- Beranda
- Stories from the Heart
HRTY (Hidup Rasa Tom Yum)
...
TS
aldogunz
HRTY (Hidup Rasa Tom Yum)
HRTY
Hidup Rasa Tom Yum
Hidup Rasa Tom Yum
Cover nya gan:
Quote:
Hidup Rasa Tom Yum atau gue singkat HRTY adalah penggalan-penggalan cerita yang gue alami selama merantau di Thailand. Tom Yum adalah sup khas Thailand yang cukup terkenal, rasanya pedas, asem, manis, jadi persis menggambarkan kehidupan yang gue alamin di sana. Semoga cukup menghibur untuk dibaca, jangan lupa kasih
kalau suka ceritanya ya, biar nambah semangat untuk update terus. Terima kasih.Mampir juga ke channel YouTube ane di: AldoGunz Story
Quote:
Diubah oleh aldogunz 10-03-2016 13:23
anasabila memberi reputasi
1
3.9K
43
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aldogunz
#9
Kesepian Membunuhku (Bagian 2)
Akhirnya gue punya waktu agak lenggang, jadi gue berharap banget bisa ketemu sama si Apple. Walaupun belakangan ini gue sendiri mulai gak yakin, apa si Apple benar-benar perempuan asli. Sambil tidur-tiduran di kasur gue lihat-lihat lagi foto-foto si Apple yang dia pernah kirim, tapi kalau menurut insting gue, dia ini perempuan beneran kok. Gue akhirnya kirim pesan ke dia buat makan malem bareng, mungkin aja dia bisa.
Gue: Hi, are you free today? I want dinner with you…
Apple: Today??? Hmmmm….
Gue: yes , dinner at The Mall Bangna.
Apple: Sorry, I must send my mother to dentist, another day na…
Gue: Ok, When???
Apple: Mai Roo ( Bahasa Thai : Tidak Tahu)
Ternyata gagal lagi, gue mulai gak betah dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala gue. Karena lumayan kecewa gak jadi makan malem bareng Apple, akhirnya jalan sendirian deh di Mall. Semua rata-rata berpasangan-pasangan, baik yang sesame jenis atau yang berlaianan jenis. Kalau gue perhatiin, cewek-cewek tomboy pasti pacarnya itu cantik-cantik banget, kenapa dunia sudah berubah seperti ini ya, kenapa mereka suka sesama jenis, padahal ada laki-lai normal, jantan, dan tangguh yang lagi kesepian. Gue makan burger di salah satu gerai cepat saji yang sudah sangat terkenal, berlambang huruf M, tapi di Thai, saus sambelnya beda, di sini rasanya manis dan lebih bening warnanya, kurang nikmat deh pokoknya. Di saat gue mau menghabiskan gigitan terakhir dari burger, datanglah sepasang kekasih masih anak sekolah, anak SMP kurang lebih, dan mereka tanpa malu menunjukkan adegan baik yang cukup liar di depan muka gue. Sialan, masih ABG labil udah sok-sokan (Langsung panas, maklum Jomblo kesepian), akhirnya gue cabut dari tempat itu dan memilih pulang ke apartemen.
Beberapa hari udah berlalu, gue belum bisa juga nemuin Apple, dia sepertinya sedang sibuk, atau sengaja menghindar. Karen ague udah capek, jadi malem itu gue kirim pesan ke dia.
Gue: Apple…
Apple: Yes (dijawabnya agak lama, sejam dari pesan pertama yg gue kirim)
Gue: I have Question (Gue mulai gak sabar, dan mulai bertingkah bodoh)
Apple: ………………???
Gue: Are You LadyBoy? (Gila gue jahat banget, gara-gara gak sabar ketemuan)
Apple: WHAT ????
Apple: FU#CK YOU!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Gue: Sorry…..No…..Apple…
Gue: Only want to know about you, Apple…
(Gak ada jawaban, dan ini adalah terakhir kali kita berdua berkomunikasi)
Gue langsung ngerasa bersalah banget, tapi menurut gue kata-kata gue ini emang jahat. Kenapa gue gak mau sabar sampai ada waktu ketemu, semua malah lebih jelas, daripada begini, hilang sudah harapan dan semua sudah selesai. Apple menjadi sosok yang masih misteri sampai hari ini, gue gak pernah tau dia yang sebenarnya, ketidaksabaran merusak semua rencana yang sudah dibangun dan diatur dengan rapi. Dan akhirnya gue tetaplah laki-laki Jomblo saat itu, tapi semua jangan terlalu lama disesali, justru ini jadi bahan pembelajaran untuk kedepannya. Terima kasih untuk Apple yang sudah menjalin pertemanan singkat ini.
Akhirnya gue punya waktu agak lenggang, jadi gue berharap banget bisa ketemu sama si Apple. Walaupun belakangan ini gue sendiri mulai gak yakin, apa si Apple benar-benar perempuan asli. Sambil tidur-tiduran di kasur gue lihat-lihat lagi foto-foto si Apple yang dia pernah kirim, tapi kalau menurut insting gue, dia ini perempuan beneran kok. Gue akhirnya kirim pesan ke dia buat makan malem bareng, mungkin aja dia bisa.
Gue: Hi, are you free today? I want dinner with you…
Apple: Today??? Hmmmm….
Gue: yes , dinner at The Mall Bangna.
Apple: Sorry, I must send my mother to dentist, another day na…
Gue: Ok, When???
Apple: Mai Roo ( Bahasa Thai : Tidak Tahu)
Ternyata gagal lagi, gue mulai gak betah dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala gue. Karena lumayan kecewa gak jadi makan malem bareng Apple, akhirnya jalan sendirian deh di Mall. Semua rata-rata berpasangan-pasangan, baik yang sesame jenis atau yang berlaianan jenis. Kalau gue perhatiin, cewek-cewek tomboy pasti pacarnya itu cantik-cantik banget, kenapa dunia sudah berubah seperti ini ya, kenapa mereka suka sesama jenis, padahal ada laki-lai normal, jantan, dan tangguh yang lagi kesepian. Gue makan burger di salah satu gerai cepat saji yang sudah sangat terkenal, berlambang huruf M, tapi di Thai, saus sambelnya beda, di sini rasanya manis dan lebih bening warnanya, kurang nikmat deh pokoknya. Di saat gue mau menghabiskan gigitan terakhir dari burger, datanglah sepasang kekasih masih anak sekolah, anak SMP kurang lebih, dan mereka tanpa malu menunjukkan adegan baik yang cukup liar di depan muka gue. Sialan, masih ABG labil udah sok-sokan (Langsung panas, maklum Jomblo kesepian), akhirnya gue cabut dari tempat itu dan memilih pulang ke apartemen.
Beberapa hari udah berlalu, gue belum bisa juga nemuin Apple, dia sepertinya sedang sibuk, atau sengaja menghindar. Karen ague udah capek, jadi malem itu gue kirim pesan ke dia.
Gue: Apple…
Apple: Yes (dijawabnya agak lama, sejam dari pesan pertama yg gue kirim)
Gue: I have Question (Gue mulai gak sabar, dan mulai bertingkah bodoh)
Apple: ………………???
Gue: Are You LadyBoy? (Gila gue jahat banget, gara-gara gak sabar ketemuan)
Apple: WHAT ????
Apple: FU#CK YOU!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Gue: Sorry…..No…..Apple…
Gue: Only want to know about you, Apple…
(Gak ada jawaban, dan ini adalah terakhir kali kita berdua berkomunikasi)
Gue langsung ngerasa bersalah banget, tapi menurut gue kata-kata gue ini emang jahat. Kenapa gue gak mau sabar sampai ada waktu ketemu, semua malah lebih jelas, daripada begini, hilang sudah harapan dan semua sudah selesai. Apple menjadi sosok yang masih misteri sampai hari ini, gue gak pernah tau dia yang sebenarnya, ketidaksabaran merusak semua rencana yang sudah dibangun dan diatur dengan rapi. Dan akhirnya gue tetaplah laki-laki Jomblo saat itu, tapi semua jangan terlalu lama disesali, justru ini jadi bahan pembelajaran untuk kedepannya. Terima kasih untuk Apple yang sudah menjalin pertemanan singkat ini.
0
