, ditemukan pula banyak arca-arca dan pigurin-pigurin yang diduga figur dari Týr, Odin, Thor, Loki, Balder, Síf, Heimdallr, juga ukiran-ukiran bermotif griþjür/grithjür(motif ikonik tentang kejatuhan para raksasa-raksasa Jötunn di Helheimr). Relik-relik seperti kalung berlambang Mjölnir (palu gada senjata andalan dewa Thor) dan gelang juga banyak ditemukan. Ada juga relik berupa kalung Brísingamen (kalung milik dewi Freya) yang ditemukan pada arca Freya. Selain itu juga puing-puing senjata seperti perisai dengan aksara Rune serta kapak juga ditemui di beberapa titik. Dan yang paling utama adalah temuan perkuburan massal yang diperkirakan sebagai makam para korban ritual blót, sebuah ritus pengorbanan manusia kepada para dewata. Rupanya korban tsb tidak selalu tawanan yang ditangkap dari negeri jarahan, tapi juga sukarelawan Nordik sendiri yang notabenenya adalah orang terkemuka. Dalam ritual dísablót misalnya, ritus pengorbanan menyambut panen dimana ritus ini merupakan pemanggilan roh-roh wanita Disír dan dewi-dewi Valkryie. Para Vikingár dari garda wanita yang disebut Skjaldmær (Shieldmaiden) sering menjadi sukarelawati ritus ini.

Pada abad 12 M, banyak di antara sarjana Kristen menyematkan agama Nordik sebagai "pagan/paganum/paganus" yang sebenarnya memiliki 2 makna asli: "buta alkitabiah" (tidak mengenal kitab suci) dan "kampungan". Istilah ini merupakan cemoohan orang-orang Kristen Latin untuk penganut agama-agama leluhur. Istilah pagan ini kemudian disepakati untuk mendefinisikan jenis keagamaan yang memiliki personifikasi terhadap tuhan/dewa dalam wujud gambar atau patung (keberhalaan). Meskipun demikian, sejarahwan kontemporer tampaknya mulai berpikir ulang untuk menyebut agama Nordik sebagai keberhalaan. Selain karena tidak semua agama yang mempersonifikasikan tuhannya disebut keberhalaan (contoh mudahnya agama Samawi, Hinduisme, Buddhisme, Jainisme, dll), pada dasarnya orang-orang Nordik sendiri tidak pernah menyimpan arca, pigurin, maupun totem untuk disembah sebagai berhala. Semua ritual Nordik dilakukan di kuil pusat di Uppsala, yaitu Gamla Uppsala dan Uppsala Öd, yang itupun hanya dilakukan pada musim-musim atau acara-acara keagamaan tertentu saja. Biasanya mereka juga bisa merayakan peribadatan bahkan di kebun oak mereka sendiri dengan menumpuk batu-batu menjadi altar yang disebut hörgr. Selain itu, sikap penghormatan yang berbeda-beda antar kalangan masyarakat Nordik itu sendiri juga menjadi pertimbangan dimana umumnya paganisme merupakan fanatisme keberhalaan, hal itu tidak tampak dalam wujud masyarakat Nordik. Tidak ada imam agung, namun ada tokoh kependetaan yang dihormati, yaitu gothi (priest) dan völva (shaman). Beberapa sajak Islandia dari "Prose Edda" misalnya, puji-pujian serta penistaan terhadap dewata tampak berbarengan. Aforisme sejenis juga muncul terutama untuk dewa Loki, dewa ahli tipu daya. Orang-orang Nordik menghormati Loki sebagai dewa juga sekaligus memusuhinya. Dalam sajak-sajak mitologi "Poetic Edda" diterangkan bahwa Loki merupakan anak dari pasangan raksasa Jötunn Fárbauti dan Laufey yang kemudian diangkat menjadi saudara kandung dewa Odin, kemudian tinggal bersama di Asgard (alam tertinggi pada pohon kosmik Yggdrasíl) sehingga tergolong sebagai dewata Æsir.

Quote:


Agama leluhur ini punah setelah berabad-abad lamanya dan hingga menjelang abad 19, penelitian sejarah memulai untuk merekonstruksi agama ini. Semenjak itu, agama Nordik mulai mendapat perhatian dari sejumlah kalangan akademik. Demikian pula dari kalangan praktisi supranatural kontemporer. Di Inggris misalnya, sejak UU Sihir (Witchcraft Acts) 1604 dan 1735 dicabut parlemen pada tahun 1951, aliran-aliran keagamaan supranatural seperti Wicca mulai populer oleh Gerald Gardner. Wicca sendiri merupakan aliran keagamaan Neopagan yang secara sinkretis mengkombinasikan unsur agama Nordik dan mistisisme Qabbalah dengan ilmu-ilmu sihir serta alkemi abad 16-17 M. Sejumlah pernak-pernik ritual Wicca juga terdapat totem-totem Odin dan Thor yang digolongkan sebagai daemon/demon (makhluk halus). Saat ini, mitologi keagamaan Nordik telah dipopulerkan dalam berbagai karya seni kontemporer seperti komik, game, film, dll.

APAKAH JERMANIK SAMA DENGAN NORDIK

Eropa di abad 19 merupakan masa-masa perkembangan sosialisme dan kebangkitan nasionalisme. Jika kita di Indonesia, nasionalisme dan patriotisme dimulai dari spektrum politik kanan (right) yang diimbangi oleh sosial-demokrasi, maka gagasan nasionalisme Eropa justru dimulai dari spektrum politik kanan jauh (far-right) yang melahirkan waham supremasi kulit putih (white supremacy) dan chauvinisme. Mungkin ide supremasi kulit putih paling dini adalah dipopulerkan oleh Madison Grant dalam bukunya "The Passing of the Great Race" (1916). Grant menyebutkan bahwa ras Eropa asli dan murni adalah ras Nordik (Nordic race) sementara ras lainnya yang eksis di Eropa adalah separatisme asing, seperti ras Romantik (Romance race) dan ras Hellenik (Hellenic race). Ras Nordik dibagi atas ras Alpen (Alpine race), ras Dinarik (Dinaric race), ras Mediterania (Mediterranian race), dan ras Baltik Timur (East Baltic race). Diyakini bahwa negara-negara seperti UK, Lower Countries, Perancis, Prussia, dan Austria-Hungaris merupakan entitas ras Alpen. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai "nordikisme" (nordicism). Baru kemudian oleh Adolf Hitler, ras Nordik ini diklaim sebagai sub-ras dari ras Arya (Aryan race) dan menjadi ras terunggul dari seluruh sub-ras Arya. Gagasan-gagasan ini sudah ditinggalkan oleh antropolog abad 21 setelah mengetahui fakta bahwa seluruh ras di Eropa bersifat tidak mutlak. Artinya, bangsa-bangsa Eropa di masa lampau memiliki karakteristik beragam, yang kemudian ketika masa pendudukan Romawi, kebudayaan Eropa sudah memiliki pengaruh kuat sehingga dikategorikan dalam rumpun Jermanik. Dan Bangsa Nordik adalah salah satu dari bangsa kuno Jermanik yang memiliki pengaruh kuat dari sisi bahasa dan kepercayaan, meskipun sisi lainnya didominasi Roma.

INDEX

Kosmologi 1 & 2
Mitologi 1, 2, 3, 4, 5, 6
Kronik Mitologi 1
Konsep:

- Godarr (ketuhanan)
- Saga (kepahlawanan)
- Gothi (kependetaan)
- Daudi (kematian)
- Baldur dan Einherjar (kemartiran dan altruisme)
- Drauģr (jiwa, arwah, dan hantu)
- Ragnarök (eskatologi)
Ritus:
- Blót (pengorbanan)
- Seidr (sihir/magi)
- "Rahasia Rune" (transendensi/asketisme)
Kependetaan (gothi):
- Thulr (pendeta)
- Völva (cenayang)
- Seidrmadr (penyihir)
Tempat Peribadatan (kulthuset):
- Höf (kuil utama)
- Vé (kuil dewa-dewi)
- Hörgr (altar batu)
Literatur dan Rekonstruksi
Perkembangan agama Nordik pada Periode Viking
Perkembangan agama Nordik pada Periode Kristenisasi Skandinavia
Diubah oleh tyrodinthor 09-11-2022 10:58
pakisal212Avatar border
reid2Avatar border
reid2 dan pakisal212 memberi reputasi
4
76.3K
128
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
#14
Quote:


kata siapa? justru kebangkitan nasionalisme kulit putih menjadikan kepercayaan kuno Nordik sebagai identitas rasial dan dalam abad-abad terakhir, supremasi kulit putih bangkit kembali menunjukkan eksistensinya dengan gagasan neo-nativisme dan anti-imigranisme. di Inggris ada 4 parpol supremasi ras, satu di antaranya neo-nazisme, dan ada liga persatuan Inggris yang bercorak supremasisme radikal yaitu EDL. Donald Trump juga diketahui banyak mengusung gagasan-gagasan nasionalisme Eropa. dan kepercayaan Nordik menjadi identitasnya. nama-nama seperti Valkyrie, Valhalla, dan sejenisnya diangkat ke permukaan sebagai simbolisasi nasionalisme Eropa dan kemurnian ras.

emang selama ini menurut ente kenapa negara-negara Eropa sangat keras melarang rasisme? selain karena dampaknya pernah dirasakan (Perang Dunia II), juga karena masyarakat Eropa mudah dipengaruhi nasionalisme melalui kepercayaan Nordik sebagai kepercayaan asli pribumi. Hal ini dapat mengancam liberalisme yang diperjuangkan pemikir-pemikir Klasik dan Aufklarung. apabila fasisme dan supremasi ras Eropa bangkit, dapat dipastikan menjadi kekuatan oposisi terbesar bagi seluruh -isme di muka bumi, bahkan bagi ummat Muslim dan Kristen.

KRONIK MITOLOGI NORDIK (Bagian 1)

Kali ini TS sajikan kisah-kisah kronik dalam mitologi Nordik. Semuanya disusun berdasarkan timeline peristiwa dan disesuaikan dengan narasi TS sendiri. Sementara itu kisah ini akan dimulai dari terjadinya alam semesta dan generasi dewa pertama hingga era raja-raja Denmark, Swedia, dan Norwegia yang mulai bersentuhan dengan sejarah.

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Alam semesta pada dasarnya sudah dari sananya ada, atau jika meminjam istilah Immanuel Kant: "seinde", demikian adanya. Alam semesta terdiri atas tiga dunia saja, di sisi utara yaitu dunia es yang disebut Niflheimr, di tengah yaitu sebuah jurang kekosongan (void) yang disebut Ginnungagap, dan di sisi selatan yaitu dunia api yang disebut Muspelheimr.

Dari Niflheimr, kabut es selalu muncul dari dalam mata air Hvergelmer dan membentuk aliran air yang mengaliri sebelas sungai yang disebut Élivágar. Élivágar yang berisi berbagai macam racun es ini bermuara ke Ginnungagap. Sementara dari Muspelheimr, percikan api dan lahar juga mengalir bermuara ke Ginnungagap. Dari dua unsur berbeda yang berpautan satu sama lain ini menghasilkan dua makhluk berbeda juga, yaitu seekor sapi betina purba yang bernama Audumbla dan sesosok makhluk raksasa aseksual yang bernama Ymir (Jötunn pertama). Untuk bertahan hidup, Ymir meminum susu Audumbla, sedangkan Audumbla menjilati bongkahan es yang asin. Dari hari ke hari, bongkahan es yang dijilati Audumbla lama-lama berbentuk menyerupai manusia dan jadilah dewa pertama, Búri. Sementara itu, Ymir melahirkan dua jenis makhluk raksasa laki-laki dan perempuan dari tubuhnya, yang laki-laki dari kakinya dan yang perempuan dari tangannya. Kedua raksasa itu bersatu membentuk monster raksasa berkepala enam dan memperanakkan Thrúdgelmir, raksasa pembeku (frost ettin) pertama. Darinya beranak-pinaklah raksasa-raksasa Jötunn generasi pertama, salah satunya Bölthorn dan putrinya, Bestla.

Dewa Búri kemudian memperanakkan dewa Borr yang kemudian mengawini Bestla. Dari mereka, lahirlah "triad" (trio dewa pencipta), yaitu Odin, Vili, dan . Adapun konflik antara dewa dan raksasa bermula pada generasi ketiga dimana saat itu Ymir masih hidup. Triad kemudian membunuh Ymir dan membuat tubuhnya sebagai fondasi atas dunia yang mereka ciptakan. Tubuh Ymir berubah menjadi tanah/bumi, darahnya menjadi lautan, tulang-tulangnya menjadi pegunungan, rambut dan giginya menjadi pohon dan batu. Sedangkan tengkoraknya digantung di udara dan diubah menjadi langit. Odin lalu melihat ada beberapa binatang purba yang muncul dan menggerogoti tanah, untuk itu dia mengubah mereka menjadi kurcaci (dverģr/dwarf) yang kemudian ditugaskan untuk menambang bebatuan.

Dari tanah dan lautan itu, sang triad juga membuat dua manusia pertama pria dan wanita, Ask dan Embla. Odin kemudian menugaskan ketiga nornir (roh-roh bijaksana penentu takdir), Urdr, Verdandi, dan Skuld untuk membuat benih dari mata air pengetahuan mereka sebuah pohon abu untuk memisahkan dunia di tengah dengan Niflheimr dan Muspelheimr, dua dunia horror di utara dan selatan, agar manusia tidak "nyasar" ke sana. Setelah pohon abu kosmik yang disebut Pohon Yggdrasíl itu tumbuh, Urdr pun membuat sumur di bawahnya yang mengalir ke puncak pohon.

Sejak itulah alam semesta hingga kini terdiri atas sembilan dunia dimana empat atau lima di antaranya terletak di pohon kosmik Yggdrasíl, termasuk dunia kita yaitu Midgardr. Dari sembilan dunia itu, semuanya berada di bawah pimpinan para dewata Æsir dan Vanir di Ásgardr dan Vanaheimr, dikuasai oleh dewa Odin sebagai dewa penguasa tunggal.

Adapun pohon Yggdrasíl memiliki banyak cabang dan akar yang melingkupi sembilan dunia yang ada. Di puncak pohon Yggdrasíl, Odin berdiam diri, bertapa dengan diikat secara terbalik untuk memahami hakekat dari pengetahuan kehidupan yang tersirat secara rahasia di balik aksara-aksara Rune (mengenai sihir Rune akan dijelaskan di bagian ritus).

Quote:


Aksara Rune yang dimaksud tidak lain adalah alfabet Runik tipe Proto-Jermanik yang dipakai masyarakat Jermanik di abad 2-8 M yang oleh leksikolog diberi kode Futhark Lama/Tua (Elder Futhark) yang berjumlah 24 aksara. Setelah merasa cukup mengenal esensinya, Odin kemudian membangun Ásgardr di puncak pohon Yggdrasíl. Sementara di hilir pohon, kelompok arwah yang disebut Nornir yang dipimpin oleh Urdr membangun mata airnya untuk menumbuhkan pepohonan. Dengan kekuatan Rune pula, mereka memulai menulis takdir para dewata yang disebut Ragnarök.

Dari pohon Yggdrasíl pula, Odin menciptakan Midgardrdan Jötunheimr di tengah untuk manusia dan para Jötunn (Jötnar). Adapun di bawah Nifleheimr (mungkin di Helheimr), hiduplah seekor ular astral yang bernama Nídhöggr. Nídhöggr ditakdirkan akan menggigiti akar pohon Yggdrasíl dan setelah dia berhasil, maka itu tandanya Ragnarök tiba.

TERPOTONGNYA RAMBUT SÍF

Odin mengawini seorang wanita Jötunn yang bernama Jörd sang raksasa Bumi dan lahirlah Thor, dewa petir. Thor kemudian menikahi Síf, dewi jagung. Sementara itu Odin juga menikahi Frigga, dewi peramal di Ásgardr dan memiliki banyak anak. Kemudian Odin mengangkat Loki, seorang Jötunn, sebagai saudaranya. Lama-lama Ásgardr dipenuhi para dewata dan para martir serta einherjar di Valhalla. Komunitas para dewata di Ásgardr menjadi perhatian bagi seluruh penghuni sembilan dunia dan para dewata masing-masing mendapatkan pengikut, baik dari kalangan dewa-dewi itu sendiri maupun raksasa, manusia, dan kurcaci.

Sekelompok Dverģr keturunan kurcaci Övaldi ditunjuk oleh Odin untuk membuat senjata baginya. Para kurcaci keturunan Övaldi yang disebut "Övaldissonr" membuatkan Odin sebuah tombak yang super tajam dan sakti, dapat terbang sejauh yang diinginkan Odin. Tombak itu dinamai Gungnir. Hal ini membuat Odin terkesima dengan kemampuan Övaldissonr dan berharap mereka dapat membuatkan beragam senjata dan pernak-pernik bagi para Æsir. Nama Övaldissonr menjadi populer bagi para penghuni Ásgardr.

Loki, dewa ahli tipu daya, sering melihat Síf, istri Thor, sedang menyisir rambut emas indahnya dengan tangannya. Rambut tsb panjang berkilau seperti emas dan berbentuk seperti tangkai tanaman jagung. Suatu ketika Síf sedang beristirahat, Loki dengan iseng sengaja memotong rambut Síf. Síf yang menyadari Loki di sampingnya telah memotong rambutnya menjadi sedih. Síf kemudian mengadukan hal ini kepada Thor, Thor pun langsung naik pitam.

Kemudian Thor mendatangi Loki dan mengancam Loki akan dibunuh olehnya jika dia tidak segera mengembalikan rambut istrinya seperti sediakala. Loki pun ketakutan dan segera berkunjung ke Nidavellir dan menemui Övaldissonr. Övaldissonr kemudian membuatkan sebuah wig yang persis dengan rambut Síf, dan kemudian disihir agar wig itu akan menempel secara alami dan tumbuh panjang. Loki sesegera mungkin menemui Síf dan menempelkan wig tsb. Sekonyong-konyong wig tsb menempel ke rambut Síf. Mengetahui hal ini, Síf kembali ceria dan Thor mengurungkan niatnya untuk membunuh Loki.

KONTES PENCIPTAAN MJÖLNIR DAN DRAUPNIR

Suatu ketika Odin menginginkan Övaldissonr membuat beragam senjata sakti lainnya. Loki menyarankan agar Odin mengadakan sebuah kontes, namun Odin menginginkan lebih dari sekedar kontes. Sementara itu Loki mengetahui bahwa seorang kurcaci lain yang bernama Brokkr juga ahli pandai besi terkemuka. Loki menyarankan untuk menghasut Brokkr agar dia mau menantang Övaldissonr untuk berkompetisi siapa di antara mereka yang sanggup menciptakan senjata-senjata super lainnya. Odin menyetujuinya dan Loki berangkat ke Nidavellir untuk menemui Brokkr.

Dalam percakapan antara Loki dan Brokkr, Loki memuji-muji Övaldissonr. Dia sedikit banyak meremehkan peralatan-peralatan yang diciptakan Brokkr. Brokkr tentu saja terhasut dan mendatangi para Övaldissonr, lalu menantang mereka untuk menciptakan senjata sakti bagi para Æsir. Övaldissonr menyanggupi tantangan Brokkr. Dengan disaksikan para Æsir, mereka berlomba membuat senjata-senjata super. Dalam perlombaan tsb, Övaldissonr menciptakan Mjölnir dan Draupnir. Mjölnir, sebuah palu gada sakti yang memiliki kekuatan petir dipersembahkan untuk Thor. Sedangkan Draupnir, cincin sakti yang memiliki kekuatan tinju super dipersembahkan untuk Odin. Kontes ini dimenangkan oleh Övaldissonr.
Diubah oleh tyrodinthor 06-02-2017 09:51
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.