Japan Foodie Trip (Nov - Dec 2015): Tokyo, Fuji, Osaka, Miyajima, Hiroshima, Kyoto
TS
GoToSea
Japan Foodie Trip (Nov - Dec 2015): Tokyo, Fuji, Osaka, Miyajima, Hiroshima, Kyoto
Japan Trip: Eat Till You Drop (Kanto, Chubu, Kansai, and Chugoku region)
Spoiler for Food Porn:
Jalan-jalan di Asia belum lengkap kalo kita belum pernah menginjakan kaki di negara bunga sakura ini.
Perjalanan ini adalah virgin trip ane loh, ane bener-bener buta segala sesuatu tentang Jepang kecuali film kimochidan manga-manga terkenal seperti Naruto, One Piece dan-lain-lain.
Silakan komen dan rate ya
Damage cost.
Quote:
Durasi Trip
25 Nov - 8 Dec 2015
Accomodation + rate per malam
Khaosan World Asakusa, Tokyo 2,500 JPY
Kagelow Mount Fuji, Kawaguchiko 3,000 JPY
Guesthouse Azito, Hakone 3,500 JPY
Airbnb Nanba, Osaka 25 SGD
J-Hopper, Kyoto 2,400 JPY (diskon 100 JPY)
Miyajima Guest House Mikuniya, Miyajima Island 4,000 JPY
Airbnb Nakashin, Tokyo 46 SGD
Transportation dan lain-lain
Delta Airlines SG - Tokyo 588.20 SGD
JR Pass 7 hari 338 SGD
Visa 15 hari 35 SGD
Total Damage Awal
Kurang lebih 12 juta rupiah sebelum pergi
====================
Tidak termasuk jajan, pelunasan akomodasi dan pengeluaran lainnya seperti subway pass, Suica, dan-lain-lain
Day 9 - Kyoto (Ginkakuji, Heian Shrine, Kiyomizudera, Fushimi Inari)
Target operasi pertama di hari terakhir ini adalah Ginkakuji. Pagi itu ane sadar ternyata hostel tempat ane nginap juga menjual Kyoto Bus Pass. Setelah itu ane langsung saja menaiki bus dari salah satu bus stop di sekitaran hostel. Bus menuju Ginkakujiini akan melewati satu gerbang Torii raksasa dan begitu mendarat di bus stop Ginkakuji, ane harus berjalan kaki 5 menit ke dalam templenya.
Quote:
Makanan khas di Kyoto adalah set meal yg terdiri dari berbagai sayuran kecil yg beraneka ragam. Harganya lumayan mahal sehingga ane sedikit enggan karena bakal tidak kenyang.
Spoiler for Ginkakuji:
Cuaca saat itu mendung dan gerimis, pintu depan Ginkakuji Temple.
Spoiler for Ginkakuji 2:
Temple utama di sana, Kinkakujiterbuat dari gold, sedangkan Ginkakuji terbuat dari silver.
Spoiler for Ginkakuji 3:
Pasir yg didekorasi dengan rapi dan cantik.
Spoiler for Ginkakuji 4:
Tempat ini dinamakan Moss garden karena banyak lumut dan ganggang di sekitarnya.
Spoiler for Ginkakuji 5:
Karena hujan gerimis, turis2 sangatlah sedikit. Hanya terlihat beberapa turis lokal dan lansia.
Spoiler for Ginkakuji 6:
Tanaman apa ini?
Spoiler for Ginkakuji 7:
Moss.
Spoiler for Ginkakuji 8:
Butiran-butiran air yg bertengger di ujung ranting-ranting pohon terlihat sangat indah
Spoiler for Ginkakuji 9:
Sedikit melapar, ane jajan kue yg dijual di jalanan dekat Ginkakuji.
Quote:
Spoiler for Green tea cream puff:
[img][url=https://flic.kr/p/Dh9E1c][/img]
Spoiler for Green tea cream puff 2:
Uniknya kedai2 snack di sini adalah terdapat area istirahat seperti film2 kuno zaman dulu Jepang. Terdapat beberapa cream seperti green tea, custard, dll, selain puff juga terdapat ice cream loh.
Kulit luar snack ini fresh dan renyah, isi creamnya banyak dan tumpah begitu digigit, creamnya tidak semanis yg ane bayangkan mungkin hanya 10% manisnya. Selesai makan ini pasti belepotan deh Taste:
Presentation:
Service:
Price: 300 yen
Overall: Standar aja.
Lanjut jalan, tujuan berikutnya adalah Philosopher's Pathyaitu tempat Harry Potter mencari harta karun (canda ). Tempat ini sebenarnya hanya jalanan disamping selokan yg terbentang panjang melewati rumah2 penduduk. Dari sini kita bisa menikmati pemandangan dan suasana kota Kyoto. Ujung2nya bakal menembus ke arah Nanzenji Temple.
Quote:
Boneka beruang yg sangat romantis
Spoiler for Philosopher's:
Huaaa...
Spoiler for Philosopher's 2:
Spoiler for Philosopher's 3:
Selokan paling bersih yg pernah ane liat.
Spoiler for Philosopher's 4:
Jalan sekitar 20 menit sambil berfoto-foto. Sempat hujan lumayan deras sehingga ane harus berteduh selama 10 menit. Kemudian, akhirnya ane tiba di Nanzenji Temple. Tujuan ane dari sana adalah melewati jalanan anti-mainstream menembus ke Heian Shrine. Ane akan ngejelasin beserta poto2 di bawah ini.
Quote:
Memasuki gerbang besar Nanzenji.
Spoiler for off-the-beaten-path:
Ane mengelilingi sebentar temple ini, kemudian berjalan menuju aqueduct. Terdapat beberapa sub-temple di sekitaran ini.
Spoiler for off-the-beaten-path 1:
]
Perhatikan gambar di atas, naiki tangga dan kemudian berjalan di atas Aqueduct ke arah kanan. Di sini terdapat jalan kecil yg terdapat aliran air di tengah2 jalan. Di sini, hampir ngga ada turis yg melewatinya, ane juga sebenarnya kuatir bakal buntu di depan.
Spoiler for off-the-beaten-path 2:
Setelah berjalan 10 menit, ane akan menembus ke suatu tempat yg rada angker seperti setting film Resident Evil.
Spoiler for off-the-beaten-path 3:
Melewati tempat itu, ane akhirnya menemukan tanda2 kehidupan di dekat patung "Liberty" ini. Melihat anak2 ini picnic lunch bikin ane kelaparan.
Spoiler for off-the-beaten-path 4:
Melewati anak2 kecil ini, ane ketemu satu orang tua (oji-san) yg bertanya sesuatu ke ane. Ane yg mencoba men-deciphernihongo keliatan bingung sehingga si oji-san pun hanya bilang daijoubu (ora opo) sambil berlalu.
Skip skip, ane akan ketemu jalanan kereta yg panjang dan berbatu seperti di bawah ini. Namanya adalah Keage Incline.
Spoiler for off-the-beaten-path 5:
Dari sini, berjalan menuruni bukit sampe ketemu danau dan patung emas. Di kejauhan akan terdengar suara anak2 yg sepertinya daerah sekolahan dan akan ketemu jalan raya.
Spoiler for off-the-beaten-path 6:
Spoiler for off-the-beaten-path 7:
Dari jalan raya tersebut ane berjalan kaki menuju Heian shrine.
Quote:
Torii gate raksasa.
Spoiler for Heian:
Tempat ini sangatlah luas, lapang dan jauh jalannya. Yg paling menyenangkan adalah tempat ini free.
Spoiler for Heian 2:
Dari Heian Shrine, ane menaiki bus menuju Kiyomizudera. Bus ngga akan berhenti depan persis temple ini kecuali anda naik helikopter. Oleh karena itu, ane harus melewati jalanan bernama Higashiyama (Ninenzaka stairs, Sannenzaka stairs)yg menuju ke sana.
Quote:
Akhirnya ada oleh2 foto Maiko(Geisha). Yihaaa..!!
Spoiler for Kiyomizu:
Kalo kelaparan di sini tenang aja gan, kanan kiri banyak toko2 yg menyediakan sample makanan gratis yg bukan hanya secuil tapi benar2 sepotong kue utuh seperti mochi.
Spoiler for Kiyomizu 2:
Spoiler for Kiyomizu 3:
Ane jajan 1 kroket karena yg jual cakep dan senyum ke ane .
Spoiler for Kiyomizu 4:
Sampe juga di Kiyomizu, suasananya rame banget. Kalo pergi ke sana, sebenarnya nggak usah beli tiket untuk masuk ke templenya, tapi bisa berjalan sedikit memutar dan bisa ngefoto langsung templenya dari jauh. Kalaupun beli tiket, tiketnya bisa di re-use untuk memasuki lagi.
Spoiler for Kiyomizu 5:
Spoiler for Kiyomizu 6:
Banyak cewe2 berpakaian kimono itu sebenarnya mereka bukan orang lokal Jepang melainkan para turis2 yg pingin narsis.
Spoiler for Kiyomizu 7:
Spoiler for Kiyomizu 8:
Setelah itu ane berjalan ke arah pusat perbelanjaan (Kawaramachi) dan late lunch ke salah satu restoran favorit ane.
Quote:
Non-halal alert!!
Spoiler for Ippudo Ramen:
Spoiler for Ippudo Ramen 2:
Ramen terenak yg ane cicipin di Jepang. Di Ichiran, ane ngga sanggup ngehabisin kuahnya, sedangkan di Ippudosampe kuah2nya habis.
Ane memesan tipe kuah original (ada juga yg pedas), yg lengkap ingredientnya (dengan telor dan seaweed). Tekstur mienya lembut dan sedikit keras (favorit ane), kuahnya tidak terlalu asin dan tidak terlalu flavorful sehingga pas di lidah ane, daging porknya lembut banget dan porsinya juga banyak.
Keluar dari restoran ini, ane berjanji kalo ane bakal mencoba ramen ini kembali di Tokyo nantinya.
Taste:
Presentation:
Service:
Price: 1020 yen
Overall: Ajibb gan.
Ippudo letaknya dekat dengan Nishiki Market, maka ane hanya perlu ngesot bentar nyampe deh.
Quote:
Spoiler for Nishiki:
Spoiler for Nishiki 2:
Ane kembali menuju Fushimi Inarikarena ada pertama kali ke sana sudah gelap dan ane penasaran bagaimana suasana tempat ini ketika masi terang. Yg pasti, ane ngga bakal menaiki tangga ke atas lage..
Quote:
Ciri khas Fushimi Inariyaitu binatang rubah/fox ini.
Spoiler for Fushimi:
Silakan enjoy foto2 berikut ini..
Spoiler for Fushimi 2:
Spoiler for Fushimi 3:
Spoiler for Fushimi 4:
Spoiler for Fushimi 5:
Spoiler for Fushimi 6:
Spoiler for Fushimi 7:
Di Kyoto Station, ane menemukan satu restoran sushi yg mantapppp banget. Ini adalah sushi pertama ane selama menginjakan kaki di Jepang.
Quote:
Sushi Musashi Jr Kyotoasuteirodotenmenyediakan restoran model conveyor-belt, di mana pelanggannya juga bisa memesan langsung ke chef-nya.
Selama trip ane di Jepang, ane mencoba berbagai macem sushi di Kyoto (Sushi Musashi), Tokyo (Tsukiji, Sushizanmai, Heiroku Ginza, Midorisushi daikanyamacho, Midorisushi Shibuya) dan tidak ada sushi yg ngga enak di Jepang menurut ane. Yg ada hanyalah sushi yg sangat enak, lebih enak, super enak. Kualitas sushi di sini benar2 dijaga.
Unagi ini teksturnya lembut dan crumbling tanpa dikunyah, rasanya manis dan aroma asapnya benar2 terasa. Taste:
Spoiler for Unagi (eel):
Raw shrimp yg rasanya manis, lembut dan sedikit lembek. Taste:
Spoiler for Amaebi (raw shrimp):
Teksturnya lembut dan sedikit kenyal (seperti sotong), rasanya sedikit hambar. Taste:
Spoiler for Hotate (scallop):
Wuih snow crab leg yg porsinya banyak menutupi nasinya, rasanya manis dan aroma kepitingnya benar2 berasa, sangat fresh dan memuaskan. Taste:
Spoiler for Matsubagani (snow crab leg):
Highlight dari trip kali ini adalah medium-fat tuna (chutoro). 1 piring berwarna hitam ini harganya kalo ngga salah di atas 600 yen. Ane ngga pernah doyan tuna setiap kali ane ke restoran Jepang di Singapore. Tetapi tuna yg ane cicip Jepang langsung rasanya benar2 beda jauh (langit dan bumi).
Teksturnya sangat lembut, manis dan sangat fresh, ketika dimakan langsung meleleh di lidah, ane ngga perlu kunyah. Katanya Chutoro(medium-fat tuna) dan Otoro (fatty tuna) hanya bisa didapatkan dari bagian perut seekor tuna sehingga sangat langka. Tuna yg ane makan di Singapore hampir semua Akemi (lean tuna). Taste:
Spoiler for Chutoro (medium-fat tuna):
Presentation:
Service:
Price: 1,220 yen
Overall: Best sushi in life.
My loots..
Spoiler for Loots:
Dari kiri atas: Kinkakuji, Sensoji, Ginkakuji, Kiyomizu, Ginkakuji.
Bawah: Fushimi Inari